
Waktu terasa berjalan begitu cepat
bagi Arin. Pasalnya mulai hari ini ia akan kembali disibukkan dengan kuliahnya.
Mulai hari ini ia sudah tidak bisa lagi tiduran sepanjang hari di dalam kamar
tanpa dibebankan dengan tugas-tugas kampus.
Arin menghabiskan sarapannya dengan
cepat karena waktu sudah menunjukkan pukul 6.57 a.m. dan Kenzi sudah
menunggunya dari tadi. Dalam hati ia menggerutukan tentang jadwalnya yang ada
dihari senin, padahal semester lalu ia tidak memiliki jadwal dihari senin.
"Ah, tuh 'kan macet." Gerutu
Arin saat mobil mereka sudah tidak bergerak selama lima menit yang lalu.
"Maunya tadi naik motor saja."
"Dan kamu akan masuk kelas dalam
keadaan basah." Kata Kenzi sambil menunjuk kaca depan mobil yang mulai
dibahasi air hujan.
Arin menghela nafas. "Masalahnya
dosen yang mau masuk ini dosen killer, selalu on time pula. Bahkan lima
sampai lima belas menit sebelum masuk dia sudah ada didepan kelas." Arin
melihat jam diponselnya lalu berdecak, "lima belas menit lagi jam setengah
delapan, yakin deh dua-tiga menit lagi pasti teman kelasku kasih tahu kalau
sudah ada dos-"
Belum sempat Arin menyelesaikan
ucapannya, ponselnya berbunyi dan menampilkan chat grup kelasnya, salah
satu temannya memberitahu bahwa dosen mereka sudah datang. Sontak Arin
menggeram tertahan, sedang Kenzi hanya tertawa melihat kegusaran Arin.
Setelah hampir tiga puluh menit berada
dijalan, akhirnya mereka sampai juga didepan fakultas Arin. Tanpa mengucapkan
kata apapun Arin langsung melesat keluar dari mobil dan berlari menuju
kelasnya.
Kenzi memutar mobilnya begitu sosok
Arin menghilang dibalik tembok gedung. Belum jauh dari area kampus ketika
ponsel pintar Kenzi berbunyi. Satu notifikasi dari salah satu aplikasi chat yang
ia punya.
From Mrs.Kenzi:
Ngga boleh masuk ðŸ˜ðŸ˜
Hari pertama ini 😢
Kenzi hanya tertawa membaca chat dari
Arin tanpa berniat membalasnya. Baru saat ia akan kembali fokus pada jalanan
ketika ponselnya kembali berbunyi.
From Mrs.Kenzi:
Dasar orang tua, kepala botak, ubanan, hidung besar, pendek, gendut, perut
buncit arrrgh gue kesel 😣😣
Kenzi tertawa lagi membaca chat dari
Arin. Kenzi yakin sekarang Arin tengah menyesal karena memilih tidur lagi
sehabis subuh tadi. Dan mungkin juga tengah menggerutui dirinya karena tidak
Tiga puluh menit kemudian Kenzi sampai
dikantornya. Begitu masuk dalam ruangannya, disana sudah ada Mike yang duduk
dikursi kerjanya dengan kedua kaki saling bertumpuh dan tangan menyilang di
dada. Matanya menatap tajam ke arah Kenzi
Kenzi memutar bola matanya asal sambil
melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. "Ada apa?" Tanyanya
begitu ia duduk didepan Mike.
Mike menurunkan kedua kakinya lalu
mencondongkan badannya agar lebih dekat dengan Kenzi. "Ada apa?"
Ulangnya dengan mencibir. "Lo mau gue pecat, hah?"
"Ck, pecat saja." Katanya
santai sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi. "Dan setelah itu,
semoga kamu tidak menyesal karena telah kehilangan salah satu arsitek terbaik
di Indonesia."
Mike mendengus. "Sombong,"
celetuknya sambil membuang muka.
"Bukan sombong tapi hanya
mengingatkan. Iyakan?" Katanya dengan senyum menyungging dibibir.
Untuk kedua kalinya Mike mendengus.
"Mentang-mentang tidak akan gue pecat, lo jadi seenaknya." Ucapan
Mike membuat sebelah alis Kenzi naik. "Semenjak lo nikah, lo jarang masuk,
sering pulang cepat, dan bahkan sudah tiga kali lo ngga ikut rapat." Jelas
Mike menggebu.
Kenzi terkekeh pelan. "Yang
pentingkan pekerjaanku tidak ada yang terbengkalai, selalu selesai tepat waktu.
Dan kalau soal rapat, itu tanpa kesengajaan, Arin sakit hari itu."
"Lo tahu sebenarnya gue ngga
pernah ambil pusing soal itu. Tapi telinga gue lama-lama panas dengar protesan
mereka tentang lo yang jarang masuk."
"Yang cewek, kan?" Tebak
Kenzi. "Tidak usah cemburu, aku sudah punya Arin." Lanjutnya.
Mike mendengus, "Sudah berapa
kali gue ngomong sama lo kalo gue jijik denger lo ngomong pake aku-kamu?"
Kenzi tertawa pelan. Ia tahu ucapan
Mike sebagian besar bermaksud untuk mengalihkan pembicaraan. Dan Mike memang
sudah sering mengatakan jijik dengan gaya bahasa Kenzi yang menggunakan
aku-kamu sebagai kata ganti orang.
Pernah sekali Kenzi mencoba untuk
tidak menggunakan aku-kamu karena paksaan dari Mike tapi lama kelamaan Kenzi
merasa yang berbicara itu bukanlah dirinya melainkan orang lain. Dan sampai
sekarang Kenzi tidak mau lagi ber-lo-gue dalam berucap meski Mike kerap
menggerutu.