The Second Life

The Second Life
Bab 14: Lomba Renang Estafet



Keesokan harinya.


Lapangan sekolah kembali terisi penuh. Acara yang sempat terhenti kemarin karena kendala tertentu kembali dilanjutkan dengan antusiasme yang tidak berkurang sedikit pun.


Kasus pertengkaran kemarin berakhir dengan dieliminasinya kedua tim yang menjadi induk masalah dan siswa yang melemparkan bola kepada Vendry mendapatkan sanksi khusus.


Felice masih duduk di sebelah Vendry. Pria ini yang kemarin masuk ruangan klinik sekarang kembali ke penampilan dingin khasnya seolah bukan dia yang terlempar bola kemarin. Saat melihat wali kelas mereka, siswa kelas 2 menunjukkan perhatian ringan dan setelah melihat guru mereka sama seperti biasa, tidak ada lagi yang mengganggu Vendry akan kesehatannya.


Anak-anak ini cukup peka untuk tidak mengungkit kesialan wali kelas mereka demi menjaga harga diri pria itu.


Hari ini jadwal pertandingan untuk lomba bola basket dirombak kembali dan untuk saat ini semuanya berjalan cukup lancar. Sama seperti kemarin, sepanjang acara Vendry hanya fokus memainkan laptopnya tanpa memperhatikan sekitarnya.


Acara berlangsung sampai siang, ketika waktu istirahat diumumkan. Felice dan Feline kembali ke kelas. Pertandingan renang dijadwalkan seusai waktu istirahat sehingga setengah dari siswa sekarang bersiap-siap dan beberapa sudah menunggu di area sekitar kolam renang.


Felice dan timnya berganti dengan pakaian renang mereka sebelum berkumpul di lokasi pertandingan. Setengah jam adalah waktu yang tidak terlalu lama dan sebelum waktu istirahat resmi berakhir, semua peserta lomba dan wasit sudah berada di lokasi pertandingan.


Pertandingan renang estafet ini memiliki 4 anggota dalam satu tim dimana setiap anggota akan menggunakan gaya renang yang berbeda-beda.


Pada awal-awal hari, tim Felice sudah pernah berlatih bersama selama beberapa kali, namun saat mendekati hari pertandingan mereka mendapat kabar buruk.


Tiga hari sebelumnya, salah satu anggota tim renang Felice mengalami demam karena alergi makanan sehingga mereka harus mencari pengganti di saat genting ini. Untungnya setelah bertanya kepada beberapa teman sekelas mereka, mereka akhirnya berhasil menarik Gracia ke dalam tim mereka. Biarpun tidak sempat berlatih, tapi Gracia pandai berenang jadi mereka agak lega.


Strategi mereka adalah Derrick menjadi yang pertama turun, mengingat perenang pertama harus melakukan renang gaya punggung yang bertepatan dengan keahlian anak laki-laki gemuk itu. Setelah Derrick akan dilanjutkan oleh Feline, Gracia, dan yang terakhir Felice.


Saat bunyi peluit terdengar, Derrick yang paling gemuk di antara lawannya meluncur seperti ikan di dalam air. Tidak ada yang menduga anak laki-laki gemuk itu bisa berenang dengan sangat cepat tanpa jeda.


Sorakan-sorakan penuh semangat terdengar dari para penonton yang kegirangan, terutama mereka yang kagum dengan kecepatan renang Derrick dan bahkan sampai bertanya-tanya apakah anak laki-laki itu tidak capek?


Saat Derrick kembali ke posisi awal, Feline tanpa basa-basi langsung melompat ke dalam air dan melakukan renang gaya dada. Gracia yang paling dekat dengan Derrick menarik temannya ke atas. Anak laki-laki gemuk itu terengah-engah, namun dia tersenyum konyol setelah mengetahui kalau tim mereka berada di posisi terdepan saat ini.


Sama seperti yang dilakukan Feline sebelumnya, Gracia langsung melakukan bagiannya dan melompat ke air ketika Feline kembali. Gadis itu tidak secepat Derrick dan Feline, namun dia tetap menjaga jarak sekitar 2 meter dari perenang terdepan nomor dua.


