The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 39 Pamela



"Kau … ikutlah kakak pulang, jangan membuat kakak menggunakan kekerasan padamu," perintah Zelene.


"Tidak bisa. Dia telah menanda tangani surat perjanjian untuk menjadi ahli ramuan ditim kami selama 10 tahun, jika dia ingin keluar dari tim ini atau kau ingin membawanya pulang maka kau harus membayar dendanya," balas Bara. Ia harus melindungi anggota timnya.


"Kalau begitu tolong bawa aku menemui Allred, dia dan aku sangat dekat jadi aku akan membicarakan tentang hal ini padanya." Zelene menggunakan kesempatan dalam kesempitan lagi.


"Allred, Allred, dan Allred lagi. Kenapa kau suka sekali menyebut nama suami orang sesuka hati? jangan pernah sebut nama kakak iparku lagi. Jika kau ingin membicarakan tentang perjanjian itu, maka bicarakan saja dengan ketua tim kami yang tinggi besar ini," sela Ainsley.


Zelene berusaha tetap terlihat tenang walau pun ia serasa ingin menelan semua orang di depannya hidup-hidup, terutama Ainsley.


"Kita harus pergi. Kau juga tidak akan bisa membayar dendanya, karena Luca mengatakan jika dia melanggar perjanjian dengan ketua maka ia membayar dendan sebanyak kekayaan yang di miliki keluarga Alfie," ucap Fil.


"Cih! meladenimu hanya buang-buang waktu saja." Ainsley melangkah pergi lebih dulu diikuti oleh yang lainnya.


"Aku tidak akan melepaskan kalian begitu saja, terutama kau Luca," batin Zelene. Ia langsung memutuskan untuk meninggalkan perbatasan, karena alasannya untuk datang ke sini tidak ada. Ia harus kembali dan menyusun rencana untuk merebut kembali Luca dan bertemu lagi dengan Allred.


*****


Seminggu kemudian.


"Aku akan mati," keluh Isabella yang terkulai lemas di atas padang rumput.


Isabella tidak akan menduga jika perjalanan menuju pulau terlarang sangat sulit, ia harus mendaki banyak gunung bahkan ia harus naik perahu menyebrangi laut saat dirinya sendiri mabuk laut.


"Waktuku tidak banyak," gumam Isabella. Ia berusaha untuk tetap bangun dan melanjutkan perjalanannya, walau pun perutnya terasa melilit di ikuti rasa mual yang akan membuatnya muntah kapan saja.


Setelah berjalan cukup lama akhirnya Isabella menemukan tempat tinggal suni naga legendaris tersebut, tempat itu adalah gua yang letaknya di tengah-tengah pulau.


Tidak jauh dari tempat Isabella berdiri, terlihat ada seorang wanita dewasa sedang menjemur pakaian. Melihat Isabella, wanita itu mendekatinya dan bertanya, "Siapa kau? kenapa kau ada di sini?" 


"Aku adalah …."


"Tidak usah jawab." Wanita menutup mulut Isabella dengan tangannya, "Aku sudah lama tidak kedatangan tamu terutama yang satu ras denganku, para suni di pulau ini terlalu takut mendekati tempat tinggalku. Katakan saja padaku, apa tujuan kedatanganmu ke sini jaguar kecil?"


"Ja-jaguar kecil? jaguar kecil apanya? kau menghinaku?"


"Hah? kau ini bicara apa? tidak perlu menyembunyikan identitasmu lagi, aku tau kau itu adalah satu-satunya suni jaguar yang tersisa dari ras mu. Sudah biasa bagi ku kedatangan suni asing yang meminta perlindungan, kau ingin tempat tinggal yang seperti apa? katakan saja, jangan malu-malu."


"Aku bukan suni jaguar, apa wajahku terlihat seperti suni?"


"Kau ini … sudah ku katakan jangan menyembunyikan identitasmu lagi. Manusia tidak bisa pergi ke mari dan jelas-jelas tercium bau suni jaguar darimu, jadi jangan menutupi identitasmu lagi. Terakhir kali manusia datang kemari itu 100 tahun yang lalu, itu pun dia bisa datang karena dia seorang pelintas. Jadi jangan khawatri, oke?"


Isabella mengeluarkan permata suni dari dalam tasnya seraya berkata, "Bau yang kau cium itu berasal dari …."


"Sssttt." Wanita itu lagi-lagi menutup mulut Isabella, "Aku tau, kau adalah suni yang telah dewasa. Lalu kenapa walau pun kau sudah dewasa? suni dewasa pun masih bisa meminta perlindungan dariku."


Isabella menepis tangan wanita itu dari mulutnya, "Dengarkan aku dulu. Aku adalah manusia dan permata ini memang milik suni jaguar, suni jaguar itu adalah saudaraku. Dia memberikan permata ini padaku sebagai hadiah, jadi aku katakan sekali lagi padamu jika aku bukan suni."


"Ya. Aku adalah seorang pelintas," jawab Isabella.


