
Saat ini Violeta dan Eros berada di hutan yang lokasinya tidak jau dari rumah Merlin. Violeta memandang Eros menunggu instruksi Eros yang akan mengajarkanya cara menggunakan senjata atau menjadi seorang Assasin. Eros tidak berbicara dia hanya menunjuk ke arah tempat yang memiliki pohon paling sedikit, Violeta mengernyit bingung tidak mengerti maksud Eros.
"Paman menyuruhku untuk ke sana?" tanya Violeta, Eros tidak menjawab perkataan Violeta.
"Atau paman ingin aku berjalan ke sana?" tanya Violeta lagi dia masi tidak mendapatkan respon dari Eros
"Aaa mungkin paman ingin aku memanjat pohon di sana?" masi tidak mendapat respon dari Eros.
"Oooh apakah paman ingin aku membakar semua pohon di sana?" tanya Violeta dengan sedikit kesal dia mengangkat tangannya yang sudah tertutupi api biru membuat suhu yang tadinya dingin menjadi panas, kali ini Eros menggeleng kepalanya.
"Baiklah mungkin paman ingin aku berlari ke sana" ucap Violeta dia menurunkan tangannya sambil menghilangka api biru di tanganya. Mendengar perkataan Violeta, Eros dengan cepat menganggukan kepalanya.
"Paman apakah kau bisu?" kali ini Violeta bertanya dengan wajah yang tampak sangat tertarik menunggu jawaban Eros. Tetapi Eros tidak menjawab pertanyaan Violeta lagi dia tiba-tiba menghilang di udara tipis.
Melihat Eros yang telah menghilang entah ke mana Violeta sangat kesal, dia tidak habis pikir di mana Merlin menemukan makhluk seperti Eros. Dengan malas dia berjalan kembali menuju arah rumah.
'Paman Eros telah menghilang untuk apa aku mengikuti perintahnya' pikir Violeta. Tetapi saat dia berjalan tiga langkah Eros muncul dan menunjuk arah yang sama lalu dia menghilang lagi. Melihat itu Violeta tambah kesal dengan berat hati dia berlari ke arah yang di tunjukan oleh Eros tadi.
Violeta terus berlari karena saat dia berhenti berlari Eros mucul sambil menunjuk ke suatu arah, setiap kali dia mendapat jalan yang bercabang Eros akan muncul seperti itu lagi. Violeta terus berlari selama berjam-jam dari pagi hingga hampir sore hari, dia berhenti berlari dan terduduk. Dia telah berlari sejauh 100Km tanpa berhenti rasanya dia akan pingsan saat ini juga.
Walaupun di kehidupannya dulu dia dapat berlari sejauh 100 Km dalam tiga jam saja, tapi sekarang dia merasa sangat sulit di tambah dengan kaki pendek dan fisiknya yang tidak pernah berolaraga selama kehidupan ke duanya ini membuat dia sangat lelah.
Eros tiba-tiba muncul di udara tipis membawa keranjang yang berisikan makan siang Violeta. Eros memberikan keranjang itu kepada Violeta, Violeta mengambil keranjang pemberian Eros itu dia membuka keranjang dan mengambil makan siangnya dia makan dengan lahap sebab sedari tadi dia belum makan siang. Setelah Violeta selesai makan, Eros menunjuk ke arah tebing yang tingginya 100 meter.
"Paman kau tidak menyuruhku untuk memanjat tebing itu kan?" tanya Violeta memastikan. Eros masi menunjuk tebing itu dia tidak menjawab pertanyaan Violeta.
"Paman kau menyiksa seorang anak kecil" protes Violeta tidak terima setelah Violeta berucap seperti itu Eros menghilang lagi. Dengan sangat terpaksa dia memanjat tebing itu sambil sesekali menggerutu kecil.
Violeta terus memanjat tebing itu hingga hari berganti malam dia sampai di atas tebing. Di atas tebing eros telah berdiri menunggunya. Setelah Violeta sampai di atas tebing dia berbaring di tanah karena kelelahan. Eros berjalan mendekati Violeta dan menggendong dia lalu mereka pun menghilang.
