
"Datang juga akhirnya ", ledek Arion.
"Aku kira nggak bisa bangun karena terlalu bersemangat tadi malam ", lanjutnya dengan senyum sinis.
Kenan hanya mengedik tak peduli. Dalam hati sebenarnya mengumpat. Kenapa membicarakan tadi malam ? Lelaki di depannya ini tidak tahu saja kalau dia dan istrinya hampir semalam bergelut mesra di ranjang.
Pertanyaan seperti itu hanya akan membuat Kenan ingin melakukan pergulatan seru itu lagi.
Huft......pertanyaan bodoh !
Bilang apa dia tadi ? Nggak kuat bangun ?
What's that ??? Stupid fool !!!
Justru kebanggaan Kenan yang terus bangun. Susah ditidurkan kalau berdekatan dengan istri cantiknya.
Hati lelaki itu menggerutu.
Lalu menoleh ke samping untuk mempertemukan pandangan dengan istrinya.
"Gimana, baby ? Siapa yang terus bangun? ", mesranya. Meminta pendapat istrinya dengan kerlingan nakal.
Pipi Adelia seketika memerah. Apa maksud lelakinya ini ? Kenapa ngomongnya ambigu begitu. Apa yang.terus bangun ?
Tapi tentu saja Adelia menjawabnya. .Aahhh, Adelia kan malu mau mengatakannya.
"Uhmmm.....kamu.....kamu kan yang terus bangun sayang", jawabnya kemudian. Sedikit gugup.
Kenan terkekeh. Mata hazel lelaki itu tampak berbinar. Bukan fokus pada jawaban Adelia, tapi pada panggilan sayang yang sangat manis terdengar di telinganya.
Tidak bisa menahan perasaan memuncahnya segera menarik pinggang istrinya mendekat. Lalu melabuhkan ciuman lembut di bibir manis itu. Beberapa saat.
"See .... kamu dengar ? Nggak pernah tidur alias selalu kebangun ", jumawa Kenan pada lelaki di depan sana, begitu menjauhkan bibirnya.
Arion berdecak jelas. Sinar matanya penuh kemarahan.
"Okay .... kita mulai sekarang !", tegasnya.
"As you want ", balas Kenan santai.
**********
Mereka berada di arena tanding sekarang. Arion, Kenan dan Adelia. Sebuah gedung besar berlantai lima menghadap ke arah pantai.
Gedung yang semi terbuka itu menampilkan pemandangan pantai dari satu sisinya. Sehingga bisa menyaksikan keindahannya dari atas sana.
"Be careful, Ken !", gadis cantik itu mempertemukan punggung tangannya dengan suaminya. Kenan sambut itu dengan senyum di bibir.
"Hmm....sure, honey ", balasnya. Kembali meraih kedua sisi wajah cantik itu dan menempelkan bibirnya di bibir mungil ranum itu. Mengecapnya lembut.
"Hurry up man !", seru Arion di arena. Lelaki itu sudah siap berdiri di atas sana.
"Ato jangan-jangan kamu takut nggak punya kesempatan ngelakuin itu lagi nanti !", ledeknya.
Kenan melepas pagutannya. Berdecak jelas ketika menoleh ke arah Arion. Lalu dengan sekali lompat melesatkan tubuhnya ke atas arena.
"Why not ? Tak ada kata takut buat Kenan. You know, kesempatan itu akan selalu jadi punya aku", tegasnya. Posisi mereka saling berhadapan sekarang.
Arion tersenyum mengejek.
"Really ? Kita lihat aja nanti, siapa yang masih punya kesempatan itu ....... bercinta dengan Adelia !", dengan tersenyum miring. Memberikan penekanan pada ucapan terakhirnya.
Telinga Kenan seketika memerah. Tapi begitu melihat tatapan manik coklat cantik istrinya, lelaki berusaha meredamnya.
"Whoa....whoa, wake up man ! Stop dreaming. Just show me what you can !", lelaki itu berusaha menahan amarahnya. Melipat tangannya di dada dengan gagah.
