The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 84 Menanggung kesalahannya.



Kesha baru ingat jika Fil tadi mengatakan keluarga Abraham, jadi Kesha pergi ke kediaman Abraham. Ia tidak pergi sampai ke kediaman Abraham karena ada kesatria yang berjaga didepan gerbang, bahkan Kesha yang hebat dalam hal menerobos masuk tidak berani masuk setelah melihat di bagian dalam juga ada kestaria yang sedang berpatroli.


Tidak lama ada kereta kuda dengan lambang keluarga Abraham berhenti di depan kediaman itu, Kesha memanfaatkan hal itu dengan menyelinap di bawa kereta kuda. Setelah pemeriksaan selesai kereta kuda yang di tumpangi Isabella itu memasuki kediaman Abraham.


Kepulangan Isabella di sambut bahagia oleh Cedric, Vanessa, berserta semua pelayan kediaman. Kesha menatap sekelilingnya barulah dia keluar dari bagian bawah kereta.


"Pencuri!" teriak seorang pelayan menunjuk Kesha, semua perhatian langsung tertuju pada anak tersebut.


"Tangkap dia!" perintah Jeremy kepada para kesatria. Baru saja mereka hendak berlari menangkap Kesha, Isabella mencegahnya.


"Kenapa nona? anak itu pencuri," tanya Jeremy.


"Jangan sentuh anak itu, dia beracun. Racunnya akan keluar jika anak itu merasa terancam, kalian tidak akan bisa selamat jika terkena racun itu," jawab Isabella menatap tajam Kesha.


"Kakak itu kan …." Kesha mengenali wajah Isabella karena dia pernah menabrak Isabella.


"Kakak!" Kesha berlari mendekati Isabella. Namun Aisnley menangkapnya, "Lepaskan aku! kau tidak dengar jika tubuhku beracun, aku akan membuat kau terkena racun itu."


"Coba saja kalau boleh, dia adalah master ahli racun. Racun kecil seperti yang ada di tubuhmu tidak akan berpengaruh padanya," ucap Isabella membuat Kesha malu karena telah memgancam orang yang salah.


"Kakak pernah terkena racunku, kulitmu memghitam. Saat itu aku ingin menemuimu hanya saja tidak bisa karena toko kue yang kau masuki sudah tutup, tolong dengarkan aku kak. Aku punya penawar racun itu," balas Kesha mengingatkan Isabella kejadian di mana kulitnya menghitam.


"Ah racun itu. Aku sekarang tidak apa-apa, racun itu tidak bekerja padaku karena aku kebal akan racun. Aku tidak perlu penawarmu karena penawar yang lebih bagus telah beredar. Katakan saja apa maumu datang ke mari."


"Kakakku ditangkap oleh seorang pria berwajah tampan dan seorang pria berbadan tinggi besar, dia bilang keluarga Abraham tidak akan mengampuni kakakku. Kakakku tidak bersalah dia hanya di manfaatkan saja, adikku tidak bisa berhenti menangis dan terus menanyakan kakak kami. Ku mohon ampuni kakak ku."


"Jadi kau adik dari wanita bodoh bernama Taylor itu yah. Tapi dia telah melakukan kesalahan dan orang bersalah harus di hukum, kemarin dia telah menyerang seseorang jika aku lepaskan dia begitu saja di kemudian hari akan ada orang lain yang menjadi korban. Jika saja aku tidak datang tepat waktu maka yang akan jatuh dari ketinggian karena ulah kakakmu adalah adikku, jadi aku tidak mengampuni kakakmu."


"Tolong gantikan saja aku dengan kakak, biarkan aku yang menanggung semua hukuman kakakku. Adik kami masih membutuhkan kakakku," pinta Kesha.


"Ainsley tolong bawa anak itu ke penjara kediaman ini. Aku akan melenyapkan kakaknya dari penjara, jadi sampai saat itu tiba dia harus tetap di penjara agar tidak mengganggu," perintah Isabella.


Aisnley langsung bergerak ke penjara bawah tanah diantar oleh Jeremy, suara Kesha yang memberontak masih terdengar jelas selama beberapa saat.


Setelah itu semua pelayan langsung bergegas melanjutkan pekerjaan mereka, Cedric mengecup kening Isabella sebelum ia pergi ke istana untuk menghadiri rapat.


