
"Jangan terlalu dekat dengannya!" Ucap pria itu tiba-tiba hingga membuat Luzi menghentikan langkahnya.
Tak mau berlama-lama ditempat itu, Luzi lantas pergi tanpa menghiraukan ucapan pria itu.
"Wanita itu yang semalam tidak memakai sepatu kan?" Ujar pria itu.
Ia memperhatikan rambut wanita itu yang sama persis seperti wanita tanpa alas kaki semalam.
"Mengapa dia disini? Apa dia mahasiswa baru?" Gumamnya.
"Dar!" Kejut seseorang hingga membuat pria itu terperanjat.
"Kau mengagetkanku Bima."
"Memang." Jawab pria bernama Bima itu spontan. "Kau sedang apa disini Gino?"
"Jalan-jalan." Jawab pria bernama Gino itu lalu berjalan meninggalkan Bima.
"Hei kau mau kemana? Harusnya kita ke aula karena acara seharusnya sudah dimulai." Teriak Bima namun tak mendapat jawaban dari pria bernama Gino itu.
Di aula kampus para calon mahasiswa telah berkumpul bersama kelompok mereka masing-masing. Begitupula dengan Luzi, ia bergabung bersama kelompoknya yang beranggota enam orang.
Permainan pun dimulai. Dua orang senior berdiri didepan para calon mahasiswa untuk memberikan sebuah quiz yang merupakan awal dari permainan.
"Selamat pagi semua calon mahasiswa universitas GAZ.." Sapa senior pria yang memiliki wajah cukup tampan untuk dikagumi kaum hawa itu lalu dijawab serentak oleh para calon mahasiswa.
"Permainan pertama kita kali ini adalah sebuah kuis. Kuis ini meliputi pengetahuan umum yang seharusnya Kalian dapat mudah menjawabnya." Jelas senior tampan itu.
"Kuis ini berisi sepuluh pertanyaan yang jika kelompok kalian berhasil menjawab dengan benar maka akan mendapat lima poin. Dan jika kalian menjawab salah, kalian tidak akan mendapat hukuman namun jika sudah tiga kali menjawab salah baru kalian beserta kelompok akan mendapat hukuman." Jelas senior wanita yang berdiri bersampingan dengan senior pria.
"Kalian diberi waktu lima belas detik untuk berdiskusi, hanya berdiskusi! bukan mencari jawaban di internet ataupun buku lalu setelah waktu habis kalian baru boleh menjawab pertanyaan dari kami. Jika kalian melanggar waktu yang ditentukan kalian akan diberi hukuman spesial." Jelas senior pria idaman kaum hawa itu.
"Are you ready? Oke,pertanyaan pertama akan saya bacakan," Ucap wanita itu lalu membuka sebuah buku yang dari tadi dipegangnya. "Golongan darah terbanyak di dunia adalah?"
Tik.. tok... Tik... tok. .....Tik ....tok..
Para kelompok mulai berdiskusi mencocokan jawaban mereka dengan anggotanya yang lain untuk menemukan jawaban yang benar. Begitupun dengan kelompok Luzi, mereka saling bertanya golongan darah masing-masing untuk mencari jawaban untuk pertanyaan itu.
"Golongan darahku A, kalau golongan darah kalian apa?" Tanya Bisma.
"Agnes A negative." Jawab wanita berambut blonde itu.
"Aku AB." Ucap Angga
"Aku A." Lily dan Dito serentak menjawab.
"Aku B positive."timbal Nita
"Baiklah, jawabannya pasti golongan A." Seru Bisma menyimpulkan semuanya.
"Salah. Yang benar O positif." Celetuk Luzi hingga membuat anggota kelompoknya melihat kearahnya. Namun mereka tak menggubris jawaban Luzi dan kembali pada jawaban mereka yaitu golongan darah A.
Pritttt...
Peluit pun berbunyi setelah waktu lima belas detik habis. " Sekarang perwakilan dari kelompok kalian boleh berdiri untuk memberikan jawaban. Tapi jangan mengatakan jawabnya sebelum kami menunjuk kalian." Ucap senior pria idaman kamu hawa itu.
"Siapa yang akan menjawab?" Tanya Agnes.
"Biar aku saja." Dito berdiri dengan percaya diri sambil memegang nomor lima belas ditangannya.
Seorang senior menunjuk setiap kelompok yang memberi jawaban berbeda-beda lalu menyuruh rekannya yang berdiri di samping kelompok itu untuk mencatat jawaban dari mereka dan memberi tanda benar atau salah.
