
Setelah mendapatkan foto Aera dengan suaminya, segera Andre, nama ayah angkat Aera pergi meninggalkan warung makan tersebut.
Dia tidak sabar ingin menunjukkan wajah suami, anak angkatnya kepada istrinya, Mia.
Sesampainya dirumah, Aera segera beristirahat. Aera tampak sangat lelah sekali.
Pernikahan Ray dan Aera tidak terasa sudah berjalan 2 bulan. Dengan bermacam-macam kejadian yang terjadi selama mereka bersama, membuat perasaaan mereka semakin kuat.
"sayang, apa kau tidak apa-apa? Wajahmu terlihat pucat. Istirahatlah dulu, aku akan memanggilkan dokter dulu ya." ucap Ray sambil segera keluar untuk menghubungi dokter.
"tidak..,.. usah." belum selesai Aera berkata, Ray telah menghilang dari pandangannya.
Ray segera menelpon sahabatnya yang tidak lain adalah dokter juga. "Fery, bisa kah kau datang kerumah., Istriku sakit.. aku takut dia kenapa-kenapa." kata Ray dengan nada khawatirnya..
"Oke, aku akan segera kesana." jawab Fery dari seberang sana.
Sekitar lewat satu jam dari terakhir Ray menghubungi Fery, akhirnya Fery tiba juga.
"apa kabarmu, bro? sepertinya kamu sangat bahagia dengan pernikahanmu.." ucap Fery saat sampai disambut oleh Ray.
"Seperti yang kamu lihat, aku sangat menikmati kehidupan pernikahan ini. ditambah dengan istriku yang sangat imut dan menggemaskan." lanjut Ray membicarakan tingkah laku Aera.
"Oke, ayo kita pergi periksa istrimu." ajak Fery.
Sesampainya Fery dan Ray di kamar, dilihatnya Aera sedang istirahat. Fery yang melihat Aera segera bertanya pada Ray, "Apa itu benar istrimu?" dengan nada tidak percaya.
"Kenapa Fer, apa kau mengenalnya?" tanya Ray kepada Fery.
"Kau ingat kan, aku satu bulan lalu hampir di jambret oleh orang di jalan, lalu ada seorang wanita yang ku bilang adalah bidadari cantik yang segera, mengejar jambret dan melumpuhkan jambret tersebut., Dia adalah istrimu Ray." jawab Fery panjang lebar kepada Ray.
Ray yang mendengar penjelasan Fery, "jadi wanita yang kau ceritakan adalah istriku, wanita yang kau anggap cinta pada pandangan pertama mu?" tanya Ray lagi.
Segera Fery mengangguk dengan lemah dan sedikit terlihat kekecewaan pada dirinya. Ternyata wanita yang dia sukai sudah menjadi istri temannya.
"Tapi maaf ya fer, dia sudah menjadi milikku." sahut Ray dengan nada dinginnya.
"Segeralah periksa istriku, Aku akan membangunkan nya dulu." lanjut Ray.
"Sayang, ayo bangun dulu sayang.. sudah ada dokter Fery." panggil Ray kepada istrinya.
Aera segera menggeliat mendengar panggilan dari suaminya. Segera dia mengerjapkan matanya. "Ya kak, Aera sudah bangun."
Lalu matanya menatap Ray dulu, lalu dia melihat seseorang di sebelah Ray. 'itu pasti dokternya' batin Aera.
"mari kita periksa dulu ya, Aera." ucap Fery dengan nada dibuat santai.
Hati Fery berdegup kencang melihat betapa cantiknya Aera. Fery tidak henti-hentinya menatap Aera. dengan segera Ray yang melihat tatapan Fery kepada istrinya berdehem,..”ehemmmmm!! jadi istriku sakit apa,Fer?" tanya Ray pada Fery sambil mencium kening istrinya dan mengusap punggung Aera.
Fery yang ditegur seperti itu, lalu segera melakukan Jobnya sebagai seorang dokter profesional. "Sejak kapan Aera merasa tidak enak badan?" tanya Fery mencairkan suasana.
"Sudah 1 Minggu ini, dokter. Aera setiap bangun pagi merasa lemas dan tidak bertenaga. Aera sepertinya masuk angin, soalnya setiap pagi Aera muntah." Kata aera.
