The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 25 Tertangkap basah



Hari ini para pekerja Guild Kelinci sangat sibuk bahkan sebelum matahari terbit mereka sudah bangun dan merapikan guild, Isabella sampai terkejut melihat guild sekarang sangat berbeda dengan guild 6 bulan lalu.


"Selamat pagi tuan. Apa kabar?" tanya Allred saat memasuki guild.


March tersenyum melihat wajah yang sudah lama tidak ia lihat, kedatangan Isabella membuat March merasa sangat senang.


"Aku baik. Bagaimana denganmu?" March balik bertanya seraya menepuk pundak Isabella.


"Aku juga baik. Lama tidak bertemu, anda bahkan tidak berubah sama sekali. Tapi guild anda … sangat berubah, jadi banyak papan di sini."


"Hahahaha, aku menerapkan aturan baru di guild sejak 2 bulan lalu. Mulai dari pendaftaran tanpa syarat, kau hanya perlu mengisi kertas identitas dan kartu identitas kesatria bayaran akan langsung diberikan. Lalu papan-papan ini adalah tempat orang meletakan permintaannya sesuai tingkat kesatria bayaran yang mereka inginkan, kau hanya perlu mengambil kertas permintaan dari papan itu dan mengonfirmasi di meja penerimaan lalu kau bisa langsung menjalankan misimu. Dengan begitu mereka tidak perlu meminta misi dari meja penerimaan lagi, karena meja itu fungsinya hanya untuk pendaftaran dan pengambilan bayaran setelah misi selesai."


"Ini sangat luar biasa. Tapi kenapa mendadak anda menerapkan peraturan baru?"


"Aku bersama Martini harus pergi ke Ibukota Kekaisaran untuk waktu yang lama. Suku Barian menyatakan perang dengan kekaisaran kita sebab lamarannya tidak di terima oleh kaisar. Jadi aku memperkerjakan orang-orang kepercayaanku selama kami tidak ada di sini," jelas March.


Isabella seakan tidak percaya jika kejadian saat ini sangat berbeda dari alur cerita yang asli. Perang yang terjadi akibat penolakan lamaran itu seharusnya terjadi 1 tahun lagi, setelah Isabella yang asli kembali ke kediaman duke. 


Lalu hal terpenting dari perang itu adalah meninggalnya Martini dalam perang. Kehilangan seseorang yang dicintai membuat March sangat hancur, ia tidak rela Martini pergi meninggalkannya sampai ia menggila di medan perang. Melihat March yang telah bertarung di luar dari startegi, Duke Charlize Arsena terpaksa harus menangkap March dan mengamankannya. Namun pada akhirnya March kehilangan akal sehat sampai harus meringkuk dalam penjara seumur hidupnya, sehingga membuat pasukan Guild Kelinci harus dibubarkan.


"Ah! aku baru ingat, tunggu sebentar." March pergi ke ruangannya lalu ia kembali membawa selembar kertas dan menyerahkannya pada Isabella.


Isabella mengambil kertas tersebut seraya bertanya, "Apa ini? kenapa diserahkan padaku?"


"Beberapa hari lalu ada seorang elf datang mencarimu. Kami tidak tau di mana alamatmu, jadi dia meninggalkan alamat penginapannya agar kau bisa menemuinya di sana," jawab March.


"Apa terjadi sesuatu di desa elf? apa elf itu terlihat panik? siapa namanya?"


"Dia hanya berkata ingin sekali bertemu denganmu, bahkan sama sekali tidak panik. Tapi aku lupa siapa namanya, yang penting dia adalah elf yang sangat tampan."


"Baiklah. Aku akan ke sana nanti," jawab Isabella.


"Aku akan pergi ke kediaman ku dulu. Kau pergilah melihat misi yang kau inginkan, sampai jumpa lagi nak." March memgelus kepala Isabella sebelum ia beranjak pergi.


Isabella menatap punggung March yang mulai menjauh, rasanya ia tidak ingin hal buruk di perang itu terjadi. Namun apa yang bisa ia lakukan, saat ini ia harus bertindak egois dan mengabaikan hal tersebut.


Isabella beralih pada papan permintaan tingkat emas. Di sana ada banyak sekali permintaan dengan bayaran yang luar biasa, Isabella sangat mencintai uang sampai bingung mau mengambil misi yang mana.


"Permintaan mengawal seorang ahli ramuan Luca Alfie pada pelelangan selama 3 hari, lokasi pertemuan di desa kayu bulan waktu yang di ajukan 15 hari lagi. Bayaran 15.000 keping emas." Isabella membaca salah satu isi kertas tersebut.


Membaca nama Luca Alfie, Isabella merasa nama itu tidak asing baginya. Ia memikirkan di mana ia pernah mendengar nama itu atau sejenisnya.


