
Selesai mandi Isabella merasa tangannya semakin kesemutan, ia tidak menyadari ada tanda hitam di lengannya.
"Kau sudah selesai mandi?" tanya Aisnley, ia baru saja kembali dari luar. "Vanessa masih belum pulang padahal jam makan malam sudah selesai."
"Mungkin sebentar lagi. Kau mandilah selesai Selina mandi," ucap Isabella duduk di meja riasnya.
"Ohiya. Rupanya tadi Luca sudah mengirim surat ke pusat penelitian untuk mengatakan jika kita telah menerima permintaan mereka, kami diminta datang besok pagi. Bagaimana jika kau ikut juga? kau kan kebal dengan racun jadi kau bisa membantu kami, mau kan?" tanya Aisnley. Ia lagi-lagi ia menggunakan Isabella wadah uji coba racunnya.
"Tentu saja bisa. Tapi pusat penelitian itu ada dalam wilayah kerajaan, apa kau yakin aku bisa ikut?"
"Kenapa tidak? kedatanganmu malah akan membantu kami."
"Baiklah. Kita berangkat bersama besok." Isabella setuju menjadi wadah uji coba racun Aisnley.
"Airnya hangat sekali." Selina merasa seperti hidup kembali setelah berendam, "Mana gaun ku?"
"Ini pilihlah. Semuanya sangat cantik." Aisnley memberikan gaun-gaun yang masih terbungkus.
"Menurutku …." Isabella mendekati mereka lalu mengambil gaun berwarna biru,"Ini paling cocok untuk Selina."
"Bau apa ini? ini seperti bau racun." Selina mengendus kearah lengan Isabella.
"Lihat ini, aku benar ini racun." Selina menemukan tanda hitam besar dilengan Isabella, Aisnley dengan cepat ikut melihat tanda hitam itu.
"Bau racun yang kuat. Kenapa bisa lenganmu terkena racun?" tanya Aisnley kebingungan, "Ini tidak berbahaya untuk Isabella. Tapi ini bisa berbahaya untuk orang lain, racun ini hanya akan membuat tanganmu kesemutan saja sampai besok lalu tanda ini akan hilang dengan sendirinya.
"Bagaimana bisa kau yakin itu tidak berbahaya untuk Isabella?"
"Selina, Isabella itu kebal akan racun. Jika dia tidur malam ini maka racun itu akan hilang dengan sendirinya besok, begitu cara kerja semua racun dalam tubuh Isabella. Jika ada racun yang berbahaya untuknya maka itu racun buatannya sendiri, karena hanya dia yang tau zat berbahaya apa yang bisa membunuh tubuhnya sendiri."
"Baiklah. Kalau begitu kau cepatlah tidur Isabella dan bangunlah besok pagi, kau membuatku khawatir." ucap Selina. Isabella mengangguk setuju. Isabella tidak khawatir dengan dirinya hanya saja ia khawatir dengan orang lain, jika ia bisa terkena racun tanpa ia sadari maka orang lain juga bisa.
Isabella terus mengingat apa ada sesuatu yang aneh terjadi tadi. Tapi Isabella tidak menemukan ada adegan yang aneh telah terjadi, ia tidak sadar jika tertabrak oleh Kesha tadi siang adalah penyebab ia terkena racun.
*****
Kereta kuda Samantha tiba lebih cepat di Istana Albert bahkan Albert terkejut dengan kedatangannya, ia sebenarnya tidak terlalu menyukai sikap Samantha yang pemarah. Namun baginya tidak ada wanita cocok dengan Charlize selain Samantha, apa pun yang terjadi ia ingin Samantha menjadi Duchess Arsena di masa depan.
"Selamat datang Samantha. Apa perjalananmu menyenangkan?" tanya Albert sekedar basa-basi.
"Perjalananku kemari sangat membosankan. Tapi kau jangan salah paham dulu, aku kemari bukan karena undangan perjamuanmu itu. Aku kemari karena kaisar mengundangku datang, jadi jangan berharap banyak dengan basa basimu itu," ketus Samantha.
"Padahal aku mengundangmu ke perjamuan itu karena kau ingin mengabulkan keinginanmu."
"Keinginanku? cih! kau sudah mengatakan itu selama bertahun-tahun dan hasilnya nihil."
"Charlize sekarang tidak bertunangan dengan siapa pun. Bukankah kau ingin bersamanya?"
