
"Grandpa sama grandma yang ganggu ", batin Kenan menggerutu.
Kakek dan nenek Kenan jadi datang ke mansion. Malam-malam begini. Mau ngapain coba? Gerutuan kesal terus berkecamuk di hati Kenan.
Kenan ingin menikmati waktu berdua dengan istrinya, bermesraan, bermanja dan bergulat mesra di ranjang.
Ehh.... wait, tadi siang sesudah bercinta hebat di ruang ganti, di tempat latihan, Kenan bilang ingin mencoba tempat baru dengan sensasi baru tentunya. Di sofa atau di meja.
Hmm.... baru saja bercinta, sudah merencanakan jadwal bercinta selanjutnya. Seperti jadwal tayang sinetron saja.
Tapi karena kedatangan sepasang suami istri itu, Kenan sedari tadi cemberut. Pasalnya mungkin yang sudah Kenan rancang di pikirannya bisa saja gagal.
Apalagi sejak kedatangan kakek neneknya, Kenan tidak diberikan kesempatan berdekatan dengan istrinya itu. Fix, lelaki itu diabaikan.
Huft.... Kenan ingin marah rasanya. Tapi sekali lagi, Kenan harus menahan itu. Mereka adalah kakek dan neneknya. Dannn... Kenan harus sopan pada orang tua. Begitulah kata istri cantiknya tadi.
Mereka berada di ruang tengah lantai dua. Sedang menikmati acara televisi dan bersantai di sana. Dari gerak-geriknya kakek dan neneknya pasti akan menginap di mansionnya malam ini.
Kenan bertambah bad mood. Akhirnya memilih untuk merebahkan tubuhnya di sofa panjang. Sedang Adelia duduk bersebelahan dengan grandpa dan grandma. Sepasang suami istri itu dari tadi menempel terus di dekat istrinya.
"We have a plan about your honeymoon, sweety ", kata grandma.
"Uhmm.... where is that grandma ?", penasaran Adelia.
"Dutch and Italy ", grandma menyahuti.
Sementara Kenan yang mendengar itu mendengkus lirih
Siapa yang mau honeymoon ke sana? Ogah. Kenan punya rencana sendiri buat honeymoon mereka. Batin lelaki itu.
Grandpa tersenyum.
"In Italy, you both can stay in our mansion, don't need the hotel ", katanya.
Ujung matanya melirik lelaki jangkung yang nampak asyik menonton TV. Dengan wajah yang masam.
Iya, nginap di sana, terus kalian yang ngrecoki, kayak sekarang. Teriak batin Kenan.
"Wowww.....so wonderful, Adel love those grandma, grandpa !", seru Adelia. Mata cantik itu berbinar ceria. Lalu memeluk grandma dan grandpa bergantian.
"We can stay in Oma's house too, in Dutch ", ujarnya.
"Exactly, dear ", balas Grandma. Memang itulah yang para kakek dan nenek mereka tadi rencanakan.
Grandma cium pipi mulus gadis cantik itu.
Sementara Grandpa mencium keningnya.
Babyyy.... kenapa kamu begitu senang ? Aku yang ngilu sayang .... suara hati Kenan.
"Pinter juga cucu grandpa pilih istri, cantik begini ", gemas grandma. Mencubit dagu cantik Adelia.
Adelia tersenyum geli. Grandpa dan grandma ini sebenarnya sangat baik, cuma kelihatannya saja ketus pada Kenan. Tapi sebenarnya pasti sayang pada lelaki itu. Cucu lelaki satu-satunya. Yang sangat tampan dan pintar.
Ehhh.......gimana-gimana ? Apa Adelia sedang mengagumi lelaki itu sekarang?
Tapi memang tidak bisa Adelia pungkiri, lelaki itu sangat jauh berbeda dengan yang dikabarkan orang-orang.
Kalau Kenan adalah seorang casanova, yang mencari kepuasan dari satu wanita ke wanita lainnya. Adelia bisa melihat itu dari cara Kenan bercinta dengannya, lelaki itu begitu lembut biarpun memang sedikit liar. Adelia suka. Ahhhh... apa sih yang Adelia pikirkan?
Pipi mulus gadis itu seketika merona. Mengerjapkan matanya beberapa kali untuk membuang pikirannya tentang lelaki itu. Karena sekarang bayangan Kenan ketika mencumbunya terbayang di pikirannya.
