(Not) Beautiful Marriage

(Not) Beautiful Marriage
22



Waktu masih terus berjalan. Setiap


hari Arin semakin banyak makan. Dan yang pasti makan yang dingin-dingin dipagi


hari sekarang adalah hobinya dan itu terjadi setiap hari. Setiap kali Kenzi


menegurnya, Arin pasti akan marah-marah tidak jelas. Tapi lima menit setelahnya


ia akan berbicara manja pada Kenzi.


Jujur ada rasa senang terselip dihati


Kenzi tapi hal itu juga membuatnya merasa ada yang aneh pada Arin. Tapi


berusaha ia enyahkan hal-hal negatif yang ada dipikirannya.


Kenzi merapikan pekerjaannya. Siang


ini Mike mengajaknya untuk makan diluar. Kenzi menurut saja saat Mike


mengatakan akan makan di cafe yang cukup jauh dari kantor. Toh ia tak perlu


buang-buang bensin dan tenaga untuk menyetir.


Begitu sampai, Mike langsung memilih


duduk dimeja yang tak jauh dari meja kasir. Melihat gelagat Mike yang sesekali


melirik ke arah kasir, Kenzi langsung tahu alasan dibalik pemilihan cafe itu.


Bukan karena makanannya yang lezat melainkan karena sang kasir sudah menarik


perhatian Mike.


"Siapa namanya?" Tanya Kenzi


tepat saat pramusaji yang mengantarkan makanan mereka berbalik untuk pergi.


Mike mendongakkan kepalanya.


"Maksudnya?" Tanya tak mengerti, atau mungkin pura-pura tidak


mengerti.


Kenzi menelaàw makanannya, "Cewek


yang sedang kamu incar."


Mike seketika tersedak, ia minum


sambil sesekali terbatuk. "Karenina. Tapi kayaknya doi udah ada yang


punya." Katanya lesu.


Kenzi tertawa. "Katanya


playboy,"


Mike mendelik. "Biar kata gue


playboy, tapi gue punya prinsip ya untuk ngga jadi orang ketiga dalam hubungan


orang." Katanya dengan aksen kesal yang kentara.


Bosan hanya melihat tampang Mike yang


sudah secara terang-terangan menatap wanita bernama Karen, Kenzi mengedarkan


pandangannya kesembarang arah. Lalu matanya berhenti ketika menangkap dua sosok


yang begitu dikenalnya. Arin dan Ryan. Wajah keduanya tampak begitu berseri


membuat otak Kenzi berkerja cepat memikirkan sesuatu yang negatif. Dengan sisa


Kenzi lalu mengambil ponselnya dan


mencoba menghubungi Arin. Berbasa-basi menanyakan keberadaan wanita itu. Kenzi


ingin tahu apakah Arin jujur atau malah berbohong yang entah dengan alasan apa.


Kenzi bisa melihat keterkejutan


diwajah Arin saat deringan pertama, lalu deringan selanjutnya sudah operator


yang menjawab. Tak lama masuk pesan singkat dari Arin.


Msh kliah


Kenzi membaca pesan Arin. Ciri khas


Arin dalam menulis pesan atau chat adalah teksnya tidak pernah disingkat. Arin


hanya menyingkatnya jika ia dalam keadaan sibuk atau tidak bisa diganggu. Dan


jika tidak melihat Arin sekarang, sudah pasti ia akan percaya bahwa wanita itu


memang sedang kuliah. Tapi lihatlah sekarang, wanita muda itu sedang duduk


manis dan bercanda ria dengan adik iparnya.


Jujur, hati Kenzi mulai panas. Ingin


rasanya ia menghampiri mereka tapi melihat raut wajah Arin yang terlihat lebih


bahagia dari biasanya, membuat Kenzi tak kuasa melihat lebih lama. Akhirnya ia


hanya diam dan menundukkan kepala. Berusaha keras menahan emosinya agar tidak


meledak dan berakhir dengan menjadikan dirinya sebagai tontonan.


"Kita balik." Kata Kenzi


datar tanpa menanggapi Mike yang memasang tampang bingung.


Apa memang ini alasan dibalik perubahan


Arin? Sikap manis dan takut ditinggalkan hanyalah kedok untuk menutupi


kesalahannya. Rasanya Kenzi tidak ingin percaya, tapi apa yang dilihatnya


bukanlah mimpi.


Dalam perjalanan kembali ke kantor


Kenzi hanya diam begitu pun Mike yang sempat melihat adanya keberadaan Arin dan


Ryan di cafe tempat makan mereka tadi.


Pikiran Kenzi dipenuhi dengan apa yang


harus ia lakukan, dan bagaimana ia harus bersikap. Apakah ia harus meluapkan


emosinya langsung atau diam saja dan menunggu sampai mana kegilaan yang Arin


lakukan. Kenzi tertawa, salahkah jika menyebut tingkah Arin dengan kegilaan? Oh


bukan hanya Arin tapi juga dengan Ryan. Harusnya ia curiga sejak awal kalau


mereka mungkin memiliki rasa yang nyata.


***


makasih yang udah ngasih vote. terharu akutuh 😭😭


makasih yaa 😘😘