BLIND DATE

BLIND DATE
Chapter 36



Ray terus mengusap wajah istrinya. Kemudian Aera berbicara dengan wajah di imutkan. "Kak Ray, Aera ingin makan ketoprak. Mau..mau..belikan ya..ya.." sambil berkata dia mengedipkan matanya dan menarik turunkan bahunya.


Ray tersenyum melihat istrinya sangat menggemaskan. "Ah.. istriku sangat imut dan menggemaskan."


Tapi Gilbert yang melihat hal itu ingin muntah. "Pak Ray dan nona Aera saya pamit dulu." Gilbert pamit dan berlalu sambil bergidik. "Dua orang itu seperti dunia milik mereka saja. Imut dari mananya.. hihhhh.. lebih baik aku pergi menemui Selina. Aku mau ajak dia makan siang." Gilbert bergumam sendiri sambil tersenyum.


Ketika Gilbert sudah pergi, Ray berkata "kita minta pesan sama office boy saja ya." Sambil berkata Ray memencet tombol telepon minta di sambungkan ke ruangan office boy. Belum tersambung Aera lalu menutup teleponnya.


"Kak Ray, Aera mau kakak yang beli sendiri." Ucap Aera lagi.


"Apa itu maunya baby? Baiklah.. tunggu di sini sebentar ya sayang." Kata Ray dengan lembut pada Aera.


Ray lalu meninggalkan ruangannya pergi untuk membeli pesanan Aera. Penjual ketoprak itu berjualan di seberang Perusahaan Ray. Yang berjualan adalah bapak paruh baya beserta istrinya. Ray melihat cara pembuatannya yang dibilang cukup bersih.


Penjual bertanya kepada Ray "bapak kerja dimana?”


Ray yang ditanya lalu menjawab "saya kerja di perusahaan depan."


"Ohh diperusahaan depan ini ya.," Sambil mengulek bumbu kacang, bapaknya berkata lagi "bapak karyawan baru ya, soalnya saya baru lihat…"


Ray yang di tanya hanya menjawab "iya pak" sambil sesekali melihat arlojinya. Bapak penjual mengajak Ray ngobrol lagi "Oya, bapak berarti kenal dengan mba Aera dong?"


"Kenal pak, kenapa dengan dia pak?" Tanya Ray lagi dengan sedikit penasaran.


Penjual itu sambil mencampur bihun dan bumbu kacang lalu berkata "mba Aera itu sangat baik pak. Saya tidak pernah melihat orang yang begitu baik tanpa pandang bulu.. bapak tau, saya bisa berjualan seperti sekarang karena mba Aera meminjamkan saya tabungannya pak, buat modal ini. Ketika saya sudah cukup modal, saya mau mengembalikan nya. Tapi bapak tau jawaban dia apa?"


Ray menggeleng tapi tetap penasaran dengan cerita pak Tono penjual ketoprak.


"Apa pak?"


"Dia berkata, uangnya tidak usah dikembalikan. Jika suatu saat saya bertemu orang yang kesulitan juga, saya harus membantunya.. sungguh wanita seperti malaikat.. saya berdoa semoga mba Aera cepat dapat pendamping hidup yang baik. Dan sayang sama dia.” kata pak Tono dan Bu Tono dengan tulus.


Ray yang mendengar cerita pak tono, lalu memesan semua ketoprak pak Tono untuk orang di perusahaan.


"Pak, saya pesan semua ketoprak hari ini ya, buat orang-orang di kantor depan ya. Nanti kasih resepsionis depan berapa total tagihannya." Kata Ray lagi.


Pak Tono yang merasa bersyukur lalu bertanya "loh pak, gak jadi pesan satu?"


"Kalau satu yang saya pesan awal itu tetap jadi. Itu buat istri saya pak. Dia sedang hamil dan kepengen makan ketoprak buatan bapak." Cerita Ray lagi.


"Wah selamat ya pak. Semoga istri bapak ngidamnya keturutan. Istri bapak suka pedas atau tidak?" Tanya Bu Tono.


"Biasanya mba Aera itu pesannya yang seperti apa pak?”tanya Ray lagi penasaran.


