The Second Life Of The Mercenary

The Second Life Of The Mercenary
Bab 21 Utusan dari kediaman Abraham



Bab 21


Kediaman Duke Abraham.


Jeremy berjalan membawa beberapa lembar kertas menuju ruang kerja Cedric, ia ingin menunjukan semua informasi yang berhasil ia kumpulkan selama pencarian lebih dari 5 tahun.


"Pagi Jeremy," sapa Vanessa saat mereka bertemu.


"Pagi Nona Vanessa. Apa anda butuh sesuatu?" tanya Jeremy dengan ramah.


"Beberapa hari ini ayah tidak mau menemuiku, apa telah terjadi masalah besar?" 


"Semua baik-baik saja. Mungkin duke sedikit sibuk sampai tidak bisa menemui nona, tapi nona tidak perlu khawatir karena setelah ini duke pasti akan pergi menemui anda," balas Jeremy. Vanessa tersenyum dan mengangguk, setelah itu ia mempersilakan Jeremy melanjutkan pekerjaannya.


Tok tok tok


Jeremy mengetuk pintu seraya berkata, "Jeremy datang menemui anda."


"Masuklah!" Cedric mempersilakan asisten pribadinya itu masuk.


Saat Jeremy masuk, ia langsung menyerahkan beberapa lembar kertas di tangannya itu kepada Cedric. Cedric langsung membaca isi dari kertas itu selama beberapa saat lalu ia membakar semuanya, terlihat jelas ada rasa kesal yang tersirat dari wajahnya.


"Bagaimana mungkin putriku adalah wanita yang memiliki reputasi sejelek itu, apa kau tidak salah orang?" tanya Cedric yang frustasi pada Jeremy.


"Saya tidak mungkin salah duke. Semua orang mengatakan dia adalah anak angkat Baron Ilyas yang tidak lain adalah kakak dari duchess. Mungkin saja reputasi nona muda menjadi buruk karena ia tumbuh di lingkungan yang buruk," terang Jeremy.


"Penggila pria tampan, pelaku pelecehan, dan pelanggan tetap di rumah bunga. Bagaimana bisa aku menganggap anak seburuk itu sebagai anakku? aku bisa gila."


"Duke, bukan hanya itu saja. Saat ini nona telah membuka toko kue yang sangat unik, tidak ada kue di Kekaisaran Irsyad yang memiliki rasa, dan bentuk seperti itu."


"Benarkah? seperti apa rasa dari kue itu?"


"Saya sendiri tidak tau, hanya saja banyak bangsawan yang menyamar menjadi rakyat biasa demi mencicipi kue dari toko nona. Akan tetapi rumor buruk juga tidak jauh dari sana, ada 3 pria yang menjalankan toko itu dan mereka di duga adalah selir-selir nona."


"Apa?" Cedric terkejut bahkan nyaris pingsan. Ia serasa akan gila mendengar reputasi Isabella yang buruk, dan sekarang ia serasa akan mati mendengar putrinya memiliki selir. Tidak ada silsilah keluarga Abraham seorang anak pria memiliki selir apalagi anak perempuan.


"Kau utus Azar ke sana, dan dapatkan informasi sebanyak mungkin tentang Isabella. Jika bisa dapatkan darah dari Isabella agar kita bisa langsung mengeceknya," perintah Cedric yang langsung disetujui oleh Jeremy.


"Penelope, anak seperti apa yang kau tinggalkan untukku. Bagaimana mungkin dia bahkan tidak mirip sama sekali denganmu atau pun aku," batin Cedric menatap lukisan potret milik mantan Duchess Abraham.


******


Azar sampai di Kota Batu hitam beberapa hari yang lalu, setelah itu ia langsung menuju desa tempat Isabella tinggal. Azar meminta alamat toko kue unik milik Isabella pada penduduk desa, dan sesampainya ia di sana terdapat kerumunan orang disekitar toko kue tersebut.


Azar tidak bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di depan sampai akhirnya ia menerobos kerumunan tersebut, lalu ketika ia berada di depan kerumunan ternyata yang menjadi tonton banyak orang itu adalah Isabella yang sedang bertarung melawan sisa rombongan Elvis.


"Apa kalian masih mau lagi? aku tidak akan sungkan menemani kalian bermain," teriak Isabella mengancam Elvis bersama rombongannya.


