
Sesampainya di kediaman Arsena Isabella disambut langsung oleh Edmund, ia juga mengantarkan Isabella menemui Charlize di rumah kaca. Setelah itu Edmund pergi meninggalkan mereka berdua.
"Salam Duke Arsena. Bisakah saya meminta sedikit waktu anda? ini tentang …."
"Berita hari ini kan?" tanya Charlize memotong ucapan Isabella.
"Ya. Saya benar-benar tidak tau tentang hal itu, hari itu setelah minum racun saya tidak ingat apa telah terjadi. Mereka bilang saya hanya pingsan itu saja," ucap Isabella merasa sangat gugup.
"Tidak ada yang anda ingat sedikit saja tentang kejadian itu?" tanya Charlize lagi, jauh di dalam hatinya ia merasa sangat kecewa.
"Ya, saya tidak ingat sedikit saja. Jadi saya minta maaf, kita akan meluruskan berita itu. Bagaimana menurut anda?"
"Nama baikku sudah hancur, ini bukan salahku karena yang datang menemui ku adalah kau bukan sebaliknya. Sekali pun kita bisa meluruskan berita itu, apa tanggapan para nona bangsawan tentang aku? mereka pasti berpikir aku telah mempermainkan banyak wanita, kelak tidak ada ayah yang mau putri mereka menikah denganku."
"Bagaimana mungkin? sekarang saja banyak wanita yang mengantri ingin menjadi istri anda," batin Isabella.
"Lalu anda ingin bagaimana?" tanya Isabella.
"Bagaimana jika kita menjalin hubungan kontrak? ini hanya berlaku selama 3 tahun saja," jawab Charlize.
"Saya menolak. Berita ini tidak perlu memaksa keadaan kita untuk menjalin hubungan konyol seperti itu."
"Bagaimana bisa kau menolak begini? padahal saat itu kau dengan manjanya memanggil aku suamimu, merengek ingin makananku, dan meminta aku menyuapimu. Pasti semua orang di kekaisaran ini sudah tau."
"Aku tidak mungkin seperti itu. Mung-mungkin anda salah lihat."
"Aku ini adalah korban, kau sebagai pelaku harus bertanggung jawab bukan? hubungan kontrak itu lumayan kan?"
"Saya akan memikirkannya nanti. Tolong beri saya waktu, saya permisi." Isabella bergegas meninggalkan Charlize dengan wajah memerah.
"Kau akan datang padaku dan kau sendirilah yang akan menawarkan hubungan kontrak itu, aku yakin," batin Charlize.
Ternyata sebelum mengatakan hal itu Charlize telah mengetahui banyak hal, tadi saat pergi mengunjungi kaisar ia mendengar permaisyuri sedang membicarakan perjodohan antara Isabella dan Babel. Namun kaisar tidak memberikan jawaban yang pasti, karena kaisar masih akan meminta pendapat dari Isabella mungkin saja kaisar telah membaca berita panas hari ini.
*****
"Dia benar-benar tidak waras. Menjalin hubungan kontrak hanya karena berita kecil seperti itu, dia itu gila," batin Isabella berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Kita akan membuat Vanessa tidak bisa hadir di perjamuan hari ini, lalu kau gunakan kesempatan ini untuk mendekati putra mahkota. Aku hanya akan memberikanmu bantuan kecil ini," ucap Charlotte dengan suara pelan. Sayangnya Isabella bisa mendengarkan perbincangan mereka.
"Apa ini akan baik-baik saja? bagaimana jika ada yang tau?" tanya Carolina.
"Kita hanya merusak gaun saja, kau ingin jadi permaisyuri bukan? jika mau maka jangan membantah. Vanessa hanya akan diam saja kali ini seperti terakhir kali."
"Dia akan diam. Tapi Isabella itu tidak bodoh, dia pasti akan merusak segalanya. Vanessa biaa menipu ayah sayangnya dia tidak bisa menipu Isabella, akhir-akhir Isabella memang jarang ada di kediaman. Tapi kadalnya itu berkeliaran seperti mengawasi kediaman ini, aku sangat takut."
"Dia hanya seekor kadal yang tidak bisa bicara, sekali pun dia melihat apa yang kita lakukan dia tidak akan mampu berbuat apa-apa. Isabella mungkin tidak bodoh. Tapi tanpa bukti wanita itu bisa apa pada kita?" tanya Charlotte. Isabella tersenyum lalu ia melanjutkan perjalanannya ke kamar.
"Tanpa bukti aku bisa apa yah? ini seru," batin Isabella.
