
Isabella sangat terkejut setelah ia tau ternyata pengemis itu adalah Luca Alfie. Apa yang terjadi padanya? bagaimana bisa dia berakhir seperti ini? dan bagaimana ia bisa sampai ke tempat sejauh ini? begitu banyak pertanyaan yang ingin Isabella tanyakan. Namun ia harus menyelamatkan Luca terlebih dahulu, rasanya sulit untuk dipercaya jika saat ini Luca ada bersamanya.
"Anda mengatakan hal seperti itu karena ini bukan bisnis anda. Jangan merasa hebat hanya karena anda adalah kakak dari …."
"Tutup mulutmu dan berhenti mengoceh. Ambillah ini!" Isabella melempar kantong kecil berisi kepingin uang kepada pria itu, "Harga roti ini 2 keping emas 'kan? di kantong itu ada 10 keping kau ambil saja sebagai uang amal dariku."
Setelah mengatakan itu Isabella membuang roti di tangan Luca tepat di hadapan pemiliknya, "Roti itu bahkan tidak layak untuk kau pegang. Ayo!"
Isabella menarik Luca dengan lembut menuju kediamannya, setiba di dalam ia memberikan kue serta teh yang Callix bawakan tadi pada Luca. Luca memakan semua kuenya dengan lahap bahkan ia sampai beberapa kali tersendak karena terlalu lahap, ia terlihat sangat lucu saat ini.
"Apa masih ada?" tanya Luca. Perutnya masih keroncongan.
"Tunggu sebentar!" Isabella pergi ke dapur untuk waktu yang lama, kemudian ia kembali membawa nampan berisi nasi dan lauk.
Luca pun menyantap semua hidangan tersebut dengan lahap. Setelah makan beberapa porsi akhirnya ia benar-benar kenyang, tidak lupa Isabella memintanya mandi lalu memberikan pakaian pria miliknya untuk Luca.
Setelah semuanya selesai kini tibalah saatnya untuk menanyakan semua pertanyaan yang muncul di benak Isabella, ia takut membuat Luca tidak nyaman. Namun Isabella tidak bisa menerima Luca di kediaman ini, jika ia tidak punya penjelasan yang cukup untuk membuatnya tetap tinggal.
Luca pun menceritakan semua kejadian buruk yang menimpa dirinya setelah ia tahu semua kebusukan Zelene. Zelene membunuh Sean dan membuat pembunuhan itu terlihat seperti kecelakaan, ia bersandiwara menjadi orang paling sedih atas kematian Sean dan membuat Luca menjadi orang paling jahat karena tidak datang pada pemakaman Sean.
Sebenarnya Zelene mengurung Luca setelah ia tau Luca diam-diam pergi menemui Sean, bahkan setelah mewarisi semua kekayaan dan gelar bangsawan Sean, Zelene tetap menyakiti Luca secara fisik maupun mental. Sehingga Luca memutuskan untuk melarikan diri dari kediamannya, ia menyesal telah memberikan gelar dan kekayaan milik ayahnya kepada wanita sekejam Zelene.
Karena kebodohannya di masa lalu kini ia menjadi pengemis. Tapi ia melarikan diri bukan tanpa tujuan, Sean yang meminta Luca untuk mencari Isabella ke guild kelinci sekaligus meminta perlindungan dari Isabella. Ia akan aman dari Zelene jika berhasil menemukan Isabella kata Sean.
Sayangnya saat ia pergi ke guild kelinci, para penjaga tidak mengizinkan ia masuk karena ia adalah pengemis. Hingga akhirnya Luca terpaksa harus mengelilingi desa selama beberapa jam dan mencuri roti karena terlalu lapar, ia tidak tau harus bersyukur atau tidak karena keputusannya untuk mencuri telah membawanya pada Isabella.
"Tolong terima aku jadi apa saja, jadi budak juga bisa. Aku tidak punya tempat untuk pulang lagi, jika kau tidak menerimaku atau aku tidak menemukanmu. Aku sudah memutuskan untuk bunuh diri, tidak ada lagi yang tersisa bagiku di dunia ini. Kau mungkin tidak akan menerimaku karena aku telah bersikap kasar padamu sebelumnya," ucap Luca. Ia menggenggam erat pakaiannya.
"Kalau begitu kenapa tidak membentuk tim saja? kalian bisa bersama karena kalian adalah tim. Dengan begitu kalian bisa berada di dekat Allred, dan Allred tidak perlu menyakiti hati kalian atau pun dirinya."
Ucapan Yuna kemarin kembali muncul dipikiran Isabella. Apa ia harus membentuk tim? melihat kondisi Luca sekarang, Isabella merasa mungkin saja Luca akan melakukan hal yang buruk jika tidak diawasi atau Luca bisa saja langsung bunur diri jika Isabella menolak dirinya. Kenapa harus aku yang ada di posisi sesulit ini? pikirnya.
