The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
SCARECROW #5



Scarecrow yang mereka kira mati tiba-tiba muncul kembali tepat di belakang mereka. Menyadari hal itu, Alexander pun langsung memanggil Angelnya kembali dan menembak tubuh Scarecrow yang baru.


*Dor!!..


"Dia hidup lagi?!" Ace merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.


"Sudah aku duga! Aku masih mencium keberadaan nya di sekitar sini" Arthur juga tak kalah terkejutnya ketika melihat Scarecrow hidup kembali.


"Semua jerami di tempat ini adalah kekuatan ku, aku bisa memindahkan jiwaku ke semua jerami jerami ini!" Scarecrow menjelaskan kekuatannya kepada tiga remaja itu.


Nampaknya, membunuh Scarecrow akan menjadi hal yang sangat sulit untuk di lakukan. Pasalnya, hantu legenda ke 2 itu mampu memindahkan jiwanya ke jerami yang lain. Singkatnya, Scarecrow mampu membuat tubuh baru dari untaian jerami.


"Ini akan menjadi pekerjaan yang sangat sulit, dia mampu membuat tubuh baru dari jerami jerami itu" ujar Ace setelah mendengar penjelasan Scarecrow.


"Tetap tidak ada pilihan lain, kita harus melawannya dengan sekuat tenaga" timpal Arthur yang sudah memanggil Demon nya.


"Kita harus mencari cara untuk mengalahkannya, menyerangnya secara gegabah hanya akan menunda kekalahan kita" Alexander mencoba untuk memikirkan caranya menghadapi kekuatan Scarecrow.


"Mungkin satu satunya cara adalah kita harus menebas semua jerami di tempat ini" ujar Ace.


Mendengar percakapan itu, Scarecrow tiba-tiba tertawa sangat kencang hingga suaranya terdengar menggelegar di segala penjuru.


"Hahaha! Menebas semua jerami di tempat ini? Apa kalian tahu seberapa luasnya ladang terkutuk ini?" Scarecrow mentertawakan rencana Ace yang ingin menebas semua jerami yang berada di Curse Field.


"Itu mustahil untuk dilakukan Ace, kita tidak tahu seberapa luas Curse Field ini" ujar Alexander.


"Dan kalau kita tidak melakukan itu maka dia tidak bisa mati" sahut Arthur.


"Hmm, satu hal yang pasti, dia tidak abadi, dan semua mahluk yang tidak abadi pasti bisa mati!!" Ace menggenggam tangannya dengan sangat erat dan memanggil Angelnya.


Ia melangkahkan kakinya secara perlahan mendekati Scarecrow yang sedang berdiri seraya memegang sabitnya. Arthur pun mengikuti langkah Ace dari belakang bersama Red Devilnya, sedangkan Alexander memerintahkan Angelnya untuk membidik Scarecrow dari kejauhan.


"Ronde kedua, kita mulai sekarang!!"


*Zing...


Scarecrow melesat secepat kilat ke arah Arthur dan Ace seraya mengayunkan sabitnya.


*Tzing...


Red Devil pun ikut melesat dan melindungi Ace dari tebasan Scarecrow menggunakan trisulanya. Dan di saat Scarecrow sedang di tahan oleh Red Devil, di situlah Ace mengeluarkan dimensi kekosongan miliknya.


"Dimensi kekosongan!!"


Stardust langsung menyentuh tubuh Scarecrow dan di saat mereka bersentuhan, tubuh Scarecrow pun langsung tertarik masuk ke dalam tubuh Stardust. Hal itu pun menandakan kalau Scarecrow telah masuk ke dimensi kekosongan milik Ace.


"Berhasil!!" Arthur bersorak gembira melihat Scarecrow yang masuk ke dalam dimensi kekosongan.


"Tidak buruk juga chemistry kalian" ucap Alexander ketika melihat hal itu terjadi.


"Aku tidak mengatakan rencana ku tapi kau bisa mengerti dengan sendirinya, kau memang luar biasa Arthur" Ace memuji Arthur yang langsung paham dengan rencananya walaupun Ace belum memberi tahunya.


"Hei Ace! Apa dia masih bisa keluar dari dimensi milikmu?" Tanya Arthur untuk memastikan keadaan Scarecrow sekarang.


"Tidak, tanpa seizin ku dia tidak akan bisa keluar" jawab Ace.


"Menunduk!!!" Alexander tiba-tiba berteriak ke arah mereka berdua dan menyuruhnya untuk menunduk.


Arthur dan Ace yang kaget pun langsung reflek menjatuhkan tubuh mereka ke tanah. Dan di saat itu juga sebuah sabit besar terbang di atas mereka.


*Dor!!


Rapshody milik Alexander menembak sebuah jerami yang bergerak-gerak sendiri dalam kegelapan.


"Dia tidak masuk ke dalam dimensi mu!!" Seru Alexander.


"Apa?!" Ace pun tidak percaya dengan hal itu dan langsung memandang ke arah pandangan Alexander.


"Apa kau pikir aku akan membiarkan diriku terjebak di dalam dimensi mu?!" Sekali lagi, jerami yang bergerak itu membentuk tubuh Scarecrow.



Nampaknya, Scarecrow berhasil memindahkan jiwanya kembali tepat sebelum tubuhnya masuk ke dalam dimensi kekosongan milik Ace. Sehingga ia masih berada di dunia nyata dan yang masuk ke dalam dimensi kekosongan hanyalah tubuh kosongnya saja.