"Ah! nama itu adalah nama ahli ramuan terhebat kekaisaran, ia adalah salah satu pengikut setia putra mahkota di masa depan. Orang yang mendapatkan julukan Dewa kehidupan, karena ia bisa menyembuhkan siapa saja selama orang itu masih bernafas," batin Isabella.


Ia mengambil permintaan itu lalu mengajukannya pada penerima misi, pekerja di meja tersenut dengan senang hati memberikan cap resmi sebagai tanda permintaan itu telah menjadi tanggung jawab Isabella. 


Desa Kayu bulan memang sangat jauh, Isabella membeli kuda untuk di jadikan tunggangan, ia ingin sampai lebih cepat karena perjalanan memakan waktu 10 hari.


Saat melewati Alamat penginapan yang diberikan elf misterius itu, Isabella berhenti sejenak lalu ia memacu kembali kudanya meninggalkan desa.


"Aku akan menemui elf itu nanti jika misiku telah selesai," batin Isabella.


******


"Hiya …." Ainsley memacu kuda miliknya dengan kecepatan sedang di belakang Isabella, ia tidak akan menyangka jika Isabella sangat ahli dalam berkuda. Ainsley tidak pandai menunggang kuda. Oleh karena itu, jika saat ini mereka sampai tertinggal jejak Isabella maka akan sulit menemukan Isabella lagi.


"Jangan banyak protes. Peganganlah dengan baik dan tutup mulutmu agar aku bisa fokus," kesal Ainsley.


"Untuk apa pegangan jika kecepatan kudanya lebih lambat dari keledai," ejek Fil.


"Kenapa kau tidak membantuku dengan sedikit kekuatan angin milikmu, huh? kau itu sama sekali tidak membantu sama seperti mulut busukmu itu."


"Tuan itu sangat hebat, jika dia merasakan adanya kekuatan maka keberadaan kita bisa terbongkar. Apa kau mau pengorbananmu tidur diatap rumah orang selama ini sia-sia?"


"Berisik! Hiya." Aisnley menambah kecepatan kudanya, kali ini benar-benar cepat sampai Fil harus memeluk Ainsley.


"Pelanlah sedikit atau kita akan terbang, bodoh." Teriakan Fil, namun diabaikan oleh Ainsley.


Setelah menempuh perjalanan yang jauh, Isabella nampir sebentar untuk membeli persediaan makanan pada sebuah desa.


"Tolong berikan beberapa potong roti halus, dan 5 kantong air," ucap Isabella pada nenek penjual tersebut.


"Baiklah, tunggu sebentar. Anu … apa orang tua ini bisa bertanya?" tanya Nenek tersebut sambil mengisi potongan roti ke dalam kantong belanja.


"Tentu saja. Apa itu?" 


"Apa kedua orang itu temanmu?" nenek itu menunjuk kearah Fil dan Ainsley yang memantau dari kejauhan.


Isabella pun menoleh kearah yang dimaksud oleh sang nenek, sekilas ia melihat Ainsley menarik Fil agar bersembunyi.


"Apa yang mereka lakukan di sini?" batin Isabella. Ia beranjak mendekati tempat persembunyian mereka, dan di sanalah ia melihat Ainsley yang sedang mendekap mulut Fil.


"Hai Allred, lama tidak bertemu." Ainsley tersenyum canggung setelah tertangkap basah oleh Isabella.


"Ikut aku dan jelaskan apa yang kalian lakukan di sini. Awas saja jika penjelasannya tidak memuaskan," ancam Isabella.


Mereka duduk berhadapan di kedai milik sang nenek tadi. Ainsley menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir tanpa ada yang di tutupi dari Isabella, dan Isabella mendengarkannya dengan baik.


"Maafkan aku," ucap keduanya serempak. Mereka merasa bersalah sekaligus takut pada Isabella.


"Syukurlah mereka tidak mengetahui identitasku yang sebenarnya, aku selamat untuk kali ini. Tapi mereka benar-benar nekad," batin Isabella.


"Kalian kembalilah dulu ke desaku, aku akan menemui kalian saat misiku selesai nanti. Tenang saja, March telah memberikan alamat penginapannya padaku. Dan jangan lupa istirahatlah sebelum kembali, ini uang untuk kalian." Isabella memberikan kantong berisi kepingan uang. "Aku rasa itu cukup untuk kalian sampai aku kembali."


"Terima kasih tuan, anda sangat baik," ucap Fil merasa terharu.


"Hah? jangan senang dulu, masalah kita belum selesai. Aku akan membuat perhitungan dengan kalian nanti," ancam Isabella yang berlalu meninggalkan mereka.


Isabella membayar uang makan mereka bersama persediaan yang ia pesan kepada sang nenek, setelah itu ia berpamitan pada Fil dan Ainsley untuk melanjutkan perjalanannya.


*****


Bersambung


Silakan tinggalkan jejak dan dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘


Terima kasih atas semua dukungan kalian dari awal sampai hari ini, anda terima kasih juga karena tidak bosan membaca cerita ini dari bab ke bab😊