The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 102 END



Kediaman Abraham banjir airmata saat Vanessa yang sudah tidur untuk waktu lama akhirnya bangun juga, Luca sendiri menangis bahagia karena kerja kerasnya akhirnya terbayarkan.


Sadar memang Vanessa sudah sadar. Tapi dia belum sepenuhnya pulih, ia kehilangan banyak tenaga karena tidur selama 3 bulan tanpa makan apapun. Tidak butuh waktu lama baginya untuk sembuh sepenuhnya.


Telah banyak yang berubah di kediaman Abraham selama Vanessa tidak sadar, Selina bisa ke mana saja dengan wujud manusia bertanduk, Elena di usir oleh Cedric, dan Isabella memegang tanggung jawab duchess mengurus kebutuhan rumah.


Tanggal pernikahan Isabella yang telah ditetapkan terpaksa harus ditunda, karena Vanessa ingin menikah bersama Isabella dan Aisnley dihari yang sama.


"Kakak." Vanessa menatap Isabella yang sedang membaca buku.


"Ada apa?" tanya Isabella menutup bukunya dan beralih menatap sang adik.


"Saat aku pingsan aku bermimpi aneh. Di tempat yang mirip rumah sakit ada seorang wanita terbaring diatas ranjang, di tubuhnya ada alat-alat aneh. Banyak orang menangis di sampingnya karena dia tidak sadarkan diri selama 100 hari."


"Woah! benarkah? hampir sama denganmu, kau tidur selama 90 hari."


"Tempat itu sangat indah kak, banyak lampu yang menyala bahkan kue mereka sama dengan kue-kue buatan toko kue kakak. Wanita di sana tidak memakai gaun, mereka memakai rok pendek dan baju lalu di sana ada sebuah kereta. Tapi semua bagiannya tertutup bahkan berjalan tanpa kuda, yang penting itu tempat yang indah," tambah Vanessa membuat Isabella terkejut.


"Be-benarkah? wow. Aku jadi ingin melihatnya," jawab Isabella gugup.


"Kakak sudah melihatnya, aku yakin. Karena wanita yang terbaring dengan alat aneh itu wajahnya persis kakak. Tidak ada dari wajah kalian yang tidak mirip, bahkan aku melihat ada wanita cantik yang sedikit tua bernama Camelia. Dia bilang kalau tidak salah jika dirinya mengajari kakak berdansa untuk pesta penyambut putranya. Tapi kakak malah berakhir di rumah sakit, kakak jujurlah padaku. Apa tempat yang jauh dan letaknya ada di sisi lain dunia ini adalah tempat itu?" tanya Vanessa membuat Isabella ketakutan entah mau jawab apa, Selina menatap Isabella menantikan apa yang akan dia katakan.


"Bu-bukan. Saat itu kau hanya bermimpi, kau sangat lengket pada kakak jadi apa saja yang kakak katakan pasti akan terbawa sampai ke mimpimu. Kau jangan berpikir lebih, mimpi hanyalah bunga tidur, mungkin itu penglihatan masa depan kakak di kehidupan kakak selanjutnya. Jangan di pikirkan, jangan katakan pada siapa pun juga. Kakakmu hanya ada satu dan dia ada di depanmu." Isabella memeluk Vanessa untuk menghindari kecurigaan.


Saat Vanessa sudah tidur, Isabella mengambil botol anggur dan pergi ke balkon Selina juga ikut dengannya.


"Kenapa kau tidak katakan yang sebenarnya pada Vanessa?" tanya Selina.


"Aku akan membuka semua rahasia tentangku di tempat ini. Tapi rahasiaku tentang kehidupanku dulu biarlah itu menjadi rahasia yang akan terus ku simpan, Vanessa bisa melihat ragaku di sana itu artinya kemungkinan aku bisa saja akan kembali ke sana nanti. Mungkin akan sama seperti Pamela," jawab Isabella meneguk anggurnya.


"Sudah ku duga, itu memang kakak. Tapi yah Sudahlah!" batin Vanessa benar-benar tidur.


Untuk acara pernikahan yang akan digelar di kediaman Abraham, ada 3 pasangan yang akan di nikahkan pada hari yang sama. Banyak bangsawan yang di undang dan saat hari pernikahan tiba, banyak yang memberikan ketiga pasangan pernikahan selamat bahkan kedatangan ras elf membuat banyak orang terkagum.