"Nomor 15 apa jawaban kalian?"
"A positive." Jawab Dito dengan percaya diri.
"Bodoh!" Luzi berkata tanpa suara karena kesal dengan jawaban temannya sambil menatap kesembarang arah.
Tanpa Luzi sadari ada sepasang mata yang kini tengah memperhatikan dirinya yang tengah mengutuki Dito dan teman-temannya.
Senior itupun kembali melanjutkan tugasnya untuk menanyai jawaban dari setiap kelompok hingga selesai.
"Baik, apa semua kelompok sudah menjawab?" Tanya senior wanita pembaca kuis.
Senior yang bertugas menanyai jawaban setiap kelompok itu pun mengangguk.
"Jawaban yang benar adalah golongan darah..... O positive." Ucapnya wanita pembaca kuis.
Mungkin hanya kebetulan. Kata itulah yang ada di setiap benak anggota kelompok lima belas. mereka enggan mengakui bahwa Luzi lebih tahu hal itu daripada mereka.
Kuis pun terus berlanjut hingga kini tinggal menyisakan satu soal lagi dan kuis pun akan berakhir.
"Kalian sudah dua kali menjawab salah, dan ini adalah penentu kalian apakah lolos atau mendapat hukuman." Ucap senior wanita yang bertugas mencatat jumlah Jawaban kelompok Luzi.
Mendengar hal itu semua anggota kelompok Luzi terdiam dengan degup jantung yang semakin kencang dan tangan yang mulai gemetar karena takut semesta tak berpihak pada mereka.
"Karena ini adalah pertanyaan terakhir jadi kami akan menaikkan jumlah poinnya menjadi sepuluh." Ucap wanita pembaca kuis itu. " Dan inilah pertanyaannya, berapakah kotak bidak dalam sebuah papan catur?"
Semua calon mahasiswa terkejut mendengar pertanyaan terakhir yang dibacakan senior wanita pembaca kuis itu. Bagaimana tidak, meskipun mereka pernah bermain catur namun belum tentu juga mereka mengetahui berapa bidak kotak hitam putih pada permainan catur.
"Apa kalian tahu berapa jumlah kotak papan catur?" Tanya Angga dengan wajah cemas karena waktu terasa semakin cepat.
"Aku bahkan belum pernah memainkannya." Jawab Lily
"Apalagi aku, aku bahkan belum pernah menyentuh papan catur." Nita menjawab sambil malu-malu.
Prittt....
Waktu untuk berdiskusi telah habis dan kelompok Luzi belum mendapatkan jawaban sama sekali. Hal itu membuat mereka panik dan takut salah jika asal menebak.
"Siapa yang akan menjawab?" Tanya Nita
"Aku kan sudah sering. Jadi sekarang giliran kalian." Dito menyerahkan kebiasaannya yang dari tadi menjawab semua pertanyaan dengan benar. ya meskipun sebagian besar jawaban itu ia dengar dari Luzi yang terus berkata meski tak mereka ajak.
"Aku tidak mau." Angga menggeleng pelan, begitupun dengan Bisma.
"Aku juga."
Lily dan Nita malah mundur sebelum perang.
Merasa kesal karena tidak dihargai dan tidak dianggap sebagai anggota, Luzi pun mengambil papan nomor lalu berdiri untuk menjawab.
Semua anggota kelompoknya menatap Luzi yang tengah berdiri tanpa tahu apa jawaban yang akan diberikan oleh Luzi.
"Nomor 15 apa jawabanmu?" Tunjuk seorang senior.
Mata Luzi mengitari seluruh ruangan dan melihat semua mata kini tertuju padanya. Entah karena penampilannya yang berantakan atau karena baru kali ini dia berdiri sebagai perwakilan kelompoknya untuk menjawab.
"64." Jawab Luzi singkat lalu kembali duduk.
Sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan Luzi sedikit terkejut mendengar jawaban Luzi. Lalu beberapa saat kemudian menyunggingkan senyuman kecil.
.
.
.
.
.
.
Little explanation
Dilansir dari halodoc.com, data yang terdapat dalam American Red Cross menunjukkan bahwa golongan darah O+ adalah golongan darah paling umum di dunia dengan prosentase mencapai 38,67% populasi dunia. Orang dengan golongan darah ini bisa melakukan transfusi darah ke semua golongan darah dengan rhesus positif lainnya.
O positive: 35%
O negative: 13%
A positive: 30%
A negative: 8%
B positive: 8%
B negative: 2%
AB positive: 2%
AB negative: 1%