
"Charlize sih anak nakal itu. Dia mengabaikan ku dan pergi berburu, aku jadi harus ke toko kue itu secara langsung," gerutu Dara. Sudah 5 tahun dia tidak meninggalkan kediamannya dan sekarang dia terpaksa harus meninggalkan kediaman untuk membeli kue dari toko kue kenangan.
"Nyonya sudah sampai," ucap kusir kuda pada Dara, Dara yang tidak suka berpergian bersama pelayan jadi harus turun dari kereta sendirian.
Baru saja hendak turun Dara tidak sadar menginjak ujung gaunnya, spontan Dara menutup matanya karena berpikir dirinya akan terjatuh. Namun tubuhnya tidak terasa sakit, hal itu membuat Dara perlahan membuka matanya.
"Apa nyonya baik-baik saja?" tanya Isabella. Ia dengan cepat menangkap tubuh Dara saat jatuh dari kereta.
"Ah, y-ya. Tolong turunkan aku," jawab Dara, ia merasa malu berada dalam pelukan wanita yang lebih muda darinya, Isabella pun menurunkan Dara dengan baik.
"Maafkan saya. Tadi saya tidak sengaja melihat anda jatuh jadi saya spontan bergerak menangkap anda, maafkan saya nyonya," ucap Isabella yang menyadari jika Dara adalah nyonya bangsawan.
"Hahahahah, baru kali ini ada orang yang menolong orang lain baru minta maaf. Kau nona muda yang sangat aneh. Katakan padaku siapa namamu?"
"Nama saya …."
"Nona." Teriakan Aisnley membuat ucapan Isabella terpotong, Aisnley meraih tangan Isabella lalu menariknya pergi.
"Aisnley pelan-pelan, ada apa denganmu?" tanya Isabella kebingungan.
"Kita akan terlambat dan itu semua salahmu, bergegaslah!" Aisnley berlari menarik Isabella bersamanya dan menghilang di kerumunan.
"Nona bangsawan yang aneh. Hanya dia nona yang tidak menampar pelayannya karena memarahinya, oh! ada lagi satu wanita yang sama, sayangnya wanita itu sudah tiada jika aku menceritakan pada dia tentang ini maka dia pasti tertawa. Aku merindukan Penelope lagi," batin Dara mengingat sahabat lamanya.
*****
Saat Isabella masuk ke dalam ruang tamu kaisar, di sana telah menunggu Cedric, Babel, permaisyuri, dan kaisar sendiri. Isabella memberikan salam hormat lalu duduk di samping Cedric.
"Kami ingin membicarakan perjodohan antara kau dan Babel. Putraku sudah lama mencintaimu, hanya saja aku tidak sadar akan hal itu. Aku ingin menolak. Tapi ibu mana yang tega melihat putranya menderita, jadi bagaimana menurutmu?" tanya Sera.
"Untuk apa lagi ibu tanyakan? dia sudah pasti akan setuju. Menikah dengan keluarga kerajaan adalah impian semua wanita, jika aku mencintainya dan ingin menikah dengannya maka itu anggap sebagai berkah olehnya," sela Babel mengedipkan sebelah matanya pada Isabella.
"Itu memang impian semua wanita. Tapi bukan impian ku, aku tidak pernah berniat menikah dengan keluarga kerjaan apalagi memikirkannya. Ini sebuah kehormatan bagi setiap wanita. Tapi tidak bagiku," jawab Isabella.
"Kau berani menolakku? saat keluarga kerajaan memilihmu itu bukan sebagai permintaan. Tapi perintah, kau tidak punya hak untuk menolak. Kau tau kan banyak yang hidup menderita karena bersikap lancang pada keluarga kerajaan," bantah Sera.
"Atas dasar apa anda memerintah saya untuk menerima perjodohan ini? ini hidup saya dan saya berhak menolak. Apa anda sebagai ibu negara ingin menekan saya sebagai rakyat kekaisaran ini untuk mematuhi anda? saya rakyat bukan budak anda. Jika anda sangat ingin putra anda menikah maka nikahkan saja dia dengan semua wanita yang berimpian menikah dengannya," balas Isabella.
