
3 bulan yang lalu ….
Keesokan harinya Vanessa masih belum sadar, sementara itu Charlotte mengakui kesalahannya jika dia yang meletakan racun itu setelah semua ancaman dari Aisnley Tapi bukan hanya dia, dia juga menyeret nama Babel sampai membuat kaisar murka.
"Begini caramu mendidik putramu?" teriak kaisar pada Sera, saat semua bukti tertuju pada Babel dan Charlotte.
"Kau menyalahkan aku? ini salahmu karena kau tidak adil pada kedua putramu," balas Sera.
Plak!
"Kurung permaisyuri ke istana dingin, dia akan menghabiskan sisa hidupnya di sana sebagai pelayan. Gelarnya ku cabut, dan untuk Pangeran Babel kurung dia bersama Charlotte di penjara bawah tanah," titah kaisar.
Lalu setelah itu Carolina yang juga terkena racun yang sama dengan Vanessa akibat ulah Charlotte, tidak bisa bertahan hingga menghembuskan nafas terakhirnya seminggu setelah terkena racun itu. Sementara Vanessa berkat ramuan dari Luca ia berhasil melewati masa kritis. Sayangnya Luca tidak bisa memastikan kapan adik kesayangan Isabella itu akan sadarkan diri.
Kini kaisar sedang menyelidiki hilangnya Charlize serta larinya Albert dari aula leluhur bersama dengan kaburnya Samantha atas bantuan Babel, sebulan kemudian pasukan kesatria Arsena kembali bersama dengan Samantha sebagai tahanan.
Mereka juga mengatakan jika Charlize jatuh ke laut bersama dengan Albert, mereka sudah berusaha mencari. Namun sampai mereka tiba dari kekaisaran Diamond, mereka tidak menemukan kedua pria itu.
*****
"Aku ingin berhenti menjadi kesatria bayaran. Aku memutuskan untuk membubarkan Tim Achlys," ucap Isabella dihadapan semua rekannya.
"Apa kau yakin nak? mungkin di masa depan kita tidak bisa bertemu lagi," ucap Bara, ia menyayangkan hal ini.
"Itu keputusannya. Biarkan saja, selama ini dia sudah dapat terlalu banyak kesedihan. Dia kehilangan tunangannya, satu adiknya, Vanessa juga tidak tau bagaimana, dan rasa bersalahnya menjadi sangat besar. Mari lepaskan dia," tambah Aisnley.
"Aku akan bawa Luca tinggal bersamaku. Kau … kau … jaga dirimu yah." Fil memeluk Luca untuk menyembunyikan air matanya.
"Apa kalian sering melihat drama orang lain lalu menirunya? bodoh! aku ingin membubarkan tim. Tapi kalian akan tetap bersamaku, Aisnley adalah pelayanku, Fil akan menjadi asistenku, Luca akan menjadi ahli ramuan keluargaku, dan Bara akan menjadi kesatria pelindungku. Kita semua akan tetap bersama. Kita akan pergi ke Kota Batu hitam dan melepaskan nama kesatria bayaran dari kita. Mari kita mulai hidup baru bersama lagi, kalian mau kan?" tanya Isabella.
"Tentu saja," jawab mereka serempak.
"Baiklah. Kalau begitu mari kita lakukan misi terakhir," ajak Isabella.
"Apa itu?" tanya Bara.
"Melenyapkan hama," jawab Isabella.
Malam itu Isabella bersama timnya bertindak menerobos masuk ke penjara bawah tanah kaisar, misi terakhir mereka ada di tempat ini.
"Ckckck! kalian sedang makan malam? bersama? romantisnya," ucap Isabella membuat kedua tahanan yang di kurung bersama itu terkejut.
"Isabella!" Babel tersenyum melihat Isabella, "Kau jangan salah paham. Ayah memaksa kami untuk berada di sel yang sama, aku dan dia tidak melakukan apapun. Tidak perlu cemburu."
"Hais!" Isabella menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Aku tidak cemburu hanya saja aku sedikit kasihan padamu. Gara-gara kebodohan Charlotte kau juga ikut menderita, kau bahkan makan roti yang di buat dari gandum kasar bahkan pengemis saja makanannya tidak seperti ini."
"Kau benar. Wanita konyol ini adalah penyebab semua penderitaanku, aku benar-benar ingin menghabisinya. Ibunda bahkan tidak berguna sama sekali, tidak bisa membantuku," kesal Babel.
