
Setelah semua orang sudah masuk ke dalam Black hole, Ace pun langsung menciptakan White hole tepat di depan kastilnya Vampiro untuk mengeluarkan semua orang.
"Ini? Kastil ini, kita sudah sampai di Transylvania?!" Eddie tak percaya ketika melihat kastil Vampiro yang berdiri kokoh di depan matanya.
"Ya, kita sudah sampai di Transylvania" sahut Ace.
"Ayo kita masuk sekarang!" Ajak Fergie.
Tanpa basa-basi lagi, mereka semua pun langsung mengikuti Fergie menuju ke pintu kastil yang sudah di hancurkan oleh Arthur. Baru saja masuk ke dalam, mereka semua langsung kaget ketika melihat Clara dan Charlotte yang sedang terbaring tak sadarkan di atas kursi.
"Clara!!" Ace langsung berlari dan menghampiri Clara.
Mendengar ada suara orang lain, Charlotte yang sedang tidur pun langsung terbangun dan melihat banyak orang yang berada di dalam kastil.
"Kalian?".
"Charlotte! Dimana Joseph?" Tanya Fergie tanpa basa-basi.
Mendengar pertanyaan itu, Charlotte langsung termenung dan tak mampu menjawab. Fergie pun langsung meraih kerah baju Charlotte dan mengangkatnya.
"Aku tanya dimana dia?!" Tanya Fergie kembali dengan tatapan tajam.
"Dia... Sudah di surga" ucap Charlotte sembari menunjuk ke arah tubuh Joseph yang tertutupi kain.
Joker dan Bernard menghampiri kain tersebut dan langsung membukanya. Begitu terbuka, mata mereka langsung terbelalak ketika melihat wajah Joseph yang terpejam dan kulitnya yang sudah memucat.
"Joseph?!" Fergie mendorong tubuh Charlotte dan berlari menghampiri Joseph.
Joker membuka kain penutup itu sepenuhnya dan terlihatlah luka di bagian perut Joseph yang terlihat sangat parah. Dan luka itulah yang menyebabkan nyawa Joseph melayang di tangan Annabelle.
"Banyak hal yang harus kau ceritakan, Van Helsing" ujar Joker sembari menatap Charlotte dengan tatapan dingin.
"Joseph terbunuh ketika melawan Annabelle, dan..."
"Annabelle?!" Ujar para ketua secara serentak.
"Ya, kami melawan dua hantu legenda di sini, Annabelle dan Vampiro, mereka berdua bekerja sama" tutur Charlotte.
Baik Ace maupun para ketua mereka sama-sama tak percaya dengan ucapan Charlotte. Melawan satu hantu legenda saja sudah sangat sulit apalagi harus melawan dua hantu legenda, terlebih lagi mereka melawan hantu legenda di malam satu suro.
"Dua hantu legenda?!" Fergie masih tak percaya dengan apa yang baru ia dengar.
"Ya, aku melawan Vampiro sendirian sedangkan Joseph melawan Annabelle bersama gadis ini dan bocah Demon" ujar Charlotte kembali.
"Dan dimana Arthur?!" Timpal Ace secara tiba-tiba.
"Dia sudah pergi" jawab Charlotte.
"Pergi? Pergi kemana?!" Tanya Fergie dengan nada tinggi.
"Kutukannya sudah terjadi, Demon nya sudah mulai mengambil alih tubuhnya, dan dia memutuskan untuk pergi sejauh mungkin dari pemukiman manusia" tutur Charlotte.
...----------------...
Sementara itu, Venus sang hantu legenda ke 12 sedang terbang di atas lautan lepas yang di selimuti oleh badai yang sangat besar. Samar-samar, di ujung penglihatan terlihat sebuah pulau yang berbentuk seperti tengkorak.
Venus pun langsung mendarat di salah satu kepala tengkorak batu tersebut, ia langsung berteriak dan memanggil sebuah nama.
"Van Der Decken!!" Seru Venus.
Tiba-tiba, sebuah kapal bajak laut muncul dari atas awan dan terbang menuju ke arah Venus berdiri. Venus menatap kapal bajak laut itu dengan tatapan tajam. Nampaknya, ia sedang menanti seseorang yang berada di dalam kapal tersebut.
Saat kapal tersebut berada tepat di atasnya Venus, seseorang langsung melompat dari atas kapal dan terjun tepat di depan Venus. Sosok tersebut pun langsung berlutut di hadapan Venus begitu ia menatapnya.
"Aku di sini... Tuan" ujar sosok tersebut dengan sopan.
"Van Der Decken, kelima hantu legenda sudah tiada, pertempuran besar melawan umat manusia sebentar lagi akan terjadi, jika kau berani macam-macam lagi maka akan aku habisi kau di sini sekarang juga!!".
"Baik tuan, aku tidak akan macam-macam, dan... Dengan senang hati aku akan ikut dalam pertempuran itu" jawab makhluk bernama Van Der Decken tersebut.
"Aku baru saja menghabisi Charlotte, sekarang hanya tersisa 7 hantu legenda termasuk aku dan kau" tutur Venus.
"Anda benar-benar menghabisi nomor 5 kebawah?" Tanya Van Der Decken.
"Ya, aku benar-benar sudah muak dengan mereka, berlagak kuat seolah-olah mampu mengalahkan hantu legenda di atas mereka" jawab Venus.
Kemudian, Van Der Decken pun menciptakan sebuah kursi yang terbuat dari batu. Venus pun langsung duduk di kursi tersebut tanpa basa-basi sedikitpun.