Ketiga pasangan itu akan menempuh hidup yang baru bersama pasangan mereka, Isabella pergi bersama dengan Charlize ke kediaman Arsena, Vanessa pergi dengan Albert, dan Aisnley pulang bersama Fil ke desa elf selama beberapa waktu.


Cedric kesepian karena 2 putrinya telah di bawa pergi, tidak hanya itu saja Isabella mendapatkan hadiah dari kaisar karena telah membawa pulang Albert kini ia mendapatkan hak sebagai penguasa Kota Batu hitam dan di sambungkan dengan kota utara yang merupakan wilayah keluarga Arsena.


Charlize tidak bisa tenang karena ia tidak bisa berada di sisi Isabella selama persalian, Cedric juga tidak bisa menngawasi kedua putrinya yang sedang melakukan persalinan di waktu yang sama. Ia berlari dari kamar Vanessa selama 5 menit di depan kamar Vanessa ia berlari lagi ke kamar Isabella, begitu terus sampai ia kelelahan.


Sayangnya Fil dan Aisnley tidak ada karena Aisnley pulang bersama Fil ke desa elf, Isabella memberikan dia cuty hamil saat usia kehamilan menginjak 6 bulan beberapa hari yang lalu.


Tidak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi dari kedua kamar, senyum bahagia merekah di wajah orang tua kedua wanita itu. Dara senang karena dia telah menjadi nenek dari dua bayi kembar milik Isabella, sedangkan Cedric oa gembira karena dia menjadi kakek dari 3 bayi, 2 dari Isabella dan 1 dari Vanessa.


"Duke Arsena, ini putra anda. Anda ha …." belum selesai dokter mengatakan apa yang ingin dia katakan, Charlize langsung masuk ke dalam kamar tempat Isabella dirawat. Berbeda dengan Albert yang masih ingin melihat anaknya, Charlize langsung menemui Isabella.


"Bagaimana keadaanmu? kau baik-baik saja? kau terlihat sangat pucat." Charlize sangat panik melihat Isabella terbaring lemas, dia membuat banyak perawat wanita terpukau akan perhatiannya.


"Ini pertarungan yang sulit, aku lebih suka melawan 100 monster dari pada ini. Rasa sakitnya membuatku gila," jawab Isabella membuat para perawat menelan air liur mereka karena takut.


"Ini yang pertama dan yang terakhir kau melahirkan. Kelak aku tidak akan minta anak lagi, kau sangat kesakitan dan aku benci diriku karena tidak bisa berbuat apa pun."


"Omong kosong, apa kau sudah lihat anak kita?" 


"Belum. Apa itu penting sekarang? aku bisa melihat mereka nanti, kau jauh lebih penting."


"Hah?" Isabella bangkit dari tidurnya lalu memukul Charlize.


"Nyonya anda jangan bangun dulu, berbaringlah!" pinta para perawat.


"Kau kendalikanlah dirimu, sayang. Kau bisa terluka nanti," cemas Charlize.


"Apa? pergi kau dari sini. Lihat anak kita lalu beri mereka nama jangan harap bisa menemuiku nanti jika kau tidak melakukan itu," teriak Isabella.


Kehebohan di kamar Isabella membuat banyak orang khawatir. Tapi mereka tau dia adalah gadis yang kuat, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Isabella menyeramkan saat marah.


Setelah keluar dari rumah sakit Isabella menghabiskan harinya dengan penuh kebahagian, dia punya anak kembar yang lucu dan suami tampan dengan sejuta perhatian serta kasih sayang. Sesuatu yang bahkan tidak berani dia pikirkan di kehidupan sebelumnya kini bukan hanya dia pikirkan. Tapi telah dia miliki, pertama kali ia di sini rasanya ingin sekali pulang dan sekarang dia tidak pernah memikirkan hal itu lagi. Entah dia akan kembali atau tidak ke tempat asalnya, kini dia masa bodoh dengan hal itu karena di sini kehidupannya sekarang.


TAMAT.


Terima kasih atas dukungan kalian semua untuk author sampai ke tahap ini.