Elvis dan Aretha gemetar ketakutan. Selama ini mereka tau Isabella memang wanita yang kuat. Tapi siapa yang akan menyangka dia akan sekuat ini, bahkan ia membuat semua pasukan Elvis pingsan tanpa sisa. Elvis tidak bisa menyerang lagi sebab tidak ada lagi pasukannya yang tersisa, ia membawa semua pasukan dari kediamannya hanya untuk mengertak saja bukan untuk di habisi seperti ini.


Isabella berjalan mendekati Elvis lalu mencengkram pundak Elvis seraya berkata, "Jika kau berani datang lagi maka aku akan meminta kakakku Allred sih kesatria bayaran itu untuk menghabisi semua keluargamu, ingat itu baik-baik! Callix adalah milikku. Jangankan kau berkata ingin merebutnya bahkan jika kau berani meliriknya sedikit saja, aku akan memenggal kepalamu." 


"Baiklah. Maafkan aku, aku tidak akan berani lagi." Elvis menangis bahkan sampai buang air kecil di celana karena rasa sakit yang amat luar biasa dipundaknya.


Isabella melepaskan cengkramannya dari Elvis dan membiarkan Elvis pergi bersama rombongannya, kini Isabella beralih pada Aretha.


"Kau … berani sekali kau padaku. Selama ini aku masih berbaik hati padamu, jika kau berani lagi maka tunggu dan lihat saja aku akan membuatmu tinggal di jalanan sebagai pengemis lalu menjual para selirmu ke pasar budak," ancam Isabella dengan seringai yang menyeramkan.


Aretha hanya bisa mengangguk di bawah tekanan Isabella, setelah itu pun ia pergi bersama para selirnya.


"Apa ini? di-dia itu Isabella? tekanan dan kekuatan itu hanya bisa aku rasakan dari duke dan sekarang aku merasakannya dari gadis tidak berguna itu? tidak salah lagi, dia memang benar anak dari duke," batin Azar yang menelan air liurnya. 


Setelah itu Azar melihat ada 3 pria menghampiri Isabella bahkan memeluknya dengan erat, Azar berfikir itu adalah ketiga selir Isabella yang dikatakan oleh Jeremy. Tak berselang lama Isabella datang menghampiri kerumunan warga lalu meminta maaf atas keributan yang terjadi karenanya, ia sangat ramah sampai Azar tidak percaya jika ia benar-benar Isabella yang dirumorkan.


Kerumunan warga itu bubar dengan cepat, mereka kembali ke rumah serta melalukan kesibukan mereka masing-masing. Kecuali Azar, ia masih memantau kediaman Isabella dari kejauhan. Ia ingin sekali masuk ke dalam, tetapi itu mungkin bukan pilihan yang bagus. Jika ingin mendapatkan darah Isabella maka ia harus menunggu sampai besok.


"Saya akan pergi membuang sampah," pamit Jasper pada Isabella.


Ia membawa kantung sampah keluar dari rumah. Dan saat Jasper baru saja menginjakkan kakinya diatas tanah, insting hewannya langsung merasakan jika ada seseorang yang memata-matai kediaman Isabella dari suatu tempat.


Sayangnya ia tidak tau keberadaan orang tersebut, namun Jasper tidak akan diam saja jika ada bahaya yang mengintai kediaman Isabella.  Ia menggunakan kekuatan matanya untuk mencari seseorang tanpa harus melihatnya secara langsung.


Sedangkan di sisi lain Azar merasa sangat tertekan seperti ada ribuan binatang buas tengah menatapnya, tapi dengan tingakatan Azar saat ini ia bisa menebak dari mana asalnya tekanan besar itu.


"Padahal dia tidak tau di mana keberadaanku. Tapi ia bisa mengirim tekanan sebesar ini untuk mencariku, ternyata selir dari gadis tidak berguna itu bukanlah pria biasa. Aku semakin tertantang karenannya, sudah cukup lama aku tidak pernah merasakan hal menarik seperti hari ini," gumam Azar dengan seringainya yang menakutkan. Rasa penasarannya akan Isabella semakin menjadi-jadi, inilah alasan Cedric meminta ia melakukan penyelidikan tersebut karena Azar memiliki rasa penasaran bisa membuatnya menggila.


****


Bersambung.


Silakan tinggalkan jejak and dukung selalu author, karena dukungan kalian sangatlah berarti😘