
Hari telah pagi. Sinar matahari perlahan-lahan menembus sisi jendela, sinarnya membuat silau di pagi hari. Pagi hari ini mentari sangat terang. Aera yang terbangun, tiba-tiba merasa di dadanya sangat berat. Ternyata tangan Ray menindih tubuhnya. dengan perlahan Aera memindahkan tangan suaminya. Lalu ia segera menuju ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi kerja.
Aera sudah berapa hari ijin, dia jadi tidak enak pada Pak Yusuf dan teman-teman lain. Dia juga sudah lama tidak bertemu dengan Selina, paling mereka asyik ngobrol lewat chat.
Ray perlahan mulai membuka matanya, sambil meraba-raba tempat tidur. matanya langsung terbuka melihat istrinya tidak ada di sampingnya. Dia lalu segera beranjak dari tempat tidur, baru ingin bangun dia melihat pintu kamar mandi terbuka. dilihatnya istrinya sudah selesai mandi.
Segera Ray turun dari tempat tidur dan memeluk istrinya, ”kenapa bangun pagi sekali sayang?"
Aera segera menatap wajah suaminya, "Aera hari ini akan pergi kekantor kak. Tidak enak jika Aera banyak ijin.. Nanti Aera akan dipecat sama bos,." lanjut Aera dengan tangan memegang dada Ray,
"Siapa yang akan memecatmu sayang? satu hal jangan terlalu lelah., jaga kandunganmu.. Jika tidak aku tidak segan-segan mengurungmu dalam rumah."jawab Ray tidak ingin dibantah.
Lalu Ray pergi kekamar mandi, setelah selesai mandi dilihatnya Aera sudah tidak ada di kamar. Baju telah disiapkan oleh Aera untuk berangkat kekantor. Sebelum memakai dasi, Aera segera masuk kekamar, rutinitas pagi dia selalu tidak lupa memakaikan dasi pada suaminya, lalu menarik sedikit dan mengecup bibir suaminya secara kilat.
Setelah memakaikan dasi, Ray dan Aera segera turun bersama untuk sarapan. Setelah sarapan, tidak lupa Aera meminum susu kehamilan yang telah dibuatkan oleh suaminya..
Ray dan Aera tetap pergi kekantor bersama seperti biasa. Dikantor belum ada yang mengetahui hubungan mereka. Info terbaru yang mereka ketahui adalah bahwa CEO mereka telah menikah.
Banyak desas desus mengatakan Amirah adalah wanita beruntung itu, setelah gosip mereka di toko perhiasan bersama. Aera tidak terlalu mempedulikan gosip tersebut.
Amirah masih saja membual dia adalah istri Ray pada teman-teman di kantor. Selina yang mendengar hal itu sangat marah dan ingin sekali merobek mulut murahan amirah.
”Ra, kamu udah dengar belum, kalau itu Mak lampir ngaku-ngaku jadi dirimu?" ucap Selina dengan menggebu-gebu ketika Aera baru memasuki meja kerjanya.
"Biarin aja Sel, namanya orang halu.. Kita nontonin aja mereka.. Oya Sel, ada yang mau aku kasih tau..,emmmm.. aku.,. kamu... akan segera jadi aunty!" kata Aera sambil tersenyum cerah.
Selina yang mendengar hal tersebut lalu berkata "Wah....Daebaaakkkkkk..,,. aku akan jadi seorang aunty, wah hebat juga si....." belum selesai menyebut namanya, Aera segera menutup mulut Selina.
Selina segera sadar lalu memelankan suaranya,. "selamat, Ra.. aku senang banget dengarnya.. Kapan ya aku bisa segera menikah dan memiliki orang yang ku cintai?"
"sabar ya Sel.… Aku yakin dan percaya bentar lagi pangeran berkuda putihmu akan segera muncul." ucap Aera sambil memeluk sahabatnya..
