
Melihat Gilbert yang tanpa persiapan di hajar oleh istrinya. Ditambah lagi di cecar pertanyaan dari Aera, Ray yang semula serius tidak bisa menahan tawanya.
Gilbert yang ditanya lalu menjawab sambil menggaruk tengkuknya "si.. siapa bilang aku tidak ingin bertanggung jawab, aku ingin menyatakan perasaan ku kepada Selina. Aku sangat serius kepada selina. Tapi aku masih bingung harus mulai darimana. Aku takut dia akan menolakku." Gilbert dengan wajah sedih menjelaskan isi hatinya
Aera yang mendengar penjelasan Gilbert lalu mulai menurunkan nada bicaranya, "hmmm begitu ya.. ya sudah, katakan saja kepada Selina. Sepertinya Selina juga memiliki rasa kepada bapak." Kata Aera dengan rasa bersalah karena menghajar Gilbert tanpa bertanya dahulu.
Ray yang melihat kondisi Gilbert habis di hajar oleh istrinya lalu berkata "Memang aku dari dulu ingin sekali memukul Gilbert, tapi tidak ku sangka istriku yang akan mewakilkan ku," Ray masih tertawa atas kejadian tadi.
Ray yang biasa dingin dan tidak pernah tertawa, hari ini dibuat tertawa lepas oleh tingkah istrinya. Kemudian Ray segera menghampiri istrinya, takut ada apa-apa atas pergerakan Aera yang terlihat ekstrim.
"Pak Gilbert, Aera minta maaf ya.. tadi terlalu terbawa emosi. Mungkin karena pengaruh hamil jadi hormon pengin hajar orang aja."kata Aera dengan nada sangat tulus.
Gilbert yang mendengar kata-kata Aera lalu mengusap tubuhnya yang tadi di tendang Aera "nona Aera, anda ini sedang hamil. Tapi kekuatan tendangan tadi sepertinya membuatku tidak bisa bekerja besok."
Dengan segera Aera menghampiri Gilbert dan ingin memegang perutnya. Ketika dia baru ingin menyentuh Gilbert segera Ray bersuara dengan nada mengancam karena cemburu "jika tangannya menyentuh kulitmu sedikit saja, ku pastikan kamu akan merasakan yang lebih dari tendangan tadi."
Aera segera menghentikan langkahnya, kemudian tangannya di tarik agar menjauh dari Gilbert. Gilbert yang melihat Ray sangat over protective lalu tertawa nyaring."Hahahahaha....Tidak ku sangka, kamu sangat cemburu Ray."
Lalu Gilbert berkata pada Aera "tadi saya cuma bercanda nona.. jangan di ambil hati. Tendangan tadi tidak sakit kok."
Aera yang masih merasa bersalah kemudian sambil menunduk meminta maaf kepada Gilbert. Aera masih duduk diam, Gilbert terlihat santai saja. Dia masih memikirkan kata-kata Aera mengenai perasaan Selina. Untuk meyakinkan hatinya dia bertanya lagi pada Aera." Nona, apa benar Selina juga punya rasa yang sama kepada saya?”
Aera yang sedang minum susu hamil kemasan duduk di pangkuan Ray lalu mengangguk dan menjawab "ya pak, Aera yakin. Tadi Aera mendengar sendiri Selina berkata seperti itu.” lanjut Aera sambil menyeruput susunya.
Dia masih duduk di pangkuan Ray, karena Ray yang tidak ingin melepaskan dirinya. Sebenarnya yang hamil siapa, yang sensitif siapa.
Melihat Ray dan Aera yang sangat dekat, membuat Gilbert segera pergi meninggalkan ruangan Ray. "Ray, sudah jam pulang. Aku duluan. Mau berobat dulu nih." Gilbert pamit sambil menunjuk perutnya yang kena tendang oleh Aera tadi.
Aera yang melihat hanya menunduk malu, Ray lalu berkata "ya, pulanglah.. sampai bertemu besok."
Setelah kepergian Gilbert, Ray mengusap rambut istrinya dan berkata "kamu tidak kenapa-kenapa kan sayang? Anak papa di perut mau makan apa ini?" Kata Ray dengan manja sambil mengelus perut Aera.
