The Second Life

The Second Life
Bab 9: Acara Tahunan



Di kelas.


Suasana kelas yang biasanya tenang, sekarang agak riuh. Siswa-siswa yang selalu memperhatikan urusan mereka masing-masing, saat ini berkumpul menjadi beberapa kelompok dan mendiskusikan sesuatu dengan sangat intens.


Feline yang awalnya agak tertahan sekarang menjadi sangat leluasa bersama teman-teman barunya. Wajar, karena sudah ada setengah tahun semenjak kedatangan dia dan kakaknya di sekolah baru ini.


Dan kedua gadis kecil ini sendiri juga telah menarik sejumlah teman dekat dengan pesona pribadi dan keunikan mereka sendiri.


Felice sendiri juga secara perlahan mengubah kepribadiannya sedikit demi sedikit menjadi seorang gadis kecil yang agak dewasa. Perubahannya ini tidak terlalu mendadak sehingga diterima dengan mudah oleh adiknya. Kelas mereka sedang riuh karena acara tahunan yang akan segera diadakan.


Acara ini bisa dikatakan sebagai salah satu acara yang paling menarik dan sudah menjadi tradisi di sekolah ini. Siapa pun bisa berpartisipasi dalam acara ini baik itu siswa atau guru dan ada banyak kategori perlombaan yang diadakan seperti kategori seni, olahraga, dan lain sebagainya. Di luar pertandingan, ada juga persembahan dari guru dan siswa serta pameran. Sekarang kelas Felice sedang membahas siapa saja yang akan mewakili kelas mereka untuk berpartisipasi dalam kontes-kontes tersebut.


Felice tidak terlalu tertarik dengan acara ini, tapi adiknya berbeda. Feline sudah sangat antusias semenjak mengetahui acara ini. Dia sudah berpindah-pindah dari sebelah kakaknya ke setiap grup diskusi teman-teman mereka dan sekarang gadis kecil ini menetap di sebelah Derrick. 


Hubungan antara Feline dan Derrick lama kelamaan semakin akrab dan sekarang keduanya sudah bisa dikatakan sebagai teman baik.


"Kakak."


Felice yang sedang membaca novel memalingkan kepalanya ke belakang saat dipanggil oleh adiknya. 


"Kami berdua ada rencana mengikuti lomba renang estafet, tapi kami masih kekurangan 2 orang anggota lagi. Kakak mau ikut?" ujar Feline dengan tatapan berbinar dan wajah memelas yang dia tahu akan membuat kakaknya luluh.


Tanpa diduga, Felice mengalihkan pandangannya kembali ke novelnya dan membalas, "Tidak tertarik."


Feline tercengang, tapi dia tidak menyerah dan menggoyang-goyangkan bahu kakaknya dari belakang sambil memanggil, "Kak~"


"Ayo dong Kak~"


Felice menutup novelnya sebelum berbalik dan menangkap kedua tangan jahil adiknya dengan senyuman geli. Feline yang tangannya masih digenggam oleh kakaknya, tersenyum polos dan kembali berkata, "Ikut saja Kak, lagi pula kakak kan pandai berenang dan tidak ada ruginya sekali-kali berpartisipasi dalam kontes olahraga."


Usai berujar, Feline memalingkan wajahnya ke samping dan memberi Derrick isyarat menggunakan matanya. Anak laki-laki yang selalu diam di samping mengangguk kecil sebelum mengikuti Feline untuk membuat ekspresi memelas dengan mata yang berbinar-binar.


Felice, "..."


Melihat dua anak kecil yang memandangnya dengan wajah imut, sekilas ketidakberdayaan meremas keluar dari lubuk hati Felice.


Akhirnya dia menghela nafas dan mengangguk.


Kedua bocah yang memasang wajah memelas akhirnya tersenyum cerah dan saling tos untuk merayakan kegembiraan mereka. Melihat kebahagiaan murni dua malaikat kecil ini, Felice agak terinfeksi dengan suasana gembira ini. Lagipula dia bukan anak kecil sungguhan.


Entah mengapa semenjak terlahir kembali di dunia ini, Felice yang memiliki hati sedingin es di kehidupan sebelumnya bisa luluh terhadap anak kecil. Padahal seingat Felice dirinya sudah lama tidak mampu lagi merasakan belas kasihan untuk orang lain. Tidak hanya itu, penyakit tersembunyinya juga belum kambuh selama setengah tahun ini dan pikirannya sangat segar.