"Grandma juga cantik, ya kan grandpa? ", katanya akhirnya. Meminta persetujuan granpa.
Lelaki tua itu tergelak.
"Of course, my dear. Grandma perempuan tercantik di masanya. Grandpa sampai gila dibuatnya ", tutur lelaki itu.
Adelia terkekeh.
"Sure, I believe that, grandpa. Until now on, she's still pretty ", pujinya.
Grandma menoel hidung mancung Adelia.
"You are more beautiful, young lady. Kenan's belove wife. Ken must be love you so much", balasnya.
Lelaki jangkung yang dengan seenaknya rebahan di sofa itu menarik bibirnya ke samping. Demi mendengar ucapan neneknya.
Nah, yang itu baru bener !
Suara hati Kenan.
Adelia tersipu malu. Benar yang dia pikirkan, kakek nenek Kenan sangat sayang pada lelaki itu.
"Kennn... ", panggil Adelia. Mengalihkan pandangan ke arah suaminya. Yang masih asyik memperhatikan layar tv besar yang menempel di dinding . Acara balap motor.
"Hmm...what's up baby ?", sahut lelaki itu. Sekilas menoleh ke arah istrinya sambil mengerling nakal.
"Do you hear what grandpa and grandma said? About our honeymoon ", tanya Adelia. Karena lelaki itu tak merespon omongan kakek dan neneknya dari tadi.
Lelaki itu menggeleng. Lalu kembali menatap layar TV.
"Kennn....kenapa nggak dengerin sih?", gemas Adelia.
Gadis cantik itu beranjak, berniat menghampiri lelakinya. Tapi Grandma menahan tangannya.
"Udah malam, little girl. Baiknya kita tidur. Grandma pengen tidur sama cucu mantu yang cantik ini ", tutur perempuan tua itu.
Sontak saja Kenan duduk dari baringnya.
"What do you mean, grandma? There are many room, you can choose the room you want, why should in my room? ", mata lelaki itu membulat sempurna.
Sementara grangpa dan grandma saling pandang dan tersenyum.
"Grandma pengen tidur sama cucu cantiknya Ken. Kamu keberatan? ", protes Grandpa.
Kenan hendak menjawab, tapi mulutnya tertutup lagi karena ucapan grandpa.
"Grandpa juga pengen tidur sama cucu grandpa yang tampan, tuh yang lagi uring-uringan ", tunjuknya pada Kenan.
Kenan menghela berat. Lalu kembali menjatuhkan tubuhnya di sofa. Terlentang.
Kenan melotot konyol. Kembali beranjak dari baringnya. Lelaki itu terlihat kesal. Dari tadi sih ya.
"Kennn.... ", suara lembut Adelia memanggilnya.
Manik cantik itu Menatap suaminya lembut dan penuh permohonan. Jangan berantem, begitulah Kenan mengartikan tatapan mata itu. Akhirnya lelaki itu tidak jadi membuka mulutnya.
"Yuk kita istirahat, sayang. Biarin Ken rebahan di sofa, meluruskan tulangnya, kasihan dia, pasti udah bekerja keras dari kemarin ", ucap grandpa lagi. Lalu beranjak menggandeng istrinya.
Kenan mendengkus jelas.
"Ken nggak capek ya grandpa, masih kuat nih bergelut sampe besok pagi ", katanya jumawa.
Grandpa terkekeh. Melambaikan tangan ke arah Kenan. Lalu melangkah meninggalkan sepasang pengantin baru itu. Menggandeng tangan istrinya dan memeluk pinggangnya mesra.
"Grandma tunggu di kamar kamu, lovely girl", ucap Grandma.
"Tenangin dulu suami kamu, biar bisa tidur lelap dia !", lanjutnya. Terdengar kekehan geli dari dua bibir pasangan tua itu.
Adelia mengangguk.
"Of course, grandma. Good night !", balas Adelia.
Kenan tersenyum melihat kakek dan neneknya semakin menjauh dari ruang tengah. Wajah tampan yang sejak tadi masam itu berubah berbinar.
"After your bisnis was clear, come to our room Ken ", suara Grandpa kembali terdengar.
Aishhh... Kenan kira sudah selesai, ternyata masih ada yang dikatakan lelaki tua itu.
Tapi biarlah, yang penting sekarang Kenan bisa berdua dengan istri cantiknya.
"Okay, grandpa !", balasnya.
