BLIND DATE

BLIND DATE
Chapter 23



Aera segera menyiapkan baju, buat suaminya berangkat. Ray semakin manja saja, tidak ingin melepaskan pelukannya..


"Sudah kak, kalau begini gak akan kelar-kelar Aera bereskan bajunya."


Lalu Ray dengan menurut, akhirnya tidak menganggu istrinya yang sedang membereskan baju-bajunya.


......,


Keesokan harinya, Aera bersiap-siap berangkat kerja, Ray pun bersiap-siap pergi ke bandara, karena ada proyek yang tidak bisa diwakilkan oleh Gilbert.


"Sayang, aku sangat mencintaimu, dan sekarang aku mulai merindukanmu." manja Ray pada istrinya.


"Hanya 5 hari kak. sabar ya sayang.,."


Ray yang di panggil sayang oleh isterinya, langsung mencium bibir istrinya dan memeluk mesra tubuh mungil istrinya.


”Hati-hati kak disana, awas aja sampai tergoda oleh wanita seksi disana. Aera tidak akan segan mematahkan kaki kak Ray.” ancam Aera sambil tersenyum..


Ray yang mendengar perkataan Aera segera mengangguk dengan cepat, dan pergi ke bandara.


Aera yang telah tiba dikantor pun, di goda oleh Selina "Duh pengantin baru sudah pisah-pisah aja ini,"


"Cuma 5 hari Sel, lihat saja kalau kedapatan dia macam-macam, aku tidak segan mematahkannya." Aera sambil berkata seperti itu, sambil mematahkan pensil di tangannya.


Selina yang melihat hal tersebut, hanya bergidik ngeri melihat temannya jadi emosional..


Handphone Aera berbunyi dari tadi, dilihatnya suaminya yang melakukan panggilan video call. segera Aera mengangkatnya "halo sayang, sudah dimana?”


"aku baru sampai di kota N, masih transit. Mungkin 2 jam lagi baru sampai ke negara T.


Sayang..... aku sangat merindukan mu.”


”Sabar kak, nanti juga kita akan bertemu.. I love you.,."


Lalu setelah mengatakan hal tersebut, Aera segera mematikan panggilan tersebut. Amirah yang kebetulan lewat mendengar pembicaraan mereka. Tetapi Amirah tidak tau, siapa pria yang di telepon oleh Aera.


"Duh pengantin baru, mesra ya. Kalau aku sih nunggu ayang beb ku, dia lagi dinas nih keluar negeri."


Aera malas sekali meladeni Amirah, jadi Aera berjalan sambil lalu. Dengan sengaja Amirah menaruh kakinya di depan Aera, Aera yang melihat itu lalu dengan sengaja menendang kuat kaki amirah.


"Aduh.., apa kau gila,.. kau ingin mematahkan kakiku? tunggu saja nanti pak Ray kembali, akan ku laporkan. biar kamu dipecat,." ancam Aera.


"coba saja laporkan, kita lihat,.. aku atau kamu yang dipecat,," lanjut Aera sambil meninggalkan amirah sendiri.


Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Aera bersiap-siap untuk segera pulang. Aera lalu memesan taksi online. Setelah taksi online datang, segera Aera naik lalu menuju apartemennya.


Aera merasa sangat sepi, tidak ada Ray yang selalu menggodanya. selalu memeluknya dari belakang..


Aera lalu bergegas membersihkan dirinya, kemudian melakukan panggilan kepada suaminya., dilihatnya suaminya tidak mengangkat panggilannya..


"mungkin kak Ray sedang sibuk pertemuan bisnis.."


Aera yang merasa sangat sepi, lalu mulai bersiap-siap pergi kerumah lamanya.


Sesampainya disana, Aera mulai berganti pakaian dengan jaket kulit, lalu Aera mulai menyusuri jalan malam. Ketika Aera melewati jalan poros yang cukup sepi, dia melihat dari spion sepertinya ada yang mengikutinya.


Dengan cepat Aera melajukan motornya, karena dia tau, orang itu pasti orang jahat, dan benar saja ketika mereka berpapasan, salah satu kaca mobil mulai mengeluarkan senjata.


