The Mafia Who Is Looking For The Truth His Identity

The Mafia Who Is Looking For The Truth His Identity
Chapter 24. Kisah Untuk Rumi



Chadla menyamankan posisi duduknya, ia siap untuk membuka cerita Arshaka Dean dari sisi medis yang ia kuasai, demi meyakinkan Rumi. Ia tau Robert dan Albert menaruh harapan besar terhadap penjelasannya, tidak mudah mencari guru pengganti yang dapat dipercaya seperti Robert, maka dirinya harus berusaha meyakinkan Rumi, bagaimana pun caranya.


“Rumi, mungkin Albert dan Robert sudah menjelaskan semuanya, tapi aku tau, tidak mudah bukan untuk percaya tentang keadaan Ars? Apalagi pengidap DID sangat langka kita temui di kehidupan sehari-hari. Gangguan ini dapat terjadi pada semua kalangan, dengan prevalensi tidak lebih dari satu persen, bahkan kurang dari satu persen dari seluruh populasi dunia.” Chadla memulai dengan sangat baik, membuat Rumi fokus mendengarkan penjelasan Chadla.


“Tapi yang menjadi pertanyaan paling besar sebagai orang awam adalah apakah penyakit ini nyata? Jawabannya, ini nyata Rumi, keadaan yang kami hadapi nyata dan benar adanya, Ars menjadi salah satu dari satu persen itu. Keadaan yang kami hadapi sejak lama bukan hanya sekadar kisah dari novel ataupun cerita dari film yang mungkin pernah ada. Ars benar-benar mengalaminya secara nyata, dan aku sedang berusaha untuk menyembuhkannya, meskipun itu tidak akan mudah,” lanjut Chadla, Rumi menahan napas mendengar penjelasan Chadla, ia sekarang yakin, penyakit itu memang ada, bahwa kepribadian ganda itu memang nyata.


“Dan yang terakhir, kenapa kami membutuhkan seorang guru pribadi di mansion ini, itu karena Edmund, ia tidak mudah dikendalikan. Kesukaannya adalah belajar dan mencari tau tentang segalanya, jika ia tidak didampingi, kami takut akan mengancam keselamatan Ars, itulah mengapa kami berusaha sekuat tenaga untuk mencari pengganti Robert.”


“Lalu, siapa itu Edmund? Edmund adalah kepribadian baru yang tidak sengaja tercipta, ia biasa datang jika terjadi sesuatu pada Ars. Kedatangannya bisa sering, bisa juga tidak. Itulah yang sedang terjadi di mansion ini. Aku sudah menjelaskan semuanya, kuharap tidak ada lagi keraguan pada dirimu, Rumi,” pungkas Chadla.


“Aku tidak akan memaksa, Rumi, aku juga tidak mempunyai hak untuk melibatkan kau dalam keputusanku ini, sekali lagi maafkan aku,” ucap Robert penuh sesal.


“Apakah Edmund berbahaya?” tanya Rumi mengabaikan penyesalan Robert, ia sudah terlanjur terlibat dengan mereka, ia tidak mungkin mundur lagi setelah mengetahui rahasia terbesar mafia hebat ini.


“Edmund sosok remaja yang mencintai pengetahuan, Rumi, ia tidak berbahaya, ia sangat manis, tapi tidak seharusnya ia ada, bukan?” kata Chadla.


“Baiklah, aku akan bekerja untuk menggantikanmu, Robert,” ucap Rumi.


“Kau sudah percaya, Rumi?” tanya Robert.


“Tidak alasan lagi untuk tidak mempercayai cerita kalian, aku bersedia mengajar Edmund, aku berjanji akan bersungguh-sungguh bekerja di sini,” kata Rumi.


“Tetapi ada satu hal yang harus kau tau, Rumi,” ucap Robert.


“Keadaan Ars adalah sebuah rahasia, tidak ada yang mengetahui selain penghuni mansion ini. Jadi aku mohon, kau bersedia untuk menutup rapat tentang ini di luar sana,” kata Robert.


“Dan perlu aku tambahkan, Edmund sendiri tidak mengetahui jika dirinya sebenarnya tidak seharusnya ada, jadi kau tidak bisa membahas tentang ini di depannya,” tambah Chadla.


“Aku bersedia, aku siap menjaga rahasia kalian,” ucapnya tegas.


“Jika kau sudah bersedia, syarat selanjutnya, kau tidak bisa keluar lagi dari mansion ini, jadi bersiaplah pindahkan semua yang kau punya ke tempatku,” kata Arshaka Dean mengejutkan semua orang.


“Maksudmu?” tanya Albert, heran, ia tidak habis pikir bahwa Arshaka Dean akan dengan mudah mengijinkan orang lain untuk tinggal di mansion-nya, itu sebuah keadaan yang amat langka.


“Dia harus tinggal di sini, Albert, aku tidak semudah itu percaya padanya, jika dia bersedia dia harus memenuhi syarat dariku,” kata Arshaka Dean.


“Aku akan memenuhi syarat yang diminta, aku bersedia tinggal di sini,” ucap Rumi, menenangkan semua orang.


“Baguslah, urus semuanya Albert,” ucap Arshaka Dean, lalu ia beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan mereka.


