The Second Life

The Second Life
CHAPTER 8



Setiap hari Violeta akan berlatih dengan Eros setelah itu dia akan membuat kontrak dengan ras elf lain dia selalu tertarik untuk menantang para elf hingga mereka menyerah dan bersedia membuat kontrak roh dengan dia, kemudian dia akan membuat ramuan atau mempelajari sihir baru, sesekali dia akan bermain dengan Avery jika ada waktu luang. Itu semua merupakan rutinitas keseharian Violeta.


Waktu pun kian berganti tidak terasa sudah 10 tahun, sekarang Violeta telah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik, anggun dan menawan, dia juga sudah menjadi seorang penyihir hebat dan banyak membuat kontrak roh dengan berbagai macam ras elf dan semuanya merupakan pemimpin dari masing-masing ras elf.


Violeta dan Eros sedang berlatih pedang di tempat biasa mereka berlatih, tidak sama seperti sepuluh tahun lalu, Violeta yang selalu kalah telak jika beradu pedang bersama Eros sekarang Violeta bisa mengimbangi permainan pedang Eros, mereka beradu pedang dengan seimbang. Tetapi tidak lama sampai wajah santai Eros berubah menjadi serius, Violeta pun semakin menyeringai melihat raut wajah Eros yang berubah. Tangan kanan Violeta bergerak cepat menangkis serangan Eros dan tangan lainya menyerang leher Eros dengan tajam, eros tidak tinggal diam tangan kirinya yang tidak dia gunakan untuk menyerang Violeta bergerak menangkis serangan Violeta. Violeta kemudian mengangkat kakinya menendang perut Eros membuat eros terpental ke belakang.


Violeta dengan cepat berlari ke arah eros terlalu cepat hingga membuat dia terlihat seperti bayangan, dia kemudian menyerang pedang pendek milik Eros membuat pedang itu terlempar jatuh ke tanah.


"Hahahhahaha paman setelah sepuluh tahun akhirnya aku dapat mengalahkanmu" ucapnya gembira dia berloncat-loncat seperti anak kecil. Dia menghilang di udara tipis meninggalkan Eros begitu saja.


*****


"KAAAKKKEEEEEEEKKK" teriak Violeta memasuki rumah mencari merlin yang sedang duduk santai di taman belakang rumah sambil meminum kopinya.


"Uhuukk...uhuukk" Merlin tersedak kopi akibat teriakan Violeta.


"Kakek kau baik-baik saja?" tanya Violeta yang berputar-pura polos.


"Kamuu..kenapa kamu berteriak?" tanya Merlin tajam yang di balas cengiran oleh Violeta.


"Kakek kau tau-"


"Tidak kakek tidak tau" ucap Merlin memotong perkataan Violeta, dia masi kesal dengan cucunya itu. Violeta tidak terlalu memperdulikan kekesalan Merlin dia melanjutkan perkataannya tanpa dosa.


"Kakek aku baru saja menang beradu pedang melawan paman eros" ucapnya bangga sambil mengambil kue yang ada di atas piring milik merlin. Merlin tidak tinggal diam dia memukul tangan Violeta yang ingin mengambil kuenya itu.


"Aooww..Dasar kakek pelit" ujarnya kesal sambil mengelus tanganmu yang di pukul tadi. Tiba-tiba Eros muncul entah dari mana dan memberikan sepiring kue pada Violeta.


"Hehehe...paman Eros memang yang terbaik" puji Violeta sambil memakan kuenya, Eros mengusap kepala Violeta dengan sayang.


'Jika kakek sedang kesal denganku aku masih memiliki paman Eros' pikirnya.


Merlin yang melihat itu hanya memutar mata malas dia tau bagaimana sifat cucunya, jika dirinya kesal dengan Violeta maka Violeta akan berlindung di belakang Eros dan Eros yang selalu memanjakan Violeta sama seperti dirinya. Mereka bertiga duduk sambil menikmati kopi di taman belakang rumah yang sejuk dan indah.


"Violeta suda saatnya kau pergi melihat-lihat dunia luar untuk mendapatkan pengalaman hidup" ucap Merlin serius.


"Baiklah kek aku juga merasa, aku sudah siap untuk berpergian" ucap Violeta tanpa penolakan.


