
Aaron dan Astrid merasa tidak percaya dengan perkataan hantu Kalong Wewe itu, mereka menduga kalau hantu itu hanya berbohong kepada mereka berdua untuk mengalihkan fokusnya.
"Dasar! Memang benar kata kakek ku, hantu itu sangat licik dan penuh tipu muslihat!" Ucap Aaron.
Laki-laki berkulit hitam itu terus menerus menyerang dinding yang sudah berubah menjadi gumpalan daging menggunakan Angelnya.
"Intinya, kita harus menemukan tubuh asli hantu itu dan membunuhnya!!" Seru Astrid.
Merasa tak ingin kalah dari Aaron, Astrid pun terus menyerang gumpalan daging itu secara membabi buta. Valkyrie miliknya terus menebaskan pedangnya tanpa henti.
Dasar manusia bodoh!! Kalian akan aku makan sekarang juga!!
Setelah suara itu terdengar, tiba-tiba lorong daging itu menjadi sempit dan membuat kedua remaja itu terpojok.
"Kenapa daging-daging ini menjadi semakin mendekat?!" Aaron terlihat kebingungan melihat kejadian yang terjadi di depan matanya tersebut.
"Sial! Daging-daging ini, kita pasti berada di dalam perut hantu itu sekarang!!"
Astrid dan Aaron pun kembali menyerang gumpalan daging yang akan menjepit mereka tersebut. Namun, serangan mereka berdua tidak berhasil memberikan efek apapun.
Gumpalan daging itu bisa beregenerasi setelah Astrid dan Aaron menebasnya. Kekuatan Angel milik mereka berdua terlihat tidak berguna lagi di depan gumpalan daging itu.
"Sial! Serangan kita tidak mempan!" Aaron merasa kaget melihat serangan dari Angelnya tidak mempan sama sekali.
"Kenapa, kenapa hantu itu tiba-tiba bisa menjebak kita di dalam perutnya!!" Seru Astrid.
"Aku rasa karena dia memiliki kuasa penuh atas dimensinya" timpal Aaron secara tiba-tiba.
"Hah? Apa maksudmu?" Astrid terlihat tidak paham dengan maksud dari ucapan Aaron.
"Nanti saja aku ceritakan, yang penting kita harus bisa keluar dari gumpalan daging ini!!" Aaron kembali menyerang gumpalan daging yang semakin dekat dengannya.
Namun, serangannya lagi-lagi tidak mempan. Gumpalan daging itu bisa beregenerasi kembali setelah menerima serangan dari Aaron.
"Hei, jangan gunakan serangan biasa, coba gunakan Aura dari Angel mu juga!!" Perintah Astrid.
"Hah? Tapi dia kan punya wujud fisik, kenapa harus sampai mengeluarkan Aura?" Tanya Aaron yang keheranan.
"Coba saja! Kita tidak punya pilihan lain!"
Astrid pun kembali memanggil Angelnya, namun, kali ini ada yang berbeda dengan Angel milik Astrid tersebut.
Pedang milik Valkyrie itu berubah warna menjadi merah, itu pertanda kalau pedang milik Valkyrie itu telah di lapisi dengan Aura.
Aura adalah kekuatan lain yang di miliki oleh setiap Angel, Aura itu seperti kekuatan batin yang bisa membuat Angel menjadi lebih kuat. Umumnya, Aura terlihat seperti gelombang energi yang keluar dari tubuh Angel. Namun, kekuatan Aura bisa juga di gunakan untuk melapisi senjata milik Angel itu sendiri.
Ketika sesosok Angel melapisi senjatanya menggunakan Aura, maka senjata itu bisa membunuh hantu yang tidak mempunyai wujud fisik seperti Shadow.
"Tunjukkan dirimu yang sebenarnya!!"
*Tzing...
Valkyrie pun menebas gumpalan daging itu menggunakan pedang yang telah di lapisi dengan Aura tersebut. Terlihat sebuah luka tebasan berwarna merah yang terpampang jelas di gumpalan daging itu.
Aaaaaaa....
Kalong Wewe itu berteriak kesakitan setelah Astrid menebasnya menggunakan pedang yang dilapisi dengan Aura. Terlihat juga gumpalan itu tidak bisa beregenerasi kembali setelah menerima tebasan tersebut.
"Heh, berhasil!" Astrid tersenyum sinis setelah berhasil membuat luka pada hantu tersebut.
"Ya! Kau berhasil, ini saatnya kita keluar dari sini!!" Timpal Aaron.
