The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 85 Identitas Samantha



Hari ini adalah hari di mana Taylor akan mendapatkan hukumannya, saat ini keputusan hukuman seperti apa yang akan Taylor dapatkan ada di tangan Isabella. Albert, Babel, Charlize, dan Samantha hadir sebagai saksi atas jatuhnya hukuman itu.


Tidak lama kemudian mereka semua berkumpul dalam satu ruangan, kaisar maupun Cedric tidak akan ikut campur dalam hal ini seperti yang telah keduanya janjikan pada Isabella.


"Kami diizinkan mengajukan beberapa pertanyaan padanya, aku akan mulai. Taylor, apa alasan mu melakukan penyerangan itu?" tanya Albert. Ia telah menekan Taylor untuk mengatakan apa yang telah ia rencakan untuk menyelamatkan Samantha, Albert tidak tau jika Taylor telah berjanji akan berkata jujur agar Isabella agar bisa memberikan dia keadilan.


"Saya tidak punya dendam dengan kedua Nona Abraham, saya hanya di minta untuk melakukan penyerangan itu," jawab Taylor membuat Albert dan Samantha terkejut.


"Setelah di minta kau langsung menyetujuinya, kenapa kau setuju melakukan itu padahal kau tau itu sangat beresiko?" tanya Charlize.


"Apalah daya saya. Dia adalah seorang bangsawan, dan jika saya melawannya maka nyawa keluarga saya bisa terancam. Saya tidak punya pilihan," jawab Taylor lagi.


"Apa ini? ini bukan jawaban yang sesuai dengan rencana. Apa Taylor akan mengkhianatiku?" batin Samantha.


"Jangan memperpanjang masalah ini. Katakan saja langsung Taylor siapa yang memintamu melakukan hal itu?" tanya Isabella menatap Samantha.


"Untuk apa bertanya lagi. Seorang penjahat pasti akan memikirkan 1000 cara untuk menghindari hukumannya, dia bisa saja mengkambing hitamkan orang lain untuk menyelamatkan dirinya. Dia akan langsung di eksekusi," tegas Albert. Ia ingin mengakhiri semua ini untuk menyelamatkan Samantha.


"Benar. Dia adalah penjahat, jika dia sudah melakukan satu kejahatan maka bukan hal yang mustahil dia akan melakukan kejahatan yang lain. Menggunakan nama orang lain untuk menyelamatkan diri adalah trik yang sudah biasa penjahat lakukan," tambah Samantha.


"Tapi ini sedikit aneh Samantha, bukankan Taylor adalah pelayanmu? itu artinya bisa saja pelaku dibalik kejahatan ini adalah orang yang dekat denganmu, dan mengenal Taylor. Atau mungkin …." ucapan Charlize terhenti entah kenapa.


"Atau mungkin pelakunya adalah kau sendiri," lanjut Isabella, "Karena seorang majikan meminjam tangan pelayannya untuk melakukan kejahatan adalah hal yang biasa, aku sedikit curiga padamu."


"Anda benar Nona Isabella. Saya di minta oleh Nona Samantha melakukan ini semua, mudah bagi nona menyingkirkan saya karena saya adalah pelayan yang nona anggap tidak berguna," ucap Taylor membuat Charlize terkejut.


"Jangan berbohong, aku adalah wanita suci. Semua orang tau aku adalah orang yang paling terluka jika melihat tindak kejahatan, kau jangan coba-coba membawa namaku hanya karena kau iri semua orang menyukaiku," sanggah Samantha.


"Ini buktinya." Taylor mengeluarkan batu rekaman yang merekam adegan di mana Samantha datang ke penjara untuk membuat Taylor tutup mulut.


Kejadian sebelumnya …


"Aku akan memberimu keadilan bukan hal yang mudah, aku butuh kerja sama darimu. Selama kau mau bekerja sama maka Samantha akan di hukum juga," ucap Isabella.


"Kerja sama seperti apa? saya tidak mungkin bisa menbantu anda dengan keadaan saya saat ini," balas Taylor.


Isabella menatap Aisnley lalu Aisnley mengeluarkan sebuah batu berwarna biru dari kantong celananya, ia memberikan batu itu pada Taylor.


