
Aera yang mendapatkan perlakuan istimewa dari suaminya, merasa sangat bahagia. Sambil menutup matanya, Aera menyunggingkan senyumnya. Ray tidur di sebelahnya sambil memeluknya.
Pagi hari ini, terlihat sedikit kelabu. Dikarenakan cahaya matahari tertutupi oleh awan hitam, Aera segera melihat jam, disebelahnya. Dilihatnya waktu sudah menunjukkan pukul delapan. "mulai mendung, mungkin sebentar lagi akan hujan" ucap Aera ketika bangun pagi.
Ray masih tertidur di sebelah Aera. Aera yang melihat Ray tertidur pulas, lalu mengusap rambut suaminya dengan lembut.
"Kak Ray tidak berangkat kerja?" Aera mulai membangunkan suaminya, sambil menyentuh wajah suaminya.
Ray yang merasa sentuhan dari tangan istrinya, segera memeluk istrinya dengan erat.
"Aku juga ijin hari ini ke kantor. Aku ingin menemani istriku," sambil tetap memeluk istrinya.
"Kakak, tidak boleh begitu. Kakak kerja saja, Aera janji tidak akan pergi kemana-mana. Apalagi hari ini pasti banyak rapat yang kakak harus lakukan." kata Aera sambil merapikan rambut suaminya.
Ray yang mendengar kata-kata dari istrinya, langsung bangun dan melepaskan pelukannya dari istrinya, Ray segera mandi dan bersiap-siap ke kantor. Aera mulai menyiapkan pakaian kerja suaminya. Tidak lupa dia selalu membantu memakaikan dasi kepada suaminya. Sambil menarik dasinya, Aera sering melakukan kiss kilat kepada suaminya.
Ray sangat senang dengan perlakuan mesra dari istrinya. ”Nanti kalau perlu apa-apa, segera hubungi aku. Jika aku tidak bisa dihubungi, langsung hubungi Gilbert, oke sayang?"
"Baik kak, tenang saja. Semua akan aman terkendali." kata Aera sambil menyalimi suaminya,
”aku pergi dulu,ya.” pamit Ray sambil lalu.
Aera yang di rumah sendirian, mulai memikirkan cara agar Ray selalu aman. karena organisasi rahasia tempat Aera dulu bekerja sangat keras dan mengerikan. Aera sampai harus menutup data pribadinya. Aera dilarang untuk memiliki kekasih. walaupun Aera sudah berhenti dari organisasi tersebut, tetapi tetap ada kekuatiran.
Aera selama seharian ini, tidak melakukan apapun. Dia hanya menonton, menelpon Selina, makan dan tidur. Waktu berlalu begitu cepat, sudah menunjukkan waktunya Ray pulang kerja.
Pintu apartemen segera terbuka, Aera yang sudah mandi, turun menyambut Ray.
"Kenapa seharian ini, kau tidak menghubungi ku. Bukannya ku bilang hubungi aku jika perlu sesuatu."
Aera yang melihat Ray marah pun segera menghiburnya, ” kakak, hari ini Aera hanya dirumah saja. Tenang saja kak. kakak yang bilang jika perlu sesuatu hubungi kakak. Karena Aera tidak memerlukan apapun, jadi Aera tidak menghubungi kakak.… Lagian pasti kakak sangat sibuk di kantor tadi."
Ray yang mendengar perkataan Aera, mulai gemas dan segera menggendong istrinya naik ke tempat tidur.
Ray segera mengeluarkan sesuatu dari kantong jasnya. Isinya adalah kalung inisial nama Ray dan Aera. Didalam kalung tersebut ada GPS yang dipasang oleh Ray untuk mengetahui posisi dan lokasi Aera.
Aera yang melihat hadiah dari sang suami sangat senang dan bahagia. Lalu Aera segera mendekap tubuh Ray dengan erat. Kemudian mereka bercumbu mesra satu sama lain, dan dilanjutkan dengan hubungan suami istri.
Hari-hari berlalu dengan tenang. Ray dan Aera bekerja seperti biasanya. Mereka semakin hari semakin mesra, jika dikantor mereka adalah bos dan pegawai, jika dirumah mereka adalah suami istri yang sedang dimabuk cinta.
