BLIND DATE

BLIND DATE
extra part 1



Tidak terasa kehamilan Aera sudah menginjak usia sembilan bulan. Dan dia masih saja aktif kemana-mana. Walau dia sudah berhenti kerja. Dikarenakan Ray melarangnya untuk tidak terlalu capai.


Aera masih saja jalan-jalan bersama adik iparnya, Yuri.


Yuri saja sedikit takut akan kehamilan kakak iparnya. Dia takut terjadi apa-apa pada calon keponakanya. Masalahnya kakak iparnya ini sangat pecicilan. Dia takut akan kemarahan Ray.


Saat di mall mereka sedang jalan-jalan, Aera tiba-tiba berlari dengan cepat berlari mengejar seseorang.


"Hey, tunggu.. dasar jambret kurang ajar. Kembali."


Yuri yang melihat kakak iparnya dengan perut besar berlari mengejar jambret itu, ikut berlari. "Kak aera, tunggu Yuri."


Yuri berlari lalu menabrak seseorang di mall, Yuri lalu memegang jidatnya ternyata yang dia tabrak adalah seorang pria, Yuri menabrak dada bidang pria tersebut "Aduh.."


"Kamu kalau jalan lihat-lihat. Tidak lihat aku sedang buru-buru. Kamu malah berhenti di tengah jalan. Sana awas." Lanjut Yuri dengan judesnya.


Pria itu belum sempat berkata apa-apa sudah di tinggal Yuri begitu saja. Pria itu tertawa, harusnya dia yang marah kok malah gadis depannya yang lebih galak. Karena dia yang ditabrak. Baru ini ada wanita yang tidak terpesona padanya. Karena selama ini jika ada gadis yang melihat dirinya pasti akan kepincut dan salah tingkah. Pria itu sambil menggelengkan kepalanya dia tersenyum. "Hhmmm Gadis yang menarik."


Dia lalu memanggil asistennya yang berada di dekatnya. "Cari tahu tentang gadis yang barusan menabrakku."


Asistennya bingung lalu menjawab "gadis yang mana ya tuan?" Maklum dari tadi asistennya asyik cuci mata di sekitar mall, dia tidak memperhatikan tuannya.


Steven yang mendengar jawaban dari asistennya lalu menggelengkan kepalanya. Dia bingung kenapa dia masih mempertahankan asisten yang dibilang cukup tidak berguna seperti ini.


"Pokoknya kamu harus cari informasi tentang gadis tadi. Tidak tahu bagaimana caranya. Aku tunggu malam ini." Kata Steven tanpa ingin di bantah. Dia lalu berjalan dengan angkuhnya keluar dari mall.


Asistennya yang menerima perintah segera melihat sekeliling dan menemukan Cctv tepat di tempat mereka berdiri. "Ah, akan ku dapat segera informasinya." Kata asistennya dengan percaya diri, lalu pergi ke ruang Cctv di mall tersebut.


Steven adalah pengusaha muda yang cukup ternama. Dia pengusaha berusia 25 tahun. Dia menjalin kerjasama dengan perusahaan Ray. Dia sudah mengetahui tentang data Ray, tapi dia tidak mengetahui siapa nama adik atau keluarga Ray. Steven hanya mengetahui Ray punya seorang adik perempuan. Bahkan untuk istri pun dia tidak mengetahui jika Ray sudah memiliki istri.


…….


Aera terus berlari, kemudian dia berhasil menangkap jambret itu. "Akhirnya ku tangkap kau. Berani-beraninya kamu menjambret ku. Kau tidak tau siapa aku?” Dengan segera pria berbaju hitam menyusul Aera dan mengambil alih bekukan Aera kepada pria itu.


"Ampun nona, ampun ..saya hanya perlu makan buat anak istri saya." Kata jambret itu ketakutan melihat pria berbaju hitam itu mengelilingi dia.


Aera yang melihat pria itu lalu berkata. "Apa benar yang kamu katakan?"


"Iya.. iya benar nona. Saya minta maaf." Penjambret itu sangat ketakutan. Memang benar yang dia katakan. Itu memang buat anak istrinya sudah dua hari belum makan. Dia baru saja di PHK. Dia sangat bingun mencari pekerjaan. Jadi dia mengambil jalan pintas ketika melihat wanita hamil membawa tas. Dia tidak menyangka wanita hamil ini bukan wanita biasa.


Aera melihat ke bodyguard nya, dengan tatapan matanya dia menyuruh melepaskan. Bodyguardnya lalu segera melepas pria itu.


"Siapa namamu?" Tanya Aera.


"Sa.. saya Eddy.." jawab Eddy sambil melihat ke arah bodyguard Aera dengan takut-takut.


"Ikut aku." Aera memberi perintah. Tidak lama Yuri datang dengan ngos-ngosan.