Dengan bingung dan bahagia, mereka menceritakan saja apa yang Aera sukai."mba Aera itu sederhana saja, dia tidak suka terlalu pedas."


”buatkan yang sama dengan selera mba Aera ya pak!" Pinta Ray lagi.


"Siap pak." Sambil membuatkan pesanan Ray, pak Tono lalu membungkus dan memberikan pada Ray. "Ini ya pak, pesanan bapak tadi. Salam buat mba Aera ya pak, kalau ketemu. Semoga dia segera memiliki suami seperti bapak."


Ray yang di puji lalu berkata "saya suami Aera pak. Terima kasih untuk ceritanya ya pak. Dan jangan lupa tagihannya taruh di resepsionis depan. Saya permisi dulu."


Ray mendekati istrinya itu. Segera dia mengelus pipinya, "beruntung nya aku mendapatkan dirimu." Lalu dia mengecup lembut kening istrinya.


Aera yang mengendus aroma tubuh suaminya, lalu memeluk suaminya dengan erat, Ray sih senang-senang saja di peluk. Aera lupa kalau mereka masih di kantor. Jadi dia asyik saja memeluk suaminya. Tidurnya makin lelap.


,.,,.


Gilbert mendatangi Selina di ruangannya. "Sel, kamu ada waktu? Ada yang mau kubicarakan."


Selina yang terkejut di datangi Gilbert lalu berkata "baik pak."


Selina lalu berjalan mengikuti Gilbert menuju lantai atas Perusahaan. Setelah tiba lalu Selina bertanya "ada apa pak?"


Gilbert yang ditanya dengan segera berkata "Selina, aku menyukaimu. Maukah kamu jadi kekasihku?" Sambil berlutut, Gilbert mengeluarkan sebuah kotak yang berisi cincin dari kantongnya.


Selina yang mendapat pengakuan cinta secara tiba-tiba langsung speechless. Dia hanya bisa terbengong. Kemudian di tanya kembali oleh Gilbert "aku serius dengan mu! Apa kalau perlu aku melamarmu sekarang?"


"Pak gilbert, saya bingung harus menjawab apa?" Kata Selina malu-malu.


Gilbert yang merasa akan di tolak dengan nada agak tinggi lalu bertanya "kenapa? Apa kamu sudah memiliki kekasih?"


"Bukan begitu pak. Saya tidak punya kekasih.. tapi.."


"Tapi apa?" Tanya Gilbert penasaran.


"Tapi… tapi ini pertama kali saya di tembak oleh pria pak." Kata Selina suaranya semakin kecil tapi masih dapat di dengar oleh Gilbert.


Gilbert yang mendengar hanya tersenyum kecil, lalu dia bertanya lagi "ehemmm.. apa kamu juga menyukaiku?"


Selina menjawab dengan mengangguk.


Gilbert yang merasa memenangkan jackpot lalu berkata sambil memeluk Selina."oke.. mulai hari ini kita pacaran." Gilbert lalu langsung mencium kening Selina. Selina yang mendapat kecupan lembut di kening seketika tersenyum.


"Nanti kita pulang barengan ya" kata Gilbert lagi. Membuat Selina makin tersenyum tersipu malu. Lalu mereka berdua pun turun kembali. Mereka Seperti pasangan yang sedang di mabuk asmara. Sambil berpegangan tangan dan senyum malu-malu.



.......


di ruangan Ray, Aera akhirnya terbangun ketika dia merasa puas tertidur. terkejut lah Aera ternyata dia sudah tertidur selama dua jam. Ray masih memeriksa laporan di mejanya. Aera melihat suaminya sangat tampan. dia merasa semakin hari semakin cinta. Ray yang merasa di perhatikan oleh istrinya lalu menatap wajah istrinya "kamu sudah bangun sayang?"


Aera mengangguk dengan manja.


"itu ketoprak pesanan mu sayang. sesuai dengan selera putri Aera." Ray menghampiri Aera sambil membuka kan makanannya.


Aera yang sangat senang lalu berkata ”yeyeye ketoprak.. hhhmmm yummy." Aera segera menyuapkan di mulutnya. Ray tersenyum senang melihat istrinya bertingkah menggemaskan.


happy Reading all ❤️😀😀