The Legendary Ghost Curse

The Legendary Ghost Curse
FRANKENSTEIN #2



Frankenstein menarik tangan kanannya dan akan mendaratkan pukulan supernya kembali pada Tank Man, Roberto pun langsung bersiap untuk menerima pukulan itu. Tank Man memasang perisainya seolah menantang Frankenstein untuk memukulnya dengan sekuat tenaga.


"Majulah Frankenstein!!" Tantang Roberto.


"Grrr.... Terima ini!!" Frankenstein pun melayangkan pukulannya ke arah perisai.


Dentuman besar langsung terjadi setelah pukulan Frankenstein beradu dengan perisai Tank Man. Alexander dan Brian sampai mundur beberapa langkah karena terkena gelombang energi yang sangat kuat.


"Hoi! Perisai itu bisa hancur!!" Seru Alexander.


"Itu mustahil bodoh!! Perisai Tank Man adalah perisai terkuat di dunia!" Balas Brian.


Roberto masih tersenyum sinis, ia sangat percaya diri kalau perisainya tak akan bisa hancur. Namun ternyata, perisai Tank Man mulai retak sedikit demi sedikit karena tak kuat menahan kekuatan pukulan Frankenstein.


"Ini serius?!" Roberto tak percaya melihat perisai Tank Man retak.


"Apa kau pikir aku bercanda!!" Frankenstein menambah tenaganya dan alhasil Tank Man pun langsung terpental ke belakang.


Roberto memuntahkan darah dari mulutnya karena tubuh Tank Man menghantam rumah Frankenstein hingga hancur. Melihat Roberto dalam bahaya, Alexander langsung berusaha untuk menyelamatkannya.


"Piercing shoot!!" Seru Alexander.


Rapshody menyatukan ke empat pistolnya dan melepaskan empat tembakan secara bersamaan. Ke empat peluru itu pun kemudian bergabung menjadi satu dan membuatnya semakin besar.


Peluru itu berhasil menembus tubuh Frankenstein hingga meninggalkan lubang yang sangat besar di perutnya. Namun sayangnya, lubang itu langsung tertutup dalam sekejap karena kekuatan penyembuhan yang di miliki oleh Frankenstein.


"Geli" ledek Frankenstein.


"Kurang ajar! Padahal aku sudah melapisi peluru itu dengan Aura, tapi dia masih bisa menyembuhkannya dalam sekejap!" Gerutu Alexander.


"Hahaha!! Mengagumkan, kekuatan dari hantu legenda benar-benar di luar nalar!!" Seru Roberto dengan Tank Man yang sudah berada di belakangnya.


"Kita harus bekerja sama, jika kita tidak bekerja sama maka pertarungan ini tidak ada gunanya" Brian kembali berdiri dan berjalan secara terhuyung-huyung.


"Istirahatlah Brian! Aku ingin menghadapi mahkluk terkutuk ini sendirian!!" Timpal Roberto dengan penuh percaya diri.


"Bodoh!!" Gumam Alexander.


Setelah mendengar ucapan yang keluar dari mulut Roberto, Frankenstein pun tersenyum dan langsung merentangkan kedua tangannya. Ia menantang ketiga remaja itu untuk menyerangnya secara bersamaan.


"Marilah, serang aku! Kalian bertiga tidak akan mampu membunuhku!!" Seru Frankenstein.


"Matilah kau!!" Roberto langsung memerintahkan Angelnya untuk menyerang.


Tank Man melesat dan menghantam Frankenstein menggunakan perisainya, namun tetap saja Frankenstein mampu menahannya hanya dengan satu tangan saja. Brian ikut menyerang, Alter Ego menciptakan gelombang waktu dan mengurung Frankenstein di dalamnya. Alexander pun tak mau ketinggalan, ia kembali menembakkan peluru api ke arah Frankenstein dan berhasil membakarnya.


Namun, Frankenstein tak bergeming sama sekali walaupun sudah di serang secara bersamaan. Bahkan api dari Rapshody tak mampu membuatnya ketakutan, namun api itu berhasil menyulut kemarahannya.


