
"Kalian yang memanggilku kemari?" Tanya Arthur.
Sudah lewat 3 hari lamanya semenjak Arthur dan seluruh remaja yang lainnya pulang dari Curse Field. Mereka baru selesai melakukan pesta besar-besaran untuk merayakan kemenangan melawan Scarecrow. Sekarang, kehidupan di koloni itu pun kembali berjalan seperti biasa.
Dan saat ini, Arthur sedang menghadap Brian dan Vince, kedua orang itu memanggil Arthur untuk pergi ke atap. Entah apa maksud mereka berdua memanggil Arthur untuk menemui mereka.
"Ya, kami memanggilmu" sahut Vince.
"Ada apa?" Tanya Arthur yang tak mengerti maksudnya di panggil ke sini.
"Kau adalah orang yang memiliki kekuatan Demon itu kan? Namamu Arthur?" Timpal Brian dengan pertanyaan.
"Iya, aku orangnya, kenapa kalian berdua memanggilku ke sini?" Tanya Arthur kembali.
Setelah memastikan kalau mereka tidak salah memanggil orang, Brian dan Vince pun kompak saling berpandangan. Mereka berdua seakan saling memberikan isyarat untuk berbicara kepada Arthur.
"Yah begini Arthur, maksud kami memanggil mu ke sini adalah..."
"Kami berdua ingin kau pergi dari koloni ini"
Vince langsung memotong ucapan Brian dan memberitahukan alasan mereka memanggil Arthur ke atap. Mendengar permintaan yang nyeleneh itu, Arthur tentu saja tidak mau melakukannya.
"Pergi? Apa maksud kalian?!" Tanya Arthur dengan nada sedikit emosi.
"Kalian temannya Roberto kan?! Apa kalian di suruh olehnya untuk melakukan ini?!" Sambung Arthur kembali.
"Tidak! Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Roberto, ini murni permintaan kami berdua" sanggah Brian.
"Arthur, kau membawa sebuah kutukan yang sangat mengerikan, koloni ini bisa musnah jika kau tetap di sini" timpal Vince.
Arthur sendiri tidak mengerti dengan maksud dari perkataan kedua orang itu, bahkan Arthur juga tidak paham mengapa orang-orang yang ingin mengusirnya selalu berkata kalau ia telah membawa sebuah kutukan kepadanya.
"Kutukan? Jangan bercanda! Apa sebenarnya maksud kalian?!" Emosi Arthur perlahan-lahan mulai naik.
Brian dan Vince tidak ingin ada perselisihan yang terjadi, mereka berdua sadar betul jikalau mereka berdua tidak cukup kuat untuk melawan Arthur bersama Red Devilnya. Oleh karena itu mereka berdua berusaha untuk menenangkan Arthur.
"Arthur tenanglah!" Ujar Vince.
"Nampaknya kau tidak tahu tentang legenda itu" timpal Brian.
"Ya, tentu saja aku tidak tahu, jujur saja bahkan aku juga tidak tahu mengapa hanya aku manusia yang memiliki kekuatan Demon" sahut Arthur.
"Karena itulah biarkan kami yang menjelaskan kepadamu, tenanglah dan jangan marah, mari kita duduk" Vince pun mengajak Arthur untuk duduk di tepi atap.
Arthur pun sedikit tenang dan ia mau menuruti permintaan Vince, Arthur ingin mendengarkan cerita dari kedua remaja itu.
"Ceritakan sekarang!" Pinta Arthur yang sudah tidak sabar.
"Arthur, pada umumnya manusia hanya di anugerahi dengan kekuatan Angel, bukan Demon, Demon adalah perwujudan dari iblis, dan selama ratusan tahun belum pernah ada manusia yang memiliki kekuatan Demon" tutur Brian.
"Dan sekarang kau telah terlahir di dunia dengan kekuatan Demon, orang dahulu berkata, jika manusia terlahir dengan kekuatan Demon, maka lama-kelamaan Demon itu akan menguasai tubuh manusianya, dengan kata lain, cepat atau lambat tubuhmu akan di ambil alih oleh Demon mu" sambung Vince.
Arthur hanya diam dan terus mendengarkan cerita itu dengan serius, Arthur benar-benar tidak tahu jika Red Devil bisa mengambil alih tubuhnya suatu saat nanti. Meskipun demikian, Arthur masih belum percaya meskipun Brian dan Vince sudah menceritakan legenda itu kepadanya.
