The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 100 Achlys resmi bubar.



Keesokan harinya bersama Tim Achlys Isabella meninggalkan ibukota dan pergi ke Kota Batu hitam untuk mengakhiri pekerjaan mereka, mereka akan memulai karir baru mereka di sisi Isabella.


Sesampainya di Kota Batu hitam mereka langsung pergi ke guild kelinci, sudah lama mereka tidak ke mari bersama.


"Hai semuanya! apa kabar?" sapa Bara yang mendapatkan pelukan hangat dari banyak anggota guild.


"Bukankah itu Isabella, kenapa dia malah bersama Achlys?"


"Wah, apa dia menggoda Bara untuk mendapatkan perlindungan."


"Aku sedikit takut dengan Isabella, wanita itu kejam pada pria tampan."


Isabella tidak peduli apa yang mereka katakan, karena cepat atau lambat kebenaran akan terungkap.


"Eh! Kalian semua? lama tidak bertemu." March memeluk Bara, "Di mana Allred?"


"Dia di sini, Isabella. Sapalah dia!" ucap Bara.


Isabella tersenyum seraya berkata, "Lama bertemu tuan, bagaimana kabar anda?"


"Eh! kenapa Isabella? aku tidak bertanya tentang dia. Tapi Allred, di mana pria nakal itu?" tanya March lagi.


"Allred adalah identitas samaran dari Isabella, jadi mereka itu dua orang yang sama. Katakan begitu saja apa susahnya?" gerutu Aisnley.


"Hah? Isabella itu ternyata Allred," teriak March.


"Benarkah? apa buktinya?" tanya para anggota guild yang lain, sulit bagi mereka untuk percaya.


"Kekuatan waktu, pembekuan waktu." Isabella menggunakan kekuatannya ke jam dinding, cahaya emas mengenai jam tersebut dan jarumnya berhenti bergerak.


"Wowwww, I-Isabella itu Allred? luar biasa. Pantas saja tinggi tubuhnya tidak bertambah karena aslinya memang wanita pendek." Semua anggota banyak yang terkejut bahkan tertawa bahagia.


"Jangan meledekku," kesal Isabella.


March mengelus kepala Isabella, "Pantas saja aku merasa aneh diwaktu itu kalian berdua punya cedera di kaki dan waktu yang sama. Martini akan sangat senang jika dia tau kau wanita, aku akan mengabari Yuna di ibukota."


"Woah! benar, saat aku ke ibukota ada toko kue yang terkenal. Nama tokonya sama dengan toko kue milik Isabella bahkan pria-pria itu juga ada di sana, ternyata kau pindah ke ibukota."


"Aku selalu berpikir wanita seperti apa yang akan Allred nikahi ternyata dia sendiri wanita, hahahah."


"Kau sekarang adalah bangsawan kan? selamat yah."


Semua anggota guild yang ada di sana saat itu sangat antusias mengetahui kebenarannya, setelah itu Bara dan Isabella masuk ke ruang kerja March. Aisnley sedang temu kangen lalu Luca pergi menjual ramuan baru buatannya ditemani Fil.


"Jadi kalian akan berhenti menjadi tentara bayaran rupanya, ini sedikit membuat sedih hati. Tapi pilihanmu adalah yang terbaik, kau juga bangsawan jadi tidak mungkin bisa mempertahakan pekerjaan mu ini," ucap March setelah Bara mengatakan apa maksud kedatangan mereka.


"Aku akan sering berkunjung di kemudian hari. Oh ya, aku ingin bertanya apa tuan ada mendengar ditemukannya 2 orang pria di pesisir pantai atau terapung di lautan. Ada kah?" tanya Isabella.


"Mmmmm." March mencoba mengingat apakah ada berita seperti itu, "Tidak ada. Memangnya kenapa? apa kenalanmu menghilang?"


"Bukan kenalan. Tapi tunangannya bersama adik iparnya menghilang karena jatuh ke laut, sudah sebulan lebih tidak ada kabarnya," sela Bara.


"Eh! tu-tunangan? secepat itu? bangsawan memang selalu mempercepat pernikahan mereka." March tidak akan menduga jika Isabella sudah bertunangan.


"Eh! du-duke? kau hebat Isabella, aku pikir pria itu tidak akan menikah pantas saja di perbatasan waktu itu di merebutmu dari gendonganku," balas March.


