
Perintah Fergie bukanlah bualan semata, hari ini, ia sudah mengumpulkan para remaja di depan halaman hotel. Banyak dari para remaja itu yang merasa kebingungan karena memang mereka tidak di beritahu sebelumnya. Hanya Ace dan Clara lah yang tahu apa tujuannya mereka di kumpulkan saat ini.
"Kira-kira kenapa tuan Fergie mengumpulkan kita di sini?" Tanya Vince pada dua temannya.
"Kita selalu di kumpulkan seperti ini jika ingin bertarung melawan hantu legenda, tapi bukankah Vampiro dan Annabelle baru saja terbunuh?" Tanya Brian balik.
Mendengar obrolan dari kedua temannya, Roberto pun langsung bangkit dari duduknya dan ikut serta dalam obrolan.
"Siapa perduli dengan hal itu? Kapan pun tuan Fergie memerintahkan aku untuk bertempur, maka aku tidak akan pernah mundur" ucap Roberto dengan percaya diri.
Di sisi lain, Ace sedang berkumpul bersama kelima temannya yaitu Clara, Astrid, Fiona, Yong Sin dan juga Alexander. Mereka semua merasa sangat terkejut ketika mendengar berita dari Ace kalau mereka akan segera bertempur melawan Albert.
"Serius Ace? Apa kau tidak bercanda?" Tanya Fiona.
"Untuk apa aku berbohong? Lagi pula tidak mungkin kita di kumpulkan seperti ini jika tidak berangkat bertempur" jawab Ace.
"Ini sangat mendadak, aku bahkan belum mengasah katana ku" timpal Yong Sin sembari mengelus katana nya.
"Hei, Albert si hantu legenda ke 4 itu... Dia punya kekuatan seperti apa?" Tanya Astrid.
"Aku pernah mendengar tentang kekuatannya, orang-orang bilang Albert memiliki kekuatan telepati yang sangat kuat, dia bisa menggerakkan semua benda sesuka hatinya" jawab Alexander.
"Aku juga pernah mendengar kalau Albert adalah seorang pangeran yang sangat kuat sewaktu dia masih hidup, tak perduli siapa lawannya dia pasti tak akan mundur" ujar Clara.
"Clara" panggil Ace sembari memegang bahunya.
"Iya?" Sahut Clara.
"Ini akan sangat berbahaya bagimu, lebih baik kau tidak usah ikut bertempur kali ini" tutur Ace.
Namun, Clara tidak mengindahkan ucapan Ace sama sekali. Bahkan ia langsung membuang pandangannya begitu Ace menatap wajahnya.
"Jangan melarang ku seperti itu! Kau benar-benar mirip dengan Arthur" ujar Clara dengan nada yang dingin.
"Ah.." Ekspresi wajah Ace seketika langsung berubah ketika ia mendengar nama Arthur.
Kecanggungan pun terjadi di antara mereka, tak ada dari mereka yang berbicara atau mencoba untuk membuka pembicaraan. Keenam orang teman itu hanya diam membisu sambil saling bertatapan. Dan hingga pada akhirnya, Fergie muncul di atas balkon dan membuat semua remaja langsung menatapnya secara serentak.
"Aku tidak akan berbasa-basi, kalian akan melawan Frankenstein, hantu legenda ke 6 hari ini, dan jika di antara kalian ada yang keberatan, maka silahkan pergi dari koloni ini sekarang juga!!!" Seru Fergie dengan suara lantang.
Kerumunan remaja pun seketika langsung heboh setelah mereka mendengar pengumuman itu, banyak dari mereka yang langsung protes dan merasa keberatan dengan perintah Fergie yang terkesan mendadak itu.
"Yang benar saja! Bukankah kita baru berduka setelah kematian tuan Joseph?".
"Hei, Frankenstein itu sangat menakutkan, dia adalah monster bertubuh besar!"
Ace juga ikut terkejut setelah mendengar pengumuman itu, ia pun langsung menciptakan black hole untuk berpindah di belakang Fergie. Ia ingin menanyakan mengapa tiba-tiba Fergie merubah rencananya dari yang semula ingin melawan Albert sekarang berganti melawan Frankenstein.
