
Toko kue tidak di buka lagi setelah waktu istirahat selesai, mereka tutup karena harus kembali ke kediaman. Isabella ingin mengambil sesuatu dari kediaman Oswald
Nama Oswald adalah nama keluarga baru yang diajukan oleh Jasper, ia mengambil nama itu dari buku harian Isabella tanpa izin. Namun Isabella tidak mempermasalahkannya, ia merasa mereka bertiga memang butuh nama keluarga yang baru..
Kediaman Oswald berada tepat di samping kediaman Jovan, bahkan kediaman mereka jauh lebih besar dari kediaman Jovan. Isabella tidak menyangka jika kediaman itu akan sebesar, seindah, dan semegah yang ia lihat saat ini.
Tidak hanya itu mereka bahkan punya pelayan sendiri, pelayan mereka semuanya pria sama seperti pelayan di toko tidak ada satu pun wanita. Pelayan kediaman juga tidak terlalu banyak, hanya 20 orang khusus untuk merawat kediaman yang besar ini.
"Ini pintu menuju ruang penyimpanan." Callix menujuk pintu besi didepan mereka.
"Kenapa pintunya besi?" tanya Isabella kebingungan, pintu besi mengingatkan dia pada pintu ke asrama kesatria.
"Anti pencurian," jawab Callix.
Ia menekan beberapa dinding lalu pintu besi itu terbuka, dan di sanalah ada banyak tangga menuju ruang bawah tanah di mana semua barang berharga Isabella mereka simpan dengan baik. Mereka turun ke bawa bersama dan pintu besi menuju ruang bawah tanah tertutup dengan sendirinya saat mereka masuk.
"Kami sengaja menyimpannya di sini karena Jovan bilang barang-barangmu itu sangat berharga, dia juga bilang jika barang-barang bisa mengancam nyawa pemiliknya jika tidak di simpan dengan baik. Padahal di kediaman kita dulu barang-barangmu hanya tergeletak begitu saja di banyak tempat," ucap Callix memperlihatkan semua barang-barang Isabella yang tertata rapi.
Isabella tertawa kecil lalu ia melihat semua barang berharga itu satu persatu, ia sampai harus mengambil salah satu koleksinya sebagai hadiah ulang tahun untuk duke yang akan diadakan besok.
Tidak lama bel ruang bawah berbunyi, bunyi itu adalah tanda jika ada tamu yang datang. Para pelayan tidak punya izin ke ruang bawah tanah, jadi mereka hanya membunyikan bel didepan pintu masuk ruang bawah. Itu berlaku jika pemilik kediaman semuanya berada di ruang bawah tanah, dengan begitu salah satu dari mereka akan pergi melihat apa yang terjadi.
"Aku saja yang pergi melihat. Kalian menyusul saja nanti jika sudah selesai." Audrey berinisiatif naik ke atas untuk melihat apa yang terjadi.
Saat Audrey keluar dari ruang bawah tanah, pintu besi itu tertutup lagi. Di luar pintu itu telah menunggu seorang pelayan.
"Ada apa? apa ada masalah?" tanya Audrey.
"Permaisyuri Sera datang ingin menemui Tuan Audrey bersama dengan Viscount Jovan," jawab pelayan tersebut.
Jantung Audrey berdetak kencang karena kedatangan permaisyuri adalah sesuatu yang tidak terduga, lagi pula untuk apa permaisyuri datang ke kediaman rakyat biasa.
Audrey ingin kembali memanggil Isabella. Tapi membuat seorang pemaisyuri menunggu bukanlah hal yang bagus, terpaksa Audrey harus pergi sendirian.
Tok tok tok
Ketika Audrey masuk kedalam ruang tamu, ia langsung memberi salam sebagai wujud dari rasa hormatnya.
"Duduklah!" perintah Sera. Audrey mengangguk lalu ia duduk pada sofa diseberang Sera.
"Lihat itu dan tanda tangani." Sera dengan angkuhnya melempar beberapa lembar kertas ke atas meja, Audrey yang tidak bisa menolak terpaksa harus membaca isi dari kertas tersebut.
Setelah beberapa menit, Audrey langsung meletakan kertas tersebut dan berkata, "Saya menolak."
"Apa?" jawaban tidak terduga dari mulut Audrey sukses membuat darah Sera mendidih, "Berani kau?"
