
Walaupun sudah mengerahkan seluruh kekuatan mereka, Bernard, Astrid dan Vince masih kesulitan untuk mengalahkan Bloody Mary di dimensi kacanya. Kekuatan yang dimiliki oleh Bloody Mary benar-benar membuat ketiga orang itu kewalahan.
Bahkan, tombak petir milik Garuda tak mampu menyentuh kulit Bloody Mary sedikitpun.
"Aha, kalian benar-benar menyenangkan" Bloody Mary tersenyum puas ketika melihat tiga orang itu mulai kelelahan.
"Dia benar-benar monster!" Astrid tak percaya dengan besarnya kekuatan Bloody Mary.
"Ayolah, serang aku lagi" Bloody Mary bahkan sampai meminta kepada ketiga orang itu untuk menyerangnya kembali.
Vince yang mulai emosi pun langsung memerintahkan Angelnya untuk menyerang lagi. Kali ini, Gambit mengeluarkan tiga kartu sekaligus dan wujud dari kartu itu langsung keluar menyerang Bloody Mary.
Tapi sayangnya, ketiga makhluk kartu itu bukanlah tandingan Bloody Mary. Hanya dengan satu tusukan saja mahkluk mahkluk itu langsung menghilang dalam seketika.
"Tenanglah Vince, kau tidak menyerangnya secara gegabah" tutur Bernard.
"Aku mulai kehabisan tenaga, mungkin aku akan mati terlebih dahulu" ujar Vince dengan nafas tersengal-sengal.
"Jangan kehilangan harapan! Kita pasti bisa mengalahkan dia jika kita bekerja sama" timpal Astrid.
"Aha, gadis yang menarik" sahut Bloody Mary dengan senyuman sinisnya.
Hantu legenda ke 7 itu pun langsung menciptakan ribuan kaca berbentuk runcing di belakangnya. Dalam sekali ayunan, ribuan kaca itu langsung melesat ke arah mereka bertiga. Melihat serangan yang datang, Bernard pun langsung memerintahkan Garuda nya untuk maju dan menangkis semua kaca itu.
"Majulah Garuda!!"
Dalam sekejap, ribuan kaca itu langsung hancur setelah Garuda mengepakkan sayapnya. Setelah itu, Garuda pun langsung menciptakan petir dan berusaha menyerang Bloody Mary menggunakan petirnya. Tapi sayangnya, serangan itu bisa dengan mudah di hindari oleh Bloody Mary.
"Dia bisa menghindari petir?!" Vince tak percaya ketika melihat Bloody Mary bisa menghindari sambaran petir dengan santainya.
"Aha, aku bahkan bisa bergerak lebih cepat dari cahaya, petir bukanlah apa-apa bagiku" tutur Bloody Mary.
"Tuan Bernard" panggil Astrid.
"Ada apa?" Sahut Bernard.
"Dia tidak membiarkan kita mendekatinya, apakah dia tidak bisa bertarung jarak dekat?" Tanya Astrid.
Bernard dan Vince pun terkejut secara bersamaan, mereka berdua baru sadar kalau sedari tadi Bloody Mary selalu menjaga jarak dengan mereka. Bloody Mary sengaja terus menyerang mereka agar mereka bertiga tidak bisa mendekatinya.
"Itu masuk akal, tapi sayangnya Angel ku bukanlah petarung jarak dekat" ujar Vince.
"Aku dan Astrid bisa bertarung jarak dekat, tapi mendekati Bloody Mary sama saja seperti bunuh diri sekarang" gumam Bernard.
"Aha, kalau kalian ingin mendekat kepadaku maka silahkan saja" Bloody Mary merentangkan kedua tangannya.
Ia mempersilahkan Bernard dan Astrid jika ingin bertarung jarak dekat dengannya. Namun Astrid dan Bernard juga tahu kalau itu hanyalah sebuah jebakan dari Bloody Mary.
"Pikirkan cara untuk mendekatinya, tenaga kita terbatas, jangan membuang-buang tenaga lagi" ujar Bernard.
"Kalau kalian tidak mau menyerang maka aku yang akan menyerang" Bloody Mary kembali melakukan serangan.
Ia terus memojokkan ketiga orang itu dengan kekuatan kacanya, tak ada yang bisa di lakukan oleh Bernard dan kedua anak buahnya selain menghindar. Jika mereka sampai lengah sedikit saja dan terkena sayatan kaca itu, maka akibatnya akan sangat fatal.
