
..
"Kotak kedua, seminggu setelahnya ...," arin menarik napas pelan sebelum melanjutkan, "isinya boneka barbie dipotong-potong dan berlumuran darah. Darahnya sangat banyak sampe buat aku mual-mual." Hari itu hari di mana kehamilan Arin diketahui. Dan sampai sekarang tidak ada yang tahu mual-mualnya Arin saat itu bukan karena kehamilannya melainkan karena kotak berisi boneka itu. "Habis itu aku nggak pernah mau buka lagi kalau ada kotak-kotak nggak jelas itu. Aku takut." Arin menguatkan pelukannya pada Kenzi.
Wajah Kenzi merah padam. Emosinya memuncak seketika. Gigimya bergemeletuk menahan amarah. "Bagaimana tanggapan Ryan tentang kotak itu?" Kenzi berusaha memelankan suaranya agar tidak terdengar membentak Arin. Sementara tangannya sudah mengepal kuat.
Arin menggeleng. "Kak Iyan nggak tahu. Nggak ada yang aku kasih tahu. Mama sama Papa nggak ada. Kak Iyan ngurus aku sendiri yang sejak hari itu aku jadi gampang sakit. Pekerjaannya sering terbengkalai gara-gara ngurus aku, belum lagi dia mengkhawatirkan kamu yang sama sekali nggak ada kabar, dia tiga kali kirim orang buat nyari kamu, tapi malah selalu hilang kontak dengan orang suruhannya itu. Aku nggak mau dia tambah khawatir dan makin kurang tidur gara-gara ada yang neror aku.”
Arin berusaha menjelaskan sejelas-jelasnya, berharap Kenzi mengerti dan tidak salah paham lagi.
“Aku cuma minta dia peluk. Pelukan dia nggak kayak kamu yang langsung buat aku tenang, tapi cukup untuk menghilangkan rasa tegang di perutku. Tapi sebulan terakhir intensitas terornya makin sering, nyaris setiap hari buat perut aku keram dan nggak bisa tidur. Akhirnya aku terpaksa minta Kak Iyan buat temani." Suara Arin memelan diakhir kalimatnya. Bisa ia rasakan tubuh Kenzi yang menengang.
Sudah. Yang Kenzi rasakan setelah pengakuan panjang Arin hanyalah penyesalan. Menyesal sudah meninggalkan Arin selama itu, menyesal sudah sudah berucap kasar dan menyakiti wanita itu.
Penjelasan singkat namun cukup panjang itu sudah mampu membuat Kenzi percaya. Dan ia sudah tidak lagi percaya dengan foto-foto yang seseorang kirimkan padanya. Bisa jadi foto itu hanya editan semata dan dikirimkan oleh orang yang sama yang meneror Arin yang juga berusaha menghancurkan rumah tangganya. Dalam hati Kenzi berjanji akan menemukan memberi pelajaran yang setimpal pada orang itu.
Kenzi membalas pelukan Arin dengan tak kalah kuat. ia mengecupi kepala istrinya dengan sayang. Setiap kecupan yang ia berikan selalu ada permohonan maaf yang terselip. Tak tahan lagi, setetes air keluar dari matanya. Dadanya sesak tak bisa membayangkan bagaimana tersiksanya Arin selama ini.
“Kotak terakhir ini kapan kamu dapat?” Kenzi melepaskan pelukan mereka. Ia ingin melihat wajah Arin, karena kalau tidak salah wajah istrinya itu sedang terluka.
“Semalam,” jawab Arin pelan. Saat itu juga ia baru ingat kalau masih ada satu kotak lagi yang belum ia buang. Arin berdiri lalu berjongkok berusaha menengok ke bawah tempat tidur. Kenzi mengikuti. “Aku lupa juga lupa buang ini kemarin.”
Kenzi menghela napas, lalu mengajak Arin kembali duduk di tepi ranjang. “Biarkan saja. Nanti aku yang buang.” Kenzi mengelus luka yang ada di pipi Arin. Masih memerah di sepangjang lukanya. “Ini kenapa?”
“Sakit ya? Maaf.”
Arin menahan tangan Kenzi yang hendak melepaskan pipinya, lalu menggeleng. “Ini hadiah tambahan yang laki-laki itu berikan semalam.”
Wajah Kenzi berubah kaku. Kerut amarah makin terlihat lagi di wajahnya.
Arin beralih menyentuh wajah Kenzi, berusaha mengurai lipatan-lipatan itu. ia memijat pelan alis Kenzi agar tidak kaku lagi. “Sudah ya, nggak usah marah lagi. Nanti kamu jadi makin keliatan tua.” Arin terkikik dengan ucapannya.
Sadar Kenzi tak memberi respon apa-apa, Arin melanjutkan, “Aku nggak mungkin bisa ngelawan, dia laki-laki, tenaganya pasti jauh lebih besar dari wanita hamil.”
***
***Hai semuanya, makasih banyak karena kalian yang udah like dan komen ceritaku.
Aku seneng banget dan bikin tambah semangat.
Tapi maaf ya, part ini update terakhir hari ini. Aku belum makan dari pagi hahaha selain itu juga mesti lanjut nulis cerita yang lain.
tapi janji besok up lagi yang beberapa part
makasih semuanya, love you 😙😙😙***