BLIND DATE

BLIND DATE
Chapter 29



Setelah Gilbert dan Selina keluar dari ruangan, Aera yang dari tadi memeluk suaminya tidak ingin melepaskan suaminya. Ray kemudian bertanya"ada perlu apa istriku tiba-tiba datang keruangan suaminya. apakah kamu merindukan ku?" tanya Ray dengan nada narsisnya.


Mendengar Ray berkata seperti itu , Aera hanya menganggukkan kepalanya.. sambil tetap memeluk suaminya dengan erat. Lalu


Aera berkata "kak, Aera sepertinya selama hamil tidak ingin jauh dari kakak. Aera suka aroma tubuh kakak. biarkan begini dulu kak selama 5 menit."


Setelah puas memeluk suaminya, Aera berkata ”kak, apa nanti jam makan siang kakak bisa tidak makan siang bersama Aera?" ucap Aera sambil memainkan dasi Ray.


Ray yang melihat istrinya makin manja selama hamil ini, lalu mencium kening istrinya. "tidak hanya makan siang, bahkan sekarang pun sampai selesai jam kerja aku selalu ada waktu.. ngomong-ngomong tumben ini, istriku mengajak makan siang?"


" Begini kak, pak Yusuf tadi mendengar tentang kehamilan Aera. lalu dia ingin menemui suami Aera untuk memberi wejangan menjadi suami siaga.. Kak Ray tau kan pak Yusuf itu sudah menganggap Aera sebagai anak sendiri." kata Aera dengan nada manjannya.


Ray yang mendengar hal itu, lalu mengerutkan alisnya kemudian berkata "oke, nanti aku akan datang dimana lokasinya?"


Segera Aera memberi tahu lokasinya nanti siang, setelah selesai membicarakan hal tersebut, Aera masih bergelayut manja pada suaminya.


Di sisi lain Gilbert dan Selina yang sedang menunggu Aera di ruangan Gilbert pun saling diam satu sama lain. Gilbert segera membuat kopi untuk mereka. Selina yang memandang Gilbert dari belakang berkata dalam hati 'gila ni cowok, cakep banget.. sudah punya pacar belum ya, jangan-jangan kayak pak Ray sudah beristri.' sambil terus asyik dengan pikirannya sendiri, tanpa selina sadari Gilbert dari tadi sudah menyodorkan minuman.


"ini minumlah dulu." kata Gilbert sambil menyeruput kopi yang dia buat.


Selina yang biasa sangat cerewet tiba-tiba menjadi sangat kalem.Tanpa dia duga Gilbert mengajukan pertanyaan" apakah nona selina sudah memiliki kekasih?"


Selina yang ditanya seperti itu, yang sedang meminum kopinya segera menyembur ke wajah Gilbert. Dia tidak menyangka pria tampan di depannya akan mengajukan pertanyaan yang spontan.


Gilbert yang disembur dengan segera Selina mengambil tisu dan membersihkan wajahnya. Selina yang panik tanpa sengaja kakinya tersangkut meja lalu dia jatuh tepat diatas Gilbert..


Gilbert dan Selina saling berpandangan, lalu tanpa mereka sadari, Gilbert dengan segera mengecup bibir Selina.


Selina yang mendapat kecupan tiba-tiba lalu segera bangun dan bangkit dari pelukan Gilbert. Dengan segera dia masuk ke ruangan Ray tanpa mengetuk. Dia lalu segera membawanya Aera turun kembali ke ruangan kerjanya.


Aera yang ditarik oleh Selina tiba-tiba segera pergi meninggalkan Ray. Selina lalu segera berlalu tanpa sedikitpun melihat kiri kanan sambil tetap menggandeng Aera. Mereka tiba di toilet, lalu Aera bertanya, "kamu kenapa Sel? kok kayak dikejar hantu?"


Selina segera mencuci mukanya, lalu mengambil nafas dalam. ”Ra, ciuman pertamaku diambil oleh pak Gilbert!"


Aera yang mendengarnya terkejut "hah... kok bisa... bagaimana ceritanya?"


