The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 87 Ciuman selamat malam.



Waktu berlalu begitu cepat kini telah seminggu berlalu dan besok adalah hari pertunangan antara Isabella dan Charlize akan di laksanakan, Isabella akan menempuh hidup baru bersama seorang pria yang entah akan menjadi pendamping hidupnya atau tidak.


Tok tok tok


Isabella dikejutkan oleh seseorang yang mengetuk pintu ke teras balkon kamarnya, Isabella tidak merasa ada hal buruk atau pun niat membunuh dari balik pintu. Namun ia tetap harus waspada, Isabella membuka tirai pintu dan terlihat Charlize melambaikan tangannya dari balik pintu.


Isabella pun membuka pintu lalu menarik Charlize masuk ke dalam, saat ini cuaca sangat dingin ia tidak tega melihat Charlize di luar dengan pakaian tipis.


"Apa yang kau lakukan di waktu selarut ini?" tanya Isabella berbisik.


"Aku hanya ingin melihat tunanganku, apa ada masalah? aku kan sudah bilang kalau aku akan membuatmu jatuh cinta padaku, ehem kau tidak pakai bahasa formal denganku. Aku senang," jawab Charlize memamerkan senyum manisnya.


"Aku belum menjadi tunanganmu jadi jangan mengatakan omong kosong. Pakailah mantel …" Isabella memakaikan mantel miliknya pada Charlize, "... dan pulanglah."


"Aku baru saja melihatmu. Kau membuat hatiku sakit dengan mengusirku seperti ini padahal tinggal menunggu waktu saja kita akan saling memiliki."


"Aku bukan milikmu dan begitu juga sebaliknya. Ini hanya pertunangan saja bukan pernikahan, pertunangan bisa batal kapan saja jadi kita tidak bisa mengklaim kepemilikan atas siapa pun selagi janji suci pernikahan belum di ikatkan."


"Benarkah?" Charlize mengeluarkan benang merah dari kantong celananya lalu mengikatkan benang tersebut ke jari Isabella, "Sekarang kau sudah sah menjadi istriku jadi kau milikku. Apa ada sanggahan lagi?"


Isabella tertawa kecil lalu memukul pundak Charlize, "Mana ada pernikahan yang seperti ini, setidaknya kau harus melamarku dengan cara yang sangat romantis. Kau ingin aku jatuh cinta kan? cara ini tidak akan membuatku jatuh cinta."


"Baiklah, mari simpan benang ini untuk nanti." Charlize melepaskan benang itu lalu menyimpannya lagi.


Ia lalu menatap Isabella lekat-lekat, setelah itu ia menyikap rambut yang menutupi dahi Isabella dan meninggalkan kecupan manis di dahinya.


"Ciuman selamat malam agar terhindar dari mimpi buruk. Selamat malam Isabella," ucap Charlize sambil mengacak-acak rambut  Isabella lalu pergi lewat teras. Setelah Charlize pergi ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


"Jatuh cinta yah? aku tidak akan pernah jatuh cinta. Tapi aku penasaran, perasaan seperti apa itu?" gumam Isabella menyentuh dada yang berdebar.


"Kenapa kau tidak rela dia pergi?" tanya Selina membuat Isabella terkejut.


Bruak!


Isabella melompat dan jatuh dari ranjang saking kagetnya. Isabella yang kesal pun berteriak, "Selina, awas kau. Kemari kau biar ku lempar kau keluar jendela."


"Kakak sedang apa sih," batin Vanessa, suara teriakan Isabella sampai ke kamarnya bahkan mengganggu tidunya.


*****


Brak!


Brak!


Babel mengacak-acak kamarnya setelah mendapatkan undangan dari keluarga Abraham, Sera yang mendapatkan kabar dari pelayan Babel jika putranya itu mengamuk ia langsung bergegas ke istana Babel.


"Babel. Keributan macam apa ini? ini sudah larut, kau harus istirahat. Tidurlah!" perintah Sera.


Bukannya menurut Babel malah membantah, "Bagaimana aku bisa tidur saat wanita yang telah aku taruh hatiku padanya akan bertunangan dengan pria lain, aku tidak bisa menerima hal ini ibunda. Sejauh ini aku selalu mendapatkan apa yang aku mau."