Aera menghindar, lalu pergi ke lahan kosong. Dia turun dari motor, mobil yang mengejar Aera pun berhenti juga di lahan kosong tersebut.


"Ternyata dia adalah wanita,." kata pria berjas hitam.


"Dia hanya sendiri dan kita berlima.,"


"Bagaimana jika kita bersenang-senang dahulu."


Aera yang melihat bahwa pria-pria itu sungguh sangat bodoh, dengan segera Aera menghajar mereka, hingga mereka meminta ampun kepada Aera.


"ampun,. ampun... kami janji tidak akan mengganggu anda lagi," Ucap mereka semua.,


"bagus,. jangan sampai aku melihat wajah kalian lagi. dan satu hal, jangan pernah meremehkan dan melecehkan wanita."


Ray yang sedari tadi mencoba menghubungi aera, tapi tidak diangkat, ternyata handphone Aera ketinggalan di apartemen..


Ray mencoba melacak GPS yang dipakai oleh Aera, betapa terkejutnya Ray, posisi Aera tidak berada di Apartemen. tapi berada di pinggir kota.


Hati Ray semakin khawatir tidak karuan rasanya, dia takut terjadi ada apa-apa dengan istrinya.


Setelah mengawasi kemana saja istrinya itu pergi, pelan-pelan dari tempat satu ketempat lainnya. Sekitar 1 jam, Aera baru tiba di apartemen nya.


Ketika sampai dikamar dilihatnya banyak panggilan masuk dari suaminya. Baru akan menghubungi Ray, handphone Aera sudah berbunyi duluan.


"Kamu kemana aja, kenapa dari tadi aku telepon tidak diangkat. dan kamu ngapain ke tempat yang jauh, bagaimana jika terjadi apa-apa dengan dirimu... aku jauh di sini sangat khawatir." ucap Ray dengan nada agak tinggi.


Aera yang mendengar perkataan Ray, dia tau suaminya sedang marah."kak Ray sayang, maafkan istrimu ini ya.. tadi Aera hanya berjalan-jalan saja, mencari angin... Aera sejujurnya bosan dan kesepian..."


Ray yang mendengar perkataan istrinya mulai melunak.. "aku tidak marah, asal istriku ini bicara dulu.. maafkan suamimu yang pencemburu ini ya..”


"Ngomong-ngomong, kak Ray bagaimana mengetahui kalau Aera lagi diluar rumah., secara Aera tidak membawa handphone.,


jangan-jangan..., kita sehati kak.." lanjut Aera lagi.


Ray yang takut ketahuan, karena memasang GPS di kalung yang dia berikan kepada Aera merasa lega dengan pemikiran Aera.


"Ya sudah sayang, istirahat ya. besok kita ngobrol lagi." jawab Ray.


....,,,...


Hari-hari berlalu., ini sudah hari ke empat Ray berada diluar kota.


Ketika pasangan yang sedang di mabuk asmara itu melakukan video call, tiba-tiba pintu kamar hotel yang ditempati Ray ada yang membunyikan. dengan panggilan masih terhubung, Aera dari seberang telepon melihat seorang wanita seksi masuk ke kamar suaminya. Belum sampai selesai melihatnya, Aera yang dibakar cemburu lalu mematikan panggilan dan handphonenya.


"Awas kau nanti, di sana kamu senang-senang, tetapi disini aku menantimu seperti orang bodoh." Aera dengan emosi segera mengemas pakaiannya.


Aera pergi kerumah lamanya.. dia segera berganti pakaian, dia pergi ke klub malam untuk menjernihkan rasa cemburunya.


Ray yang panik, istrinya tidak bisa dihubungi. segera melacak kalung yang di pakai aera. terkejut nya dia melihat istrinya sedang berada di klub malam. segera dia menghubungi Gilbert untuk memantau istrinya.


Aera di klub malam, hanya untuk mengeluarkan emosinya. dia memukul setiap pria hidung belang, yang berlaku kurang ajar pada dirinya.


Gilbert melaporkan hal tersebut ke Ray. Ray meminta Gilbert untuk memesankan penerbangan paling pertama buat dia pulang besok. Dia ingin segera menuntaskan kesalahpahaman yang terjadi..


Happy reading all..❤️❤️


mohon vote, like dan favorit kalian ya.❤️❤️❤️