
Sesampainya di Mansion Earl Sean Alfie, Isabella dituntun oleh seorang pelayan pria menuju ke sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat banyak kesatria bayaran.
Mereka menatap Isabella tatapan dingin, lalu salah satu dari mereka berdiri dan menghampiri Isabella.
"Apa ini?" wanita itu mengambil bros milik Isabella. "Apa-apaan ini, Tingkat emas? cih! ku pikir kau itu tingkat permata atau ruby, membosankan bertemu dengan orang lemah."
Wanita itu melempar bros Isabella ke sembarangan tempat, ia sangat merendahkan Isabella seolah dirinya adalah kesatria bayaran tingkat tinggi.
Sebelum wanita itu beranjak pergi, Isabella mencekal tangannya dan bertanya, "Mau ke mana anda setelah mencuri barang orang lain?"
Wanita itu menepis tangan Isabella. Dengan mata melotot wanita itu mendongkakan kepala Isabella dengan jari telunjuknya dan menjawab, "Aku akan mematahkan lehermu jika kau berani mencegahku untuk pergi."
"Saya tidak akan mencegah anda jika anda mengembalikan bros milik saya yang anda curi," balas Isabella.
Suara tawa wanita itu menggelegar di dalam ruang tersebut. Lalu dengan angkuhnya ia berkata, "Kesatria bayaran tingkat emas seperti mu ingin mencegahku lagi, maka jangan salah aku jika seluruh tubuhmu remuk. Lagi pula bros itu bisa kau minta lagi kepada mastermu kan? kau hanya perlu pulang dan merengek di kakinya."
"Kau yang memaksaku," bisik Isabella.
Isabella meletakan tangannya di kepala wanita tersebut, kemudian ia menghantamkan kepala wanita itu ke lantai. Spontan semua kesatria bayaran yang di ruangan itu langsung berdiri dari tempat duduk mereka, mereka menatap tajam Isabella yang berani menyerang rekannya.
"Kalian mau apa?" Isabella membalas tatapan mereka, dan menggunakan sedikit kekuatannya untuk menekan mereka semua.
Tatapan tajam mereka seketika berubah menjadi tenang, tekanan itu tidak terlalu mempengaruhi mereka. Namun mereka tidak ingin memulai pertengkaran dengan Isabella, atau sesuatu yang buruk akan terjadi dan itu lebih baik dari pada harus terluka hanya karena membela satu rekan yang angkuh.
Wanita itu pingsan lalu di bawa ke ruangan pengobatan oleh 3 rekannya, ia mendapatkan pelajaran yang pantas atas sikap sombongnya.
"Berani meremehkan aku hanya karena aku berada di bawahmu. Perbedaan satu tingkat saja sudah membuatmu seolah berada di atas awan, maka aku tidak akan sungkan membantu dirimu agar kembali berada di atas tanah bahkan menyatu dengannya," batin Isabella memungut kembali bros miliknya.
Ceklek!
Suara pintu terbuka lalu muncullah seorang pria berbadan besar dan tinggi dari luar. Isabella sangat terpesona melihat tubuh pria tersebut. Namun yang jauh lebih mempesona adalah bros tingkat berlian di pakaiannya, Isabella yakin jika pria ini pasti adalah seorang titan.
Tatapan penuh pesona dari Isabella berhasil menarik perhatian pria tersebut, sampai ia berinsiatif menghampiri Isabella.
"Salam kenal, aku adalah Bara Jourell. Kau mungkin mengenalku atau pernah mendengar namaku di suatu tempat," ucap Bara mengulurkan tangannya pada Isabella.
Dengan cepat Isabella langsung menjabat tangannya, "Namaku Allred. Salam kenal Tuan Bara, tapi sayangnya saya tidak mengenal anda atau pun pernah mendengar nama anda."
Jleb!
Jantung Bara bagaikan tertusuk tombak, ini pertama kalinya ia bertemu dengan orang yang bahkan tidak pernah mendengar namanya.
Semua itu bukan tanpa sebab, nama Bara Jourelll sudah terkenal sampai di telinga kaisar. Ia adalah kesatria bayaran paling buas, kejam, dan tidak kenal ampun. Tidak ada orang di kekaisaran ini yang berani menyinggung dirinya atau pun menentangannya, ia sangat disegani di mana saja.
Bara menarik tangannya dengan kasar membuat Isabella bingung, sikapnya bahkan berubah 180 derajat dari sebelumnya padahal Isabella tidak mengatakan sesuatu atau pun berperilaku buruk.
"Apa dia kemasukan air?" gumamnya saat Bara telah pergi ke tempat duduk yang jauh darinya.
"Earl muda Luca Alfie memasuki ruangan," teriakan dari luar seiringan dengan itu pintu pun terbuka.
Semua kesatria bayaran Isabella kecuali Bara, langsung berlutut dengan satu kaki menyambut masuknya ahli ramuan terhebat di kekaisaran.
"Berdirilah!" perintah Luca setelah ia duduk di tempat khusus dirinya.
Para kesatria langsung berdiri dengan posisi tangan kanan berada di dada. Namun tidak dengan Bara, ia masih saja duduk tanpa sopan santun.
