The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 70 Tanda hitam



Setelah pukul 9 pagi para nona bangsawan mulai berdatangan ke pesta teh Vanessa, Vanessa menyambut kedatangan mereka bersama dengan Albert.


Masing-masing nona bangsawan membawa hadiah untuk Vanessa, mereka mendengar kabar tentang penculikan Vanessa jadi mereka berinsiatif membawa hadiah karena mereka berpikir mungkin Vanessa akan merasa sedikit terhibur.


"Ah! kau juga datang?" tanya Vanessa pada Charlotte, Charlotte sendiri terkejut karena ternyata undangan yang Albert berikan itu adalah undangan untuk menghadiri pesta teh Vanessa.


"Aku yang mengundangnya. Bukankah akan bagus jika suadarimu juga ikut hadir, dia bisa menemanimu," ucap Albert.


"Masuklah Charlotte! duduklah dengan nyaman," ucap Vanessa dengan sangat ramah. Setelah semua nona bangsawan datang mereka memulai pesta teh dengan bercerita banyak hal.


Vanessa senang. Tapi kehadiran Charlotte membuatnya tidak senang, ia tidak mengerti dengan apa yang Albert pikirkan sampai mengundang Charlotte. 


Pesta berakhir saat jam 11 siang, semua nona bangsawan yang datang berpamitan dengan Vanessa. Mereka terlihat masih ingin bersama dengan wanita itu lebih lama lagi. Namun terhalang oleh waktu, karena itu Vanessa pun mengantar mereka sampai di kereta.


"Nona Charlotte!" panggil Liliana saat Charlotte masih bersama para nona yang lain.


"Ya ampun bukankah ini Nona Liliana, sungguh tamu tidak terduga, bukankah sedikit aneh tunangan Pangeran Babel datang ke sini," sindir salah satu nona bangsawan.


"Apa kalian belum tau jika Pangeran Babel ternyata selama ini tidak mencintai Nona Liliana? ku dengar Pangeran Babel akan membatalkan pertunangan," tambah nona yang lain.


"Urusi saja urusan kalian," ketus Liliana, "Aku ingin bicara empat mata dengan anda Nona Charlotte."


"Kata ibu aku harus menghindari bicara berdua saja dengan dia," batin Charlotte.


"Mau bicara apa? bicara saja di sini, saya tidak punya banyak waktu," balas Charlotte membuat Liliana kesal.


"Apa aku harus mengatakan itu di sini? jika kau bersikeras maka aku akan katakan. Kenapa kau merebut tunanganku? aku adalah sahabatmu kan?"  tanya Liliana menarik perhatian nona bangsawan kepada Charlotte.


"Saya tidak merebut tunangan siapa pun. Apalagi tunangan anda, anda juga tidak perlu mengatakan diri anda sahabat saya saat anda sendiri tidak memperlakukan saya seperti sahabat."


"Kau benar-benar keterlaluan. Aku tidak mau tau, kau harus menolak perjodohan yang permaisyuri ajukan. Pangeran Babel hanyalah milikku."


"Tolong jaga sikap anda. Saya tidak pernah mendapatkan surat perjodohan dengan Pangeran Babel kalau pun iya saya akan menerimanya, karena saya tidak punya hak untuk menolak. Pangeran Babel juga bukan suami anda jadi anda tidak bisa mengklaim jika pangeran adalah milik anda. Saya permisi." Charlotte beranjak masuk kedalam keretanya meninggalkan Liliana yang mendapatkan hinaan dari para nona bangsawan karena sikapnya yang angkuh.


"Ini kabar bagus, aku akan mengatakannya pada kakak," pikir Vanessa. Setelah semua kereta kuda milik nona bangsawan pergi, Vanessa meminta pelayan untuk membersihkan semua yang ada di taman lalu ia juga bersiap untuk pulang.


"Vanessa, kau ingin ke mana? aku baru saja ingin mengajakmu makan siang bersama," ucap Albert. Ia cepat-cepat menyelesaikan semua pekerjaannya untuk datang menemui Vanessa.


"Saya akan makan siang dengan Kak Isabella. Maaf, mungkin kita bisa makan bersama lain kali." Vanessa mengambil kipasnya dan berniat melangkah pergi. Namun Albert mencekal tangannya, "Ada apa?"


"Tidak bisakah kau memikirkan Isabella itu nanti. Kau tinggal bersama dengannya, setiap hari bisa bertemu. Tapi denganku bagaimana? jika tidak hari ini mungkin minggu depan baru bisa makan bersama lagi. Ku mohon kali ini saja," pinta Albert dengan raut wajah sedih..