Wanita itu menatap wajah Isabella dengan seksama lalu ia tertawa terbahak-bahak, "Mana mungkin. Kau pikir aku bisa di bohongi? coba katakan padaku, apa nama alat transportasi di dunia mondern? apa? apa? huh?"


"Ck! tentu saja mobil, motor, pesawat, kereta api, dan masih banyak lagi," jawab Isabella.


Kali ini wanita itu menelan air liurnya lalu ia langsung terduduk di atas batu besar dengan wajah pucat pasi, "Tidak mungkin. Sudah 100 tahun lamanya, kenapa sekarang muncul lagi?"


"Apa sebelumnya pernah ada pelintas juga?"


"Ya. Ia adalah orang yang menemukanku, dan memberikanku sebuah nama. Dia berkata jika dirinya mengalami kecelakaan lalu saat ia sadar dirinya telah berada di dunia ini dan pada tubuh orang lain, dia menceritakan banyak hal padaku tentang dunia modern. Dia pemilik kekuatan suci yakni manipulasi waktu, sayangnya dia telah meninggal 100 tahun lalu. Namanya Pamela Quinza."


Deg!


Isabella terkejut mendengar nama itu, pasalnya nama itu adalah nama dari penulis novel ini. Pamela adalah seorang penulis terkenal, sebelum menjadi seorang penulis ia pernah mengalami kecelekaan kereta api. Ia adalah salah satu korban yang selamat, namun ia mengalamai koma selama 10 tahun dan setelah ia sembuh hanya dalam waktu 6 bulan Pamela langsung menjadi penulis novel. 'She's not Cinderella' ini adalah karya pertamanya terjual laris di pasaran.


"Apa selama koma 10 tahun itu ia berada di sini? jadi ia membuat novel itu berdasarkan jalan hidupnya saat berada di sini, lalu ia mengarangnya sedikit dan terbentuklah novel itu. Apa aku juga bisa pulang ke dunia asalku? apa tubuhku di sana sedang koma juga?" batin Isabella memikirkan semua kemungkinan yang ada.


"Hei! apa kau baik-baik saja?" tanya wanita itu membuyarkan pikiran Isabella.


"Aku baik-baik saja, jadi kau adalah suni naga legendaris itu?" tanya Isabella mengalihkan topik. Ia akan memikirkan tentang hal lain itu nanti.


"Ya. Namaku Selina, suni naga legendaris yang mendiami tempat ini selama 100 tahun."


"Senang bertemu dengamu namaku Isabella." Isabella melepaskan cincin penyamarannya membuat Selina sangat terkejut.


Ia terpesona dengan kecantikan Isabella, kecantikan yang tidak pernah ia lihat bahkan lebih cantik dari wanita ras elf. Awalnya Ia tidak menyukai kedatangan Isabella karena tadi Isabella adalah pria, namun sekarang ia sangat senang karena ternyata Isabella adalah perempuan.


Selina meminta Isabella untuk masuk ke dalam gua miliknya, di dalam ia menjamu Isabella dengan sangat ramah. Bahkan mereka saling bertukar cerita seolah keduanya adalah teman dekat. Mereka bercerita sampai lupa waktu, dan saat mereka keluar dari gua ternyata hari sudah petang. Sayang sekali karena Isabella harus pulang secepatnya. Hari terus berlalu dan hari penjemputan itu tinggal 2 minggu dari sekarang.


"Aku datang ke mari untuk membawamu bersamaku. Tapi sepertinya tidak bisa lagi, aku berharap kau mau jadi temanku dan ikut bersamaku. Maafkan aku karena telah berpikir egois, aku harus pergi karena waktu yang ku punya tidak banyak lagi. Aku akan datang mengunjungimu jika aku punya waktu luang," ucap Isabella.


"Sampai jumpa lagi, Selina." Isabella tersenyum kecil lalu berjalan semakin jauh dari Gua.


Selina berlari mendekati Isabella lalu ia berubah ke bentuk aslinya, menjadi naga biru yang sangat besar. Ia terbang mendekati Isabella lalu menangkap tubuh Isabella dengan mulutnya, kemudian terbang menyebrangi lautan yang sangat luas.


Selina tidak percaya dengan manusia dan Pamela adalah manusia pertama yang membuatnya percaya. Namun karena manusia tidak berumur panjang seperti ras lain, Pamela meninggal di usia 90 tahun dan meninggalkan Selina sendirian. Itulah sebab Selina membuat pulau terlarang menjadi tempat yang tidak bisa di kunjungi manusia lagi kecuali seorang pelintas seperti Pamela, dan saat Isabella muncul didepannya ia sangat senang terutama setelah ia tau Isabella adalah perempuan cantik yang menyamar.


Menghabiskan banyak waktu dan bercerita bersamanya membuat Selina merasa nyaman, ia tau Isabella memiliki hati yang baik seperti Pamela karena ia tidak memaksa pergi bersamannya. Oleh karena itu, Selina berinisiatif ikut dengan Isabella dan meninggalkan pulau terlarang. Ia tidak mau kehilangan seseorang sebaik Pamela lagi.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