Ketika Gracia kembali, Felice sebagai perenang terakhir mengejutkan penonton saat dia membuka jarak dari lawannya setiap detik. Kalau teman-teman sebelumnya sudah terbilang cepat, Felice berada di beberapa tingkat yang lebih matang dari mereka. Gadis kecil ini hanya mengambil nafas sekali dalam jalurnya.


Gracia ternganga melihat kecepatan Felice sementara Feline dan Derrick hanya tersenyum senang. Pada awalnya reaksi mereka berdua sama seperti Gracia saat Felice menunjukkan kemampuannya di hari-hari berlatih, jelas selama minggu pelatihan hanya tiga anggota tim lainnya yang perlu berkerja keras.


Saat Felice keluar dari kolam, perenang lain masih sibuk mempertaruhkan posisi kedua.


Babak pertama akhirnya berakhir dengan tim Felice memasuki babak semifinal. Juri yang mengumumkan hasil itu, mau tak mau menatap tim Felice dengan penuh penghargaan, terutama untuk Felice.


Selang beberapa waktu istirahat, babak semifinal pun dimulai. Karena prestasi sebelumnya, tim Felice menjadi salah satu tim yang mendapat perhatian paling banyak dan sama seperti sesi sebelumnya penampilan mereka menarik seruan yang menggelegar dari penonton.


"Felice benar-benar luar biasa. Dia seperti sudah terlatih layaknya seorang atlet renang."


Komentar kekaguman Gracia mendapatkan anggukan serius dari Derrick dan pengakuan bangga Feline. Bagi seorang anak berusia 7 tahun untuk membuat komentar seperti itu, biasa tidak akan dianggap serius oleh orang dewasa, namun Gracia tidak sembarangan berkomentar karena beberapa anggota keluarganya sendiri adalah atlet renang.


Akhirnya seperti yang diharapkan semua orang, tim Felice kembali melaju ke sesi selanjutnya dengan lancar dan di sesi final pun performance mereka tidak pernah menurun, terutama Felice. Saat di final gadis kecil ini dengan mudah meninggalkan kompetitor lainnya di belakang dan meraih juara pertama tanpa hambatan.


......................


"Bagaimana kepalamu?"


"Sudah lebih baik."


Di lapangan, Ella dan Vendry duduk berduaan di bangku kosong kelas 2. Sebagian besar penonton di sini sudah banyak yang pindah ke tempat lain setelah mendengar keseruan tentang pertandingan lomba renang di sebelah, akibatnya lapangan saat ini cukup sepi dan agak menyedihkan bagi kompetitor yang bertanding saat ini.


"Soal kemarin, maaf."


Jari-jari Vendry yang meluncur di atas keyboard laptop berhenti dan pria itu mengangkat kepalanya untuk melihat wanita di sebelahnya.


Ella menghela nafas dan tersenyum enggan, "Soal aku yang kehilangan kesabaran kemarin."


"Aku jelas-jelas tahu kalau kamu sensitif dengan masalah itu, namun aku masih menyiratkannya dan membuatmu harus memikirkannya," lanjut Ella.


"Maaf."


"Tidak masalah."


Ella memandang profil pria itu dari samping dan tersenyum, "Kamu ini benar-benar ya dari dulu sikap menyebalkan ini sama sekali tidak ada sedikitpun perubahan. Padahal kamu sendiri juga ada salah karena melampiaskan kekesalanmu padaku, kenapa sekarang malah jadi aku sendiri yang bersalah atas kejadian kemarin."


Tanggapan yang diterima Ella adalah dengusan pelan yang hanya terdengar oleh mereka berdua.


Kehangatan kembali merekah di wajah Ella saat dia menatap pria yang bisa dianggap sebagai temannya ini dengan kilatan geli di pupilnya, "Cuma ya, tidak pernah terbayang olehku kalau suatu hari kamu juga bisa kena lempar bola."


Tatapan setajam pisau langsung menusuk wanita itu. Ella yakin kalau tatapan Vendry bisa melukai orang, dia akan memiliki beberapa lubang di tubuhnya saat ini.


Ck... pria sombong ini akhirnya dapat balasan juga.