BLIND DATE

BLIND DATE
Chapter 14



Sesampainya Ray dan Gilbert di Pusat perbelanjaan terbesar di kota itu, mereka berdua langsung menuju Toko perhiasan.


Ketika sedang asyik memilih, sambil bertanya-tanya pada pegawai di sana Cincin yang paling berkesan buat istrinya.


Amirah yang sedang makan siang di mall tersebut, tanpa sengaja melihat Ray dan Gilbert masuk ke dalam toko perhiasan tersebut.


Amirah beserta teman-temannya masuk, dan menegur Ray dan Gilbert, "Siang Pak Ray, Siang Pak Gilbert. sedang mencari perhiasan ya pak?" Ucap Amirah dengan nada centilnya.


Ray dan Gilbert tidak menghiraukan Amirah. Mereka berdua fokus melihat apa yang ditawarkan oleh pegawai perhiasan disana.


Amirah yang kesal karena di cuekin oleh kedua atasannya, lalu meminta temannya mengambil fotonya. Untuk di upload di grup.


Karena posisi Amirah ikut berdiri melihat emas di samping Ray, terlihat seolah-olah Ray dan Amirah sedang belanja perhiasan bersama.


Setelah Amirah mendapatkan gambar yang dia inginkan, Amirah lalu pamit kepada kedua atasannya tersebut. "Pak Ray dan Pak Gilbert, kami kembali kekantor lagi pak."


"Hhhmmmmm." jawab Ray, tanpa memandang pegawainya tersebut.


Ray merasa puas akan cincin yang dia beli untuk istrinya. Pulang kerja nanti, dia akan memberikan kepada Aera, 'pasti Aera akan senang dengan kejutan ini' pikir Ray.


Setelah kembali kekantor, Amirah segera meng-upload foto "kebersamaan" dia bersama Ray. Amirah adalah wanita yang senang menjadi pusat perhatian.


Grup di chat ramai memperbincangkan, betapa seriusnya hubungan atasan mereka Ray dan Amirah.


Aera yang dari tadi sibuk membuat laporan, merasa terganggu dengan pesan di grup yang dari tadi tidak berhenti berbunyi notifikasinya.


Setelah membaca Grup dan melihat foto Ray dan Amirah bersama di toko perhiasan. Wajah Aera yang tadinya biasa saja lalu berubah menjadi panas. Dalam hatinya ingin dia segera menjambak rambut wanita penggoda itu, tapi Aera masih ingat ini posisinya di kantor.


Dengan kesal Aera langsung mengetik tuts keyboardnya dengan kasar. Selina yang disebelah Aera melihat, ada apa lagi dengan sahabatnya itu. sehingga membuat laporan seperti ingin mematahkan keyboard.


"Jika kamu ketik seperti itu, Ra. Yang ada kamu akan mematahkan keyboard dan menghancurkan mejamu.” Ucap Selina, agar temannya tidak lagi emosi.


"Oya, Ra. kamu sudah baca grup gak. Gila itu Amirah ya. Tapi kok bisa ya pak Ray mau sama Amirah, apa mata pak Ray kelilipan debu kali ya," lanjut Selina. Yang membuat Aera mengetik makin keras.


Aera langsung berdiri, dan pergi ke kamar mandi untuk menjernihkan emosinya. Setibanya dikamar mandi, Aera masuk kedalam toilet. dari dalam toilet para pekerja lain asyik membicarakan foto Amirah dan Ray yang ada di grup tersebut.


”hebat ya Amirah bisa dibelikan perhiasan sama Pak Ray." ucap gadis A,


lalu gadis B berkata " berarti yang selama ini Amirah gembar-gembor kan, tentang dia yang mempunyai hubungan spesial dengan Pak Ray benar adanya."


"kita harus baik sekarang sama Amirah, karena dia akan jadi nyonya CEO." lanjut gadis A lagi.


"Tapi bukannya kemarin kata pak satpam, Aera dari divisi pemasaran keluar dari mobil pak Ray dengan terburu-buru," kata gadis B.