Pak Yusuf yang tanpa sengaja lewat pun mendengar tentang kabar kehamilan Aera, lalu merasa senang. "Selamat ya Aera, aku akan segera menjadi Mbah., kapan-kapan kamu harus mempertemukan aku dengan suamimu. Biar aku bisa kasih wejangan jadi ayah dan suami yang siaga.." kata pak Yusuf tiba-tiba, membuat Aera dan Selina yang sedang bercerita sedikit terkejut.
"Memangnya bapak yakin bisa kasih wejangan yang baik buat suami Aera?" tanya Selina dengan nada jahilnya.,
"Ya bisa donk, saya ini kan orang tua paling bijaksana, Apalagi saya sudah menganggap Aera seperti anak saya sendiri." lanjut pak Yusuf dengan sombongnya.,
Aera dan Selina yang melihat kenarsisan atasannya segera tertawa. "memangnya bapak ada waktu buat ketemu suami saya?" tanya Aera lagi..
"Ya pasti ada waktu donk. mau kapan? makan siang ini?kalau mau makan siang ini, kita pesan makan di restoran dekat kantor.. bagaimana? Tenang saja Aera, saya yang bayar. Selina kamu juga ikut.. Saya penasaran bagaimana wajah pria yang bisa menikahi kamu lewat kencan buta," lanjut pak Yusuf.
"Sesibuk apa sih dia, hingga istri lagi hamil ajak makan siang dia tidak bisa. Pokoknya segera kabari bapak ya, bapak masuk dulu ke ruangan." kata pak Yusuf sambil berjalan menuju ke ruangannya.
Selina lalu berkata " buruan dah tanya, bisa gak pak...,. datang siang ini?"
"iya, iya, ini lagi coba chat dia.. tapi belum di baca, atau aku datangin ruangan dia aja ya Sel... kebetulan juga aku lagi pengen nyium baunya.. Kamu temenin ya,!" ajak Aera kepada Selina.
Mereka segera naik ke lantai paling atas untuk menemui suaminya. Tiba disana sekretaris bertanya "ada perlu mba?" Aera dan Selina saling berpandangan, "apa pak Ray ada?"
Sekretaris lalu bertanya lagi"apa kalian sudah buat janji?"
"Belum mba"kata Aera dan Selina bersamaan.
"Tuan Ray sepertinya tidak ingin ada yang mengganggunya, coba aku sambungkan dulu ya keruangan pak Ray." jawab sekretaris dengan ramah.
" baik mba. terima kasih sebelumnya." jawab Selina dan Aera dengan senyum ramah.
baru akan dihubungkan dengan ruangan Ray tidak lama Gilbert tiba dari ruangan sebelah. "Nona Aera dan Nona selina apa ingin mencari tuan Ray?" tanya gilbert sambil memandang Selina.
"Iya pak Gilbert. ada hal penting saya ingin bertemu pak Ray," ucap Aera lagi ”pak Gilbert semakin hari semakin keren saja, apa bapak sedang jatuh cinta? Terlihat tampan sekali." Aera yang sedang memuji Gilbert tanpa sadar di belakangnya sudah berdiri Ray dengan tatapan membunuhnya.
"Nona Aera, Gilbert dan Nona Selina ada perlu apa di depan ruangan saya?" Ray dengan nada dinginnya menatap Gilbert seperti akan memakannya.
Sekertaris menjawab," tadi nona Aera dan Nona Selina mencari anda tuan."
"Silahkan masuk.” jawab Ray dengan dinginnya.
setelah mereka bertiga masuk, Gilbert segera menutup pintu. Lalu dengan refleks Aera segera memeluk suaminya lalu membauinya, seperti mengendus aroma tubuh maskulin Ray dalam-dalam.
Selina dan Gilbert yang melihat hal itu hanya saling berpandangan, lalu merasa malu karena mereka merasa sebagai obat nyamuk atas kemesraan pasangan itu.
"pak Ray, saya dan nona selina keluar dulu ya. kami jadi merasa seperti pengganggu." pamit Gilbert dengan sopan.
"syukurlah kamu sadar" jawab Ray dengan acuhnya..
Happy reading ya all.. ❤️❤️❤️
semoga suka.❤️❤️❤️