BLIND DATE

BLIND DATE
Chapter 20



Setelah para karyawan melihat, bahwa Pak Ray mendatangi Aera hanya untuk memberikan handphone yang ketinggalan di mobil, mereka tampak ragu, terperangah, iri, bahkan tak jelas!


Sudah pasti banyak yang mengira-ngira hubungan dirinya dengan Ray, Apalagi setelah terjadi baru-baru ini. Rumor yang beredar adalah mereka diam-diam memiliki hubungan spesial, padahal di grup chat kemarin, Amirah memposting fotonya dengan Ray sedang berada di toko perhiasan.


Gosip semakin memanas, apalagi mereka dengan mata kepala sendiri melihat Ray sendiri yang memberikan handphone dan menyebut ketinggalan di mobil. Mereka mulai meragukan postingan foto Amirah.


Aera yang tidak begitu peduli dengan gosip yang beredar, kembali bekerja seperti biasa.


Ketika sampai di ruangannya, dilihatnya Selina telah menunggunya, meminta penjelasan atas rumor yang terdengar barusan.


"Apa maksud dari rumor barusan,para pegawai sedang heboh karena handphone mu ketinggalan di mobil pak Ray." tanya Selina dengan nada penasaran.


"Jika kau ingin tau, nanti ikut aku pulang Sel. Aku tidak bisa menceritakannya di kantor. Karena dinding dikantor punya banyak telinga." ucap Aera.


"Kalau jam pulang kerja, sekarang aku gak bisa, Ra. Aku cuma bisa jalan kerumah teman hari Sabtu. hhhhmmmmmm.. bagaimana jika hari Sabtu aku datang kerumahmu?" lanjut Selina lagi.


"oke, hari sabtu aku tunggu ya." balas Aera sambil mengeluarkan berkas-berkas dari dalam lemarinya.


Sedang asyik bekerja, tiba-tiba handphone Aera berbunyi. Dia melihat nomor asing yang menelponnya, kemudian dia mengangkat nya.


”Halo, selamat siang."


"Kakak kedua, ini karyn kak. kakak kapan ada waktu, ada yang mau karyn tanyakan." jawab suara diseberang sana.


"Satu jam lagi, kakak istirahat. Kita ketemu di cafe xxx saja ya.” lanjut Aera lagi. setelah kesepakatan waktu, Aera mematikan handphone, lalu bersiap-siap pergi untuk menemui Karyn.


Setibanya di cafe xxx, Karyn melambaikan tangan pada Aera. Lalu mereka memesan minuman sambil memulai perbincangannya.


"Kak, karyn disini karena ada misi khusus kak, karyn disuruh untuk menyadap perusahaan besar di kota ini, namanya Glory Company. Yang anehnya kak, saat kami menyerang mobil CEO nya tiba-tiba ada seseorang yang muncul membawa CEO itu kabur. kami berpikir itu kakak kedua, tapi setelah kami pikir lagi, kakak kedua pergi meninggalkan perguruan tanpa membawa 1 barang pun. Kemungkinan besar ada penghianat di antara kami,” jelas karyn panjang lebar..


" kenapa kalian ingin menyerang CEO Glory Company? memangnya dia buat salah apa." Pancing Aera lagi.


"jadi kak, yang menyewa kami adalah kekasih dari Sky corporation. Kalau tidak salah namanya Stella. Dia dendam dengan CEO Glory Company, karena tidak mengatakan kalau dia adalah orang kaya pada waktu mereka pacaran dulu. Itu sih kak, cerita yang Karyn dengar."


"Hanya karena itu, kalian disuruh membunuhnya?" ucap Aera dengan nada sedikit tinggi.


”Kami gak disuruh membunuh sih kak, cuma disuruh beri pelajaran saja. biar CEO itu tidak sombong lagi." kata karyn.


"Ngomong-ngomong sejak kapan, tugas kalian jadi berubah turun drastis begini," tanya Aera.


"Wanita itu membayar kami dengan harga sangat tinggi kak. karena teman-teman banyak yang terluka, jadi kami minta kompensasi, nah sekarang wanita itu berani bayar 3x lipat untuk menculik istri CEO Glory Company," lanjut Karyn lagi.