"Sialan! Tenaga ku hampir habis tapi dia masih tidak bisa di sentuh!" Vince terus mencoba menghindari serangan yang mengarah ke arahnya.
"Berhati-hatilah Valkyrie! Jangan sampai kau terkena sayatan kaca itu lagi!" Tutur Astrid pada Angelnya.
Serangan bertubi-tubi itu pun akhirnya berhenti, ketiga orang manusia itu langsung terengah-engah setelah serangan itu berhenti. Tenaga dan stamina mereka benar-benar di kuras habis oleh Bloody Mary.
"Ahahaha! Kalian benar-benar menarik, aku suka kepada kalian" ujar Bloody Mary sembari tertawa kecil.
"Justru kami yang tidak suka kepadamu!!" Balas Astrid.
"Hei, aku punya sebuah penawaran kepada kalian" ujar Bloody Mary kembali.
Ketiga orang itu pun langsung kebingungan setelah mendengar ucapan itu, mereka bertanya-tanya dalam hati apa sebenarnya maksud dari hantu legenda ke 7 itu.
"Kalian bertiga... Jadilah hantu dan aku akan menjadikan kalian bawahan ku" ucap Bloody Mary.
"Tidak!!" Jawab Bernard dan Vince secara bersamaan.
"Aku lebih memilih mati mengenaskan dari pada menjadi bawahan mu!!" Tegas Vince.
"Sampai kiamat tiba pun aku tidak akan sudi menjadi hantu gentayangan seperti mu!!" Timpal Bernard.
"Aha, laki-laki, kalian memang makhluk paling menyebalkan" sahut Bloody Mary.
Di saat kedua laki-laki itu menolak tawaran Bloody Mary secara tegas, Astrid justru terdiam dan terlihat seperti sedang berpikir. Beberapa detik kemudian, sebuah jawaban yang tak terduga keluar dari mulutnya.
"Baiklah, aku mau menjadi bawahan mu" ujar Astrid.
Tak hanya Bernard dan Vince, bahkan Bloody Mary pun sampai terkejut ketika mendengar gadis itu menerima tawarannya. Ia tak menyangka kalau tawaran yang ia katakan secara asal akan di terima oleh Astrid.
"Ahahaha!! Aku benar-benar tidak menyangka kalau manusia seperti mu bisa berpikir cerdas seperti itu, kemari lah gadis cantik, dengan bantuan dari kekuatan mu kita bisa menggeser posisi hantu legenda atas" ujar Bloody Mary dengan nada girang.
"Astrid!! Apa yang kau lakukan?!" Vince menghampiri Astrid dan mencengkram kerah bajunya.
"Apa kau sadar dengan jawaban mu itu?!" Timpal Bernard.
Kedua laki-laki itu benar-benar di buat naik pitam oleh Astrid, mereka berdua merasa di khianati, Astrid yang awalnya berkata kalau ia membenci Bloody Mary kini berubah pikiran dalam sekejap mata setelah mendengar tawaran darinya.
"Kenapa? Tidak ada pilihan lain bukan? Lagi pula manusia seperti kita tidak abadi, suatu saat kita akan mati" ujar Astrid tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Vince yang merasa geram pun langsung mengangkat tangannya, ia benar-benar ingin menampar wajah Astrid sekarang. Namun Bernard langsung menahan tangannya dan menurunkannya.
"Lepaskan dia Vince, biarkan dia pergi dengan pilihannya" tutur Bernard.
Karena mendapatkan perintah dari ketuanya, Vince langsung melepaskan tangannya dari baju Astrid, lalu Astrid pun langsung berjalan meninggalkan kedua temannya menuju ke tempat Bloody Mary berdiri.
"Aha, benar-benar gadis yang pintar" Bloody Mary tersenyum sinis sembari menatap wajah Astrid.
Gadis itu terus berjalan dengan ekspresi datar tanpa senyum sedikitpun, Bernard dan Vince hanya bisa menatap kepergian Astrid tanpa berkata apa-apa. Mereka berdua benar-benar di buat kecewa dengan keputusan Astrid yang semena-mena.
"Tuan, aku tidak sanggup membunuh Astrid, biarkan aku melawan Bloody Mary sendirian" pinta Vince.
"Ya, tak masalah" sahut Bernard.
Sebentar lagi, pertarungan itu akan menjadi dua melawan dua setelah Astrid memutuskan untuk bergabung dengan Bloody Mary.