"Sudah aku katakan kalian tak akan bisa mengalahkan aku!!"


*Prank!!


Perisai Tank Man langsung hancur berkeping-keping setelah Frankenstein mengeluarkan Aura berwarna hijau dari dalam tubuhnya. Tak berhenti sampai di situ, Frankenstein ternyata mampu memegang gelombang waktu yang menjerat tubuhnya dan langsung melemparkannya ke arah Alexander.


Akibatnya, gerakan Alexander pun menjadi lambat karena ia berada di dalam gelombang waktu yang di buat oleh Alter Ego.


"Celaka! Roberto mundur lah!!" Brian langsung panik dan menyuruh Roberto untuk mundur.


Namun, bukannya mundur dari Frankenstein, Roberto justru diam tak bergerak di tempatnya. Ia tertegun dan tak percaya melihat perisainya berhasil di hancurkan oleh Frankenstein.


"Kena kau!!" Frankenstein melesat dan berhasil menangkap kepala Roberto.


"Roberto!! Alter... Akhh!!" Brian mencoba memanggil Angelnya kembali namun lehernya tak mampu mengeluarkan suara lagi.


Alexander yang melihat hal itu langsung berusaha untuk menyelamatkan Roberto. Sayangnya, ia sedang terjebak dalam gelombang waktu dan gerakannya menjadi sangat lambat. Sialnya lagi, gelombang waktu itu tidak hilang walaupun Alter ego sudah menghilang.


Dan kini, nasib Roberto berada di tangan Frankenstein.


"Bergetar lah sebelum kau mati!" Ucap Frankenstein sembari mencengkram kepala Roberto.


Brian hanya bisa menatap kejadian itu dengan pandangannya yang kabur, ia tak bisa melakukan apa-apa karena sudah kehilangan banyak darah. Bisa di bilang, Brian terkena bumerang dari kekuatannya sendiri.


"Hahaha!! Aku mengakui mu bocah! Kau memiliki mental yang sangat kuat!!" Frankenstein tersenyum sinis ketika menatap mata Roberto.


"Heh, sisanya ku serahkan kepada kalian" ujar Roberto sebelum ia menutup kedua matanya.


Dan akhirnya... Roberto pun harus mati di tangan Frankenstein secara mengenaskan. Kepalanya hancur tak tersisa karena di cengkram oleh Frankenstein. Tubuhnya langsung terkapar di tanah dengan keadaan tanpa kepala. Brian dan Alexander hanya bisa menatap kejadian itu dengan wajah tak percaya.


"Roberto?" Brian memanggil temannya yang telah meninggal itu dengan suara serak.


'Semudah itu? Dia kalah semudah itu?!' Batin Alexander.


"Sudah aku katakan, aku akan membunuhmu terlebih dahulu, dan sekarang, di antara kalian berdua, siapa yang harus aku bunuh terlebih dahulu?" Frankenstein menatap Alexander dan Brian secara bersamaan.


Mereka berdua pun hanya bisa menatap balik Frankenstein tanpa bisa berbuat apa-apa, Brian tak mampu berdiri sedangkan Alexander masih terjebak dalam gelombang waktu.


"Heh, kau saja!!" Frankenstein melesat dan tiba-tiba berada di depan Alexander.


Alexander terkejut dan berusaha untuk menghindar, namun sayangnya gerakannya sangat lambat karena berada di dalam gelombang waktu. Dan pada akhirnya, Alexander pun harus bernasib sama seperti Roberto. Kepalanya langsung hancur setelah di pukul oleh Frankenstein. Bahkan gelombang waktu milik Alter Ego tak mampu membuat pukulan Frankenstein melambat.


Dan sekarang, hanya tersisa Brian yang masih hidup. Ia tak kuasa menahan air matanya setelah melihat kedua temannya mati secara mengenaskan.


"Kau akan mati, kau pasti akan mati!!" Seru Brian.


Dengan tenaganya yang tersisa, Brian mencoba untuk berdiri. Namun tubuh nya benar-benar sudah tak memiliki cukup banyak darah, alhasil ia pun tak mampu untuk berdiri dan kembali terkapar di tanah. Kulit Brian sudah berubah menjadi kuning, tatapannya benar-benar sudah kabur dan nyaris buta sekarang. Namun, ia masih bisa melihat kejadian di mana kedua temannya di bunuh dengan jelas.