"Selina, aku ada tugas untukmu. Hadiahnya satu set gaun lengkap dengan perhiasannya," ucap Isabella dengan cepat Selina turun dari atas lemari.
"Apa tugasnya?" tanya Selina, Isabella pun berbisik membuat Selina tidak sabar menjalankan tugasnya.
"Aku berangkat." Selina dengan cepat berlari meninggalkan kamar Isabellla.
*****
Isabella terbangung saat hari sudah gelap, Selina, Aisnley sedang memilih gaun bersama Vanessa.
"Gaun? untuk apa kalian memilih gaun?" tanya Isabella.
"Kau sudah bangun? malam ini ada perjamuan di istana lalu kita di undang. Aku ingin memilih gaun untuk Selina dan Aisnley karena ada model gaun terbaru, oh ya pestanya di mulai 5 jam lagi," jawab Aisnley.
"Tapi Selina buat apa memilih gaun juga? kau kan tidak bisa pergi ke perjamuan," ejek Isabella membuat Selina kesal.
"Kau kan sudah janji. Apa lupa?" telepati dari Selina membuat Isabella tersadar jika dia telah membuat rencana untuk mengerjai sih kembar.
"Kakak juga harus memilih. Aku ingin memiliki gaun yang sama dengan kakak, tapi kakak mau pergi dengan siapa malam ini? kakak kan tidak punya pasangan," pikir Vanessa.
"Hhhmmm, apa susahnya? Aisnley bisa pakai pakaian pria lalu jadi pasanganku."
"Hah? aku kan ingin pakai gaun juga, aku tidak mau," timpal Aisnley. Dia sudah terlanjur tergoda oleh model gaun-gaun yang indah.
"Aku akan pergi sendiri saja, lagi …."
"Apanya yang pergi sendiri," potong Cedric memasuki kamar Isabella.
"Ayah?" Vanessa dan Isabella terkejut karena Cedric mendadak datang, beruntung Aisnley bergerak cepat menutupi Selina dengan tubuhnya agar Selina bisa berubah ke wujud kadal.
"Kerja bagus," bisik Isabella membuat Aisnley tersipu malu.
"Kau akan pergi bersama ayah. Elena malam ini tidak bisa pergi bersama ayah karena sih kembar tidak tau kenapa, mereka tiba-tiba merasa gatal di sekujur tubuh mereka. Sangat mengkhawatirkan," ucap Cedric menyerahkan kotak berisi gaun pada Isabella, "Pakailah gaun ini, ini gaun yang warna sama dengan jas ayah. Kalian tidak perlu memilih gaun untuk perjamuan malam ini, besok baru pilih gaun lagi."
"Terima kasih ayah." Isabella menerima gaun tersebut.
"Kalian berdua bersiaplah segera. Jangan lama-lama karena waktu kalian tidak banyak lagi," ucap Cedric mengingatkan waktu telah berlalu 1 jam.
"Karena kakak sudah punya gaun jadi kakak pakailah gaun itu saja, gaunku sudah ada dan tentang memesan gaun … kita lakukan besok saja bersama nanti, kalau mau kita akan langsung ke butiknya besok. Sampai jumpa nanti." Vanessa langsung pergi meninggalkan kamar Isabella bersama Cedric, ia ingin mempersiapkan diri untuk perjamuan karena ia adalah toko utama malam ini.
Selina dan Aisnley tidak dapat gaun yang mereka mau malam ini. Tapi karena mereka juga tidak akan pergi ke perjamuan, maka tidak masalah bagi kedua wanita itu tidak mendapatkan gaun malam ini karena mereka akan membeli banyak gaun besok untuk membalas kekecewaan mereka. Kedua wanita itu memiliki rencana licik.
*****
"Bu, tubuh ku gatal sekali. Tolong lakukan sesuatu!" pinta Carolina menggaruk seluruh tubuhnya yang terasa gatal.
"Jangan digaruk!" Elena mengikat tangan Carolina seperti tangan Charlotte agar tidak menggaruk, "Bertahanlah, salepnya akan segera siap."
"Mudah bagi ibu mengatakan itu karena ibu tidak merasakan apa yang kami rasakan. Lagi pula bagaimana bisa gaun itu membuat kami gatal-gatal? di mana ibu membeli gaun itu? minta pihak butiknya bertanggung jawab," kesal Charlotte.
"Ckckck, kalian kelihatan sangat menderita," ucap Isabella berdiri didepan pintu kamar sih kembar.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