"Lihatlah kau kakak, apa kau kena karma? kasihan sekali," ejek Charlotte melihat keadaan Isabella, ia tidak peduli walau pun Vanessa masih ada di sana.


"Ini bukan karma, aku mendapatkan ini karena melakukan kebaikan. Lagi pula seminggu lagi aku akan sembuh, jangan terlalu khawatir," balas Isabella.


"Cih! sudah sekarat saja masih sombong, ternyata benar kata ibu urat malu mu sudah putus. Ada baiknya kau jadilah orang cacat selamanya, tetap diam di ranjangmu seumur hidup. Aku tidak akan membalas perbuatanmu pada ku mengingat kondisimu saat ini."


"Jangan terlalu sayang padaku karena kondisiku ini. Aku akan menunjukan pada kalian apa yang bisa orang cacat ini lakukan."


"Kami sangat menantikannya, hahahah." Charlotte menarik Carolina masuk ke dalam kediaman, mereka telah membuat kesalahan dengan memprovokasi Isabella.


"Pelan-pel … akh! sakit. Itu sangat menyakitkan," teriak Isabella saat Luca nemijat kakinya.


"Ini adalah perawatan agar kakimu cepat sembuh, kau ingin cepat terbang dengan kakimu kan?" tanya Luca.


"Mana ada manusia terbang dengan kaki. Luca bodoh! tunggu saja setelah aku sembuh aku akan mem … akh! sakit!"


"Pasien itu harus patuh. Tidak ada pasien yang mengancam perawatnya, tutuplah mulutmu atau rasa sakitnya akan bertambah."


"Berani kau … akh! kakiku." Rasa sakitnya membuat Isabella merasa jiwanya telah terlepas dari raganya.


"Selina apa kau sudah melakukan tugasmu?" tanya Isabella. Ia memberikan Selina misi rahasia.


"Ya, tinggal menunggu waktu sih kembar berteriak," jawab Selina menantikan momen sih kembar kotak hadiahnya.


*****


Seminggu kemudian.


Isabella akhirnya pulih total, ia bisa menggunakan kakinya kembali. Orang lain butuh waktu berbulan-bulan untuk sembuh, namun Isabella tidak karena dia punya tukang pijat yang handal. 


Selama seminggu juga Isabella mengerjai sih Charlotte mati-matian, mulai dari kotak hadiah berisi boneka hantu, meletakan kecoa dalam sup, dan membuat lemari mereka penuh dengan tikus, sampai kertas peledak yang membuat rambut mereka rusak. Tapi tidak dengan Carolina, beberapa hari ini ia terlihat tidak lagi mengikuti Charlotte bahkan ia sama sekali tidak pernah berulah sampai pindah kamar.


"Apa kau yakin ada parasit di tubuh anak itu?" tanya Isabella lagi, ia tidak menyangka jika Kesha adalah salah satu bawahan wanita misterius itu.


"Ya. Kemarin saat aku melihat melepaskan bajunya, ada bagian yang membengkak di lehernya.  Aku sangat yakin itu parasit," jawab Aisnley.


"Parasit itu apa Isabella? kenapa kalian sangat khawatir?" tanya Selina, ia juga ikut ke ruang bawah tanah.


"Entahlah! itu seperti tamu yang tidak di undang," jawab Isabella. Ia malas menjelaskan apapun pada Selina.


Sesampainya Isabella di depan penjara Kesha, Kesha terkejut karena melihat sekarang Isabella sudah bisa berdiri lagi.


"Anda sudah sembuh, saya turut bahagia untuk itu. Apa kakak saya akan segera di hukum? tolong katakan padanya, kelak jika ada kehidupan selanjutnya tetaplah terlahir sebagai kakak kami. Kami sayang padanya," ucap Kesha dengan wajah tertunduk menahan airmata.


"Akan aku katakan. Tapi aku kemari bukan untuk membahas kakakmu, melainkan parasit di lehermu itu. Apa kau tau apa hukuman dari bawahan wanita itu? biar aku katakan, hukumannya adalah kau akan di penggal bersama dengan anggota keluarga atas tuduhan pengkhianatan terhadap kaisar. Jika aku katakan hal itu pada kaisar yang akan tiada hari ini bukan hanya kakakmu, kau dan juga adikmu itu akan tiada bersamanya," jelas Isabella. Kesha tau pekerjaan ini akan membuatnya dalam masalah besar, namun ia tidak ingin Cony juga ikut menanggung kesalahannya juga.


******


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