Segera Selina menceritakan semua yang terjadi, Aera hanya tersenyum,. "ternyata pak Gilbert cepat juga ya."


"kamu tadi apain Selina sampai dia langsung bawa Aera. Aera juga lagi asyik-asyiknya kucium dan peluk langsung dibawa pergi." tanya Ray pada Gilbert.


Gilbert yang seperti di interogasi lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ”tadi aku tidak sengaja mencium Selina, Ray.”


"Ohh pantas.. kamu juga sih gak bisa tahan diri, Selina itu sebelas dua belas sama Aera. mereka itu. polos gak pernah pacaran. sudah pokoknya kalau kamu suka dan serius sama Selina, minta maaf atau perlu langsung lamar dia.. nanti kalau keburuan bisa diambil orang," ucap Ray memanasi Gilbert agar segera mengambil tindakan. Ray yang mengetahui sejak awal Gilbert menyukai sahabat istrinya itu.


Gilbert yang mendengar kata-kata Ray lalu segera berpikir dalam. ” betul juga, kalau aku tidak cepat nanti bisa keduluan orang lain."


Lanjut Ray lagi "nanti makan siang aku sama Aera akan makan siang dengan pak Yusuf, Selina juga ikut, kamu ikut juga saja.. Oke.."


Gilbert yang mendengar ajakan Ray segera mendapat angin segar. "oke....."


Sesampainya di ruangan kerja mereka, Selina terlihat melamun saja, dia cukup terkejut antara senang dan shock., dicium oleh pria setampan Gilbert. Aera yang melihat Selina lalu menegurnya" sudah kerja aja, nanti jam makan siang bentar lagi... tenang saja, jika aku bertemu dengan Gilbert, aku akan menghajar Gilbert karena beraninya mencium sahabatku." ucap Aera dengan sangat menggebu-gebu..


"Sudah, Ra. jangan dipukul nanti ada apa-apa dengan kandunganmu bagaimana. aku tidak apa." setelah berkata seperti itu Aera segera memeluk Selina. Aera sangat menyayangi sahabatnya itu, Selina sudah seperti saudaranya.


Pak Yusuf keluar dari ruangan, "bagaimana Aera dan Selina ayo kita pergi makan siang., kamu sudah memberitahu suamimu kan, aku ingin menemuinya.!" ucap pak Yusuf dengan nada penuh wibawa.


"Sudah pak, nanti kita sampai di sana, dia akan segera menyusul," kata Aera lagi..


Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, waktu bagi para pegawai yang lelah untuk segera istirahatkan diri dan mengisinya tenaga dengan makan siang.


Aera, Selina dan pak Yusuf sudah tiba di restoran yang mereka sudah janjian. Setelah memilih menu, Aera juga memesankan menu buat Ray dan Gilbert. sambil menunggu pesanan datang terkejutnya pak Yusuf dari pintu masuk CEO dan asistennya masuk dari pintu depan.


"wah ternyata pak Ray dan Pak Gilbert suka makan siang di sini juga, kita beruntung bertemu mereka." ucap pak Yusuf.


Setelah melihat istrinya dengan segera Ray dan Gilbert mendatangi meja mereka. Pak Yusuf yang Ge-Er di datangi oleh atasan mereka mulai memberikan salam.


" Pak Ray dan pak Gilbert juga akan makan siang disini?" ucap pak Yusuf dengan wajah sumringah.


Lalu Ray berkata" aku disini karena diundang oleh atasan istriku, yang ingin memberikan wejangan dan nasihat kepadaku untuk menjadi suami siaga" jawab Ray sambil mengecup kening istrinya lalu duduk disebelah istrinya, dan Gilbert mengambil tempat duduk tepat di sebelah Selina.


Pak Yusuf yang melihat hal tersebut lalu segera terdiam tanpa kata. banyak kata yang sudah dia siapkan dan ingin dia berikan kepada suami Aera, setelah melihat siapa suami Aera seketika juga pak Yusuf tidak jadi memberikan wejangan.


Happy reading all.❤️❤️❤️