"Hoe ini bercanda kan?" Arthur tidak percaya ketika melihat Scarecrow kembali berdiri di hadapannya.


"Star Rain!!" Ace memanggil kembali Angelnya dan langsung menyerang Scarecrow menggunakan hujan bintang.



Scarecrow memutar sabitnya di atas kepalanya untuk menangkis bintang-bintang kecil yang berjatuhan ke tubuhnya.


"Dead shoot!!"


*Dor!!



Sementara itu, Rapshody langsung menembakkan pelurunya dan berhasil mengenai kepala Scarecrow hingga membuat lubang yang sangat besar di kepalanya.


"Lancang sekali!" Lubang di kepala itu langsung tertutup dalam sekejap setelah Scarecrow menyembuhkannya.


*Tzing...



Arthur pun tak tinggal diam, ia memerintahkan Red Devil untuk menyerang Scarecrow menggunakan trisulanya. Namun sayangnya ketiga serangan itu tidak berdampak besar terhadap Scarecrow. Justru hantu legenda itu di buat sangat marah sekarang karena tubuhnya berhasil di lukai secara bertubi-tubi.


"Jangan seenaknya menyerang tubuhku!!" Scarecrow memainkan jari-jarinya dan bersamaan dengan itu jerami yang ada di belakangnya bersatu dan membentuk sebuah jarum yang besar.


Jarum besar itu berjumlah tiga buah dan itu sudah lebih dari cukup untuk bisa membunuh Arthur dan kedua temannya.


"Matilah kalian!!" Scarecrow mengayunkan tangannya dan di saat itu juga ketiga jarum itu melesat ke arah ketiga remaja itu.


"Menghindar!!" Ace berteriak dan memerintahkan kedua temannya untuk menghindar.


Ace dan Alexander berhasil menunduk tepat waktu dan jarum itu pun tidak berhasil mengenai tubuh mereka berdua. Namun Arthur justru menangkis jarum itu menggunakan Demon nya.


*Tzing...


"Arthur!!" Alexander pun mencoba untuk membantu Arthur namun tubuhnya tiba-tiba terlilit oleh jerami.


"Sialan! Kekuatannya benar-benar merepotkan!!" Ace pun juga terkena lilitan jerami dan berusaha untuk melepaskan dirinya.


"Hah... Hah... Hah..." Arthur mengatur nafasnya setelah berhasil menangkis jarum yang di kirimkan oleh Scarecrow.


"Sudahi istirahat mu!" Namun, belasan jarum yang lainnya sudah di siapkan oleh Scarecrow di belakang tubuhnya.


Ketiga remaja itu terbelalak ketika mereka melihat belasan jarum super besar yang terbuat dari jerami. Dan jarum-jarum itu sudah siap untuk di lesatkan kepada mereka bertiga.


"Sial!! Jerami ini tidak bisa aku lepaskan!" Ace meronta-ronta dan berusaha untuk melepaskan dirinya.


"Percuma saja Ace, tenaga manusia tidak akan mampu untuk melepaskan jerami kutukan ini" ujar Alexander.


"Setiap manusia yang datang ke wilayah ku harus mati! Dan kali ini giliran kalian bertiga!!" Seru Scarecrow seraya memainkan jari-jarinya.


"Hah... Andai saja Clara dan Astrid ada di sini" ujar Arthur dengan nafas tersengal.


"Hoe Scarecrow, harus aku akui kalau kau memang lebih hebat dari George Devil" sambungnya.


"Jangan samakan aku dengan bocah itu! Aku tidak segan-segan membunuh manusia, entah itu orang tua, anak-anak, laki-laki ataupun perempuan aku tidak akan menahan diriku untuk membunuh!!" Seru Scarecrow.


Mendengar ucapan itu, Arthur, Ace dan Alexander pun merasa terkejut. Mereka bertiga awalnya mengira kalau Scarecrow adalah tipe hantu yang tidak ingin membunuh wanita. Oleh karena itu semua remaja perempuan tiba-tiba bertingkah aneh dan tidak bisa masuk ke dalam Curse Field.


"Lalu kenapa kau membuat perempuan tidak bisa masuk ke sini?" Tanya Ace kepada Scarecrow dengan badan yang masih terlilit jerami.


"Apa katamu?!" Scarecrow justru terlihat kebingungan dengan maksud dari pertanyaan yang di lontarkan oleh Ace.


"Semua anggota perempuan kami bersikap aneh ketika mereka akan masuk ke sini!" Sambung Alexander.


"Aneh?!" Scarecrow tambah di buat kebingungan dengan ucapan Alexander.


"Mereka semua ketakutan dan histeris ketika akan masuk ke sini, dan itu semua pasti karena kekuatanmu juga bukan?!" Tanya Arthur dengan tatapan tajam.


Setelah mendengar penjelasan itu, Scarecrow pun tiba-tiba terlihat seperti orang yang sedang ketakutan. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri seperti sedang mencari sesuatu. Bahkan jarum jerami yang berada di belakangnya mulai berjatuhan dengan sendirinya.


Arthur dan kedua temannya pun di buat kebingungan ketika melihat hal tersebut. Mereka bertiga tidak paham kenapa hantu legenda nomor 2 itu merasa ketakutan setelah mendengar pengakuan mereka.


"Tidak mungkin!! Kenapa dia ke sini?! Dia ada di sini?! Tapi kenapa aku tidak bisa merasakan kehadirannya?!!".