"Anda bilang anda mencintai saya, setelah meracuni Vanessa anda bilang kita akan langsung menikah. Tapi apa daya saya, pelayan wanita ini mengancam saya dengan racun," sela Charlotte menunjuk Isabella.
"Babel, lembutlah sedikit. Jika wajahnya rusak kelak tidak akan ada pria di dunia ini yang mau menikah dengannya, kasihan dia saat bebas nanti," ejek Isabella membuat Charlotte merasa sangat kesal.
"Aku akan membuat bertemu mu dengan Carolina segera, saat itu kau lihatlah bagaimana kau akan bertanggung jawab atas kematiannya," telepati dari Isabella pada Charlotte, seketika Charlotte langsung memalingkan wajahnya kearah lain.
"Biarkan saja dia. Dia tidak akan bebas dari penjara ini seumur hidupnya, dia harus membayar dengan mahal atas penderitaanku. Tapi Isabella kau tunggulah aku, aku tidak seperti Charlize yang tidak suka menepati janji. Kasihan dia mati ditengah lautan," ucap Babel. Isabella mengepalkan tangannya mendengar hal itu, ia tidak terima Charlize benar-benar tiada.
"Berani sekali pria itu. Dasar tidak tau malu, ku bunuh kau." Aisnley ingin keluar dari tempat persembunyian mereka. Namun Bara menahan agar tidak ke mana pun, mereka masih harus mengikuti rencana dari Isabella.
"Bukankah kau yang mengirim Samantha untuk menghabisi Charlize? jadi kau yang membuat tunanganku tidak bisa kembali kan?" tanya Isabella.
Babel berdecak kesal dan menjawab, "Tidak usah pedulikan dia lagi, Samantha hanya membual. Dia telah di penggal oleh ayah karena percobaan pembunuhan pada Pangeran Albert jadi dia tidak ke sana untuk Charlize melainkan kakakku, lupakan saja! setelah sekian lama kau mengabaikan aku, akhirnya kau sendiri datang padaku."
"Ya, aku pasti akan datang menemuimu. Aku sangat ingin menemuimu, ah! aku bawakan kau makanan yang layak." Isabella memberikan kotak makanan yang berisi makanan mewah dari rumah makan terbaik di ibukota.
"Ini juga untukmu Charlotte. Makanlah pelan-pelan sampai habis." Isabella memberikan juga untuk Charlotte, Babel mengambil kotak itu dari sela-sela jeruji besi. Lalu ia memberikan bagian Charlotte juga.
Setelah itu mereka berdua makan dengan lahap, Isabella tersenyum mereka melihat betapa lahapnya mereka makan apa yang ia bawa.
"Apa itu? makanan? yang benar saja," ucap Aisnley geram.
"Dia benar. Apa itu? kita di sini untuk melenyapkan mereka, bukan memberikan mereka sumbangan. Dasar Isabella," tambah Luca.
"Mereka tidak pantas untuk kebaikan Isabella," ucap Fil.
"Uhuk uhuk huekkk."
Tiba-tiba saja mereka mengeluarkan banyak darah dari mulut mereka setelah semua makanan itu mereka habiskan, mendengar itu orang yang sedang bersembunyi langsung berlari mendekati Isabella.
"Ka-kau …." Babel menatap Isabella dengan mata sayu.
"Bagaimana rasanya bayangan cinta yang kalian berikan pada Carolina dan Vanessa? enak bukan? pasti enak." Isabella menyeringai menyaksikan mereka langsung tiada di tempat.
"Isabella, kau menyerang mereka dengan racun? lalu bagaimana dengan kami?" tanya Aisnley.
"Ini masalahku, dan balas dendamku. Jika aku meminjam tangan kalian untuk membunuh mereka berdua maka apa bedanya aku dengan mereka? jadi aku bereskan mereka sendiri dengan caraku. Aku mencampurkan banyak racun yang akan membuat mereka pergi ke dunia lain dalam waktu satu menit, aku tidak ingin mengotori tangan kalian," jawab Isabella, ia mengubah rencananya sendiri di saat-saat terakhir.
"Kau sudah bekerja keras." Mereka semua memeluk Isabella lalu bergegas meninggalkan penjara bawah tanah, kini Isabella sudah menghilangkan penghalang terbesarnya. Ia telah membalaskan perbuatan mereka untuk Vanessa dan Charlize serta Albert.
"Jangan salahkan aku," batin Isabella, itu kata yang selalu ia gunakan saat melakukan kejahatan.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