"Jika para hantu bisa menang, maka umat manusia akan binasa, tapi jika sampai mereka bisa menang, maka..." Venus tidak meneruskan kalimatnya.
"Apakah para manusia itu berpikir kalau mereka bisa mengalahkan kita?" Tanya Van Der Decken.
"Tanpa bantuan dari Demon, mereka tak akan mampu mengalahkan kita" ujar Venus.
"Saya mendengar tentang bocah yang memiliki kekuatan Demon, apakah dia memang sekuat itu?" Tanya Van Der Decken kembali.
"Tentu saja, Demon, Angel dan The Eternity, aku tahu asal usul semuanya" tutur Venus.
"Apakah anda mau menceritakannya kepada saya?".
"Terserahlah" jawab Venus.
Mendengar jawaban itu, Van Der Decken pun langsung menciptakan satu kursi lagi untuk tempatnya duduk.
"Saat aku masih berada di surga, aku dan ke 12 malaikat sedang dalam tugas untuk memperbaiki jembatan realitas yang rusak, jembatan itu terhubung ke sebuah portal yang menuju ke sebuah realitas yang tidak di ketahui. Namun, kami tidak mengetahui kalau di dalam realitas itu ada mahluk yang memiliki kekuatan sangat besar, dan makhluk itu adalah The Eternity".
"Karena rusaknya jembatan realitas, The Eternity berhasil masuk ke dalam dunia ini, karena kecerobohan itu, ke 11 temanku di hukum mati, sedangkan aku mendapatkan keringanan dan di buang ke bumi, The Eternity mengetahui keberadaan ku di bumi dan akhirnya ia pun menyusul ku, ia melihat kalau aku memiliki kekuatan yang besar sehingga ia mengajakku untuk menguasai alam semesta".
Van Der Decken terus mendengarkan cerita itu secara rinci, Venus terus bercerita tentang asal-usul kutukan yang terjadi di muka bumi ini.
"The Eternity bukanlah hantu, ia adalah mahkluk dari dunia lain yang memiliki kekuatan yang sangat besar, ia membangkitkan para manusia yang sudah mati dan menjadikan mereka hantu yang memiliki kekuatan kutukan. Sejujurnya aku ingin menghentikannya saat itu tapi kekuatanku satu tingkat lebih lemah darinya, karena itu aku membagi kekuatan Angel ku untuk para manusia, aku memberkati mereka agar mereka mampu melawan para hantu, tapi keserakahan mereka terkadang juga membuatku muak dan membuatku ingin memusnahkan mereka semua!!" Seru Venus.
"Jadi kekuatan Angel milik manusia itu adalah pemberian anda?" Tanya Van Der Decken.
"Ya, aku jauh lebih lemah di bandingkan sewaktu aku baru di buang dari surga" jawab Venus.
"Kalau anda saja tidak mampu mengalahkan The Eternity, maka para manusia juga tidak akan mampu mengalahkannya" ucap Van Der Decken.
"Tidak, bukankah sudah aku bilang kalau mereka bisa menang jika menggunakan kekuatan Demon" ujar Venus.
"Ah iya, lalu bagaimana dengan Demon itu?" Tanya Van Der Decken kembali.
Venus langsung terlihat murung ketika mendengar pertanyaan itu. Namun, ia tetap ingin menceritakannya kepada Van Der Decken.
"Demon, Red Devil, dia adalah iblis yang di buang dari neraka karena kekejaman nya, bahkan tempat seperti neraka pun menolak kehadirannya" ujar Venus.
"Tapi legenda berkata..." Van Der Decken berusaha menyanggah cerita Venus.
"Legenda itu di sebarkan oleh The Eternity, Red Devil tak bisa muncul di dunia tanpa wadah dari tubuh manusia, ia sudah berusaha untuk muncul dari ratusan tahun lalu, tapi setiap manusia yang ia hinggapi selalu mati karena tak kuat menahan kekuatannya, hanya anak bernama Arthur lah yang bisa bertahan hidup setelah Red Devil masuk ke dalam tubuhnya".
Terungkaplah sudah bagaimana Arthur bisa memiliki kekuatan Demon, dan juga terungkaplah sudah asal usul kekuatan Angel yang di miliki oleh para manusia.
"Begitulah awal dari kutukan ini, semua terjadi karena jembatan realitas yang rusak karena sifat manusia yang tamak!!" Venus memukul kursi batunya hingga hancur berkeping-keping.
"Jadi jembatan realitas terbentuk dari sifat manusia?" Van Der Decken benar-benar penasaran dengan cerita Venus.
"Ya, jika para manusia lebih banyak berbuat baik maka jembatan realitas akan kokoh, namun jika mereka terus melakukan keburukan, maka jembatan realitas akan ikut rapuh, semua kekacauan ini di sebabkan oleh umat manusia sendiri, aku sudah cukup baik memberikan mereka kekuatanku, sisanya biarkan mereka sendiri yang melakukannya" ujar Venus.
"Tuan" panggil Van Der Decken.
"Saya dan anda sama-sama tidak di bangkitkan oleh The Eternity, tapi saya belum pernah bertemu dengannya, apa anda bisa mengatakan bagaimana wujudnya The Eternity?" Sambungnya.
"Dia mengambil wujud seorang manusia, dan para manusia itu juga tidak sadar, kalau The Eternity sedang berada bersama mereka".