”Kalian tau darimana kalau CEO Glory Company sudah memiliki seorang istri?” tanya Aera penasaran.


"Soalnya ada yang meretas grup chat perusahaan kakak, mereka bilang CEO tersebut lagi membeli cincin buat tunangannya. Jadi rencana malam ini, kami akan menculik istrinya itu, kalau tidak salah namanya Amirah,"


Aera yang mendengar penjelasan karyn, hanya bisa menahan tawa. Mereka seolah-olah. masih amatir untuk tugas seperti itu.


Aera menuju lift karyawan,lalu naik ke ruangan CEO paling atas. Ketika tiba di lantai paling atas, Aera segera pergi keruang CEO, terlihat Ray dan Gilbert baru keluar dari ruang rapat, Ray yang melihat istrinya datang tanpa disuruh, mempersilahkan masuk.


Lalu Aera menceritakan pertemuannya dengan Karyn tadi. lalu memberitahu tentang siapa dalang atas semua ini.


Terkejutlah Ray, ternyata yang melakukan semua ini adalah Stella, makin naiklah amarah Ray.


Aera yang melihat suaminya marah, tidak dapat berkata-kata lagi, akhirnya Aera pergi meninggalkan Ray. sebelum keluar ruangan, Ray langsung memeluk Aera dari belakang,


"maafkan, aku sayang, aku sudah tidak mencintai dia lagi, sudah cukup waktuku 2 tahun, aku sia-siakan hanya untuk melupakan wanita gila itu. Sekarang aku sudah punya berlian. aku sangat marah karena berlian yang kutemukan ingin dirusak dan dicuri. tidak akan kubiarkan 1 orang pun berani melukaimu." ucap Ray pada Aera karena Aera terlihat sangat kecewa atas respon Ray.


Aera tersenyum dengan jawaban suaminya itu." baiklah kak, Aera kembali kerja dulu ya. gak enak nanti dilihat kita sedang berpelukan. kan katanya profesional,” dengan segera Aera berbalik badan lalu mengecup bibir mesra suaminya.


Lalu Aera meninggalkan ruangan Ray dengan hati berbunga-bunga, karena Ray terlihat sangat mencintainya.


Selina yang melihat sahabatnya dari tadi seperti orang dimabuk cinta bertanya, "Ra, kamu tadi jalan kemana pas makan siang" tanya selina,.


”Tadi aku bertemu dengan kawan lama, sel"jawab Aera sambil tetap mengerjakan laporannya.


Selina yang melihat cincin di jari manis Aera, semakin penasaran siapa suami Aera, sampai bisa membelikan Aera cincin berlian termahal.



"Ra, kamu hutang penjelasan ya sama aku.”


"Iya, nanti Sabtu kamu datang aja, Sel kerumah. pasti kamu akan segera mengetahuinya. " ucap Aera lagi, sambil tetap fokus mengerjakan laporannya.


Setelah Aera selesai mengerjakan laporannya, waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, waktu bagi para pegawai yang telah lelah bekerja, menuntaskan waktu bekerja untuk segera pulang kerumah,


Dalam perjalanan pulang, Aera diculik oleh para agen rahasia suruhan dari Stella. Aera yang berpura-pura pingsan, mendengar semua obrolan mereka.


Ray yang baru keluar dari tempat parkir, ingin masuk ke dalam apartemen. Ray terkejut melihat istrinya diculik orang. dengan segera Ray memerintahkan pengawalnya untuk melacak keberadaan Aera. Ray takut terjadi apa-apa dengan istrinya.


Aera yang diculik terlihat tetap waspada, Aera mengikuti permainan mereka, biar mereka tau kalau istri Ray bukan orang biasa.


sesampainya di gedung tua. di sana.tangan dan kaki Aera. di ikat di sebuah kursi.


Happy reading ya all ❤️❤️😁 ❤️


semoga kalian suka ya,❤️❤️ ❤️


jangan lupa like.vote dan sarannya❤️


di tunggu ya.