Mendengar ucapan Violeta, Merlin tersenyum kecil. waktu memang berlalu terlalu cepat dia tidak menyaka bayi kecil yang dia temukan di dalam gua dan sudah dia anggap sebagai cucunya sendiri telah tumbuh menjadi wanita cantik sekarang.


"Yaaa kau dapat mengalahkan Eros itu bertanda kau memang sudah siap mengahadapi dunia luar" ucapnya. Violeta yang mendengar itu hanya diam entah kenapa suasana menjadi sedikit sedih.


"jika ada yang mengancam keselamatanmu akan ku bunuh mereka"


Violeta sangat terkejut mendengar suara menyeramkan dengan niat membunuh yang begitu tebal hingga membuat dia merinding suara itu terdengar dari sampingnya. Di sampingnya Eros duduk dengan tenang menikmati kopi.


"Kakek kau mendengar suara di sampingku?" tanya Violeta.


"Yaaa, itu Eros yang berbicara" jawab Merlin dia mengerti dengan kebingungan Violeta.


"Jaa..jadi itu suaramu paman?" tanya Violeta yang masi tidak percaya, Eros hanya mengangguk, Violeta makin di buat terkejut oleh anggukan Eros.


Violeta sangat terkejut mendengar suara Eros pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir, dia tidak menyangka Eros memiliki suara yang sangat menyeramkan dan dapat membuat orang pingsan hanya mendengar suaranya saja. Jadi itu sebabnya dia tidak pernah berbicara kepada Violeta, dia tidak mau membuat Violeta takut.


"Pantas saja kau tidak pernah berbicara kepadaku, suaramu bahkan bisa membuat orang pingsan di tempat" ejek Violeta, eros hanya mendengus kesal.


"Leta pergilah ke kamarmu dan bereskan barang-barang yang akan kau bawah besok" pintah Merlin mengalihkan perhatian Violeta agar tidak terus mengejek Eros.


"Kek terlalu cepat untuk pergi besok" protes Violeta.


"Tidak Leta kau sudah berusia 20 tahun sekarang itu tidak terlalu cepat" ucap Merlin tegas Violeta hanya bisa pasrah dia berjalan memasuki rumah menuju kamarnya.


Di dalam kamar Violeta, Anne membantu dia membereskan barang-barangnya hingga malam hari, Violeta pun mandi dia kemudian makan malam bersama Merlin dan Eros dia berbicara banyak hal dengan mereka karena dia tau dia akan pergi berpetualang dan pasti butuh waktu lama untuk makan malam lagi bersama mereka mereka bercerita hingga larut malam, Violeta pun pergi ke kamarnya dia tidur dengan nyenyak.


Pagi hari itu Anne tidak membangunkan Violeta, dia membiarkan Violeta tidur sepuasnya hingga hari mulai siang Violeta keluar dari kamar sudah siap dan rapi. Violeta berjalan keluar rumah, di depan rumah Merlin, Eros, Anne, Albert dan pelayan-pelayan lain telah menunggu kedatangan Violeta.


"Kakek, jaga kesehatanmu aku akan merindukanmu" ucap Violeta dengan mata berair di depan Merlin


"Kenakan tudungmu" ucap Merlin selalu khawatir dengan rambut Violeta. Violeta mengenakan tudung kepalanya menutupi rambut perak miliknya itu dia kemudiam memeluk kakeknya lama. Setelah itu dia berjalan ke arah Eros.


"Paman aku akan pergi" pamit Violeta. Eros mengelus kepalanya dia tersenyum tipis. Violeta berjalan ke arah Anne


"Ini makan siangmu nona" ucap Anne memberikan bekal buatannya kepada Violeta, Violeta mengambil kotak bekal itu dia kemudian memeluk Anne.


"Tolong jaga kakek" ucap Violeta kepada Anne dan melepaskan pelukannya.


"Hati-hati di jalan nona" kata Albert menunduk hormat di ikuti pelayan-pelayan yang lain. Violeta tersenyum dia berdiri di depan mereka semua.


"Sampai bertemu lagi" sambil melambai-lambaikan tangannya kemudian Violeta menggunakan sihir anti garafitasi, dia terbang menuju hutan peri tempat pertama yang akan dia kunjungi.