"Serius? jika benar maka aku izinkan kau membantuku. Tapi ada angin apa tiba-tiba saja Charlize membatalkan pertunangannya?"
"Wanita itu tidak pantas untuknya, itu saja."
"Jangan salah paham denganku. Aku hanya ingin 2 sahabatku bersatu, itu saja."
"Aku harap kau bisa di percaya. Perjamuan nanti aku …."
"Perjamuannya malam ini harus di batalkan." Charlize yang menerobos masuk ke dalam ruang kerja Albert dan langsung memotong ucapan Samantha.
"Lama tidak bertemu, Samantha. Apa kabar?" Charlize mengelus kepala Samantha sama seperti yang biasa dia lakukan dulu.
"Aku bukan anak kecil lagi." Samantha menepis tangan Charlize dengan raut wajah cemberut.
"Kenapa perjamuan ku mendadak harus di batalkan?" tanya Albert.
Charlize menyerahkan laporan yang ia terima dari menara penjaga, Albert membaca laporan itu dan sesekali berdecak kesal.
"Kenapa mendadak ada monster disana? hal seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Pasti ada penyebab di balik semua ini," kesal Albert.
"Ya. Tim kesatriamu yang berjaga menemukan sebuah kantung racun dan ia telah memberikan kantung itu pada pusat penelitian, kantung itu berisi racun yang tidak bisa bersentuhan dengan kulit manusia dan bisa membuat hewa biasa menjadi monster. 10 kesatria tewas dengan tubuh menghitam dan mereka adalah tim yang menemukan racun itu," jelas Charlize.
"Kaisar juga mengundang ku untuk melakukan permunian pada korban yang terkena racun itu, sebelumnya ada kesatria kami juga yang terkena racun itu. Hanya beberapa orang yang selamat karena racunnya belum terlalu menyebar mereka selamat dengan ramuan permurnian buatanku. Tapi lainnya tidak bisa di selamatkan, aku merasa sangat sakit hati karena hanya bisa melihat penderitaan mereka sampai nafas terakhirnya," tambah Samantha.
"Aku akan menyerahkan penyelidikan ini pada Hendy. Lalu aku menugaskanmu Samantha di pusat penelitian dan biarkan aku serta Charlize melakukan pembasmian," ucap Albert. Hendy selaku asisten Albert langsung menjalankan tugasnya, begitu juga dengan Samantha ia langsung bergerak ke pusat penelitian itu tugasnya dari kaisar juga, sementara Albert pergi menemui komandan kesatria yang berada dibawah kendalinya.
*****
Isabella bosan karena Aisnlye sibuk dengan bergulat dengan racun-racun mematikan, sementara Luca sibuk memperlajari ramuan-ramuan yang mungkin bisa menghilangkan berbagai jenis racun mematikan di ruangan yang lain.
"Coba makan ini." Aisnley menyerahkan wadah berisi racikan racun berbahaya, dalam sekali lahap bisa langsung membunuh seseorang dalam waktu 5 menit saja.
"Jangan bodoh Aisnley. Nona Isabella adalah putri seorang duke dan jika terjadi sesuatu pada nona di tempat ini kami bisa dapat masalah besar," ucap ketua penelitian racun.
"Dia sudah memakannya. Apa yang perlu di takutkan, dasar aneh." Ainsnley langsung beranjak pergi melanjutkan penelitiannya.
"Nona muntahkan semuanya, cepat!" Ketua Joice menepuk pundak Isabella agar ia memuntahkan semua racikan yang baru saja ia makan.
"Kau tidak perlu setakut itu, dia itu kebal dengan racun. Jika kau paksa dia muntahkan maka coba saja kalau bisa," ucap Aisnley.
"Mau dia kebal atau tidak itu tidak akan membantu. Semua bahan untuk racikan racun itu adalah bahan-bahan berkualitas tinggi yang jika kau satukan bisa membunuh orang dalam waktu 5 menit," jawab Joice.
"Bukankah ini sudah lewat 10 menit yah sejak dia makan racikan itu, jadi tidak ada gunanya. Jangan memaksa dia lagi," lerai Aisnley.
"Uhuk uhuk uhuk." Isabella tiba-tiba batuk darah yang sangat banyak. Semuanya langsung panik terutama Joice, Aisnley dan para pekerja lain juga panik karena hal seperti ini tidak pernah terjadi. Isabella pernah minum racun yang lebih mematikan dari ini. Tapi dia hanya pingsan selama 1 jam, batuk darah adalah hal yang membuat mereka panik.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