Our room? Memang suami istri? Kakeknya memang rese dan menyebalkan.
Dengan cepat lelaki itu beranjak dari duduknya, menghampiri istrinya. Lalu menghempaskan tubuhnya di samping perempuan cantik itu.
Tangannya segera meraih pinggang ramping Adelia.
" I miss you, baby ", ucapnya seraya memciumi pipi mulus Adelia.
Gadis cantik itu terkekeh geli.
"You're so funny, Ken. Kedengaran aneh nggak sih ngomong gitu? ", tanyanya dengan sedikit kernyitan di dahi.
Perasaan dari tadi mereka bersama. Kenapa lelakinya ini berlebihan sekali. Kangen? Adelia tidak bisa menahan tawanya.
"Apa yang aneh, sayang ? Emang nggak boleh kangen sama istri sendiri?", rajuk Kenan. Bahkan melepas pelukannya di. pinggang ramping itu, lalu bersidekap dengan bibir merengut.
Adelia membulatkan matanya. Lalu menggeleng pelan. Tidak habis pikir kenapa lelaki hebat seperti Kenan bisa berubah begitu kekanakan. Ya Tuhan !
"Boleh, siapa bilang nggak boleh? Jangan ngambek dong !", rayu Adelia.
Lelaki itu belum merubah posisinya. Adelia tersenyum. Lalu beranjak. Cuma satu cara agar suaminya ini bisa tersenyum lagi. Adelia tahu lelaki ini menjadi buruk moodnya sejak kakek neneknya datang. Adelia tidak mau membuatnya semakin bertambah buruk.
Biarpun Adelia harus menahan malu karenanya. Mempertaruhkan harga dirinya. Perlahan gadis itu duduk di pangkuan suaminya. Bibir lelaki itu langsung menyunggingkan senyum tipis.
Apalagi ketika Adelia mengalungkan lengan di leher kokohnya. Senyum di bibirnya semakin lebar.
Ditambah lagi dengan bibir mungil ranum itu yang menempel di bibirnya, membuat perasaan Kenan begitu memuncah.
"Gimana masih ngambek?", sesaat Adelia menjauhkan bibirnya. Mata cantik dengan bulu lentik itu mengedip lucu.
"Oh my God, babyy... how can I don't love you ?", balas lelaki itu.
Seiring berakhirnya ucapan itu, Kenan meraih kedua sisi wajah cantik Adelia dan memagut bibir mungil itu, mesra.
Adelia membalasnya. Membuat Kenan semakin bersemangat mencumbunya. Beberapa lama dua bibir itu saling mengecap dan berpagut mesra.
Sebelah tangan Kenan bergerak nakal membelai lembut paha putih istrinya. Setelah sebelumnya menyibak dress selutut yang dikenakan perempuan cantik itu.
Adelia selalu merasa gila. Bibir mereka masih bergulat mesra.
Hingga akhirnya terdengar suara yang membuat keduanya melepas pagutan itu, tapi masih dengan dahi yang bertaut.
"Grandma's waiting for you, sweety. Come on, there is a big secret I want to tell you !", suara Grandma memanggil Adelia.
"Yess, grandma !", balas Adelia.
"Udah di panggil grandma ", lirihnya di depan bibir lelaki itu. Kenan kembali menyambar bibir ranum menggoda itu.
"Beneran tidur sama grandma? ", melas Kenan.
Adelia mengangguk.
"Just for this night, okay ! ", bujuknya.
Kembali Kenan meraih bibir ranum Adelia.
"But I can't, baby..... except.... ", Kenan menjeda kalimatnya.
Adelia memundurkan wajahnya agar bertemu pandang dengan suaminya. Kenan tersenyum nakal. Lalu menundukkan wajahnya ke telinga gadis cantik itu dan membisikkan sesuatu.
Adelia tersenyum. Lalu memukul dada bidang suaminya manja.
"Nakal ya !", ucapnya.
Hendak beranjak dari pangkuan Kenan, tapi lelaki itu masih menahannya.
"Apa lagi Ken?", dipukulnya lengan atas lelaki itu.
Kenan terkekeh.
"Once more time, baby ", seraya menempelkan kembali bibirnya di bibir ranum gadis cantik itu. Memagutnya lagi. Tiada bosan.
"My sweet dear, hurry up !
Grandma is going sleeping now ", suara grandma terdengar lagi.