The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 53 Elena dan serbuk racunnya.



Charlotte membalaskan dendamnya pada Isabella dengan cara mengadukan semua yang terjadi di gazebo pada Cedric, mendengar hal itu api amarah di dalam hati Cedric mendidih. 


Ia meminta Jeremy membeli ramuan tingkat tinggi untuk Carolina, lalu setelah itu Cedric pergi mencari Isabella. Charlotte merasa sangat senang karena pada akhirnya Isabella akan di hukum, sayangnya hukuman Isabella terlalu ringan yakni di larang keluar dari kamar selama 7 hari penuh.


"Hukuman macam apa ini ibu? hukuman itu tidak sebanding dengan penderitaan Carolina. Duke bilang dia tidak mau mengakui Isabella sebagai putrinya, tapi lihatlah! duke masih berpihak padanya," gerutu Charlotte pada Elena.


"Sikap duke bukan tanda dari kasih sayang, alasan hukuman Isabella ringan itu karena Jeremy dan Vanessa membela Isabella. Tapi ibu tidak akan melepaskan Isabella begitu saja, besok saat kita pergi berburu dan saat itulah ibu akan membuat perhituangan dengan Isabella dan Vanessa," ucap Elena.


"Memangnya ibu punya rencana apa? besok itu kan putra mahkota ikut juga dengan kita, jadi kita tidak bisa melakukan apa-apa pada Vanessa ditambah lagi Isabella itu licik."


"Siapa bilang kita yang akan melalukannya? ibu akan membuat rencana kita terlihat seperti kecelakaan jadi kita akan aman."


"Bagaimana caranya?"


Elena mengeluarkan kantong kecil berisi serbuk racun yang akan membuat hewan biasa menjadi monster, "Ibu akan menaburkan serbuk ini di dekat tenda saat waktu berburu tiba, lalu dengan begitu  dua wanita menyebalkan itu akan tiada dan setelah mereka tiada, maka putri Duke Abraham hanya kalian berdua dan kalian juga yang akan menjadi pewaris duke."


"Ini cara yang gila. Tapi kita tidak punya cara lain, lebih cepat mereka tiada maka lebih baik." Jantung Charlotte berdebar menantikan hari esok.


*****


Berburu kali ini Isabella tidak akan diajak oleh Cedric. Namun Elena tetap memaksa agar Isabella ikut demi keberhasilan rencananya, karena tidak mau berdebat lagi dengan Eleba pada akhirnya Cedric setuju Isabella ikut dengan syarat ia naik kereta sendiri.


Isabella sebenarnya malas untuk ikut. Tapi ia merasa ada yang tidak beres dengan sikap Elena, jadi ia tidak punya pilihan lain selain ikut untuk menjaga keselamatan Vanessa.


Sesampainya di lokasi berburu, para kesatria langsung mendirikan tenda sementara para pelayan menyiapkan tempat untuk memasak. Cedric, Jeremy dan Albert juga sibuk membersihkan senjata mereka masing-masing. Melihat semua orang sibuk Elena pun memaafkan kesempatan itu untuk menaburkan serbuk racun disekitar lokasi berdiri tenda.


"Bau ini …." Selina mencium ada bau serbuk tersebut, karena Isabella sibuk melamun jadi Selina memustuskan untuk mencari tau sendiri dari mana bau aneh tersebut.


Tidak lama kemudian 5 kesatria bersama Cedric, Jeremy, dan Albert bersiap untuk pergi berburu. Elena bersama sih kembar juga ikut dengan alasan mereka ingin pergi melihat air terjun padahal mereka hanya ingin selamat dari bahaya yang mereka buat sendiri. Albert mengajak Vanessa untuk ikut juga. Namun Vanessa menolak, ia memutuskan untuk tetap diperkemahan dan memasak bersama para pelayan.


"Aku akan membawakan buruan paling besar untukmu," ucap Albert mengecup kening Vanessa dihadapan banyak orang.


"Dasar pasangan tidak tau tempat," batin Isabella.


Setelah mereka semua berangkat Vanessa langsung menyibukan diri bersama para pelayan, sedangkan Isabella terjebak diantara 10 kesatria yang ingin mewawancarai dirinya.


Tidak berselang lama bubuk racun itu mulai bereaksi pada hewan-hewan disekitar perkemahan, ada 5 ekor kelinci menggila tepat di tempat memasak membuat para pelayan menjerit ketakutan.


Para kesatria yang berjaga langsung bergegas ke tempat memasak lalu menebas semua kelinci tersebut, sayangnya itu belum berakhir karena yang menggila bukan hanya kelinci saja. 


"Kalian semua menjauh dari area tenda!" teriak Isabella kepada para pelayan dan Vanessa.