Laki-laki itu pun terlihat melakukan sebuah gerakan pada tangannya. Kemudian, Angel miliknya tiba-tiba mengeluarkan sebuah aura yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Serang dia Spider!!" Aaron berteriak dan memerintahkan Angelnya untuk menyerang.
*Zring...
Aaaaaaa....
Kalong Wewe itu kembali berteriak setelah Spider mencincang gumpalan daging itu menggunakan putaran kakinya. Tak berhenti sampai di situ, Valkyrie pun kembali menambah luka itu dengan tebasan pedangnya.
Berhenti!!
"Jangan berhenti! Terus serang dia!!" Teriak Astrid.
"Tentu saja!! Cincang perutnya Spider!!"
Valkyrie dan Spider pun kompak saling bertukar serangan. Kedua Angel itu terus menyerang secara membabi buta, lorong daging yang tadi menyempit pun kini menjadi lebar kembali.
Gumpalan demi gumpalan mulai habis di tebas Valkyrie dan Spider.
Berhenti!! Atau kalian akan terjebak di sana selamanya!!
Astrid dan Aaron pun kompak berhenti menyerang setelah mendengar ucapan tersebut.
"Apa?!" Astrid mencoba untuk memperjelas lagi ucapan Kalong Wewe itu.
"Jangan-jangan..." Aaron mulai teringat akan sesuatu.
"Aaron! Ayo cepat kita sedang dia lagi, aku tidak ingin berada di sini lebih lama!" Astrid mengajak Aaron untuk menyerang kembali namun Aaron terlihat ragu.
"Tunggu dulu Astrid! Sepertinya, kita berada dalam bahaya besar sekarang" ujar Aaron.
"Bahaya besar? Apa maksudmu? Bukankah kita berhasil membuat hantu itu terpojok sekarang?" Timpal Astrid.
"Tidak!! Justru kita lah yang sedang terpojok sekarang, kita tidak bisa keluar dari sini tanpa seizin hantu itu!"
Bola mata Astrid pun membulat setelah mendengar ucapan Aaron, ucapan dari laki-laki itu seperti sebuah petir yang menyambar di siang hari.
"Aaron, apa maksudmu?" Astrid terlihat belum mengerti tentang situasinya saat ini.
"Dimensi yang di buat oleh hantu itu ada dua macam, ada yang bisa keluar dengan cara mengalahkan hantu itu, ada juga yang bisa keluar hanya dengan ijin hantu itu" tutur Aaron.
"Kau itu bicara apa?! Nada mu sangat membingungkan sekali!" Astrid pun memukul punggung Aaron karena merasa tak paham dengan ucapan laki-laki tersebut.
"Apa kau pernah mendengar tentang dimensi kekosongan yang di miliki oleh Ace?" Tanya Aaron.
Astrid pun menganggukan kepalanya "iya, dimensi yang sangat kuat itu kan? Para hantu yang terjebak di sana hanya bisa di keluarkan oleh Ace sendiri".
"Seperti itulah posisi kita sekarang! Dimensi yang dimiliki oleh hantu ini sama dengan dimensi kekosongan milik Ace!" Seru Aaron.
"Jadi... Kita tidak bisa keluar?" Astrid terlihat syok setelah mendengar ucapan Aaron.
Kedua Angel remaja itu sama-sama menghilang sekarang, mereka sudah kehilangan fokusnya karena menyadari kalau mereka berdua sudah tidak bisa keluar lagi.
...----------------...
...Di tempat lain...
Di suatu ruangan, terlihat sesosok makhluk yang sedang mencekik leher seorang remaja. Remaja itu telah tewas tak bernyawa, namun mahkluk itu tetap tidak melepaskan cekikannya.
Tidak hanya itu, di sekitarnya terlihat banyak mayat yang berserakan. Mayat-mayat itu adalah mayat para remaja yang di kirimkan untuk membunuh George Devil.
Ruangan itu terlihat seperti sebuah pembantaian, darah mengalir dimana-mana, mayat berserakan layaknya sampah.
Dan tepat ditengah-tengah ruangan itu, berdiri seorang pria tua yang sedang mencekik remaja yang sudah tidak bernyawa, tangan kirinya memegang sebuah pedang yang berlumuran darah. Nampaknya, dia lah orang yang telah membantai para remaja tersebut.
"Hah, Shadow sudah lenyap, sekarang hanya tersisa Kalong Wewe itu, dia sedang menjebak dua remaja sekarang tapi kenapa dia masih belum mengirimkannya kepadaku".