"iya, aku juga mendengar hal itu. apa itu mobil pak Ray atau mobil yang mirip dengan punya Pak Ray, kan mungkin saja," jawab gadis A lagi.


Setelah mendengar pembicaraan panjang kedua gadis itu. Segera Aera keluar dari toilet. wajahnya yang cantik menunjukkan dia sangat kesal karena mendengar gosip yang tidak-tidak mengenai dirinya.


Gadis-gadis yang tadi asyik bergosip pun, langsung terdiam ketika melihat siapa yang keluar dari toilet. . melihat Aera keluar dari toilet dengan wajah kusut dan seperti ingin makan orang. Kedua gadis itu pun ketakutan.


Lalu mereka berdua segera pergi meninggalkan Aera sendiri.



Amirah memanggilnya tapi Aera tidak mengindahkannya. "Dasar gadis sok cantik, lihat saja nanti ketika aku yang bersanding dengan pak Ray. Aku akan memecat mu dulu."


Sudah tiba jam pulang kerja. Aera segera bergegas pulang ke apartemen. Aera ingin segera menjernihkan pikirannya dengan mandi air hangat.


Aera tidak mengabari Ray sama sekali. Karena Aera sangat emosi melihat foto tadi.


Setelah mandi, Aera segera memasak buat dirinya sendiri.


Ketika sedang asyik memasak. Ray pulang, lalu memeluk istrinya dari belakang." sudah dirumah kenapa tidak mengabari ku sayang," sambil Ray mengecup pundak istrinya.


Aera berusaha melepaskan pelukan Ray, dengan menghempaskan tangan Ray. Ray yang bingung dengan tindakan Aera, lalu mematikan kompor. Dan menarik tangan Aera duduk disofa.


"Ayo cerita.... ada apa dengan istri cantikku ini."


"Gak ada apa-apa" jawab Aera dengan juteknya.


"Pasti ada yang terjadi dikantor. Kalau istriku tidak mau cerita, tidak apa-apa. Aku akan menyuruh Gilbert mencari tau, dan jika aku tau apa yang terjadi, yang membuat istriku sedih akan aku pecat semua." Ancam Ray.


Aera yang ketakutan mendengar perkataan Ray, lalu mulai mengeluarkan hpnya. Lalu mulai menunjukkan chat grup yang ada foto Amirah dan Ray bersama.


Ray yang melihat foto tersebut tersenyum karena tau istrinya sedang cemburu.


"jadi kamu marah sama suamimu karena foto ini... Hmmmmm, susah sekali karena suamimu ini orang yang sangat tampan." ucap Ray dengan narsisnya.


"apakah istriku ini cemburu???" lanjut Ray lagi.


Aera yang ketahuan sedang cemburu lalu beranjak dari tempat duduknya.


Lagi-lagi Ray menarik tangannya. Ray langsung memeluk Aera, lalu berlutut di depan Aera, sambil mengeluarkan kotak dari dalam jasnya.


"Aera, aku tau ini sangat terlambat. Aera, aku sangat mencintaimu. Jangan marah lagi. dan jangan pernah berpikir untuk pergi dari hidupku. untuk apa aku melirik sampah jika aku sudah punya berlian di hidupku." ucap Ray lagi sambil menyematkan cincin di jari Aera.


Aera yang terharu mendapat pengakuan romantis dari suaminya.sambil menangis lalu memeluk suaminya dengan erat "Aera juga mencintaimu,kak. Iyaaa. tadi Aera cemburu melihat foto kak Ray dan Amirah seperti itu."


Ray lalu mengusap punggung Aera. "Tadi istriku ini lagi masak apa sepertinya enak." lanjut Ray mencairkan suasana..


”Aera, kira kak Ray makan diluar bersama Amirah. jadi Aera masak cuma buat Aera saja." jawab Aera sambil tersipu malu.


"istriku kalau lagi cemburu sangat menggemaskan."


Happy reading teman-teman..❤️


Maaf ya kalau author ceritanya ya simple dan gak suka terlalu banyak masalah..❤️❤️❤️


minta like, saran dan votenya ya...❤️❤️❤️