"Mana mungkin aku bisa mempercayai hal itu? Red Devil ku tidak akan pernah bisa menguasai tubuhku" ujar Arthur.
"Itulah yang di katakan legenda, dan jika Demon mu sudah mengambil alih tubuhmu, maka tidak akan ada manusia yang bisa mengalahkannya!" Ucap Vince dengan penuh penekanan.
"Tak perduli sekuat apapun Angel yang dimiliki oleh para ketua, mereka semua tidak akan pernah bisa menghadapi Demon mu jika dia sudah mengambil alih tubuhmu" sambung Brian.
"Itu hanyalah sebuah legenda! Belum tentu hal itu akan terjadi suatu saat nanti" sanggah Arthur yang masih tidak percaya.
"Manusia yang memiliki kekuatan Demon awalnya juga hanya sebuah legenda belaka, namun sekarang legenda itu menjadi sebuah kenyataan bukan?" Tanya Brian.
Arthur pun langsung terdiam dan tak bisa berkata apa-apa, ucapan Brian memang benar. Sebelum Arthur lahir ke dunia, umat manusia menganggap kalau manusia yang memiliki kekuatan Demon itu hanyalah sebuah mitos dan tidak nyata. Namun, sekarang hal itu bukanlah sekedar mitos semata setelah Arthur lahir ke dunia.
"Jika memang hal itu akan terjadi, lalu apa hubungannya dengan aku yang harus pergi dari koloni ini?" Tanya Arthur.
"Itulah kutukan yang di sebutkan di legenda, dimana seorang manusia yang memiliki kekuatan Demon harus rela tubuhnya di ambil alih oleh Demon nya sendiri suatu saat nanti, jadi kau harus pergi dari koloni ini dan pergi sejauh mungkin agar nanti sewaktu tubuhmu di ambil alih Demon mu tidak akan mengincar koloni ini" tutur Vince.
"Kau akan kehilangan jati dirimu, dengan kata lain pikiranmu sudah mati dan hanya tersisa tubuhmu yang sudah di kuasai oleh Demon mu" sambung Brian.
Arthur kembali terdiam setelah mendengar penjelasan itu, sekarang ia mulai percaya dengan legenda itu. Jika memang benar suatu saat nanti tubuhnya akan di kuasai oleh Red Devil, maka mau tak mau ia harus pergi sejauh mungkin dari koloni umat manusia agar Red Devil tidak membunuh manusia. Kesadaran Arthur akan hilang dan ia tidak akan bisa mengendalikan Red Devilnya lagi.
"Jujur kami sangat berterimakasih kepadamu, karena kau adalah orang terkuat yang ada di pasukan ini, namun kau juga harus tahu jika koloni kita adalah harapan terakhir umat manusia" ujar Brian, ia kembali meminta Arthur untuk pergi dari koloni ini.
"Kami pasti bisa mengalahkan hantu legenda yang tersisa tanpa dirimu, karena itulah kami mohon kepadamu, pergilah sejauh-jauhnya dari koloni ini" pinta Vince.
Arthur benar-benar terdiam dan tidak menanggapi ucapan kedua remaja itu sama sekali. Brian dan Vince pun saling berpandangan, mereka merasa bingung mengapa Arthur tetap diam tanpa berkata apa-apa.
"Arthur?" Panggil Brian.
Brian dan Vince mulai merasa khawatir kalau Arthur akan marah dan menyerang mereka di sini. Sebab jika itu sampai terjadi tidak ada jaminan mereka berdua bisa selamat setelah bertarung melawan Arthur.
"Hoi, siapa nama hantu legenda ke 3?" Tanya Arthur dengan kepala menunduk.
Brian dan Vince sempat kaget ketika mendengar pertanyaan itu, namun mereka bersyukur karena mengetahui kalau Arthur tidak marah kepada mereka.
"Dia adalah seorang vampir yang tinggal di sebuah kastil, dia ada di Transylvania, Vampiro" tutur Vince.
Setelah mendengar jawaban itu, Arthur pun langsung berdiri dengan seringai di wajahnya "Sebelum Red Devil mengambil alih tubuhku, ayo kita bunuh semua hantu legenda itu!!".