
Setelah menghibur Aera, Aera merasa tenang lalu kembali beristirahat. Ray segera menghubungi Gilbert untuk menghandle beberapa waktu pekerjaan, dikarenakan Ray masih ingin bersama istrinya.
pekerjaan yang membutuhkan tanda tangan Ray, dibawa oleh Gilbert menuju apartemen Ray. Sesampainya di apartemen, Ray segera menyuruh Gilbert untuk masuk ke ruang kerjanya. Gilbert yang melihat Ray sedikit tertekan mulai bertanya, " ada apa tuan, sepertinya ada masalah? jika ada yang bisa aku bantu, akan aku bantu.”
Ray yang mendengar penuturan dari Gilbert mulai menceritakan semuanya, dari sahabatnya Fery yang ternyata menyukai istrinya, keadaan Aera yang tengah hamil lalu panggilan telepon dari ayah angkat Aera.
"Tuan Ray tidak perlu kuatir, kami akan melindungi Tuan dan Nona Aera, acaranya di mana besok, kami akan menjaga kalian." ucap Gilbert tanpa ragu-ragu.
Ray sebenarnya juga bisa memakai senjata dan berkelahi, tapi tidak segesit Aera. oleh sebab itu pengawal Ray adalah orang-orang terpilih untuk melindunginya. Karena dunia bisnis sangat kejam. Beberapa kali Ray dan Gilbert jadi sasaran, akibat pebisnis lain gagal melakukan kerja sama ataupun pegawai yang dendam karena menghianatinya. Ray tidak segan menembak pelaku bisnis yang melakukan kecurangan dan ingin membunuhnya. Itulah Ray dikatakan sebagai pebisnis bertangan besi. karena jika dia berkata A ya harus A, tapi berbeda jika dihadapan istrinya. Ray uang yang dingin berubah menjadi hangat dan lembut.
Aera yang baru bangun, lalu mengerjapkan matanya, tangannya meraba samping tempat tidur. Dilihatnya suaminya tidak ada, dia segera beranjak dari tempat tidur, lalu keluar dari kamar.
Samar-samar terdengar suara Ray sedang berbicara dengan seseorang dari ruang kerjanya, Aera segera membuka pintu ruang kerja Ray. Seketika itu juga Ray menghentikan pembicaraannya dengan Gilbert.
"Kak Ray,..dari tadi Aera mencari kakak.. ohhh ada pak Gilbert.. Pak hari ini Aera ijin ya tidak masuk kerja.. tolong sampaikan ke pak Yusuf ya pak..hhmmm, ngomong-ngomong Pak Gilbert hari ini terlihat keren.." sambil berkata dengan nada manja, Aera mengacungkan kedua jempolnya kepada Gilbert.
Gilbert yang dilihat dengan tatapan membunuh dari Ray segera menjawab "Nona Aera, harusnya Nona meminta ijin bukan pada saya, tapi melalui pak Ray," sambil sesekali melihat Ray yang ingin menerkamnya.
"iya sayang, seharusnya ijinnya sama suamimu ini." kata Ray lagi sambil mengusap kepala istrinya,
”No..,No...No.., memang harus ke pak Gilbert, karena kalau kak Ray yang bicara pada Pak Yusuf nanti panjang ayatnya... Mau ya, pak Gilbert yang keren.." sambil memohon dengan tatapan mata Puppy eyes nya.
Gilbert segera menjawab "baiklah nona, saya akan segera menghubungi pak Yusuf, Tuan Ray dan Nona Aera, saya pamit undur diri dulu." Gilbert dengan terburu-buru segera pergi dari apartemen.
"Gila aja kalau aku masih mau berada disana, bisa dijadikan sate sama Ray."
Dalam ruang kerja, tinggal Ray dan Aera berdua. Aera bingung kenapa Gilbert tiba-tiba pergi. Aera segera menatap suaminya, "kak Ray kenapa diam saja. Kak Ray marah sama Aera?"
Ray yang ditanya hanya tetap diam dan memalingkan wajahnya menatap lembar kertas kerja. Aera yang sensitif dengan perlakuan Ray lalu mulai berkaca-kaca sambil terisak lalu berkata "apa kak Ray tidak mencintai Aera lagi.. Kak Ray tidak suka dengan kehamilan Aera., Aera akan pergi saja merawat bayi ini sendiri."