Mereka berbincang cukup lama lalu March mengambil semua kartu identittas mereka semua dan membakarnya, setelah itu sudah waktunya Achlys harus kembali. Sayang sekali nama itu tim kesatria bayaran Achlys yang terkenal akan ada lagi.


"Jika kalian butuh kami di masa depan maka kami akan terbang menemui kalian, jadi jangan ragu untuk mengirim surat pada kami. Terima kasih untuk semuanya." Ucap Isabella membungkuk bersama yang lain, barulah setelah itu mereka pergi menunju desa Elf


Karena jarak sudah dekat jadi Fil ingin sekalian berkunjung bersama mereka semua, ada yang ingin ia katakan pada ayahnya menyangkut masa depannya lagi pula banyak penduduk desa yang merindukan Isabella.


Penduduk desa elf menyambut Fil bersama yang lainnya, mereka menghindari Aisnley karena dia ahli racun lalu mereka juga menghindari Bara karena dia terlalu besar dan menakutkan. Banyak dari anak-anak menyukai Luca karena dia tinggal di sini cukup lama. Tapi tidak ada satu pun yang mendekati Isabella, sepertinya dia juga di hindari.


"Ayah aku pulang," ucap Fil memasuki rumahnya.


"Sudah pulang!" Aaron tersenyum keluar dari dapur saat mendengar suara putranya, "Fil, tanganmu? ada apa dengan tanganmu?"


"Hahahah, ini terjadi saat bertarung. Ayah tidak usah khawatir, kekuatanku tidak bekurang kok," jawab Fil mengerakan satu tangannya.


"Kapan kau akan berhenti menjadi kesatria bayaran? pekerjaan ini sangat mencemaskan, kau belum sehebat Allred. Sekarang tangan yang hilang nanti apa lagi yang akan hilang." Aaron merasa cemas dengan keadaan Fil.


"Kita sudah berhenti atas kemauan Allred, kami akan bekerja dibawahnya mulai sekarang akan sangat jarang bertarung. Ayah jangan cemas." Fil memeluk sang ayah.


Aaron menghela nafas lega, "Baguslah. Sepertinya dia mengkhawatrikanmu jadi membuat keputusan itu. Tapi Tim Achlys semua ada di sini, kenapa Allred tidak ada?"


"Itu dia! wanita yang berbicara dengan Luca adalah Allred." Fil menunjuk Isabella yang sibuk berbincang dengan Luca.


"Eh! kenapa berubah menjadi wanita? ada apa?"Ā 


"Dia memang wanita hanya menyembunyikan identitasnya saja karena beberapa alasan."


"Dia sangat cantik. Pantas saja saat menjadi Allred dia sangat tampan, syukurlah dia baik-baik saja." Aaron menatap Isabella dengan mata berkaca-kaca.


"Ah!" Isabella melihat Fil dan Aaron sudah berhenti berbincang, ia pergi menghampiri mereka, "Lama tidak bertemu paman, apa kabar anda?"


"Hahahah, aku pikir kau sudah lupa dengan pak tua ini. Siapa yang menyangka ternyata pria hebat yang menjadi kesayangan tim penebang pohon adalah gadis muda yang cantik, Mira dan neneknya selalu bertanya tentang pada Fil tentangmu saat dia pulang dulu. Sulit rasanya menerima kenyataan Allred ku yang tampan adalah seorang wanita, kau sangat hebat Isabella." Aaron meneteskan airmata karena ia tidak bisa mengajak Allred ke pemandian bersama lagi.


Prang!


Seorang pria menjatuhkan nampan berisi makan siangnya saat mendengar apa yang Aaron katakan, bukan hanya itu saja pria lain di belakangnya juga terkejut.


"Char-Charlize?" Isabella terkejut melihat di belakang Aaron berdiri Albert bersama Charlize.


Isabella meneteskan airmata lalu ia berlari dan melompat ke dalam pelukan Charlize, Charlize sendiri saat Isabella berhasil ia tangkap ia langsung memeluk erat Isabella.


"Ak-aku merindukanmu," ucap Isabella terisak dalam pelukan Charlize. Melihat itu Aaron sedikit bingung sedangkan Achlys sendiri tersenyum, setidaknya mereka tidak akan melihat Isabella melamun atau memasang ekspresi murung lagi.


*****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