Arion terkekeh.
"Me first , buktiin siapa yang lebih kuat !", lanjutnya.
Langsung menyerang Kenan dengan pukulan tangan. Lolos. Di susul dengan tendangan.
Kenan masih menghindar.
"Okay, let me finished !", lelaki itu ganti menyerang. Dengan garang. Apalagi ada amarah yang tersimpan dari tadi.
Hingga pada suatu kesempatan sebuah pukulan telaknya berhasil bersarang di tubuh Arion.
"Arrgghh......!", Arion menyeringai marah. Tubuhnya mundur beberapa langkah. Segera menormalkan posisinya dan kembali menyerang.
"Not bad, giliran aku sekarang ", katanya penuh amarah. Balas melancarkan serangan gencarnya. Bertubi-tubi ke tubuh Kenan.
"Just do it if you can !", Kenan dengan kekehan kecil.
Merasa tertantang, serangan Arion semakin menggila. Menyerang seperti banteng terluka. Akhirnya satu pukulan tangannya berhasil mengenai tubuh Kenan.
"Buuughhh...", tubuh lelaki itu terjatuh
"Kenn.....!", pekik Adelia tertahan. Karena pukulan Arion berhasil membuat lelakinya itu terjerembab ke lantai arena.
Sekilas Kenan menatap ke arah wajah cantik dengan raut cemas itu. Kepalanya menggeleng pelan, memberi tanda pada istrinya kalau dia baik-baik saja.
Dibuktikan sejurus kemudian Kenan segera melompat tinggi dan melakukan koprol di udara. Lalu dengan cepat melayangkan tendangan kakinya dan tepat bersarang di tubuh Aron.
"Brakkkkk.....", Arion jatuh terjengkang. Tidak menyangka serangan tiba-tiba Kenan. Darah segar nampak mengalir dari sudut bibirnya..Disekanya itu dengan ibu jarinya.
Arion berusaha bangkit, tapi aneh tubuhnya terasa lemas dan tak bertenaga.
"Ashhh....shittt...!", umpatnya kesal.
Kenan menghampiri.
"C'mon, get up man ! Cuma segitukah kekuatan kamu ?", ledeknya.
Lelaki itu semakin melangkah mendekat.
Rahang Arion mengeras. Berusaha mengumpulkan tenaganya yang tiba-tiba seakan lenyap. Tangannya meraba sesuatu di balik sakunya.
Melempar itu ke arah Kenan begitu lelaki itu mengulurkan tangannya.
"Watchout Ken....!", teriak Adelia yang melihat pergerakan Arion.
"Whoppsss....shittt !", dengan cepat Kenan mengindar. Lalu roll dan melompat ke belakang. Menghindari chip kecil yang di lempar ke arahnya dan kini benda itu jatuh di depannya.
Sekilas mengamati benda kecil itu. Benda kecil yang berisi obat bius. Kalau berhasil mengenainya, pasti langaung tertidur dia.
"Kenn...hati-hati sayang ", ingat Adelia lagi.
Spontan Kenan menoleh ke arah wajah cantik itu.
"Thanks, baby !", ia berikan kiss bye untuk istrinya.
Sementara Arion berusaha melompat bangkit.
Tubuhnya sempat terhuyung karena terlalu lemas.
"Mau main curang ya ?", dengkus Kenan. Menatap Arion dengan tatapan tajam. Lalu dengan cepat melancarkan tendangan ke tubuh lelaki iyu. Lagi. .Tentu saja tubuh itu kembali jatuh. Darah segar keluar dari mulutnya.
Tapi Arion masih sempat melemparkan sesuatu ke arah Kenan sebelum terjatuh. Dannn.... benda itu menyenggol lengan lelaki itu.
"Meleset, buddy !", ejek Kenan. Lelaki itu bersiap menyerang kembali. Tapi suara perempuan mengejutkannya dan menghentikan gerakannya.
"Stop it, please !", serunya. Lalu siluet tubuh seorang perempuan langsung menghambur ke tubuh lunglai Arion.