*****
Anne dan Albert menunggu kepulangan Violeta di depan pintu rumah. Tidak lama Eros datang dengan menggendong Violeta yang terlihat kelelahan.
Di kamar Violeta, Anne memandikan Violeta dan memakaikan baju serta menata rambut Violeta seperti biasanya, Violeta yang kelelahan hanya memejamkan matanya. Setalah itu Anne menggendong Violeta membaringkannya di kasur kemudian dia keluar dari kamar, tidak berselang lama Anne masuk ke kamar membawa nampan berisikan makan malam milik Violeta, dengan telaten Anne menyuapi Violeta.
Sehabis makan malam Violeta tertidur dengan pulas. Anne menaikan selimut menyelimuti Violeta dan dia mengecup kening Violeta dengan penuh kasi sayang lalu dia keluar dari kamar Violeta menutup pintu kamar perlahan.
Anne yang sudah menutup pintu kamar Violeta terkejut mendapati Eros yang berdiri di sebelah pintu kamar, Eros memandang Anne.
"Nona Violeta suda tidur tuan" ucap Anne seakan mengerti dengan maksud kedatangan Eros. Eros yang mendengar ucapan Anne pergi begitu saja.
*****
Saat ini hari-hari Violeta diisi dengan berlatih menjadi seorang Assasin. Setiap pagi setelah sarapan dia di suru berlari sejauh 100Km lalu memanjat tebing yang tingginya 100 meter, lama kelamaan Violeta terbiasa dengan latihan fisik yang di berikan Eros, dia mulai bisa berlari 100 Km dalam tiga jam seperti dulu dan memanjat tebing 100m dalam satu jam. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa hanya dalam beberapa hari.
Tetapi Eros tidak membuat semuanya menjadi mudah untuk Violeta, Eros memberikan gelang kaki yang beratnya 50 Kg di masing-masing kaki Violeta dan juga menambah latihan menuruni Tebing.
"paman kau menyiksaku" protes Violeta lagi.
Eros tidak menanggapinya dia hanya berjalan dan memasang gelang kaki di ke dua kaki Violeta,Hari-hari Violeta kembali berat. Violeta tidak hanya memakai gelang kaki itu untuk latihan saja tetapi juga di pakai sehari-hari membuat dia sangat tersiksa.
Dia pernah mengadu kepada Merlin tapi dia malah di ancam oleh Merlin yang akan membakar semua ramuan-ramuan berharga milikya jika dia tidak berlatih menjadi seorang Assasin.
hari menjadi minggu, minggu menjadi bulan waktu berganti dengan cepat tidak terasa telah memasuki akhir musim dingin. Latihan Violeta berjalan dengan lancar setiap minggu Eros akan mengganti gelang kaki Violeta dia menambah beban 20 Kg setiap kali mengganti gelang kaki.
Violeta tidak lagi terus menerus protes dengan latihan yang di berikan Eros karena dia tau itu tidak akan berguna. Dia juga telah terbiasa dengan latihan milik Eros walaupun latihan yang di berikan bertambah ke tingkat yang lebih ekstrem dia tidak hanya menggunakan gelang kaki yang berat tetapi juga gelang di tangan.
Latihannya bertambah bukan hanya berlari,memanjat tebing, dan memunurin tebing sekarang dia di suruh untuk berendam selama beberapa jam di dalam kolam saat musim dingin dan setelah dia berendam dia harus berdiri di pinggir kolam menahan suhu dingin yang menusuk tulang, hingga membuat dia terbiasa dengan suhu musim dingin.
Meski begitu dia tidak terlalu kesulitan seperti waktu pertama kali, fisik yang dimilikinya tidak lagi lemah seperti pertama kali dia berlatih.
Dia juga tidak hanya fokus untuk latihan yang di berikan Eros dia mulai belajar sihir baru lagi dan sudah mulai belajar menggunakan pedang pendek ciri khas seorang Assasin.