The Second Life

The Second Life
Bab 10: Pertandingan Olahraga



Vendry mengangguk, lalu mengeluarkan beberapa lembar kertas lagi dari laci dan memberikannya kepada Felice.


Felice menerimanya dengan kedua tangan, kemudian meninggalkan ruangan. Di luar kantor, Feline yang melihat kakaknya keluar pun menghampiri sang kakak.


Melihat rasa ingin tahu adiknya, Felice menunjukkan kertas-kertas yang diberikan Vendry kepadanya.


"Aku diminta untuk mengikuti kegiatan pameran seni di acara tahunan nanti."


Feline tampak senang untuk kakaknya dan dengan antuasias melakukan pembicaraan yang hanya terkadang ditanggapi oleh kakaknya. Bukannya Felice berniat mengabaikan adiknya, tapi semakin lama dia bisa merasakan sedikit kepribadian aslinya kembali muncul dan saat ini dia tidak berniat untuk terus berpura-pura.


Solusi yang dipikirkannya sejak lama adalah membiarkan keluarganya membiasakan diri dengan sikapnya secara perlahan.


......................


Beberapa minggu kemudian.


Acara tahunan yang ditunggu-tunggu oleh kelas 2 akhirnya tiba dan dimulai dengan pertandingan olahraga.


Selama acara ini berlangsung siswa diliburkan dari belajar dan semuanya berkumpul untuk menikmati acara termasuk para guru. Saat ini semua siswa dan guru sedang berkumpul di lapangan. Lapangan sekolah mereka cukup luas dan memiliki desain yang hampir menyerupai stadion.


Para siswa mengenakan baju olahraga dan para guru mengenakan baju bebas. Sebagian besar dari guru-guru mengenakan kaos dan celana bebas atau pakaian olahraga, namun beberapa masih mempertahankan penampilan formal mereka bahkan di acara menarik ini. Salah satunya adalah Vendry.


Vendry masih mengenakan pakaian kerjanya dengan kaca mata berbingkai perak. Pria yang duduk di antara para siswanya tampak tidak sesuai dengan suasana sekitar, namun tidak ada siswanya yang memaksa wali kelas mereka untuk mencocokkan pakaian dengan mereka.


Felice dan Feline kebetulan duduk di sebelah wali kelas mereka. Felice santai, namun Feline masih tidak terbiasa di sekitar Vendry sehingga dia menjadi agak diam.


Lapangan perlahan terisi penuh saat waktu dimulainya acara semakin dekat. Siswa dari berbagai kelas duduk bersama dengan wali kelas mereka mengelilingi lapangan. Saat lapangan penuh, waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba.


Pertandingan pertama adalah lomba estafet yang memiliki puluhan tim dari perwakilan setiap kelas.


Feline dan Derrick termasuk dalam kelompok siswa yang mewakili kelas mereka di pertandingan lari estafet ini.


Ketika pertandingan dimulai, Felice mengikuti teman-teman sekelasnya berteriak untuk menyemangati tim adiknya. Satu-satunya yang kalem dan kurang peduli dengan akhir perlombaan ini hanyalah Vendry, orang ini bahkan sedikit kaku karena tidak nyaman dengan kebisingan yang ditimbulkan siswa-siswanya.


Beberapa minggu yang lalu tepat setelah tim estafet kelas mereka mendaftarkan diri, tim mereka sudah sering berlatih di luar sekolah dan Felice juga menemani adiknya sekaligus mengamati perkembangan mereka. Pada awalnya Derrick termasuk salah satu yang agak lambat, namun Felice bisa melihat tekad di mata anak laki-laki itu.


Setiap kali tim mereka sedang beristirahat, Derrick akan terus berlari untuk melatih kecepatannya hingga akhirnya dia runtuh. Pada hari pertama, anak laki-laki itu terlalu memaksakan diri sehingga otot-ototnya tegang di keesokan harinya. Tapi meskipun merasa tidak nyaman, Derrick tetap mengikuti sesi latihan mereka. Semangat ini pun mendorong anggota tim lainnya untuk berlatih dengan lebih rajin dan keras.


Dan tekad anak-anak ini membuat Felice terdorong untuk kembali mencoba saraf motoriknya dan melatihnya ke puncak seperti di kehidupan lampaunya. Tidak ada salahnya juga bersiap lebih awal...


Tim kelas Felice kembali dengan ekspresi senyuman yang tidak bisa lepas dari wajah mereka. Feline memeluk kakaknya dengan gembira dan hanya melepas pelukannya saat menyadari kalau pakaiannya sudah berkeringat.


Namun Felice tidak peduli dengan hal kecil ini dan mengambilkan tisu untuk mengelap keringat adiknya serta menawarkan air minum yang sebelumnya sudah disiapkannya.


"Kerja bagus."


Pujian Felice membuat Feline kembali kegirangan dan tidak bisa menahan diri untuk melompat-lompat di tempatnya. Semuanya sangat bahagia, satu-satunya yang kurang adalah reaksi wali kelas mereka. Dia tidak tersenyum atau memuji mereka dengan kata-kata penyemangat yang berbunga-bunga atau candaan kecil seperti yang dilakukan wali kelas dari kelas lain. Vendry hanya mengangguk sebagai tanda persetujuan atas hasil pertandingan siswanya.


Selanjutnya acara berlanjut ke pertandingan bulu tangkis. Kali ini Feline kembali ikut berpartisipasi di dalamnya. Gadis kecil itu dengan semangat berdiri dari tempatnya meskipun baru saja selesai berlari.


Di bangku penonton, Felice tersenyum saat melihat adiknya dengan lincah terus memukul kok kepada lawan. Di sekolah mereka yang sebelumnya, Feline termasuk salah satu pemain bulu tangkis terbaik di kelasnya. Meskipun sudah setengah tahun terlahir kembali dan ingatan masa lalunya masih kurang jelas, Felice yakin kalau kemampuan adiknya ini tidak terlalu buruk.


Di kehidupan lampaunya, Feline juga sering mengikuti pertandingan olahraga seperti ini, terutama bulu tangkis dan matahari kecilnya tidak jarang membawa pulang medali kemenangan. Feline juga sempat menerima pujian dari teman orang tua mereka yang merupakan seorang atlet bulu tangkis ternama dan bahkan sempat berlatih selama beberapa bulan bersama teman orang tua mereka.


Felice cukup yakin kalau saja Feline tidak meninggal saat itu, maka tidak menutup kemungkinan kalau adiknya ini akan menempuh jalan sebagai seorang atlet dan keluarga mereka akan melahirkan seorang pemain bulu tangkis ternama.


Felice yang melamun terganggu oleh sorakan keras yang memecah gendang telinga dan ketika dia menatap ke lapangan, ternyata adiknya sudah memenangkan babak pertandingan ini dan sekarang sedang melambaikan raketnya sambil berlari kembali ke bangku kelas mereka.


Felice ikut bertepuk tangan dan tersenyum kecil.


Di kehidupan ini, dia akan membiarkan matahari kecilnya bersinar terang...


Ini adalah janjinya.