"Hah.. hah.. hah.. kak,.. kenapa cepat sekali larinya. Yuri capek." Kata Yuri sambil mengambil nafas.


"Maafkan kakak, Yuri. Ini kakak berhasil menangkap jambret tadi. Ayo temani kakak ke swalayan bawah." Ajak Aera kepada Yuri yang terlihat kelelahan.


Yuri mengikuti Aera dan heran kenapa jambret tadi juga ikut mereka belanja. "Kak, kenapa jambret tadi ikut kita juga? Bukannya kita harus menyerahkan dia kepada polisi?"


Yuri mengikuti kakaknya selama di swalayan, dia heran kakak iparnya belanja sembako dengan sangat banyak. Tapi dia tidak berani bicara.


Setelah selesai berbelanja, Aera berkata kepada Eddy. "Sebutkan alamat rumahmu. Aku ingin melihat istri dan anakmu." Aera dengan tegas tanpa ingin dibantah. Bodyguardnya juga masih menahan Eddy agar tidak kabur.


"Ba..baik nona. Saya tinggal di jl. Semesta no 31." Kata Eddy dengan takut.


Mereka lalu keluar dari mall, menuju tempat parkir. Bodyguard Aera lalu menyuruh Eddy masuk ke dalam mobil. Eddy semakin takut.


Aera dan Yuri naik mobil satunya lagi. Mereka lalu menuju ke alamat yang di beritahu oleh Eddy. Setelah sampai di alamat yang di tuju, istri dan anak Eddy heran kenapa ada dua mobil mewah di depan rumah mereka. Rumah Eddy sangat kecil. Terlihat istrinya dan anaknya yang sangat kurus. Ternyata Eddy tidak berbohong.


Aera turun bersama Yuri dari mobil. Tidak lama Eddy bersama bodyguard Aera turun dari mobil yang satunya.


"Papa.. papa.. ma..ma.. papa pulang. Papa bawa makanan buat Nia tidak?" Kata anak kecil usia lima tahun menyambut Eddy dengan sangat gembira.


Eddy hanya diam tidak berkata apa-apa. Dia hanya menitikkan air matanya. Istrinya keluar dari dalam rumah. Melihat suaminya bersama seorang ibu hamil dan gadis muda beserta para pria berpakaian hitam.


Aera yang melihat gadis kecil itu, lalu segera mendekatinya. "Adik kecil nama kami siapa?"


Nia yang melihat Aera menyapa dengan ramah lalu berkata " na.. nama saya Fania kak."


"Anak pintar, kakak ada banyak cemilan buat kamu." Kata Aera lagi sambil melirik ke arah bodyguard nya untuk menurunkan semua sembako dan cemilan untuk Eddy dan keluarganya.


"Hah, benar kak.. asyik…" Fania terlihat senang dan gembira. Istri Eddy hanya bisa terkejut melihat kebaikan hati Aera.


"Silahkan masuk mba, maaf rumah kami kecil dan berantakan.", Kata istri Eddy.


Aera dan Yuri masuk ke dalam rumah. Akhirnya Yuri mengerti apa maksud kakak iparnya ini. Dia semakin kagum kepada kakak iparnya ini. Dia lalu melaporkan apa yang terjadi hari ini kepada Ray dan mamanya.


Ray sedang meeting, ketika ada pesan masuk dia lalu membacanya dan berteriak. "APA!"


Semua orang yang di ruang rapat melihat ke arah Ray yang tiba-tiba emosinya naik setelah membaca pesan tersebut.


Gilbert yang melihat Ray sudah tahu pasti ini mengenai kabar istrinya yang bar bar.


"Rapat kita tunda hari ini. Saya ada urusan mendadak." Ray lalu memberhentikan rapat dan pergi segera ke alamat yang dikirim oleh Yuri.


Aera sedang asyik ngobrol kemudian tidak lama sebuah mobil mewah datang. Tidak lain dan tidak bukan adalah Ray.


"Selamat sore."kata Ray memberi salam dan masuk ke dalam rumah kecil Eddy.


Aera yang mendengar suara yang tidak asing lalu membalikkan kepalanya ."kak Ray, kok tahu Aera di sini?"


Belum sempat Ray menjawab, Fania lalu berdiri depan Ray "Kakak sangat tampan sekali. Kakak cari siapa?" Tanya Fania ketika melihat kedatangan Ray.


Ray lalu memperkenalkan dirinya. "Saya suami dari Aera. Dan saya ingin menjemput istri saya. Oh.. ya siapa disini yang bernama Eddy?"


Eddy yang mendengar nama dia disebut, lalu berjalan ke arah Ray dengan takut. Dia pasrah sudah jika ingin di pukul oleh Ray. Aura Ray sangat menakutkan dan penuh wibawa.


happy reading all ❤️❤️❤️❤️