"Aera ingin makan, masakan kak Ray saja, Aera mau pulang. Rasanya hari ini badan Aera capek kak.." kata Aera dengan nada manja dan memeluk Ray.
Seketaris Ray, yang masuk ke dalam ruangan Ray untuk menaruh berkas terkejut melihat pemandangan di depannya, Aera sedang duduk di pangkuan Ray sambil berpelukan.
Aera pun terkejut melihat sekretaris Ray, yang masuk ke dalam ruangan. Posisi Aera saat ini sangat tidak enak dilihat. Seperti wanita penggoda.
Ray yang melihat kedatangan sekretarisnya yang berekspresi terkejut, lalu berkata ”tidak perlu kaget, perkenalkan Aera adalah istriku. Jadi jika dia ingin masuk ke ruanganku tidak perlu ijin lagi ya." Lanjut Ray dengan penuh wibawa.
Sebelum dia menutup pintu, dia melihat interaksi yang sangat lembut dari Ray kepada Aera.
Dia sangat senang melihat bosnya yang dingin ternyata bukan seorang gay. Sempat dia terpikir bahwa Ray dan Gilbert adalah sepasang kekasih. Memikirkan hal tersebut membuatnya terkikis geli sendiri.
Segera dia merapikan mejanya, lalu bergegas pulang.
Dalam ruangan CEO, "kak Ray, ayo kita pulang. Atau Aera pulang duluan saja.” kata Aera dengan nada manja dan sedikit ngambek.
”oke, ini sudah selesai. Ayo sayangku." Setelah merapikan berkas dari atas meja, segera Ray mematikan lampu ruangannya dan menggandeng tangan Aera menuju tempat parkir.
Satpam yang melihat Ray dan Aera bergandengan tangan semakin yakin kalau mereka berdua punya hubungan khusus. "Selamat malam pak, selamat malam nona."
Aera yang di sapa segera tersenyum manis kembali. Sambil melambaikan tangannya kepada satpam itu. Ray yang melihat Aera terlihat sangat manis kepada satpam, lalu menatap tajam ke arah satpam seolah-olah matanya berkata 'berani kamu melambaikan tanganmu'.
Aera naik ke mobil Ray, mereka berdua sepanjang jalan Ray menggenggam tangan istrinya. Aera kemudian bertanya "kak Ray, kapan kita ke rumah mama dan papa? Aera sudah lama tidak ketemu Yuri. Aera kangen sama mereka."
Ray yang mendengar permintaan istrinya lalu berkata "akhir pekan ini ya sayang. Kita datang kerumah ya."
”benar ya kak, asyik…." Aera bergumam dengan senangnya. Ray yang melihat Aera tersenyum, ikut tersenyum juga melihat tingkah gemas istrinya.
.....
Sesampainya di apartemen, Aera segera menuju ke kamar dan membersihkan dirinya. Ray juga segera berganti pakaian, lalu menuju ke dapur. sesuai permintaan istrinya, dia akan memasak malam ini.
Setelah selesai makan malam, mereka berdua bersantai di ruang keluarga. mereka berdua sedang nonton film romantis judulnya Warm Bodies (gak romantis juga ya soalnya film zombie😁).
sambil nyemil mereka berdua duduk sambil pelukan. Tidak lama mereka sedang bersantai terdengar bunyi bel pintu rumah, Aera ingin beranjak dari sofa, tapi di tahan oleh Ray.
Ray segera berdiri dan membuka pintu. dia merasa siapa yang datang malam begini. Sangat mengganggu waktunya bersama istrinya. semakin kesal lah Ray, ternyata yang datang adalah Yuri dan mama ivana.
mendengar suara Yuri yang cempreng, Aera lalu berbalik dan memeluk adik iparnya tersebut. Ray yang melihat istrinya begitu bersemangat lalu berkata "sayang hati-hati dengan perut kamu."
mama Ivana yang menyimak kata-kata Ray segera mendekat "Aera sayang, kamu hamil?"
happy reading all ❤️❤️❤️