Hari ini adalah akhir pekan, dimana Selina berjanji akan datang kerumah Aera untuk meminta jawaban perihal gosip digrup yang masih ramai di perbincangkan.
Selina memencet bel, Aera yang sedang asyik bermesraan dengan suaminya, bangkit dari pangkuan suaminya lalu berjalan ke pintu untuk membuka pintu.
Aera segera membuka pintu ketika yang dilihatnya adalah Selina. "Wah rumah suamimu bagus sekali'.Sambil berkata Selina melihat sekeliling rumah. betapa terkejutnya dia ketika melihat foto yang terpasang di dinding
Sambil mengerjapkan matanya tidak percaya.
"Ra, itu suamimu? Yang sedang foto berdua denganmu." tanya Selina tidak percaya.
Ray yang sedang dikamar menunggu Aera belum kembali juga habis membuka pintu, sambil menuruni tangga Ray bertanya. "Siapa sayang yang datang?"
Ray yang melihat ternyata Selina yang datang, segera memasang wajah dinginnya. Ray lalu menemui istrinya di dapur. Ray mulai memeluk sambil mengecup pundak istrinya.
Aera yang melihat kelakuan manja Ray, segera mengingatkan kalau ada Selina di rumah.
"Kak minumlah dulu, Aera akan memberikan ini kepada Selina."
"Ra, kamu sungguh-sungguh berhutang penjelasan padaku." tegas Selina sedikit marah.
Ray yang mendengar perkataan Selina, "biar aku saja sayang yang menjelaskan kepada Selina." ucap Ray dengan lembutnya.
Selina yang melihat sikap Ray yang biasa di kantor sangat arogan, ketika bersama istrinya sangat lembut. perbedaan 180 derajat, seperti orang yang memiliki dua kepribadian.
"Gak usah kak, biar Aera aja yang jelasin." jawab Aera lagi.
Ray lalu pergi dari hadapan mereka, karena tidak mau mengganggu, Ray pergi ke ruang kerjanya.
"Ya seperti yang sudah kuceritakan, Sel. pria yang berani ajak aku langsung nikah ya Ray," kata Aera menjawab rasa penasaran Selina.
"Duh manis banget sih dengar cerita kalian, Aku juga mau dong, Ra." tukas Selina dengan berharap.
Lalu Aera dan Selina asyik berbincang-bincang, tanpa sadar waktu sudah menunjukkan pukul lima sore. Selina yang dari tadi dihubungi oleh mamanya, akhirnya pamit pulang. "Ra, aku pamit pulang ya. nanti aku akan sering-sering main kesini,"
"Oke, aku tunggu Ra,"
Selesai mengantar Selina didepan pintu, Ray langsung menggendong Aera menuju ke kamar.
"kakak, Aera mandi dulu ya."
"Kita mandi bersama saja,"
Lalu merekapun mandi bersama. Setelah itu Aera mengeringkan rambutnya, menggunakan hair dryer. Ray lalu mengambil hair dryer tersebut dan mengeringkan rambut istrinya. Ray sudah menjadi bucin sejati.
Ray tidak ingin menyia-nyiakan waktunya, Ray hanya ingin bersama istrinya. dikarenakan besok Ray akan pergi keluar negeri, untuk mengurus perusahaan papanya yang sedikit bermasalah.
"sayang, tidak apa-apa kan, aku meninggalkanmu untuk dinas ke luar negeri. aku takut kamu akan kesepian. siapa yang akan memelukmu dan mengusapmu jika ingin tidur." ucap Ray.
"Kak Ray, Aera tidak apa-apa. lagian kan cuma 5 hari kak. biarlah dulu kita berjauhan, kan jadi tau arti rindu.jadi nanti ketika kak Ray pulang, kita akan semakin saling meluapkan rasa rindu. " ucap Aera,
"Kamu sepertinya, suamimu mau berangkat terlihat santai saja, seperti tidak terlalu mencintaiku."
Aera segera menepuk jidatnya, kenapa suaminya jadi seperti anak-anak.
"kakak keluar negeri kan cuma 5 hari.. Aera akan sabar menanti. sering-sering video call ya," lanjut Aera lagi.
Happy reading all..❤️❤️❤️
mohon. dukungan nya melalui like, vote dan sarannya.