Melihat Albert sedih membuat Vanessa merasa sangat jahat. Ia menghela nafas pelan lalu berkata,"Jangan memohon pada saya. Ayo kita makan siang bersama lalu makan malam bersama juga."


Albert tersenyum senang lalu mereka pergi bergandengan tangan menuju  ke ruang makan, menu makan siang kali ini Albert khusus meminta koki istananya membuat semua makanan kesukaan Vanessa.


*****


"Kalian masih menerima permintaan?" tanya Isabella melihat permintaan yang mereka dapatkan satu persatu.


"Ya, maka dari itu kami datang ke mari untuk menemuimu. Kami ingin menjalankan misi lagi, menurutmu misi yang bagus mana?" tanya Bara.


"Yang penting bukan permintaan pembunuhan saja. Pembasmian monster malah lebih bagus, asal bayarannya cukup untuk semua anggota," jawab Isabella.


"Woah! ada permintaan khusus di menara penjaga, katanya akhir-akhir muncul monster yang aneh di menara selatan. Bayaran 20.000 keping emas untuk pembasmian, coba lihat!" Fil memberikan kertasnya pada Bara.


"Tapi ada permintaan khusus untukku seorang, lihat dari pusat penelitian. Meneliti bahan dalam racun yang tidak diketabui dengan bayarannya lumayan 10.000 keping emas selama 1 hari," Ucap Aisnley.


"Baiklah kalau begitu kita bagi saja timnya. Fil, aku, dan Bara akan pergi ke menara penjaga lalu kau bisa pergi bersama Luca ke pusat penelitian. Hasilnya bisa kalian bagi dua karena bisa saja Luca akan sangat membantumu," ucap Isabella di setujui oleh mereka.


Isabella memutuskan untuk kembali ke kediamannya, ia mempercayakan persiapan misi kali ini kepada ketiga anggota prianya.


"Sebentar lagi jam makan siang. Bagaimana jika kita mampir ke toko kue milikmu untuk makan siang," usul Aisnley. Ia merindukan masakan Audrey yang enak.


"Baiklah aku …. Akh!" seorang anak kecil yang sedang berlari tidak sengaja menabrak Isabella. Namun bukannya minta maaf, anak itu malah terus berlari.


"Kenapa dengan anak itu? dia bahkan tidak minta maaf padamu. Apa kau baik baik saja?" tanya Asnley. Isabella hanya mengangguk, ia tidak tau saat anak itu menabraknya tadi meninggalkan sesuatu yang akan membuat Isabella berada dalam masalah.


"Mari pergi!" ajak Isabella pada Aisnley masuk ke dalam kereta kuda sewaan mereka


Anak yang tadi menabrak Isabella bersembunyi di sebuah gang kecil, tubuhnya gementar ketakutan karena jauh di belakangnya ada kesatria suci yang mengejar.


"Hei! apa yang kau lakukan di sini?" tanya seorang wanita menepuk anak kecil yang bersembunyi tersebut.


Anak itu terkejut lalu ia berbalik dan menatap wanita dibelakangnya dengan senyuman kemudian ia menyodorkan kantung kecil pada wanita itu seraya berkata, "Nona, saya telah mencari nona sejak tadi. Saya telah membawa apa yang anda minta, bisakah anda membebaskan saya?"


Wanita itu tersenyum seraya mengambil kantung kecil itu dan menjawab, "Ini mana cukup. Aku ingin lebih banyak serbuk racun itu untuk menciptakan lebih banyak monster, kau harus menambahkan racun ini."


Wanita itu memainkan kantung di tangannya. Namun tiba-tiba serbuk dari kantung itu jatuh mengenai tangan sih wanita dan meninggalkan tanda berwarna hitam.


Wanita itu terkejut dan langsung menyimpan kantung itu ke dalam tasnya. Dengan perasaan kesal wanita itu bertanya pada sih anak kecil, "Kenapa kantungnya berlubang? kau tidak tau karena itu aku jadi terluka. Sial! kau harus menambahkan 5 kantung lagi untuk menebus kantung berlubang itu."


Wanita yang kesal itu langsung pergi begitu saja, ia harus cepat-cepat menghilangkan tanda hitam akibat serbuk racun tersebut.


"Apa kantung itu lubang karena aku menabrak kakak yang tadi? pasti serbuk racunnya mengenai kakak itu. Apa yang harus aku lakukan?" batin anak kecil tersebut merasa khawatir.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