"Saya tidak bisa atau lebih tepatnya tidak mau menerima tawaran anda. Saya hanya pattissier untuk orang yang saya serahkan nyawa saya padanya. Maafkan saya."
"Saya tidak peduli siapa anda, ini menyangkut kehidupan saya jadi saya berhak menolak. Saya bukan budak anda yang harus mematuhi setiap perintah anda."
"Oh. Berani sekali rakyat biasa rendahan sepertimu menolak perintahku, kau pikir dirimu hebat? dasar bodoh. Aku akan memberikan harta, kekuasaan, dan keistimewaan berdiri disampingku. Kenapa kau menolak?"
"Saya hanya akan melayani satu orang saja seumur hidup saya. Saya tidak tertarik dengan semua yang anda tawarkan, saya adalah manusia yang dengan hidup bebas."
"Hidup bebas? hahahaha, kalian para rakyat biasa itu hanyalah budak para bangsawan saja. Kau pikir kau bisa hidup bahagia setelah menolak tawaranku? tidak. Kau akan menderita seumur hidupmu."
"Kalau begitu saya sangat menantikan hal itu permaisyuri. Permaisyuri bisa kembali, maaf karena saya tidak bisa mengantarkan anda," ucap Audrey yang langsung melenggang pergi.
"Dasar rakyat biasa rendahan. Aku tidak akan memaafkanmu, orang yang berani melawanku tidak akan memiliki akhir yang bagus," batin Sera.
Ia terpaksa harus meninggalkan kediaman Oswald tanpa hasil apapun, hari ini ia telah mendapatkan 2 kegagalan. Tapi ini belum berakhir baginya sebab ia akan kembali untuk melihat Audrey memohon ampun padanya setelah Sera membalaskan dendam. Sampai saat itu tiba ia berjanji akan membuat Audrey menjadi budaknya bukan pattissier yang bisa berdiri disampingnya.
"Kau sudah kembali? ada Jovan juga? siapa yang datang tadi Jovan?" tanya Isabella saat kedua pria itu kembali bersama ke ruang bawah tanah.
"Yang datang ta …."
"Yang datang tadi Jovan. Dia ingin melihatmu." Audrey tidak memberikan Jovan kesempatan untuk mengatakan yang sebenarnya. Audrey tidak mau terus menerus berada dibawah perlindungan Isabella, kali ini ia harus mengandalkan dirinya sendiri.
Audrey akan membicarakan masalah ini hanya dengan Callix dan Jasper agar mereka bisa waspada. Tapi setelah Isabella pulang, Audrey sudah terlalu banyak menyusahkannya sampai saat ini.
"Bagaimana? apa yang akan kau bawah?" tanya Audrey mengalihkan topik pembicaraan.
"Pedang bulan sabit. Ayah ku itu suka sekali dengan pedang jadi aku akan membawakan pedang ini," jawab Isabella.
"Pedang itu kan …." Jovan mengenali motif yang ada pada pedang tersebut.
"Ya, ini pedang terbaik berkualitas tertinggi seharga 300.000 keping emas yang dibuat langsung oleh pandai besi terkenal. Pandai besi dari kota titan yakni Pak tua Jordan," sambung Isabella.
"Hebat, harga pedang ini setara dengan pendapatan kaisar selama 1 bulan . Luar biasa nona." Jovan sangat iri karena pedang ini lebih bagus dari pedang naga ganda milik kaisar yang harganya hanya 100.000 keping emas.
"Kalau kau mau ambil lah satu, walau pun tidak sebaik ini. Tapi yang lain termasuk bagus, kau bisa mendapatkannya," ucap Isabella membuat Jovan meneteskan airmata haru.
"Baiklah, ayo kita bungkus. Pedang ini akan menjadi hadiah terbaik sepanjang masa," teriak Isabella.
Isabella akhirnya kembali ke kediaman Abraham saat semua urusannya selesai, Isabella juga meminta pada Jovan untuk membawa pedang itu besok. Ia takut jika pedang itu di bawah pulang bersamanya maka semua rencana kejutannya akan gagal, walau pun ia masih belum yakin hadiah itu akan diterima atau tidak. Tapi sepertinya akan diterima, karena Jovan yang akan membawanya tidak lupa Isabella meminta Jovan merahasiakan siapa pemberinya dari Cedric.
Namun yang jauh lebih penting dari itu, Isabella memikirkan hadiah apa yang jadi pemberian Vanessa pada Cedric, apa pun itu pasti istimewa bagi penerimanya.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