"Ckckck! dia memang anak Penelope, hanya dia satu-satunya wanita yang tidak takut pada keluarga kerajaan," batin kaisar yang menyukai sikap tegas Isabella.
Brak!
Babel memukul meja di hadapan mereka, "Sombong sekali kau. Kau tau apa akibat dari menolakku? aku akan membuatmu tidak akan bisa menikah dengan pria mana pun seumur hidupmu."
"Aku mau menikah atau tidak itu keputusanku. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku," jawab Isabella.
"Ehem ehem … jika begitu kau harus menikah dengan pria lain karena telah menolak lamaran putraku. Katakan kau ingin menikahi siapa?" tanya kaisar.
Ceklek.
Pintu ruang tamu terbuka dan masuklah Charlize. Dengan penuh rasa percaya diri dia berkata, "Saya mencintai Isabella maka saya yang akan menikah dengannya."
"Sikap macam apa ini Duke Arsena. Berani sekali kau menyimpan perasaan untuk wanita yang aku inginkan, apa kau ingin menjadi pengkhianat? wanita yang di pilih oleh keluarga kerajaan tidak bisa menjadi milik pria mana pun, apa kau lupa akan aturan itu?" tanya Babel.
"Kau salah pangeran." Isabella berdiri dari tempat duduknya lalu ia berjalan mendekati Charlize dan menggandeng tangannya, "Anda salah karena anda menginginkan seorang wanita yang mencintai pria lain, Charlize tidak membocorkan rahasia kekaisaran atau ingin tahta kaisar jadi bagaimana bisa itu sebut pengkhianatan. Sejak awal andalah yang telah masuk ke dalam hubungan kami dan berusaha menjadi orang ketiga."
"Isabella Abraham kau …." Babel ingin menampar Isabella. Namun Sera menghentikannya, ia tidak bisa melihat putranya di permalukan lebih jauh lagi.
"Menikahlah dengan Charlize jika memang kau ingin. Ku harap kau tidak menyesali keputusanmu saat ini, ayo Babel!" Sera menarik Babel pergi bersamanya.
*****
"Tunggu sebentar Duke Arsena." Isabella menghalangi jalan Charlize, "Dengarkan saya dulu. Saya ingin menjalin hubungan kontrak yang anda ajukan beberapa hari lalu, saya mohon jangan tolak saya."
"Isabella sangat manis jika seperti ini, aku mana mungkin menolakmu," batin Charlize menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.
"Anda sendiri yang menolak saya lalu sekarang anda ingin menerima saya lagi, apa anda sangat suka bermain tarik ulur seperti ini? apa saya di mata anda sangat rendah?" tanya Charkize dengan raut wajah sedih.
"Tidak tida tidak, waktu itu aku sangat terkejut. Tapi saya tidak menolak, saya hanya bilang akan memikirkannya lagi. Sekarang saya sudah selesai memikirkannya dan ingin menerima tawaran itu."
"Isabella. Aku sangat mencintaimu, sejak dulu perasaan itu tidak berubah. Apa kau hanya ingin menjalin hubungan kontrak saja denganku? aku ingin kita benar-benar menjalin hubungan bukan atas dasar kontrak saja."
"Saya … tidak tau. Saya tidak pernah memiliki perasaan yang seperti itu pada pria."
"Apa kau pencinta sesama jenis?"
"Bu-bukan juga. Hanya saja saya tidak tau apa arti cinta, saya tidak pernah menerima cinta atau pun memberikan cinta saya."
"Kalau begitu beri aku waktu. Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku dalam sebulan, jika dalam sebulan perasaan mu masih tetap sama maka aku setuju kita menjalin hubungan kontrak, bagaimana?"
"Ya, saya setuju. Tapi membuat saya jatuh cinta itu tidak mudah, apa anda sanggup?"
"Tentu saja. Jangan meremehkan aku, karena kau akan sangat mencintaiku sampai tidak bisa melepaskan aku sedetik saja dari kepalamu sama seperti aku yang tidak bisa melepaskanmu," ucap Charlize membuat Isabella tersenyum bahagia, ia tidak menyangka jika mulut Charlize sangat manis.
*****
Bersambung.
Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