BLIND DATE

BLIND DATE
Bab 40



Selama perjalanan, Aera hanya duduk diam. Dia takut pada Ray. Ray juga selama perjalanan hanya diam memandang kedepan. Ray berpikir dia tadi sudah terlalu keras pada Aera, makanya istrinya ini mendiamkannya.


Setelah sampai di apartemen, mereka berdua tetap saling diam. Tidak ada yang berani memulai obrolan, karena saling mengira sama-sama marah.


Saat di kamar, Aera tidak tahan lalu membuka percakapan ”kak Ray.."


"Aera."


Mereka berdua sama-sama saling memanggil, lalu mereka berkata "kakak duluan,"


"Kamu duluan."


Mereka sama-sama tertawa melihat sikap mereka. Lalu melalui isyarat tangannya Ray mempersilahkan Aera untuk bicara duluan.


Aera berkata dengan malu-malu. "Kak, jangan marah lagi ya. Aera benar-benar minta maaf. Bukan maksud Aera untuk membahayakan Aera dan baby kita."


Selesai berkata mata Aera berkaca-kaca.


Ray yang melihat tingkah istrinya merasa sangat tersentuh, kemudian dia menarik tubuh istrinya dan memeluknya lalu mengecup kening istrinya.


"Aku berterima kasih hari ini kamu tiba dan menghentikan perbuatanku pada Amira. Aku tidak marah padamu istriku. Aku hanya khawatir kamu sedang hamil muda."


Aera mendongakkan wajahnya, lalu dia berkata "benarkah kakak tidak marah lagi pada Aera?"


Ray melihat wajah istrinya lalu mengecup bibir merah muda istrinya, dia merasa bibir istrinya sangat manis. Mereka pun terbuai malam itu dengan sangat romantis.


Keesokan harinya, sore hari sesuai janji temu keluarga antara keluarga Aera dan keluarga Ray.


Di sebuah restoran dan hotel mewah berkelas, papa angkat Aera dan mamanya sudah tiba duluan. Restoran itu bergaya high class dengan cita rasa Eropa.


Lampu hias di dalam restoran membuat suasana semakin berkelas. Hanya orang-orang dan para pejabat ibukota yang bisa masuk dan makan di sini.


Aera melihat jam dan berkata kepada Ray, " ayo kak, sudah siap belum.nanti papa dan mama menunggu kita lagi."


Ray yang sedang merapikan dasinya berkata "sabar sayang, sebentar lagi selesai. Biar saja dulu papa dan mama kita saling bertemu dan mengobrol."


Aera hari ini menggunakan dress bewarna ungu muda, rambutnya dia biarkan tergerai, dia hanya menggunakan makeup natural. Wajah Aera yang cantik dan bibirnya mungil serta bermata bulat memang membuat pria yang melihatnya terpesona. Tidak terkecuali dengan Ray yang melihay penampilan istrinya.


"Ayo sayang, kita berangkat." Ray memberikan tangannya untuk di gandeng oleh Aera.


Aera menyambut tangan suaminya.


"Perkenalkan saya papa Ray, Richard dan ini istri saya Ivana. Mama Ray." Kata papa Ray memulai salam kenal kepada kedua orang tua angkat menantunya.


"Salam kenal, saya Andre dan ini Mia istri saya.kami adalah orang tua aera. Anda pasti tahu kami bukan orang tua kandungnya. Tetapi kami sayang Aera seperti putri kami sendiri. Ayo silahkan duduk." Kata Andre kepada Richard dan ivana.


Mereka berdua papa Andre dan papa Richard mulai membicarakan bisnis mereka. Mama Mia dan ivana lalu saling membuka obrolan. Ternyata setelah obrolan panjang, Mia dan ivana adalah teman satu sekolah. Walaupun hanya satu semester, tetapi mereka pernah ngobrol walau sesekali.


Suasana di restoran itu terasa sangat akrab dan hangat, terdengar obrolan dan sesekali tawa dari para orang tua mereka.


Setengah jam kemudian, Ray dan Aera tiba di restoran itu. Mereka lalu masuk di tempat yang telah dipesan oleh Andre.


Ketika memasuki ruangan, Ray dan Aera saling berpandangan melihat keakraban masing-masing orang tua mereka. Mereka juga merasa lega karena kedua orang tua mereka saling akrab satu sama lain.


Aera dan Ray berjalan ke arah meja makan orang tua mereka. Disisi kiri kanan tidak ada yang duduk. Aera berkata pada Ray. "Lihat papa selalu menyewa satu ruangan hanya untuk makan malam."


Ray melihat istrinya mengeluh berkata "biar saja, mungkin papa Andre tidak ingin privasinya di dengar orang lain.. ayo senyum cantikku, biar bayinya juga senang."


Aera tersenyum mendengar ucapan Ray.


Merekapun duduk lalu para orang tua berkata "duh yang ditunggu sudah datang. Ayo makan." Kata mama ivana kepada Aera dan Ray.


Aera mengangguk lalu tersenyum sambil menyipitkan matanya. "Iya ma, Aera sudah lapar banget."


Ray yang melihat tingkah istrinya tersenyum penuh cinta memandang istrinya.


Mama ivana dan juga mama Mia melihat pasangan itu sangat senang. Setidaknya anak mereka menemukan cinta mereka walau dengan cara yang aneh.


.,.....


Kencan buta yang tidak sengaja bertemu.


Begitulah jodoh.. jodoh sebenarnya ada disekitar kita, terkadang kita yang tidak menyadarinya. Kita susah payah mencari akan tetapi dia ada disekitar kita.


Happy reading all ❤️❤️❤️.


Akhirnya tamat juga..setelah lewat dua kali purnama, akhirnya author berhasil menamatkan. Mohon maaf jika ada salah kata, terima kasih..


TAMAT......