"Aku tidak bisa menerimamu sebagai budak. Bagaimana jika kau jadi temanku dan bergabunglah dengan timku? aku ada rencana untuk membentuk tim, ada 3 orang lagi anggota tim selain aku. Apa kau mau?" tanya Isabella.
Mata Luca berkaca-kaca lalu suara tangisnya pecah, Isabella tidak tau apa penyebabnya. Namun Isabella tidak bisa mengabaikan Luca, demi menghibur Luca ia memeluk pria berusia 15 tahun tersebut sampai ia bisa sedikit tenang.
*****
Isabella akhirnya meninggalkan kediamannya sendiri, dan pergi ke guild kelinci untuk mengonfirmasi pembentukan tim baru. Tentu saja Isabella telah mengatakan hal itu kepada Aisnley, Bara, dan Fil. Mereka senang karena pada akhirnya mereka bisa tetap berada di samping Isabella, dan semua itu berkat kedatangan Luca.
"Pembentukan tim? kalau begitu kalian harus membuat kartu identitas baru," ucap Isela. Ia adalah pekerja yang bertugas di meja pendaftaran.
"Tidak masalah. Kebetulan kami bukan anggota tetap di guild manapun," jawab Bara mewakali timnya.
"Baiklah, siapa nama ketua timnya?"
"Bara Jourell, dia adalah kesatria bayaran tingkat berlian sebagai ahli senjata berusia 35 tahun," jawab Isabella.
"Eh! kenapa malah dia yang jadi ketuanya?" tanya Aisnley dan Fil serempak.
"Baiklah. Karena itu keinginanmu," jawab keduanya.
"Lalu siapa wakilnya?" tanya Isela lagi.
"Aku wakilnya. Namaku Allred kesatria bayaran tingkat emas sebagai ahli senjata. Usia 20 tahun."
"Anggota pertama, namaku Fil Harith. Belum punya tingkatan sebagai master ahli elemental berusia 18 tahun."
"Anggota kedua, namaku Aisnley Blossom. Belum punya tingkatan sebagai master ahli racun berusia 18 tahun."
"Anggota terakhir, namaku Luca Alfie. Belum punya tingkatan sebagai master ahli ramuan berusia 15 tahun."
Semuanya telah mengatakan identitas yang diperlukan untuk menjadi anggota tim, mereka tinggal menunggu kartu identitasnya selesai.
"Baiklah, apa nama tim kalian?" tanya Isela. Inilah adalah pertanyaan terakhir dan yang terpenting.
Isabella terdiam karena ia tidak memikirkan nama tim ini kemarin, bahkan ia membentuk tim ini secara terburu-buru itu pun karena Luca.
"Allred, apa kau punya nama?" tanya Bara. Ia menyadari kecemasan di wajah Isabella.
"Namanya Achlys artinya kegelapan. Itu nama yang cukup bagus kan?" tanya Isabella dan disetujui oleh mereka yang lain. Sebenarnya nama tim adalah nama timnya sendiri di kehidupan sebelumnya.
Mulai dari saat itulah tim Achlys menjadi sangat terkenal, banyak tim kesatria bayaran yang lainnya segan kepada mereka semua.
Tim Isabella banyak menjalankan misi pada malam hari, karena itulah nama Achlys sangat cocok dengan mereka. Tidak ada yang berani menentang tim Isabella setelah banyak tim yang mati ditangan tim Isabella, siapa saja yang berani menentang timnya akan memiliki akhir yang mengerikan.
"Apa kita masih ada permintaan misi lain?" tanya Isabella pada Fil. ia bertugas mencatat semua permintaan yang datang pada mereka.
"Ada satu permintaan dari ketua guild kita, March. Membantu dalam perang perbatasan, guild kelinci kekurangan orang dan ia merasa jika kita cukup untuk menutupi kekuarangan itu," jawab Fil.
"Setidaknya kita harus liburan dulu, sudah 7 bulan lamanya kita bekerja tanpa henti. Bagaimana jika kita pulang kampung dulu?" usul Aisnley.
"Pulanglah kau sendiri jika kau mau, sekalian keluar saja dari tim. Percuma jika ada orang lemah diantara kita," ejek Fil.
"Fil benar. Lagi pula jika pulang aku juga tidak tau harus ke mana," tambah Luca.
"Kita langsung saja jalankan permintaan dari March, setelah itu barulah kita akan mengadakan liburan dari pekerjaan selama 2 bulan penuh." ucap Isabella.
"Baiklah. Jika sudah liburan nanti, Luca ikut pulang bersamaku saja. Orang di desa elf akan menerimamu dengan baik," ucap Fil membuat Luca merasa senang.
Isabella sebenarnya ingin libur sekarang juga dan segera mempersiapkan diri untuk pindah rumah. Namun ia harus ikut dalam perang kali ini demi menyelamatkan Martini. Tidak hanya itu, dalam perang nanti ia juga bisa mendapatkan banyak uang.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