"Aku tidak perlu lagi menjelaskan apa yang harus kalian lakukan. Aku datang hanya untuk memastikan semuanya sudah berkumpul, karena lelang akan di adakan 2 hari jadi selama 2 hari itu kalian bebas menikmati waktu luang. Sleama kalian tidak membuat keributan maka aku tidak akan peduli dengan senua jenis kegiatan kalian," ucap Luca.
Setelah itu Luca langsung pergi meninggalkan ruangan, dan digantikan oleh beberapa pelayan yang bertugas mengantarkan semua kesatria bayaran menuju kamar mereka masing-masing.
"Hei kau, kemarilah!" pelayan pria paruh baya memanggil Isabella saat ia baru saja akan masuk ke kamarnya.
Isabella menghampiri pria tersebut lalu bertanya, "Ada apa, tuan?"
"Earl Alfie ingin bertemu dengan anda," ucap pria tersebut.
"Baiklah. Tolong bawa saya menemui earl," balas Isabella.
Pria itu mengangguk lalu menuntun Isabella menuju ruang kerja kepala keluarga Alfie, saat Isabella masuk ternyata Bara juga ada di dalam ruangan tersebut.
"Apa-apaan ini Sean? kenapa kau memanggil pembohong ini saat aku ada bersamamu," protes Bara.
"Pembohong? kenapa anda mengatakan saya pembohong? apa masalah anda dengan saya?" tanya Isabella yang tidak terima dirinya dihina tanpa sebab.
"Hah? kau masih berani bertanya kepadaku? jelas-jelas kau sendiri yang bilang kau tidak mengenalku dan tidak pernah mendengar namaku, itu jelas adalah kebohongan karena diriku terkenal sampai di luar kekaisaran ini," jawab Bara dengan penuh rasa percaya diri.
"Jadi menurut anda saya harus mengenal anda karena anda terkenal, iya? sungguh pemikiran yang konyol.
"Berani kau …." Bara mengeluarkan kekuatannya karena tenggelam dalam rasa marah.
Isabella langsung berlutut di lantai karena tidak kuasa menahan tekanan dari Bara, Isabella tidak akan menduga jika perbedaan kekuatan di antara mereka akan sebesar ini.
"Hentikan Bara! anak itu tidak berbohong. Dia memang tidak mengenalmu," lerai Sean sebelum Isabella semakin menderita.
Bara terpaksa langsung mengontrol kembali kekuatannya, sementara Isabella langsung terkulai lemas di lantai.
"Dia adalah kesatria bayaran baru jadi dia ini memang tidak mengenalmu. Dia adalah pria yang di lindungi oleh sahabatmu, March. Jadi jangan terlalu keras padanya karena anak ini sangat disukai oleh pasangan kelinci itu, dia anak yang tidak mengenal dunia luas bahkan berpetualang hanya 6 bulan saja," jelas Sean.
Bara terkejut sampai merasa malu karena bertingkah kekanak-kanakan dengan sifat sombongnya, ia tidak menyangka jika Isabella ada hubungan dengan sahabat yang telah putus komunikasi dengannya selama 10 tahun.
"Maafkan aku, nak." Bara membantu Isabella berdiri lalu membantunya ke tempat duduk.
"Baiklah. Aku meminta kalian datang ke mari, karena aku percaya pada kalian. Ini juga ada hubungannya tentang pengawalan putraku, Luca," ucap Sean memulai topik yang serius.
"Kenapa kau hanya percaya pada kami berdua? padahal kesatria bayaran yang menerima permintaan ini ada banyak," tanya Bara kebingungan.
"Karena kalian berasal dari guild yang pemiliknya adalah orang-orang setia. Kalian harus melindungi Luca bukan dari bahaya lain melainkan dari mereka itu, mereka kesatria bayaran yang di bawa oleh putriku Zelene. Zelene menggunakan topeng untuk menipu banyak orang, dia tidak benar-benar menyayangi Luca justru ia ingin melenyapkan Luca agar posisi pewaris jatuh padanya," terang Sean.
"Mudah saja, kami hanya harus menjauhkan Luca dari para kesatria bayaran itu, kan?" tanya Isabella dengan polosnya.
"Percuma. Luca sangat percaya pada Zelene, dia tidak akan merasa waspada pada kesatria bayaran yang di bawa oleh Zelene justru dia merasa waspada pada kalian berdua. Sebab Zelene telah menipu anak itu sejak ia masih kecil," jawab Sean.
"Cih! kakak yang buruk akan mendapatkan akhir yang buruk juga. Inilah kenapa aku benci keluarga bangsawan, karena mereka selalu dibutakan oleh kekuasaan sampai harus menghabisi keluarganya sendiri," timpal Bara.
"Aku percayakan keselamatan Luca pada kalian, jadi jangan kecewakan aku." Ada sedikit ancaman yang tersirat dari ucapan Sean. Bagi Isabella misi kali ini tidak akan mudah, namun ia tidak terlalu khawatir karena orang sekuat Bara berada dipihak yang sama dengannya.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