Fery yang mendengar jawaban Aera makin terlihat down.. Fery sudah mempunyai feeling, lalu menyarankan Aera untuk kencing terlebih dahulu, lalu ditaruh disebuah wadah.
Aera segera melakukan apa yang di intruksikan oleh dokter. Selama di kamar mandi, Ray dan Fery saling bertatapan lalu berkata "sepertinya kau harus mengubur perasaanmu dalam-dalam kepada istriku. Istriku itu memang unik dan tidak ada duanya."
Fery yang mendengar kata-kata ray, lalu berkata "tenang saja aku tidak mungkin mau dengan wanita hamil."
"maksudmu Aera hamil? aku akan jadi ayah?" ucap Ray dengan bahagia yang tidak terlukiskan.
"Tapi itu baru dugaan ku, kita tunggu saja istrimu keluar dari kamar mandi dan melihat hasilnya." kata Fery lagi.
10 menit kemudian, Aera keluar dari kamar mandi dan membawa hasil benda pipih yang disuruh oleh Fery celupkan di wadah tersebut. hasilnya menunjukkan 2 garis. Aera yang tidak mengerti segera memberikannya pada dokter Fery.
Lalu Fery melihat hasilnya dengan tersenyum dia berkata kepada Ray, "selamat bro, Aera hamil., kamu jaga baik-baik ya. Untuk lebih detailnya segera periksa ke dokter obgyn."
Ray dan Aera yang mendengar kata-kata dari Fery, segera saling berpelukan. Tidak lupa Ray segera menggendong istrinya tersebut. Mereka terlihat sangat bahagia..
"thanks ya bro. atas informasinya., aku benar-benar bahagia," lanjut Ray.
Fery yang tidak ingin menganggu kebahagiaan Ray dengan segera pamit pulang, dengan alasan ada pasien mau di operasi. " Bro, aku duluan ya, soalnya ada pasien mau di operasi.. sekali lagi selamat ya bro.." Lalu Fery pergi dengan menahan rasa pedih di hatinya. ternyata wanita yang dia sukai sudah bersuami dan kini sedang hamil.
Setelah Fery pamit pulang, Ray segera melaju ke kamar. dia tak henti-hentinya mengusap perut Aera yang rata.. "Sebentar lagi aku akan jadi papa.. yang sehat ya sayang diperut mama,"
Aera yang merasa geli perutnya di usap mulai menggeliat, ”Geli kak, perut Aera yang di pegang-pegang."
"Kak, kita harus segera memberi tau mama dan papa serta Yuri. pasti mereka sangat senang dengan kabar ini." lanjut Aera..
Tidak lama setelah itu, ponsel Aera berdering. nomor yang sangat dikenalnya, adalah nomor Andre, papa angkatnya. Segera Aera bangkit dari kasur dan keluar kamar, dia menjawab telepon diluar. Ray yang melihatnya merasa heran, ada apa dengan istrinya. mengangkat telepon kenapa harus diluar. Samar-samar Ray mendengar Aera menyebut nama ayah..
Segera setelah Aera selesai melakukan panggilan telepon tersebut. Aera segera masuk ke dalam kamar lagi. wajahnya terlihat sangat pucat.
"ada apa sayang, kenapa kamu terlihat pucat?" tanya Ray dengan kuatir..
Aera yang ditanya oleh suaminya langsung menangis. mungkin karena hormon kehamilan membuatnya menjadi sensitif. "kak Ray..., huwaaaaa....., huwaa...... ayahku tau tentang pernikahan kita, dan dia tau tentang kak Ray.. dia ingin kak Ray bertemu dengannya.. Tapi Aera takut.,., huwaaaa..... kak Ray akan di lukai oleh ayah..." ucap Aera sambil menangis.
Ray yang melihat istrinya sedih lalu mencoba menenangkan nya.. "Tenang saja sayang, aku akan memperjuangkan mu, kita tidak akan terpisah."
happy reading ya teman-teman ❤️❤️❤️
semoga suka..❤️❤️❤️
jangan lupa vota, like dan comen..❤️❤️❤️❤️