"Aku akan mati? Hmm, kalau begitu beri tahu aku, siapakah yang bisa membunuhku?" Tanya Frankenstein dengan sombongnya.


"Lihatlah dirimu sekarang!! Aku bisa membunuh mu sekarang juga hanya dengan satu jariku!! Apa kau pikir manusia biasa bisa membunuh ku?!!" Sambung Frankenstein.


Brian tersenyum tipis ketika mendengar ucapan itu, ia pun menatap Frankenstein dengan matanya yang berlinang air mata.


"Aku memang tak bisa membunuh mu, tapi aku bisa menghapus mu dari dunia ini" ucap Brian dengan suara serak.


Tanpa di sadari oleh Frankenstein, Alter Ego tiba-tiba berada di belakangnya dan langsung memeluk tubuhnya dengan erat. Frankenstein sempat terkejut ketika melihat Alter Ego memeluk tubuhnya, namun ia langsung bersikap biasa setelah melihat Brian mulai sekarat.


"Kau memalukan!! Kau tak seperti teman temanmu!!" Frankenstein mengepalkan tangan dan akan memukul kepala Brian.


"Hmm, dimensi waktu" ucap Brian dengan senyuman sinisnya.


Seluruh tempat di kota Hellstein pun langsung berubah menjadi jarum jam setelah Brian mengucapkan dimensi waktu. Alter Ego yang memeluk tubuh Frankenstein pun tiba-tiba menghilang, Frankenstein tak tahu dimana dia berada sekarang.


"Dimana ini?!" Tanya Frankenstein pada Brian.


"Ini adalah dimensi waktu, sekuat apapun dirimu, kau tak akan pernah bisa keluar dari dimensi ini tanpa Alter Ego, itu artinya jika aku mati, maka kau akan terjebak di sini untuk selama-lamanya" tutur Brian.


Frankenstein tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar, ia pun langsung mengamuk sejadi-jadinya dan memukuli semua jam yang berada di dimensi itu. Frankenstein mencoba untuk mencari jalan keluar, namun sayangnya, jam jam itu tidak hancur sama sekali walaupun Frankenstein sudah memukulnya dengan sekuat tenaga.


"Sudah aku katakan, kau tidak akan bisa keluar tanpa Alter ego ku, sebenarnya kau bisa keluar jika kau mati, tapi kau adalah hantu, kau tidak bisa mati dan itu artinya kau akan terjebak di sini selamanya!" Ujar Brian.


"Keluarkan aku!!" Frankenstein mencoba untuk melesat namun ia tidak bisa melakukannya.


"Ini adalah dimensi waktu, kau tidak akan bisa melanggar hukum waktu di sini" tutur Brian kembali.


Frankenstein benar-benar merasa sangat marah sekarang, ia pun ingin menghampiri Brian namun langkahnya langsung terhenti setelah melihat Alter Ego muncul dengan membawa jarum jam raksasa di tangannya.


"Jika kau ingin keluar maka lakukanlah seperti yang aku lakukan, tapi kau tidak akan kembali ke dunia, kau akan langsung ke neraka" ujar Brian sebelum tubuhnya di tusuk oleh Alter Ego menggunakan jarum jam.


Brian memutuskan untuk bunuh diri agar Frankenstein bisa terjebak di sini untuk selama-lamanya. Frankenstein pun hanya bisa terdiam ketika melihat tubuh Brian dan Alter Ego perlahan-lahan hancur menjadi debu.


"Tunggu! Jangan mati!!" Frankenstein berusaha mencegah Brian untuk pergi namun ia terlambat.


Tubuh Brian telah hilang menjadi debu setelah bunuh diri menggunakan Angelnya sendiri. Sekarang hanya tersisa dua pilihan bagi Frankenstein, terjebak di sini untuk selama-lamanya atau bunuh diri dan keluar dari sini namun akan langsung menuju ke neraka.