
Drtttt....
"Hallo..."
"Kau sudah berangkat? "
"Berangkat kemana?" Tanya seorang wanita yang masih setengah bangun dan bermalas-malasan itu.
"Berkuda! Jelas-jelas hari ini hari pertamamu Zero! "Ucap seseorang meledak-ledak dari balik telepon.
Zero langsung bangun dan melempar ponselnya ke sembarang arah. melihat jam dinding telah menunjukan pukul delapan. ia langsung mengambil ranselnya lalu memakai sepatu dan bergegas meninggalkan rumah.
Dengan sekuat tenaga ia berlari menuju tempat pemberhentian bus karena jaraknya cukup jauh dari rumah.
"Sial. Gara-gara semalam begadang aku jadi kesiangan." Ucap Zero sambil terus berlari.
Tiba di pemberhentian bus, Zero sedikit membungkuk dengan napas yang tersengal-sengal sambil melirik ke setiap arah mencari kendaraan yang dapat ia tumpangi.
"Akhirnya muncul juga." Ucapnya setelah melihat sebuah bus melaju ke arahnya.
Piuh ...
Zero menyandarkan badannya pada sandaran kursi untuk meredakan rasa lelah. ia membuka ranselnya mencari sesuatu yang biasa ia gunakan saat berada dalam bus
"Ah sial.sial. sial. "Zero terus mengutuki kecerobohannya pagi itu.
"Kenapa aku meninggalkan ponselku." Luzi memukul-mukul keningnya setelah bosan menggeledah tasnya.
"Jika kau ingin memecahkan kepalamu sebaiknya kau gunakan palu bukan tanganmu!" Ucap seorang pria yang berdiri di samping Zero.
mendengar ucapan pria itu lantas membuat Zero menghentikan pukulannya lalu melirik pria itu dan memberi senyuman yang dipaksakan.
"Sial." Ucapnya pelan sambil membuang muka.
Setibanya di kampus, Zero pergi ke toilet karena ia sudah kebelet sejak dalam Bus.
"Untung masih ada waktu 10 menit sebelum acara dimulai." Zero berkata sambil mencuci tangannya lalu membersihkan keringat yang masih bercucuran di wajahnya.
"Astaga, kau benar-benar ceroboh. Lihat penampilanmu saat ini." Zero mendekatkan wajahnya ke cermin untuk melihat seberapa buruk penampilannya itu.
Wajahnya memang tak buruk. Namun karena rambutnya berantakan karena tidak disisir dan pakaian yang aneh karena tadi ia asal mengambil di lemari membuat penampilan nya semakin buruk. Belum lagi ia lupa untuk memakai parfum supaya bisa menyembunyikan bau badannya karena tadi ia tak sempat untuk mandi. Hanya menyikat gigi dan cuci muka saja yang ia sempat lakukan.
Setelah puas dan merasa jijik dengan penampilannya sendiri Zero lantas pergi dari kamar mandi.
Byurrrr.....
Satu ember air bekas mengepel lantai membasahi kaki Zero hingga basah kuyup.
"Maafkan saya, saya kira tadi tidak ada orang karena semuanya sudah berkumpul di lapangan." Ucap lelaki yang baru saja menyiram kaki Zero
"Tidak apa, pak." Ucapnya tersenyum lalu meninggalkan pria itu setelah mendengar suara yang menyuruh agar semua calon mahasiswa berkumpul.
"Tidak apa apanya. Lihat celana dan sepatuku jadi basah kuyup begini. sudahlah aku kesiangan, ponselku tertinggal lalu sekarang aku mandi air kotor, ckk." Gerutu Luzi sambil melihat seberapa basah kakinya. Untungnya ia mengenakan sepatu dan celana berwarna hitam, jadi biarpun basah tidak terlalu terlihat.
para calon mahasiswa berlarian melewati dirinya yang berjalan santai. Tanpa berpikir lagi zero pun langsung ikut bergabung berlari bersama para calon mahasiswa menuju lapangan.
Seluruh calon mahasiswa pun telah berkumpul di lapangan. Satu persatu dari mereka mulai memperkenalkan diri dan para senior pun mulai membagi para mahasiswa menjadi beberapa kelompok.
"Hei kau yang pakai jaket!" Ucap seorang pria sambil menunjuk Zero.
Zero pun menoleh Sambil menunjuk dirinya sendiri, "Saya?"
"tentu saja. siapa lagi jika bukan dirimu. Kau satu kelompok bersama mereka." Ucap pria itu sambil menunjuk kearah kelompok yang beranggotakan 6 orang.
Zero pun berjalan menghampiri kelompok orang yang ditunjukan oleh seniornya itu lalu bergabung bersama mereka.
Satu persatu diantara mereka saling menyebutkan nama mereka masing-masing.
"Kenalin aku Dito." Ucap seorang pria memulai pembicaraan.
"Aku Lily."
"Aku Bisma."
"Angga."
"Nita."
"oke. sekarang kita sudah saling tahu nama masing-masing jadi.."
"belum satu orang lagi." potong Bisma sambil menatap Zero yang menyembunyikan wajahnya dibalik rambut hitamnya yang berantakan.
Mereka pun mengikuti Bisma melirik ke arah Zero yang mereka pikir tengah menyembunyikan wajahnya karena malu. padahal nyatanya wanita itu tengah menahan kantuk dan mencoba membuka matanya dan berusaha untuk mendengarkan apa yang mereka semua katakan.
Orang-orang itu mulai berbisik-bisik menggunjing penampilan Luzi yang sangat jelek dan buruk untuk seorang mahasiswa.
"lihat wanita itu. ini pertama kalinya aku melihat wanita berpenampilan sepertinya." ucap Angga pada Dito yang duduk disebelahnya.
"aku juga. bahkan dia kalah jauh dari anak-anak smp sekarang yang selalu berpenampilan modis." tambah Angga
°**sial mereka malah menggunjing penampilanku yang tidak sengaja ini°** batin Zero.
bukan hanya kaum lelaki yang menggunjing Zero saat ini, para wanita pun melakukan hal yang sama padanya terlebih lagi Agnes yang berbicara cukup keras saat menggunjingkan dirinya.
Zero semakin menundukkan kepalanya karena kesal dengan tingkah anggota kelompoknya itu dan ia hanya bisa mengutuki semua orang didalam hatinya.
"Hei siapa namamu?" Tanya Bisma sambil melirik kearah Zero
Zero mengangkat wajahnya melihat setiap orang tengah memperhatikannya.
"Lu-luzi." Jawabnya terbata setelah beberapa saat ia terdiam.
"Oh Luzi. Namamu bagus tapi penampilan mu..." Agnes melirik Luzi alias Zero dari atas sampai bawah. "Sangat buruk." Lanjutnya Sampai semua mata kini tertuju padanya. Mereka tak menyangka bahwa Agnes seberani itu untuk mengatakan apa yang sedari tadi mereka tahan.
Zero yang semula memandang wajah kelompoknya kini kembali menyembunyikan wajahnya. Bukan karena ia malu, justru ia mengumpat dalam hatinya mengutuki wanita yang bernama Agnes itu.
°**Sialan. Dia belum tau saja penampilan ku yang sebenarnya jika sedang dinas.° Batin Luzi dalam hati**.
Perhatikan para anggota kelompok itu kini beralih pada seorang senior yang sedang berbicara didepan.
Mereka semua mendengarkan apa yang senior itu tengah jelaskan mengenai permainan yang harus diikuti oleh setiap kelompok tanpa terkecuali.
Dan permainan itu akan dimulai hari ini dan berakhir pada hari Kamis.
.
.
.
.
.
.