Melihat Arshaka Dean berjalan membuat Rumi sekali lagi terpesona, ia menatap punggung Arshaka Dean tanpa berkedip, hingga ia tak terlihat lagi dan masuk ke dalam ruangan kerjanya. Albert memperhatikan gelagat Rumi, hatinya hangat, ia yakin Rumi sudah terperangkap dengan pesona yang dipancarkan Arshaka Dean. Mungkin tidak seharusnya Albert seperti ini, tetapi ia harus menaruh harapan kepada Rumi. Hati Arshaka Dean sudah lama menutup, ini kesempatan emas untuk Arshaka Dean membuka hati perlahan-lahan.


Arshaka Dean sudah tidak ada dalam pandangannya, Rumi kembali pada kenyataan, ia perlahan mencari dirinya, menata hati lagi dan ingat lagi tujuan awal dirinya berada di mansion ini. Ia menatap Robert, ia tak paham dengan binar lain di mata Robert, ia menangkap ketenangan dari matanya. Rumi tidak tau saja jika Robert begitu lega atas kesediaan Rumi untuk menggantikan dirinya mengajar Edmund. Di dalam hati Robert berseru, berterima kasih pada semesta untuk kesempatan yang telah diberikan kepadanya.


“Rumi, kau benar-benar bersedia, ini bukan sebuah keterpaksaan? Jika kau terpaksa menerima tawaran dariku dan Ars, lebih baik kau tidak memaksakan diri, aku tidak ingin mengorbankan orang lain karena keegoisanku,” ucap Robert.


“Apa yang kau bicarakan, Robert? Kau tidak egois, tidak sekalipun, aku memang sulit menerima kepergiaanmu, tetapi bukan berarti aku tidak menghargai keputusanmu, begitu pun dengan Ars, dia sudah setuju dengan keputusanmu. Itu bukan sebuah keegoisan, kau dewasa, Robert, kau memilih yang paling tepat di antara keduanya, jangan menyesal dan jangan merasa bersalah,” tegur Albert.


“Robert adakalanya dalam hidup kita di hadapkan dalam keputusan yang rumit dan begitu sulit, tetapi Robert, kau sudah berani memutuskan, itu sudah hebat, kau berani mengambil resiko dari komitmen yang kau ambil. Lanjutkanlah, biarkan hatimu tenang, berbaktilah di luar sana, kami bangga bisa mengenalmu dan teruslah membuat kami bangga dengan prestasimu setelah keluar dari mansion ini,” tambah Chadla.


“Terima kasih sungguh, aku tidak bisa mengatakan apa pun lagi, terima kasih atas pengertian kalian.” Robert memandang Rumi dan menggenggam tangannya. “Rumi, aku serahkan Edmund di tanganmu, Edmund dan Ars, keduanya berarti bagi kami.” Robert berhenti sejenak, ia ambil napas kasar, berat sekali.


“Rumi, jangan khawatir tentang hidupmu di mansion ini, semuanya akan terjamin, termasuk keamanan hidupmu.” Genggaman Robert semakin erat di tangan Rumi.


“Rumi, Edmund anak yang lembut dan cerdas, selama aku mengajar Edmund, banyak pelajaran yang aku terima darinya, meskipun aku sudah melanglang ke segala penjuru dunia, tetapi berhadapan dengan Edmund selalu memberiku pengetahuan baru. Jadi, aku mohon Rumi, biarkanlah ia bersandar padamu, sesungguhnya ia membutuhkan semua orang untuk mendukungnya,” pesan tulus Robert kepada Rumi, air mata yang sudah sedari tadi Robert tahan akhirnya jatuh juga. Hati Rumi terenyuh melihat pemandangan di depannya, ia tidak menyangka jika Robert yang dikenal berwibawa dan tegas terhadap muridnya, memohon kepadanya seperti ini. Rumi menyimpulkan, jika baik Arshaka Dean maupun Edmund, keduanya sangat berpengaruh besar kepada semua orang di mansion ini.


“Robert, aku janji akan selalu mengingat pesanmu ini, aku tidak bisa menjanjikan semuanya berhasil kepadamu, tapi aku akan mencoba bertahan di mansion ini. Aku berjanji akan mengabarimu, aku akan ceritakan perkembangan Edmund ataupun Arshaka Dean, kau tidak perlu khawatir tentangku, aku akan baik-baik saja di sini. Teruskanlah pengabdianmu, Robert, jangan meninggalkan profesor terlalu lama, atau kau akan mendapat masalah darinya,” hibur Rumi.


“Terima kasih, Rumi, aku akan segera kembali padanya,” kata Robert.


“Albert, aku serahkan urusan di sini kepadamu dan Chadla, aku tidak sabar menunggu kabar baik darimu, semoga semuanya berjalan sesuai dengan rencanamu, aku percayakan kesehatan mereka padamu,” ujar Robert.


“Aku akan berjuang, Robert, aku pasti akan kabarkan berita baik secepatnya kepadamu,” kata Chadla penuh dengan harap.


“Selamat berjuang, Robert,” ucap Albert.


“Dengan begini, aku bisa keluar mansion dengan tenang, Albert. Aku pamit, semoga sedikitnya keberadaanku berpengaruh terhadap kisah Ars,” pungkas Robert.