Hewan-hewan kecil yang menggila itu masih bisa di tangani sampai akhirnya yang datang adalah 3 ekor beruang sekaligus, 2 ekor beruang itu menyerang dari tempat memasak dan para kesatria itu berhasil menangkis serangan mereka.


"Kyaaa … Nona Vanessa," teriak para pelayan saat 1 beruang yang menggila melukai Vanessa.


Beruang itu datang dari arah belakang lalu menyerang para pelayan. Namun yang kena adalah Vanessa, beruntung bagian tubuh yang terluka hanya lengan saja.


"Lari!" teriak Vanessa kepada para pelayan saat beruang itu hendak menyerang untuk yang kedua kalinya.


Vanessa juga hendak berlari bersama para pelayan. Sayangnya kaki Vanessa terkilir membuat ia tidak bisa berdiri, sementara tangan beruang itu mengayun ke arahnya.


"Tidak nona …." teriakan para pelayan. Mereka baru saja ingin melarikan diri. Namun mereka mengurungkan niat mereka, lalu memeluk Vanessa untuk melindunginya.


"Vanessa oh tidak!" batin Isabella. Spontan Ia dengan cepat meraih tombak yang ada didekatnya lalu memusatkan semua kekuatannya ke tombak itu, setelah ia merasa kekuatannya cukup Isabella dengan cepat melempar tombak tersebut ke bagaian kepala sang beruang.


"Kyaaaa!" para pelayan berteriak histeris saat tombak tersebut menembus kepala beruang yang tepat dihadapan mereka dan darahnya menciprat mengenai mereka.


"Kakak! terima kasih," batin Vanessa meneteskan airmata saat dirinya tidak sengaja melihat Isabella melempar tombak tersebut, para pelayan tidak menyadari hal itu karena mereka terlalu fokus melindungi Vanessa dari serangan beruang.


Serangan beruang itu adalah serangan terakhir, karena Selina berhasil menghilangkan semua serbuk tersebut.


Setelah semua itu berakhir siapa saja yang terluka langsung menerima perawatan, sedangkan Isabella ia pergi ke tendanya. Ia syok melihat Vanessa nyaris tiada, jika saja ia terlambat maka tubuh Vanessa bisa saja robek karena cakaran beruang itu.


Melihat wajah Isabella menjadi pucat Selina berubah ke wujud manusia lalu memeluknya, "Apa kau baik-baik saja?"


Isabella menggeleng dan menjawab, "Vanessa hampir tiada sementara aku diam saja, jika aku terlambat sedikit saja maka …."


Tubuh Isabella gemetar dan dia tidak bisa meneruskan ucapannya lagi, bayang-bayang tentang kematian Martini membuatnya kembali takut.


"Tenanglah! Vanessa baik-baik saja, kau berhasil menyelamatkan dia." Selina mengelus pelan punggung Isabella agar ia tenang.


"Aku akan pergi melihat Nona Isabella. Tidak ada yang peduli pada Nona Isabella, semua orang khawatir pada Nona Vanessa," batin Jeremy berlari menuju tenda Isabella.


"Aku tetap takut Selina, aku gagal menyelamatkan nyawa orang yang sangat berarti bagiku karena terlambat menyadarinya. Tadi pun aku tidak mau bergerak karena aku takut Vanessa atau para pelayan itu mengetahui jika aku bisa menggunakan senjata, maka aku akan ada dalam masalah besar. Tapi setelah melihat nyawa Vanessa terancam aku spontan mengambil tombak itu, entah siapa yang menyadari aku melempar tombak itu," tutur Isabella.


"Aku tidak takut jika yang tau itu adalah para kesatria karena mereka berada di pihakku. Aku takut Selina jika yang tau adalah para pelayan. Tapi aku lebih takaut kehilangan Vanessa," lanjut Isabella mempererat pelukannya pada Selina.


"Semua orang pernah merasa takut aku pun pernah, jadi kau jangan takut lagi dan bersikap seperti biasa saja. Kita akan menjenguk Vanessa nanti," ucap Selina di jawab dengan anggukan oleh Isabella.


Jeremy yang mendengar percakapan mereka diam-diam mengintip ke dalam tenda dan di sana ia melihat Selina memeluk Isabella. Namun yang membuat Jeremy terkejut adalah Selina memiliki tanduk di kepalanya, dan yang ia tau ras bertanduk adalah naga walau pun mereka berhasil berubah ke wujud manusia. Namun, mereka tetap tidak bisa menghilang tanduknya.


Jeremy beranjak dari tenda Isabella dan terus berpikir, "Siapa wanita itu? tadi nona memanggilnya Selina, nama itu kan nama kadalnya."


"Ya, ras suni naga legendaris bisa merubah wujud anggota tubuh mereka sesuka hati. Syukurlah ada juga yang berpihak pada nona," batin Jeremy tersenyum bahagia.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung author selalu, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