"Itu adalah batu rekaman, gunakan itu untuk merekam saat Samantha datang menemuimu nanti. Dengan begitu maka dia juga akan diadili," ucap Isabella sebelum meninggalkan penjara pada hari itu.


Nafas Samantha menjadi tidak teratur karena rekaman itu ditunjukan tepat didepan Charlize, raut wajah Charlize saat menatap Samantha menjadi berbeda.


"Apa bukti itu cukup?" tanya Isabella pada Albert.


"Itu benar Isabella. Batu rekaman adalah batu yang langkah, hanya ada 2 di kekaisaran kita dan itu milik kaisar. Batu rekaman adalah hadiah pemberian kepala desa elf pada kaisar," tambah Babel.


"Kaisar hanya punya 2. Tapi aku punya …." Isabella mengeluarkan kantong penyimpanannya dan mengeluarkan banyak batu rekaman dari sana, "Aku punya jauh lebih banyak, apa kalian pikir aku ini pencuri?"


"Bagaimana mungkin? dia punya banyak batu ini, harga satu batu ini 100.000 keping emas karena sangat langkah. Desa elf tempat batu ini ada adalah tempat yang sangat susah untuk di temukan apalagi masuk ke dalamnya," batin Albert.


"Jadi karena Samantha adalah pelaku yang sebenarnya, dia akan di penggal," ucap Isabella membuat semua orang yang ada di sana terkejut.


"Kau mau memenggal wanita suci? jangan konyol. Ayahanda tidak akan tinggal diam," balas Babel.


"Aku saja ingin memberinya pelajaran karena telah menyakitimu. Tapi identitasnya tidak bisa membuatku bergerak, jangan konyol Isabella," batin Babel.


"Babel benar. Keberadaan Samantha sangat penting, kau akan dapat masalah besar jika berani menyentuhnya," tambah Albert.


"Heheheh, kau bisa apa Isabella? kedua pangeran ini ada di pihakku, jangan harap kau bisa menang," batin Samantha tertawa dalam hati.


"Kaisar sudah berjanji keputusan ada di tangan Isabella, jika hukuman telah Isabella tetapkan maka kalian tidak bisa ikut campur. Penjahat tetaplah penjahat dan harus di hukum," tegas Charlize. Ia merasa jijik dengan Samantha.


Masalah ini pun akhirnya di bawah pada kaisar setelah kaisar tahu Samantha adalah penyebabnya, kaisar mengajukan pada Isabella jika hukuman Samantha di ganti dengan kompensasi yang lain. Isabella setuju ia meminta Samantha membayar 100.000 keping emas padanya sebagai ganti dari hukuman.


Mau tidak mau kaisar harus menyanggupi hal itu, lalu batu rekaman tersebut kaisar ganti dengan 100.000 keping emas lalu kaisar hancurkan. Buktinya harus dihapus agar nama baik Samantha tetap terjaga, Isabella juga tidak lupa menjatuhkan hukuman pada Taylor yakni seumur hidup harus menjadi pelayannya.


Bukan hanya itu saja Taylor juga diberi kejutan, Cony dan Kesha akan tinggal bersama dengan Taylor di kediaman Abraham. Racun parasit Kesha telah di keluarkan, dan Isabella menjatuhkan Kesha hukuman dengan mengirimnya ke akademik ahli ramuan sebab Isabella merasa dia berbakat di bidang itu.


"Cony sayang, katakan pada kakak kau mau kue yang mana?" tanya Isabella, ia sangat memanjakan Cony karena Cony menggemaskan.


"Kue nanas. Itu kesukaan Cony," jawab Cony. Isabella pun mengambilkannya lalu menyuapi Cony.


"Cony kau sangat imut, jadilah anakku saja." Isabella tidak bisa menahan diri lalu memeluk Cony. Melihat hal itu Selina menampar Isabella dengan ekor kadalnya.


Untuk beberapa hari suasana kediaman menjadi sangat damai, tidak ada suara pertengkaran atau pun perdebatan. Tapi ini belum berakhir karena masalah baru akan datang lagi pada Isabella dalam wujud perjodohan, kaisar bersama permaisyuri telah membicarakan hal itu lagi.


"Aku tidak akan diam saja Isabella ku menjadi milik pria lain," batin Charlize, ia sudah menyiapkan rencana untuk merebut Isabella.


****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