
Seorang pria tua, berjanggut putih menggunakan tudung menutupi kepala dan membawa tongkat dengan tinggi tongkat itu melewati kepalanya. Pria tua itu berjalan menuruni bukit.
Di kaki bukit dia melihat puing-puing kota besar yang telah hancur dan rata dengan tanah. Pria tua itu berjalan memasuki kota besar yang telah hancur itu, dia berjalan sambil mencari keberadaan orang lain selain dirinya, namun nihil dia tidak menemukan siapapun di kota besar itu bahkan mayat sekalipun tidak ada.
"Haaa....aku terlambat rupanya" pria tua itu menghembuskan nafas berat. Menyadari kesalahan dirinya sendiri yang datang terlambat. Dia mengetahui bahwa kota ini di hancurkan oleh para iblis dan di lihat dari puing-puing kota ini baru saja di hancurkan semalam.
Dia menyadari tidak ada yang dapat dia lakukan sekarang maka dia pun melanjutkan perjalananya keluar dari kota itu dia berjalan ke arah hutan, untuk melihat masih adakah penduduk yang mungkin selamat dan bersembunyi di dalam hutan.
Sesampainya di hutan, dia mendengar suara tangisan bayi yang samar-samar dan tidak jauh dari tempatnya berada sekarang. Dia mengikuti suara tangisan bayi itu hingga sampai di depan gua, karena rasa penasarannya dia masuk ke dalam gua itu, semakin dalam dia memasuki gua semakin kuat tangisan bayi yang terdengar. Dia melihat di belakang batu besar terdapat seorang bayi mungil dengan warna rambut perak dan mata berwarna ungu sangat cantik dan menggemaskan.
Dia mengangkat bayi itu dengan tangan kirinya yang tidak memegang tongkat dan menggendongnya. Bayi itu perlahan-lahan berhenti menangis dan menatap wajah pria tua itu.
"Rambut berwarna perak." ucap pria tua memandang takjub bayi mungil di gendongannya.
Rambut berwarna perak menandakan kekuatan sihir yang di miliki bayi mungil itu. Karena kekuatan sihir yang di miliki bayi itu melebihi kekuatan sihir penyihir lainya sehingga menyebabkan rambut bayi itu berwarna perak. Kekuatan sihir mempengaruhi banyaknya elemen yang di kuasai oleh seorang penyihir, semakin banyak elemen yang di kuasai seorang penyihir maka semakin besar juga kekuatan sihir yang di miliki seorang penyihir. Kekuatan sihir juga tidak terbatas dengan jenis elemen yang di gunakan tetapi juga dapat menentukan jenis penyihir.
Kekuatan sihir juga dapat meningkat. Cara meningkatkan kekuatan sihir berbeda-beda tergantung pada jenis penyihir. Tetapi meningkatkan kekuatan sihir itu sangatlah sulit, jadi kekuatan sihir yang di bawa sejak lahir sangat menentukan masa depan seorang penyihir. Kebanyakan orang yang memiliki kekuatan sihir yang sedikit lebih memilih untuk tidak menjadi penyihir, karena itu penyihir jarang terlihat.
Tetapi kelemahan seorang penyihir adalah lemah dalam hal bartarung secara langsung, jika kekuatan sihir mereka habis atau berkurang mereka harus memulihkan kekuatan sihir mereka dengan beristirahat atau dengan meminum ramuan (potion) yang dapat mengembalikan kekuatan sihir.
Dan rambut perak yang di miliki bayi itu adalah salah satu ciri khas dari keturunan penyihir kuno yang sudah lama menghilang dan tidak di ketahui apa penyebab mereka menghilang.
"Baiklah Leta sekarang ayo kita pulang ke rumah" ujarnya lagi dia tersenyum dan berjalan keluar dari gua bersama bayi yang di gendongannya itu.
****
Tidak terasa sudah 10 tahun sejak terjadinya insiden penyerangan iblis. Serena kristin atau yang sekarang di kenal sebagai Violeta Olin masi menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpah ayah dan ibunya, dia pikir seharusnya dia tidak memiliki niat buruk untuk menguasai dunia karena niat buruk itu dia membuat ayah dan ibunya bernasib buruk.
Akibat kejadian itu juga Violeta perlahan merubah sifat jahat yang dimilikinya di kehidupan yang pertama dan memulai kehidupan ke duanya dengan baik, dia menjadi anak baik dan menggemaskan menurut kakeknya Merlin.
Merlin pria tua yang menemukan Violeta di dalam gua dan membesarkan Violeta seperti cucunya sendiri. Merlin merupakan seorang penyihir hebat yang masi terkenal di kalangan penyihir walaupun telah lama pensiun, Merlin ingin menghabiskan masa tuanya dengan damai serta mengajarkan Violeta tentang ilmu sihir.
Violeta yang sangat tertarik dengan sihir mulai mempelajari sihir sejak usianya dua tahun ketika dia dapat berbicara dengan lancar. Sekarang dia telah menguasai elemen-lemen dasar dan bisa membuat elemen baru dari elemen dasar yang hanya di miliki oleh seorang Elementalist. Elementalist terbagi menjadi dua tipe. Tipe pertama adalah penyihir yang dapat menggunakan elemen khusus seperti es, listrik, kayu dan lain-lain. Sedangkan tipe ke dua merupakan seorang penyihir yang dapat memanggil roh.
Karena kekuatan sihir yang dimiliki oleh Violeta melebihi kekuatan sihir penyihir pada umumnya membuat dia dapat mempelajari berbagai macam sihir. Kekuatan sihir Violeta juga dapat meningkat jika dia mempelajari suatu sihir hingga dia ahli dalam menggunakan sihir tersebut.
Saat ini Violeta sangat tertarik dalam pembuatan ramuan yang biasanya di buat oleh seorang Alchemist. Violeta tertarik dengan pembuatan ramuan karena dia khawatir jika suatu saat nanti dia bertarung dan kekuatan sihirnya habis dia akan dalam bahaya. tetapi jika dia belajar membuat ramuan dia akan dapat memulihkan kekuatannya sendiri, walaupun telah berhasil membuat ramuan pengembali kekuatan dia masi saja mencoba membuat penemuan-penemuan ramuan baru yang aneh. Tetapi setiap kali gagal dalam membuat ramuan, ramuan yang gagal di buat akan meledak. karena itulah kakeknya sangat khawatir akan keselamatan dirinya.
Pernah suatu ketika dia gagal membuat sebuah ramuan menyebabkan rumah meledak dan untungnya saja dia selamat dari kecelakaan itu. Merlin sangat marah akan perbuatannya hingga melarang Violeta untuk membuat ramuan. tetapi karena bujukkan di sertai dengan mogok makan yang di lakukan Violeta membuat Merlin mengizinkan dia untuk membuat ramuan lagi, dengan syarat bahwa dia tidak akan membahayakan dirinya lagi.