Sebelum Aera beranjak pergi, segera Ray menarik tangan istrinya, "aku diam karena tadi kamu memuji pria lain dihadapan suamimu, lalu istriku dengan nada manja berbicara pada pria lain."
Aera yang mendengar penuturan suaminya, segera memeluk Ray, "kakak tidak usah cemburu. yang Aera cintai hanyalah kakak, tapi memang hari ini Pak Gilbert terlihat keren.”
Dengan segera Ray menaikkan kerahnya, "apa suamimu ini tidak keren?" dengan gaya narsisnya.
"lalu kenapa kau bersedia jadi istriku?" tanya Ray sambil menatap istrinya.
”Karena,, kakak tampan dan baik. yang paling utama, kakak sangat mencintai Aera." jawab Aera dengan polosnya.
Ray dengan segera menggendong tubuh istrinya, keluar dari ruang kerja menuju kamar tidur. Ray lalu memeluk dan mencium lembut bibir istrinya. lalu terjadilah hal yang diinginkan.☺️
....….
Keesokan harinya, disebuah restoran terkenal di kota itu, kedua pasangan paruh baya yang masih terlihat gagah dan cantik memasuki pintu restoran tersebut. Dia adalah Andre dan Mia, mereka berdua mengadopsi Aera dari panti asuhan, mereka sangat menyayangi Aera seperti anak mereka sendiri. oleh sebab itu mereka melatih Aera agar menjadi penerus organisasi mereka, akan tetapi Aera ingin memiliki kehidupan yang normal seperti biasa. Terakhir Aera bertemu dengan Mia yaitu saat kencan buta yang disusun oleh Mia, Mia sangat tidak sabar untuk bertemu menantunya.
Tidak lama kemudian, Ray dan Aera telah tiba ditempat yang telah di janjikan. Ray memegang tangan Aera agar tidak merasa takut. ketika memasuki restoran, mereka terlihat keheranan karena restoran yang biasa dipadati pengunjung terlihat sepi. Rupanya restoran tersebut sudah dibooking oleh Andre. Ray dan Aera melihat kedua pasangan yang sedang menunggu mereka.
”mama, papa... Aera rindu pada kalian” Aera segera memeluk kedua orang tuanya..
kedua orang tuanya segera memeluk anaknya tersebut. lalu Andre berdehem dengan siapa Aera datang.
"Papa, Mama kenalkan saya adalah Ray Anasrel, saya adalah suami dari Aera" ucap Ray segera membungkukkan badannya tanda hormat.
"Saya Andre, dan ini istri saya Mia, kami berdua adalah orang tua Aera." jawab Andre dengan nada intimidasi.. lanjutnya.. "Kenapa kamu menikahi anakku tanpa ada pemberitahuan?!"
Ray ingin segera menjawab tetapi ditahan Aera. ”aera yang memutuskan semuanya pa, jangan salahkan kak Ray. Aera takut papa tidak setuju dengan keputusan Aera, karena ingin memiliki menantu yang hebat."
melihat Aera sangat membela suaminya, Mia melihat Aera sepertinya ketika memutuskan menikah dengan Andre.
"Sudahlah sayang, ayo kita makan dulu, obrolannya di lanjut nanti saja.. ayo nak Ray makan dulu.." ucap Mia memecah rasa hening yang terjadi.
Ray sangat melayani Aera, dia mengambilkan makanan yang diinginkan Aera. lalu meniup pelan sup yang akan dimakan oleh Aera. Mia dan Andre yang melihatnya sedikit tersenyum. ternyata anaknya tidak salah memilih suami. Andre sudah mengetahui tentang data pribadi Ray, oleh sebab itu dia ingin melihat pebisnis yang dikatakan tangan besi dalam menghadapi istrinya. Diluar dugaan Andre, ternyata Ray sangat lembut kepada istrinya.
Mereka makan dengan suasana yang diam, hanya terdengar bunyi piring dan sendok..
Setelah selesai makan, Andre berbicara kepada Ray." aku dengar kamu adalah pebisnis ya? apakah kamu tau saya siapa?"
Happy reading all.,