Felice juga menyadari kalau kepribadiannya menjadi lebih lembut dan ketika menghadapi orang lain, dia lagi tidak hanya menilai atau mencoba menggali informasi sebanyak-banyaknya dari orang lain seperti mesin, tapi dia akan mencoba memahami orang lain dari segi emosional tanpa bermaksud mengambil keuntungan dari orang lain.


Tapi setelah menganalisis kembali kondisi mentalnya saat ini, Felice pun menyadari kalau situasi saat ini berbeda jauh dari kehidupan lampaunya. Lingkungannya saat ini bukanlah labirin jebakan yang berpotensi menyerangnya dari segala sisi kapanpun. Ini adalah kehidupan yang damai dan dia tidak perlu mengangkat pertahanannya ke titik tertinggi, mungkin...


Dia diizinkan untuk bersantai.


Felice melihat adiknya yang berkeliling bersama Derrick untuk mencari satu anggota lagi supaya tim mereka lengkap. Kedamaian tumbuh menghangatkan suasana hatinya.


......................


Bel berdering menandakan waktu pulang sudah tiba.


Anggota kelas 2 menyusun barang-barang mereka dan bersiap untuk meninggalkan kelas. Beberapa siswa berkumpul berduaan atau bertiga untuk membahas topik mereka yang masih belum selesai sambil berjalan keluar melewati pintu dengan teratur.


Felice membantu menyusun barang-barang adiknya sebelum keluar bersama dengan adiknya. Kedua gadis kecil itu mengucapkan selamat tinggal pada Derrick sebelum berjalan menuju kantor wali kelas.


Feline mengetuk pintu sebelum membukanya dengan pelan. Seperti yang diduga, Vendry sedang mengerjakan setumpuk buku dan kertas di mejanya dengan laptop yang terbuka di depannya.


Kedua gadis kecil itu masuk ke kantor sebelum memberi salam dengan sopan dan menyatakan tujuan kedatangan mereka.


"Pak, kami ingin mendaftarkan diri untuk kontes renang gaya estafet," ujar Feline.


Mendengar keinginan siswanya, Vendry mengeluarkan selembar kertas dari laci sampingnya sebelum meletakkannya di hadapan kedua siswanya, "Kontes ini membutuhkan 4 orang dalam satu tim. Apakah anggota kalian sudah lengkap?"


Feline mengangguk dengan patuh, mengambil kertas tersebut dan mengisi formulir pendaftaran tersebut, "Sudah Pak, tim kami sudah lengkap."


Usai mengisi formulir, Feline menyerahkan kertas itu pada wali kelasnya dan izin meninggalkan kantor, namun saat keduanya ingin pergi Vendry memanggil Felice dan memintanya untuk tinggal sebentar.


Feline menatap kakaknya dan mendapat anggukan kecil dari kakaknya kemudian dengan patuh keluar dari kantor dan menutup pintu. Setelah adiknya keluar, ekspresi Felice berubah sedikit dingin secara halus.


Vendry mengeluarkan kertas lain dari laci dan berkata, "Guru-guru lain banyak yang merekomendasikanmu untuk berpartisipasi dalam pameran seni di acara tahunan kali ini. Apakah kamu bersedia?"


Dalam setengah tahun ini Felice telah menunjukkan bakat yang luar biasa di bidang seni terutama melukis. Karya pertama Felice di kelas melukisnya telah mengirimkan sensasi di kelasnya dan mendapat perhatian guru melukisnya. Kemudian Felice juga sering membuat karya untuk dipajang di mading sekolah. Setiap karyanya selalu mengirim getaran antisipasi kepada orang yang telah mencicipi rasa seninya.


Feline sempat terpesona pada karya kakaknya. Dia tidak pernah tahu kalau kakaknya ternyata sehebat ini dalam melukis. Tentu saja Felice tahu kalau menunjukkan terlalu banyak kemampuan bisa berakibat bumerang untuk dirinya sendiri terutama dari orang di sekitar yang mengenal baik dirinya. Maka dari itu dia berusaha menahan diri, tapi tetap saja apa yang dipelajarinya masih terlalu berlebihan ketika dipasangkan dengan sosok kecil berusia 7 tahun.


Ketenaran Felice semakin meningkat sampai akhirnya hampir sebagian besar penghuni sekolah mengenalnya, jadi tidak heran kalau dia direkomendasikan oleh para guru.


Felice mengambil kertas itu dan menjawab, "Ya, aku bersedia."


Lagipula tidak ada salahnya sekali-kali ikut dalam kegiatan seperti ini.