"Hanya karena seorang wanita kau sampai seperti ini? ibunda akan mencarikan kau pendukung yang lain, wanita dari kekaisaran barat yang cantik."


"Ini masalah hati ibunda. Isabella sangat cantik lebih cantik dari elf wanita yang pernah aku lihat, sikapnya yang dingin benar-benar tipeku. Dia menatap semua pria dengan tatapan dingin kecuali keluarganya, dan dia memberikan tatapan lembut pada Charlize. Aku melihatnya, tatapan itu seharusnya menjadi milikku."


"Lalu ibunda bisa apa untukmu? wanita itu akan menjadi milik Charlize, sekali pun kau bunuh diri dia tidak akan peduli padamu apalagi melirikmu. Dia juga sudah bersikap sombong sampai menghina ibunda, apa kau menjadi tuli dan buta dari semua itu karena cintamu?"


"Apa kau punya rencana untuk merebut hati wanita itu?"


"Ya, ibunda harus bantu aku. Untuk merebut Isabellaku dari pria itu maka aku harus punya alasan agar aku bisa keluar masuk kediaman Abraham."


"Bagaimana caranya?"


"Aku akan bertunangan dengan Charlotte, dan saat aku sudah mendapatkan Isabella aku tetap akan menikahi Charlotte sebagai selirku. Ibu bisa membantuku dengan terus membahas perjodohanku, aku akan melakukan apa pun untuk mendapatkannya."


"Baiklah. Sekarang kau sudah tenang? ibunda ada di pihakmu. Jika kau ingin Isabella maka ibu akan mendapatkannya untukmu," ucap Sera semata-mata hanya untuk menangkan Babel.


Keesokan harinya Babel hadir di pesta pertunangan Isabella dan Charlize, tidak lupa ia membawa buket bunga mawar untuk Charlotte.


"Bunga yang cantik untuk gadis yang paling cantik," ucap Babel memberikan buket bunga tersebut pada Charlotte.


"Untuk saya?" tanya Charlotte tersipu malu menatap para nona bangsawan yang bersorak gembira untuknya.


"Tentu saja. Apakah ada wanita lain selain kau yang membuatku sampai seperti ini?" tanya Babel membuat Charlotte salah tingkah, ia pun mengambil bunga dari tangan Babel.


"Itu bukan untukmu, mana mungkin wanita jelek sepertimu pantas menerima bunga dariku. Cih!" batin Babel bertentangan dengan tindakannya.


"Woahhhh, Nona Isabella sangat cantik." Para nona bangsawan menjadi sangat antusias melihat Isabella turun dari lantai atas ke aula perjamuan.


"Kakak sangat cantik, jika Kak Charlize melihat kakak maka dia akan langsung pingsan. Aku cemburu kakak ku yang cantik ini akan menjadi milik orang lain," bisik Vanessa membuat Isabella tersenyum.


"Woah senyumnya manis sekali."


"Bagaimana mungkin cantiknya Nona Isabella melebihi ratu sosialita kita."


"Aku juga ingin jadi Duke Arsena melihat betapa cantiknya pasanganku."


Bisik-bisik dari para tuan muda bangsawan membuat amarah Babel mendidih, ia kesal karena Isabella menunjukan kecantikannya pada pria lain selain dirinya.


Tidak lama masuklah Tim Achlys dengan pakaian yang rapi, penampilan mereka merebut perhatian dari Isabella.


"Salam Nona Isabella," ucap ketiga pria itu serempak.


"Salam untuk kalian semua. Terima kasih sudah datang," balas Isabella.


Bara meletakan tangannya di kepala Isabella seraya berkata, "Wakil ketua kita sudah bertindak lebih cepat, dia mendahuluiku."


Mendengar itu Luca dan Fil spontan langsung menginjak kaki Bara, Bara berkata tanpa melihat situasi dan kondisi.


"Kami akan menemuimu nanti," ucap Fil pada Isabella, Ia dan Luca menarik Bara duduk bersama para tamu yang lain.


"Woahhhh, lihat ketiga pria itu." Teriak para nona bangsawan saat Callix, Audrey, dan Jasper memasuki aula.


"Jelas-jelas hari ini aku adalah toko utamanya. Tapi perhatian sudah di curi 2 kali dariku, aku seharusnya tidak mengundang mereka. Benarkan, Aisnley?" bisik Isabella djawab dengan anggukan oleh Aisnley.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