"Tuan, kenapa anda merubah rencananya di saat-saat terakhir seperti ini?" Tanya Ace setelah keluar dari White hole.
"Albert, juga sudah mati" jawab Fergie tanpa menoleh ke belakang sedikitpun.
"Venus, dia mendatangi ku tadi malam dan berkata kalau ia sudah membunuh Albert" potong Fergie.
Tentu saja berita itu membuat Ace langsung tercengang dan tak percaya, lagi-lagi Venus membunuh hantu legenda setelah sebelumnya ia membunuh Scarecrow.
"Dia!!" Ace mengepalkan tangannya seolah sedang menahan amarah.
"Ace, satu hal yang pasti, hantu tak pernah berbohong, mereka tidak seperti manusia" ujar Fergie.
Ace terdiam karena tak paham dengan maksud ucapan itu. Setelahnya, Fergie kembali berteriak dari atas balkon untuk memberitahu anak-anaknya.
"Aku akan mengatakan ini untuk yang terakhir kalinya!! Jika kalian tidak ingin ikut bertempur, maka silahkan pergi sekarang juga!!!!" Seru Fergie.
Para remaja terdiam sejenak setelah mereka mendengar teriakan itu. Beberapa saat kemudian, satu persatu remaja mulai melangkah pergi keluar dari gerbang dan di susul oleh remaja yang lainnya.
"Apa?! Hoi jangan pergi!" Ace berteriak dan memanggil teman-temannya untuk kembali.
"Biarkan saja, aku tidak bisa menjamin keselamatan mereka dalam pertempuran kali ini" ujar Fergie.
"Tapi tuan Paul akan menemani kami kali ini, bersamanya kami pasti bisa mengalahkan Frankenstein" sanggah Ace.
"Tidak, mulai ini kita akan benar-benar melawan hantu yang sangat kuat, bahkan jauh lebih kuat dari yang sebelumnya" tutur Fergie.
Para ketua yang lainnya hanya bisa menatap kepergian para remaja itu dengan ekspresi menahan amarah. Cukup banyak para remaja yang mengundurkan diri, bahkan sekarang mereka hanya tersisa 9 orang anak saja yang masih bertahan.
Mereka adalah Ace, Clara, Astrid, Fiona, Alexander, Yong Sin, Roberto, Vince dan juga Brian.
"Hanya 9 orang termasuk aku yang tersisa, apa kita benar-benar mampu mengalahkan hantu legenda?" Tanya Ace pada Fergie.
"Sejujurnya, aku juga merasa kalau misi ini sangat mustahil untuk berhasil, tapi aku juga tidak bisa diam ketika melihat para hantu membunuh manusia" ujar Fergie.
Tanpa berbicara lagi, Ace menciptakan Black hole dan kembali lagi ke bawah untuk menemui teman-temannya yang masih tersisa.
"Semuanya sudah pergi, hanya kita yang tersisa bersama para ketua, tanpa Arthur mungkin kita akan sangat kesulitan dan bahkan tidak selamat, jadi jika kalian juga merasa ragu maka pergilah sekarang" ucap Ace pada teman-temannya.
"Jika kami merasa ragu, maka kami sudah pergi dari tadi" sahut Astrid.
"Benar, jadi tidak ada pilihan lain sekarang, aku akan ikut bertempur!!" Timpal Fiona dengan penuh semangat.
"Tidak Fiona kau tidak boleh ikut bertempur!" Clara langsung melarang Fiona yang berniat ingin ikut bertempur.
"Clara, lebih baik aku mati dalam pertempuran dari pada aku harus mati sendirian di koloni ini" tutur Fiona.
"Kita kekurangan pasukan, ini akan sangat berdampak bagi kekuatan tempur kita" ujar Alexander.
"Walaupun kita akhirnya kalah aku tidak akan menyesal, lagi pula kalau tidak ikut bertempur aku juga akan tetap mati suatu saat nanti, jadi lebih baik berjuang kan?" Astrid mencoba meyakinkan Clara agar mengijinkan Fiona ikut bertempur.
"Aku akan menemui tuan Paul sekarang, jika ingin ikut maka bersiaplah sekarang juga, kita sudah tidak punya banyak waktu lagi untuk mengakhiri dunia terkutuk ini!" Ucap Ace.